
Masih dikota Bandung dikamar Aqilla dan Aska yang masih saling memandang, Aqilla yang diam dan merasa bersalah dan Aska yang merindukan Aqilla dan memandangi wajahnya.
"Yaang janjilah kamu gak akan pergi lagi dariku dan percayalah padaku aq juga papah Evelin gak akan aq biarkan siapapun membawanya dan jauh darimu"Aska mengusap lembut rambut Aqilla
"Kamu gak marah padaku yaang..?"Aqilla menatap suaminya
"Kamu tau betul aq gak bisa marah padamu karna aq terlalu mencintaimu,meski aq ingin tapi aq sendiri yang akan merasakan sakit setiap kamu sedih dan menangis.."Aska memeluk Aqilla
"Aq hampa sedih dan bingung yaang tanpa kamu dan anak2 kita..berjanjilah yaang atau aq akan mengurungmu dan merantaimu dikamar kita agar aq bisa tiap hari menyentuhmu"Aska memeluk erat Aqilla
"Iyah yaang aq janji akan bicara padamu dulu dan tanpa ijinmu aq gak akan pergi, aq percaya padamu yaang tapi aq gak bisa nafas.. "Aska melepaskan Aqilla
"Maaf yaang aq gemes sama kamu"Aska mencubit pipi istrinya
"Yaang kamj bilang pegalkan kakinya aq pijit yah yaang? "Aska turun dari ranjang dan mengambil handbody
"Tapi ini udah malam yang kamu cape tidurlah yaang"Aqilla menolak
"Gak pa2,ada Billy besok biar dia yang nyupir"Aska meraih kaki Aqilla
"Yaang buka bajunya pake baju dalam saja biar mudah dipijit, sini aq bantu lepas"Aska membuka baju istrinya
"Rebahan yaang tidurlah biar aq pijit.."Aska memijit dari kaki dengan perlahan
"Yaang apa benar Billy dan keluarganya gak lagi ingin merebut anak kita? "Tanya Aqilla yang masih takut
"Billy masih sangat mencintai Nisa dia akan nurut sama Nisa, Nisa sudah berjanji akan bantu kita yaang"Aska menjawabnya
"Yaang ceritakan padaku kenapa mereka bisa bersama, sedangkan Billy suami Rara kan?"Aqilla dengan memejamkan matanya masih dipijat Aska
"Yaang Rara hamil dulu sebelum menikah dengan Billy tapi Billy menerimanya karna mengingat Nisa yang juga hamil dan ditinggal olehnya tapi Rara gak mau menerima anak Bilky karna itu dia kecewa dan Rara memberikan pilihan untuk melupakan Evelin atau menceraikan Rara, Billy menceraikan Rara karna Rara juga udah berhubungan dibelakang Billy lama dengan pria lain"Aska menceritakan
"Jadi Rara bersalah dong yaang dia selingkuh dan gak mau menerima kesalahn Billy kan egois yaang tapi gimana Rendy karna Nisa dan Billy bersama kita apa dia gak salah paham?"Tanya Aqilla membuka matanya
__ADS_1
"Aq juga dapat cerita dari Rendy yaang, dia menerima perceraian adiknya dan dia bilang Rara setelah masa idah akan menikah dengan kekasihnya
"Oh kok bisa yah yaang.. "Aqilla gak mengerti
"Sayang gak semua wanita setia sepertimu,karna Rara dan Billy tidak saling mencintai, dan Rara berhubungan dengan pria yang dia cintai dan Billy juga masih mencintai Nisa meski udah lama berpisah sama sepeti kita yaang,meski banyak penghalang cinta kita dan kita menjalani hidup masing2 tapi kita dipertemukan dan berjodoh kan? "Aska memberi pengertian pada istrinya
"Mereka juga akan bahagia seperti kita yaang"Aqilla tersenyum bangun dan meraih tengkuk Aska dan menciumnya
"Kamu menggodaku yaang, kamu lagi haidkan? "Aska meraba bagian V Aqilla.
"Kamu bohong yaang?ini gak ada pembalut dan celanamu juga gak ada noda ini kan tanggal kamu haid yaang apa kamu hamil yaang?"Aska terkejut saat membuka celana dalam istrinya
"Aq kan ganti KB suntik tiga bulan sekali yaang gak kena haid.. "Aqilla tersenyum
"Terus kenapa kamu bohong, dirumah kamu udah menolakku tiga hari dan kamu pergi hampir empat hari, aq seminggu puasa kamu jahat banget yaang"Aska mencubit hidung istrinya membuka penutup gunungnya dan membuka bajunya sediri.
"Aq akan menggantinya yaang"Aqilla menghujani suaminya dengan ciuman.
Aqilla merebahkan dirinya diatas suaminya dan menghujani suaminya dengan ciuman dengan berbisik meminta maaf ditelinga suaminya karna gak ijin dan gak percaya pada suaminya.
"Aq akan selalu memaafkanmu yaang aq juga sangat mencintaimu dan merindukanmu"Aska membalikan posisinya dn kini di atas istrinya dan menghujani ciuman,meraba,meremas dua gunung dan ******* V dan memasukan juniornya.
"Aaakh yaang"Aqilla menahan desahannya lirih karna kamar mereka tak luas dan sempit suara akan terdengar dari luar
"Aaakh yaang aq merindukan ini yaang"Aska ikut mendesah karna rasa gairahnya yang tinggi
"Jangan keras2 yaang, mereka akan dengar ini.."Bisik Aqilla menahan lirih desah dan rintihnya ditelinga Aska.
Aska memuaskan hasyratnya yang memintah jatah dobel hingga keringat membasahi Mereka dan keluar cairan putih kedua kalinya yang membuat kram kaki Aqilla dan lemas.
"Yaang kaki kram.."Aqilla gak bisa bergerak
"Diam saja yaang jangan bergerak, biar aq pijit lagi biar lemas ototnya.. "Aska masih telanjang memijat kaki istrinya lagi
__ADS_1
"Yaang pelan2 sakit.. "Aqilla menahannya
"Ototmu tegang karna kamu klimaks yaang"Aska tersenyum
"Karna sentuhanmu buat aq gak tahan"Aqilla yang merasa lemas
"Gimana yaang kakinya..?"Aska menekuk dan mengangkat kaki istrinya
"Udah gak kram yaang tapi lemas kamu sih mibta jatah dobel.. "Aqilla menutupi tubuhnya dengan selimut
"Salah sendiri main kabur segala, ini masih berlanjut loh yaang dirumah"Minta Aska merebahkan dirinya dan masuk dalam satu selimut.
"Yaang mau kekamar mandi ini lengket tapi nanti mereka dengar aq cebok.. "Aqilla merasa risih
"Gak pa2,ayo aq temani mereka juga udah merasakan ini, sini aq pakekan baju dulu"Aska memakaikan baju tidur istrinya dan dirinya.
Aqilla kekamar mandi ditemani Aska yang berjaga didepan pintu yang dibiarkan terbuka dan Aqilla membasuh V nya perlahan agar tidak menimbulkan suara dan mengusapnya dengan kain yang dibawanya.
"Udah yaang..? "tanya Aska
"Udah yaang, mereka gak ada suara udah pada tidur yah yaang? "Aqilla menempelkan telinganya dipintu kamar Nisa
"Eh gak boleh gitu, ayo tidur udah malam? "Aska melarang istrinya nguping yang sebenarnya mereka tertidur lelap
"He.. he.. sapa tau mereka sedang gitu yaang kan ada anak2 kita"Bisik Aqilla masuk kamar dan Aska masuk dan menutup pintunya
"Mereka akan berfikir ribuan kali yaang, dekat anak2 dan kamarnya sempit,suara akan terdengar dari luar dan ini juga kasur lantai justru aq heran kamu bisa betah disini yaang?"Aska melihat keseliling
"Ini murah yaang dan jauh dari kota, rumah disini berdekatan jadi aq gak takut yaang"Aqilka memeluk suaminya
"Apa kamu gak bisa tidur yaang?"tanya Aqilla yang melihat Aska masih membuka mata
"Aq gak biasa tidur yang bukan rumah sendiri tapi kalo ada kamu aq tetap bisa tidur dimanapun, hanya sedang berfikir apa kita akan selalu begini karna ketakutanmu akan Evelin yaang?"Aska yang tak ingin lagi berpisah
__ADS_1
"Gak yaang aq janji aq udah sangat percaya padamu yaang dan kamu papah yang baik dan sayang pada anak2 kita, aq juga akan nurut sama kamu yaang"Aqilla mengusap dada Aska
"Tidur yaang.. "Aska yang diusap dan dipeluk istrinya jadi ngantuk dan tertidur lelap.