
Mamah Maria berjalan mondar mandir didepan pintu kamar anaknya dan ragu untuk memanggil anaknya karna dia merasa khawatir dengan Aqilla dan takut Aqilla bangun dan terkejut dengan kedatangan Nisa dan Billy sebelum mereka diberi pengertian oleh Aska dan suaminya. Perlahan Mamah Maria mengetuk pintu kamar Aska dan memanggil putranya yang juga tertidur bersama istrinya setelah lelah bercinta.
"Ka.. ka.. bangun.. ka.. ini mamah.. "Mamah Maria memberanikan diri
"Aska.. nak.. "Panggilnya lagi
"Yah mah.. "Aska perlahan bangun dari tempat tidur agar tidak membangunkan istrinya dan menarik handuk dikursi dan melilitkan di badanya.
"Ada apa mah..? "Aska membuka pintu dan keluar
"Ka dibawah ada Nisa dan Billy,mereka datang.. "Mamah Maria memberitahu dengan mata yang berair
"Ya Tuhan masalah sajaa baru selasai dan istriku baru saja sembuh.."Aska menghela nafas panjang
"Gimana ini Ka.. ?mamah takut akan mengganggu kesehatan Aqilla.. "Mamahnya memeluk putra sambil nangis
"Mah jangan nangis nanti kedengaran Aqilla, biar aq dan papah yang ngomong dulu ke mereka.. "Aska takut istrinya dengar
"Iya kamu cepat mandi dan temui mereka sebelum istrimu bangun.. "Minta mamahnya yang paham anaknya sudah melakukan apa pada istrinya
"Aq mandi dikamar mamah aja, biar Aqilla gak bangun mah..aq ambil baju dulu.. "Aska masuk dan mengambil baju
"Iya cepatlah mamah takut.. "Mamah turun kebawah menemani suaminya.
Aska membawa baju dan turun kebawah masuk kekamar orangtuanya untuk mandi dan merapikan dirinya dan menyiapkan dirinya untuk berbicara pada Nisa dan Billy. Selesai Mandi dan rapih Aska berjalan memghampiri mereka diruang tamu.
"Apa kabar de..? "tanya Aska pada Nisa dan Billy
"Baik mas, gimana dengan mas dan mba Aqilla serta anak-anak? "tanya Nisa
"Alhamdulillah mereka juga baik.. "Aska duduk didekat papahnya
__ADS_1
"Kalian gak ngomong dulu mau kesini, jadi aq bisa jemput kalian.. ?"Aska yang belum siap dengan kedatangan mereka
"Karna aq dengar mba Aqilla kecelakaan dan hilang ingatan jadi aq khawatir mas dan ingin sekali bertemu mba Aqilla.."Nisa sambil meneteskan air matanya karna sangat menyayangi Aqilla yang udah dianggap kakaknya
"Mba mu sedang tidur karna baru tadi siang keluar dari rumah sakit.. "Aska tak ingin istrinya bertemu dulu
"Ya mas gak pa-pa nanti nunggu mba Aqilla bangun aja, kasian dia mas kalo baru sembuh.. "Nisa bisa mengerti
"Yah, dan kalian nanti juga bisa ngobrol karna kalian akan menginapkan disini..? "pak Akbar yang gak tega mereka dari jauh
"Ya om kami akan menginap karna kami juga kangen sama Evelin dan adik-adiknya.."Billy yang sangat sayang sama Evelin
"Yah kalian menginaplah, disini banyak kamar yang kosong dan anggap rumah sendiri.. "pak Akbar tidak keberatan
"Tapi sebelum kalian bertemu istriku, aq minta pengertian kalian sebelumnya dan mungkin aq terkesan gak adil atau jahat tapi ini demi kebaikan istriku yang kalian tahu sendiri bahwa istriku hampir saja kehilangan nyawanya karna kecelakaan yang menimpa dirinya saat dia mencari anak kami Evelin.."Aska sengaja menceritakan agar mereka bisa mengerti
"Mba Aqilla kecelakaan dan hampir saja tak tertolong karna mencari Evelin, memangnya Evelin pergi kemana mas..? "Billy yang sangat tajam dan rasa tak sabar ingin bertemu anaknya
"Dan kalian udah boleh lega karna Evelin udah tau bahwa dia bukan anak kami, tapi dia belum tau orangtua kandungnya adalah kalian karna kami belum bisa memberitahukan pada Evelin karna istriku juga belum siap secara lahir bathin dia dan dia baru saja selamat dari maut dan baru saja ingat kembali jadi kami tidak ingin mengungkitnya lagi.."Aska menjelaskan
"Tapi bagaimana dengan Evelin mas, apa dia tidak menanyakan kami orangtua kandungnya.."Billy tidak sabar
"Yaang kamu ini gak punya perasaan, kakakku berulang kali bertaruh nyawa demi Evelin dan dia baru saja sembuh teganya kamu menanyakan itu.. "Nisa marah pada suaminya
"Tapi ini hak ku yaang, dan udah sewajarnya aq tanya karna memang Evelin anak kandung kita.. "Billy gak mau menutupi lagi
"Iya setelah aq menderita dan ada malaikat yang menolong anakmu, dimana saat itu aq dan anakmu butuh hah..!apa pantas kamu mengaku sekarang setelah kamu meninggalkan aq dan tak mau tanggung jawab.. apa kamu tau yang aq alami jika tidak ada mba Aqilla dan mas Edo saat itu.. "Nisa memaki dan mengungkit luka lama dan membuat Billy diam
"Sudah jangan bertengkar, kita bahas ini baik-baik kita sudah jadi keluarga jangan hanya karna berebut Evelin akan membuat hubungan jadi jauh dan membuat Evelin terluka karna dari diri Evelin juga gak mau menyakiti mamahnya,mereka saling terikat dan saling menyayangi rela berkorban satu sama lain.. "Pak Akbar menengahi
"Ya om maaf bukan maksudku untuk merusak tapi aq juga sangat sayang dan merindukan anakku.. "Billy mengalah
__ADS_1
"Cucuku Evelin sangat baik dia mengerti akan keadaan mamahnya, aq juga gak akan bohong sama kalian bahwa di hati kecil cucuku juga ingin tau siapa orangtua kandung dan alasan kalian tidak merewat Evelin.."Pak Akbar yang paham cucunya dan dia sering menasehati cucunya
"Kalian tahu yang ada dipikiran anak kalian? dan dia bertanya padaku kenapa alasan orangtua kandungnya membuangnya..?" pak Akbar sengaja membuka agar Billy dan Nisa bisa mengerti dan menerima alesan belum bisa memberitahu Evelin
"Dan kalian tau aq jawab apa saat itu dan untuk menenangkan anak yang masih sangat dini untuk mengerti dan memahami masalah dewasa seperti ini..? dia terguncang jiwa, menangis kecewa dan tidur dimakam papahnya dan minta papahnya yang udah meninggal untuk menjemputnya? karna menganggap dirinya tak penting didunia ini dan menyalahkan dirinya sendiri..?'pak Akbar menceritakan yang dialami Evelin
"Dan saat itu jika dari kekuarga Edo tidak mengabari kami, apa kalian masih bisa bertemu dengan cucuku dan anak menantuku juga mungkin tidak tertolong jika kami tidak menemukan cucuku.. apa kalian bisa bayangin saat itu kami harus lakukan apa dan kalian tau saat anakku sadar dan bisa mengingat tau bahwa cucuku akan pergi, anakku Aqilla berlari mau loncat bunuh diri dari atas gedung rumah sakit kami dan kalian tau apa perasaan kami..? "pak meluapkan emosinya
"Ya Tuhan mba Aqilla.. hik.. hik.. "Nisa menangis tersedu-sedu
"Kami sangat terpukul, sangat khawatir bahkan aq pun merasa tak mau hidup lagi saat melihat istriku kesakitan dab bahkan kami merasa hilang akal saat itu.. dan anak kalian saja bisa mengerti dan memahami kenapa kalian kami minta sedikit saja pengertiannya tidak bisa..!"Aska kecewa karna Billy tidak sabar
"Cucuku udah aq kasih pengertian dan dia tidak akan membenci kalian karna kami menanamkan yang baik, dan dia juga tak ingin membahas ini dan gak mau buat mamahnya terluka dan sakit dan bahkan cucuku bersumpah tidak akan pergi dan menyakiti mamahnya karna dia tau mamahnyalah yang selama ini paling menyanyangi dia sanggup melakukan apapun demi dia bahkan nyawa sekalipun anakku tidak takut.. "Pak Akbar yang mengerti besar rasa sayang Aqilla
"Apa yang harus kami lakukan om,kami akan nurut saja.. "Nisa mengerti dan memahami
"Kami hanya minta sedikit waktu, karna yang berwenang penuh memberitahu cucuku adalah mamahnya..Aqilla anakku dan baik aq dan kalian tidak berhak jadi beri waktu anakku yang akan menceritakan dan menjelaskan pada cucuku Evelin.."Pak Akbar minta pengertiannya
"Yah om kami bisa mengerti dan kami gak akan membahas ini didepan Evelin dan mba Aqilla karna bagiku mereka sehat dan mau nrima kami disini sudah cukup.."Nisa setuju
"Aq juga gak mungkin gak menasehati istriku dalam hal ini, aq akan sedikit demi sedikit minta dia menjelaskan tetang ini baik pada anak kami maupun pada kalian dan aq yakin istriku cukup pengertian dan baik sama kalian..terlebih lagi kalian udah dianggap adiknya.."Aska juga paham masalah ini gak akan tersimpan lama
"Iya mas.. "Billy mengangguk setuju
"Aq akan kasih pengertian dulu sama istriku dan akan menenangkan dia karna kedatangan kalian yang cukup tiba-tiba gini karna saat ini dia juga masih khawatir akan anak kami dan dia juga belum siap karna itu aq takut istriku lemah down dan nekat.. aq gak mau itu, aq sangat mencintai istriku lebih dari nyawaku sendiri dan aq gak mau istriku terjadi apapun itu aq gak mau karna hidup istri,kebahagiaan istriku adalah hidupku.. "Aska sangat mencintai istrinya
"Iya mas aq mengerti keadaan mba Aqilla , aq juga sangat sayang sama mba Aqilla dia kakakku terbaik dan aq gak mau dia sakit dan sedih.. "Nisa ikhlas
"Kalian istirahatlah dulu aq mau menemui istriku..aq takut dia bangun dan terkejut melihat kalian sebelum aq bicara sama dia.."Aska bangun dari duduknya
"Ya mas baik.. "7Billy mengangguk.
__ADS_1