Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Perasaan Aska


__ADS_3

Sepulang kerja Aqilla mandi dan dikamarnya putri kecilnya sudah lama menunggunya diranjang untuk dibawa bertemu papahnya.


"Sayang kamu nunggu mamah..?"tanya Aqilla pada putri kecilnya


"Yah mah Elin mau sama papah.."Evelin sangat bahagia,Aqilla menghembuskan nafasnya


"Suamiku sayaang kenapa kamu meninggalkanku sendiri..anakmu membuatku pusing..aq lelah Tuhan"Bisik Aqilla


"Sayang besok aja yah..mamah cape.."minta Aqilla meresa lelah


"Gak mau Elin mau papah..papah.."Evelin merengek


"Ya ya jangan nangis bikin mamah tambah pusing.."Aqilla menyisir rambutnya


Ibu Ana yang mendengarnya terkejut dengan rengekan cucunya. Yang merengek minta ketemu papahnya yang membuatnya bertanya2.


"Evelin sayang..papah yang mana...mau ketemu siapa..kok nenek gak dikasih tau..?"tanya ibu Ana ibu Aqilla


"Papah Elin udah pulang..kerja lagi cari uang buat beli obat..nanti Elin sama papah disana tante Fitri.."Evelin yyang membuat neneknya bingung


"La apa maksud anak kamu..papah yang mana..?"ibunya membuat Aqilla gugup


"Oh itu bu..teman Aqilla postur tubuhnya sama dengan Edo gaya rambut juga sama tapi muka sih gak mirip tapi Evelin ngangap dia Mas Edo dan panggil dia Papah,Aqilla mau ngomong tapi gak boleh sama Aska katanya gak pa2 kasian Evelin masih kecil bisa terganggu jiwa sama otaknya karna Evelin masih belum bisa nerima bu.."Aqilla menjelaskan


"Mereka juga telfonan bu..dia juga rindu anaknya yang hak asuh sama mantan istrinya jadi mereka deket.."cerita Aqilla


"Oh..kasian cucu ibu..kangen papahnya.."kata ibunya sambil memeluk dan mencium Aqilla


"Namanya siapa..?"tanya ibunya


"Papah Edo nek papah Elin.."Jawab Evelin dan neneknya mengangguk


"Aska bu"bisik.Aqilla ditelinga ibunya


"Mamah ayo mah..nanti papah nunggu Elin.."Rengek Evelin


"Kalian janjian..?"tanya ibunya


"Dia sering kerumah makan Fitri bu makanya Evelin ketemu dia.."jawab Aqilla dan pamit sama ibunya.


Dirumah makan Fitri, Aska dan Rendy sudah nunggu lama dan gelisah.Aska menatap pintu masuk saat muncul putri kecilnya dia tersenyum dan menghampirinya.


"Sayaang lama sekali papah udah nuggu lama loh.."kata Aska mengangkat Evelin dalam pelukannya


"Mamah pusing pah.."jawab Evelin membuat Aska khawatir


"La kamu sakit..kamu pucat La..?"Aska cemas


"Gak cuma pusing aja.."jawab Aqilla masuk meninggalkan Evelin dan Aska

__ADS_1


"Tunggu La sini ikut aq.."Aska memegang pergelangan tangan Aqilla dan berjalan disofa yang sepi tempat istirahat Fitrin dan anaknya


"Ka..lepasin..ada apa sih.."Aqilla meronta tapi Aska menyuruhnya duduk


"Ren tolong ambil kotak dimobilku.."pinta aska cemas


"Aq gak pa2 Ka..jangan sentuh aq.."Aska menyentuh dahi dan leher Aqilla untuk memgeceknya


"Badanmu hangat La..kamu sakit ini karna kamu kecapean..tunggu sebentar aja.."Aska jongkok didepan Aqilla


"Mamah duduk aja biar gak sakit nurut sama papah..!"bentak puntri kecilnya dan Aqilla mengangguk dan Aska tersenyum


"Ini Ka sekalina ini ada obatnya.."Rendy memberikan alat dokter dan obatnya


"Tiduran La aq priksa dulu.."Minta Aska dan Aqilla bengong


"Ka kamu dokter..?"tanya Fitri


"Iya aq dokter..Tiduran La..aq priksa dulu.."jawab Aska dan Aqilla nurut dengan hati tak karuan karna setelah Edo,ini pertama kalinya ada yang dekat dengan badannya


"Ka bisa agak jauh ga.."pinta Aqilla yang dag dig dug


"La kamu jangan aneh2 mana ada dokter priksa pasien jauhan gimana caranya.."Sinta yang dengar dan baru saja datang menghampiri mereka


"Karna aq jadi deg-deggan,selain suami aq gak pernah dekat sama siapun apalagi cowo.."Aqilla belum dipriksa kembali duduk


"Ha..Ha..ha.."mereka tertawa dengan kejujuran Aqilla dan membuatnya malu dan Aska tersenyum


"Ka kamu ada harapan.."bisik Rendy dan Aska mengangguk


"Dasar bodok udah tua belum tau cinta,Aska itu tandanya dia suka sama lo..tinggal nunggu dia sadar aja..kalo dari dulu kalian sebenarnya saling suka.."Fitri yang kaku dengan kebodohan Aqilla


"Tapi dia sakit beneran atau kamu sengaja pengin deketin dia Ka..?"Sinta cemas dengan sahabatnya


"Aqilla panas bandanya..dia kecapean dan sepertinya kurang darah.."Aska cemas


"Sayang mamah sakit tapi gak mau papah periksa..Evelin bantu papah ya..bawa mamah kesini..Evelin gak mau kan mamah sakit.."Aska membujuk Evelin karna Aqilla nurut sama Evelin


"Ya papah..Elin juga sayang sama mamah.."Elin mengangguk


"Sayang sama tante Sinta kita bujuk mamah.."Sinta menggandeng Evelin dan Aska menunggu duduk disofa


Aqilla tak fokus memotok ayam sampai jarinya tergares pisau cukup dalam dan darah segarnya keluar dan tercium dihidung Aqilla apa lagi dia deman membuatnya mual dan mutah2,dia sudah belajar dengan Edo melawan Pobia darahnya udah berkurang tapi karna sakit dia gak kuat baunya dan pingsan.


"Aqilla..Ka..Aska..cepat bantu aq.."Teriak Sinta masuk dapur liat Aqilla tergeletak dan tangannya berdarah


"Mamah jangan tinggalin Elin..mamah.."Elin menangis dan Aska berlari kedapur mengangkat badan Aqilla dan merebahkannya disofa.


"Tenang sayang mamah gak pa2 sedang diobati sama papah yah.."Sinta menenangkan Evelin

__ADS_1


"Papah tolong mamah Elin"pinta Evelin disamping mamahnya sambil nangis


"Ya sayang jangan nagis yah..kasian mamah.."pinta Aska dan Evelin mengangguk


"Ka Aqilla takut darah,darah dijarinya membuatnya pingsan apa lagi dia sakit"Rida menjelaskan yang ada pada kekurangan Aqilla


"Pobia dengan darah,dia wanita tiap bulan kena haid kan..lalu apa dia juga pingsan..kaya gini..?"Tanya Aska terjejut


"Dulu kamu ingat saat disekola Aqilla pingsan karna dia haidnya bocor sampe roknya dan baunya kecium jadi dia pingsan..keluargannya dan suaminya juga paham Ka,tiap haid bukan Aqilla yang cuci dulu sebelum nikah adik dan ibunya dan setelah menikah suaminya."Rida menceritakan


"Iya dulu Aqilla waktu Adiknya Edo suaminya benci sama Aqilla dan ngerjain Aqilla dengan darah yang banyak,Aqilla mutah2 dan pingsan jatuh badanya menimpa meja kaca,pecahan kacanya nacap diperut Aqilla dia oprasi karna lukanya dalam dan darahnya keluar terus sampai semua keluarga yang golongan darahnya sama donor buat dia karna kritis hampir nyawanya gak tertolong..makanya keluarg dan suaminya rela kalo dia haid mereka yang cuci yang penting Aqilla gak jatuh pingsan."cerita Fitri yang dulu ikut mendoakan keselamtanya


"Ini ka luka diperut Aqilla sobeknya panjang dan dalam..nyawanya hampir gak tertolong.."Sinta menunjukan perut Aqilla dengan jaitan hampir satu jari panjangnya.


"Aq ceritakan kekamu karan kamu menyukai Aqilla jadi kamu tau kelemahan Aqilla.."Fitri yang mau menyembunyikan apapun tentang diri Aqilla


"Ya aq sangat berterimakasih jadi aq tau bisa hati2 dan menjaganya.."Aska meresa sedih pada yang dialami Aqilla


"Mamah sakit pah..?"tanya Evelin cemas


"Iya sayang tapi bentar lagi sembuh dan mamah sadar.."Aska memeriksa Aqilla setelah memberi perban pada jari Aqila


"Demam,tekanan darahnya rendah..kurang darah.."Aska setelah memeriksa


"Tapi gak pa2 kan Ka..?"tanya Fitri cemas


"Ya cukup istirahat minum vitamin dan penambah darah sehat lagi..di juga kecapean.."Aska mengusap lembut rambut Aqilla


Sentuhan Aska didahi Aqilla dan rambutnya membuatnya hangat dan nyaman,dia mengerjapkan matanya dan membuka matanya.


"Hueek.hueeek"Aqilla mutah dan terkena baju Aska tapi dia gak keberatan dan memijat tengkuk Aqilla,dia kena mutahan karna dia duduk disamping Aqilla


"Udah enakan La..?"tanya Aska yang memijat tengkuknya dan Sejak awal Rendy mengabadikan kebersamaan Aska dan Aqilla


"Bau..bau darah.."Aqilla panik


"Minum dulu..udah gak ada darah..tenanglah.."Aska memberinya teh anget Aqilla duduk menyandarkan kepalanya disofa


"Baju papah kotor..ih jijik"kata Evelin


"Gak pa2 sayaang..nanti papah cuci.."Aska melepas kaosnya dan Aqilla meliriknya hanya dengan tangtop


"Maaf Ziz..kamu pake kaosku ada yang besar..Fit tolong ambilin.."Minta Aqilla


"Ini Ka baju Aqilla lumayan gede pas buat kamu..cuma tulisan jadi cewe cowo masuk"Fitri memberikan dan Aska langsung memakainya kaos putih bertuliskan tulisan asing.


"Cocok cakep Ka duh makin deket hati ."Ledek Sinta


"Koas kotornya taruh aja disana besok aq cuci.."Aqilla masih lemas

__ADS_1


"Gak usah aq cuci sendiri.." Aska berjalan kekamar mandi dan mencucinya.


__ADS_2