
Billy dan Nisa sampai dirumah Aska dan mereka masuk dalam rumah Aska yang udah ditunggu Aska diruang keluarga.
"Mas maaf yah, gara aq mas jadi berpisah dengan mba Aqilla dan anak2..?"Nisa menangis melihat kesedihan Aska yang udah seperti kakaknya
"Duduk de kamu cape kan? "Jawab Aska dengan wajah sedih
"Kalo aq dulu aq tetap janji dan gak kesini mencari Evelin mungkin Billy juga gak akan tau mas dan kalian akan bahagia bersama gak seperti ini.."Nisa bersimpuh dan kepalanya dilutut Aska dan Billy ikut sedih dan gak tega melihat Nisa menangis sedih.
"Udahlah jangan seperti ini de, kita sama2 tau giman istriku pada anak kalian yang aq sendiri juga sayang sama Evelin, Aqilla bis merelakan apapun demi anak kalian termasuk meninggalku atau nyawanya sendiri.. "Aska juga ikut nangis
"Aq gak tau mereka dimana, aq sangat mencemaskan mereka, meski Aqilla wanita yang mandiri tapi dia juga wanita yang rapuh dan kesehatannya lemah apalagi dia masih punya pobia darah dengan merawat tiga anak sendiri aq gak bisa bayangin.. "Aska menghapus airmatanya
"Mas aq akan hubungi papah lagi untuk tau kabar mereka"Billy menghubungi Papahnya
"Pah gimana udah ada kabar pa belum.. ini udah tiga hari pah..? "Billy mendesak papahnya dan mengeraskan suaranya agar Nisa dan Aska mendengar
"Papah masih belum yakin karna papah belum melihat dan bertemu langsung dengan Evelin cucuku dan Aqilla istri Aska tapi ada kabar mereka dibandung karna anak buah papah dibandung melihat mereka masuk mini market dan katanya sama dengan foto yang kamu berikan Bill.. "Papahnya masih belum yakin,buat Aska gak sabar
"Kalo sama dengan tiga anak berarti itu mba Aqilla pah dengan anakku Evelin dan dua anak kebarnya.."Billy bersemangat
"Papah kasih alamatnya pah,aq dan mas Aska akan kesana mengecek langsung.. "Billy memaksa papahnya
"Yah kamu catat.. mereka berada dibandung dipelosok jauh dari kota,jalan Xxx"Papahnya memeberitahunya
Billy dengan memegangi Hp nya sambil mencatat alamat yang diberitahukan papahnya ditelfon.
"Ayo Bill kita susul mereka.. "Aska gak sabar dan senang dengan kabar istri dan anak2nya.
"Aq ikut mas.. "Minta Nisa yang juga ikut senang
"Tidak kamu disini saja, kamu cape baru saja datang dan bandung jauh dari sini.. nanti kamu sakit"Billy melarangnya
"Siapa kamu melarangku, aq juga ingin bertemu mba Aqilla dan ketiga keponakanku, justru kamu yang jangan ikut karna kamu hanya buat masalah saja"Nisa membalas Billy
"Aq ayah dari anakmu dan aq calon suamimu,aq berhak malarangmu.. "Billy tak mau kalah
"Kapan aq setuju jadi istrimu? Aq saja tidak berkata apapun jangan kepedean kamu, karna aq gak akan masuk lubang yang sama"Kata Nisa
"Tentun saja kamu gak bisa masuk lubang yang sama karna aq yang bisa masuk,aq kan yang punya jarumnya bukan kamu.. "Billy meledek
"Kamu itu kotor banget.. "Nisa cemberut
"Udah gak usah ribut kaya kucing..bikin kepalaku pusing.. "Aska sudah siap
"Mas aq ikut yaah.. "Nisa merayu Aska
__ADS_1
"Iyah.. "Aska gak bisa nolak dan Nisa bisa mendukung Billy nantinya
"Mas Nisa baru saja datang..kita tinggal saja kasian anaknya mas? "Billy masih melarangnya
"Diam brisik banget kamu..!"bentak Nisa menginjak kaki Billy
"Akh sakit cinta.. "Billy dengan panggilan sayang yang dulu sering memanggil Nisa dengan nama Cinta.
"Jangan panggil aq dengan cinta palsumu yang menjijikan..! "bentak Nisa lagi
"Tapi dulu kamu yang minta kan karna kamu cemburu aq didekati cewe lain kamu minta aq panggil kamu cinta biar semua tau aq milikmu kan? "Billy masih menggoda Nisa
"Dulu bukan sekarang..!"teriak Nisa dan mengikuti Aska lupa pada anaknya
"Cinta kamu lupa meninggalkan anakmu lagi"Billy menggendong Aqilla
"Gendong.."balas Nisa
Billy menggendong Aqilla kecil dan berjalan menghampiri Aska dan Nisa yang udah didalam mobil.
"Sayang kamu sama papah yah mamahmu jahat.. "Billy duduk disamping Aska dan Aska melirik Billy dan tersenyum dan melajukan mobilnya dengan segera
"Jangan menghasut anakku dengan menyebutmu papah.. "Nisa melarangnya
"Gak mau Killa sama papah.. "Aqilla kecil membantah Nisa mamahnya
"Menjijikan.. "Nisa memalingkan wajahnya
"Kalian ribut terus..mau aq turunin dijalan"Aksa yang pusing mendengar pertengkaran mereka
"Jangan mas.. iya aq diam"Nisa cemberut
"Tanggung mas turunin kita dijalan, turunin kita di KUA aja langsung"Billy tertawa
"Plaak "Nisa memukul bahu Billy
"Kamu menggodaku.. jangan salahkan aq kalo ada Evelin kedua yah.. "Billy masih senang menggoda Nisa dan buat Aska tertawa
"Haa.. ha.. ha.. Aq kira kamu pendiam ternyata cinta memang bikin kita gila, aq saja gitu sama Aqilla kadang kata rayuan muncul gitu aja tanpa berfikir, dan aq suka sekali menggoda Aqilla.. "Aska tertawa
"Iya mas Nisa meracuni hati dan pikiranku bertahun2 jahat banget dia mas sampe aq gak bisa mandang dan mencintai cewe lain hanya dia nih racunnya"Billy menunjuk Nisa
"Itu hukuman buat kamu yang udah nyakitin aq dan membuangku dan Evelin"Nisa mengumpatnya
"Yah aq janji gak akan pernah lagi aq melepasmu Nisa.. "Billy menatap Nisa sambil mengusap lembut Aqilla yang tidur
__ADS_1
"Yang mau sama kamu siapa aq gak sudi sama kamu lagi.. "Nisa masih saja menolak
"Terus saja kamu menolak, aq bisa paksa kamu.. setelah kita menemukan mba Aqilla dan anak2 ,aq akan bawa kamu kehotel dan makan kamu sampe habis sampe ada Evelin baru dan aq janji gak akan ganggu mas Aska dan keluaraga.. mas Aska setuju kan? "Billy tetap maksa
"Yah setuju yang penting kamu tidak misahin anakku dan istriku, teserah apa yang kamu lakukan sama de Nisa"Aska ikut menggoda Nisa yang cemberut
"Mas Aska jahat banget ngorbanin aq sama bajingan ini.. "Nisa makin kesal dan tiduran disofa.
"Makanya nurut saja.. "Billy pada Nisa
"Gak sudi.. "Nisa memejamkan matanya dan tidur dimobil.
Setelah makan waktu 4 jam mereka hampir sampai ditempat alamat yang ditunjukan oleh papahnya Billy lewat telfon. Aska memberhentikan mobilnya ditepi rumah yang masih sedikit jauh dari pelosok alamat karna masuk kedalam mobil tak bisa masuk gang. Mereka harus berjalan untuk mencapai alamat rumah yang tertera dikertas.
"Cinta.. cinta bangun kita udah sampai."Billy membangunkan Nisa
"Udah sampai.. dimana rumahnya? "Nisa duduk dan membuka matanya
"Turun.. mobil gak bisa masuk kita jalan" Billy dengan menggandeng Aqilla kecil
"Iyah aq turun.. "Nisa turun dan menutup pintunya
Mereka berjalan menelusuri gang dan bertanya ada beberapa orang yang tinggal dikomplek tersebut.
"Maaf bu alamat ini rumahnya yang mana yah? "tanya Nisa atas permintaan Billy
"Itu mba cat hijau rumah kontrakan? "Kata ibu yang ditanya Nisa
"Ya bu makasih"Nisa mengejar Aksa yang begitu dikasih tau rumahnya langsung berlari
"Cinta kita jalan aja, kamu masih cape kan.."Billy menarik tangan Nisa
"Nanti gak sampe2,mas Aska udah jauh"Nisa menolaknya dan berlari kecil mengejar Aska.
"Sayanh kita jalan saja yah.. papah cape"Billy pada Aqilla kecil.
Aska sampai dengan nafas terengah2 didepan rumah cat hijau yang ditunjukan oleh ibu yang ditanya Nisa. Dan Aska mengetuk pintunya yang lama gak dibuka2 dari dalam. Dengan tidak sabar Aska membuka pintunya yang kebetulan tidak dikunci dan dia masuk kedalam dan melihat dua anaknya yang sedang main dan Evelin masih tidur dan Aqilla gak ada dalam ruang tamu itu.
"Sayang Aksa,Elina..apa kabar sayang dimana mamah..? "Aska memeluk kedua anak kembarnya dan menciumnya
"Papah datang mau jemput kita kan? "Evelin bangun dan memeluk Aska
"Iya ka.. papah jemput kalian."papah juga mencium kening Evelin
"Kakak dan adik2 pengin pulang pah.."Evelin nangis
__ADS_1
"Iya sayaang kita pulang yah.. mamah mana?"Tanya Aska mencari keberadaan istrinya.
"Mamah tadi keluar pah, mau beli makanan".Evelin menjawabnya.