
Oprasi selesai dan anaknya perempuan.Ibu dan anak sehat.Mereka pulang kerumah setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit dan Aqilla kembali kerja.Seperti biasa Edo melayani istrinya tanpa diminta atau Aqilla juga gak bisa nolak karna Edo sangat sayang dan perhatian sama Aqilla.
"Duduk yang kamu makan..mas yang pakaikan sepatunya..ini udah mau telat"Edo gak mau istrinya dihukum
"ya mas"Aqilla makan dan Edo jonggok didepan istrinya memakaikan kaos kaki dan sepatunya seperti biasanya.
"mas apa gak berlebihan begitu..apa mba gak bisa sendiri..?"Elifa yang merasa kakaknya berlebihan memanjakan Aqilla
"jangan didengar La..suami bantu istri gak pa2..ini udah mau telat..kamu berangkat aja fa..gak usaah ikut campur urusan rumah tangga kakamu.."kata ibunya yang tau mantunya tergesa2
"mba kalo gak mau telat mba bangun lebih pagi jadi gak jadiin mas Edo babu.."kata Evi dan pergi, yang tak tau diri udah ditolong.
"Udah selesai..jangan pikirkan mereka..ayo berangkat.."Edo menggandeng istringnya dan merek jalan dengan motornya.
Aqilla selalu menelan pil pahit,dia bertahan karna suaminya yang gak enak tinggal dirumah Aqilla karna nganggur dan karna orangtua Edo yang baik padanya.
"La setelah nikah kamu bawaanya sedih..gak ceria kaya dulu..apa kamu gak bahagia..?"tanya Hana teman satu stand
"aq bahagia.,kamu kan liat sendiri suamiku kaya apa.."jawab Aqilla menutupi keluarga suaminya
"suamimu baik tapi mungkin adik2nya ya La..karna aq liat Elfa juga gak suka sama kamu.."Aqilla diam.
"sabar ya La.."Aqilla mengangguk.
Edo setelah mengantar istrinya dia mencuci baju kotor dan baju istrinya dan kebetulan Aqilla kena haid dan Edo yang minta Aqilla untuk ditaruh ember kecil karna Edo yang akan mencucinya. Edo membersihkan pemabalut yang masih ada noda darahnya dengan air mengalir dari kran dan mencuci celana dalamnya Aqilla yang kena darah haid.
"bu..ibu..sini liat..anak ibu..sedang mencuci kotoran istrinya apa ini benar bu..mencucu pembalut dan celana yang kena darah haid..istri bukanya surganya selain di ibu juga pad suaminya..tapi liat anak lelaki ibu..bener Evi udah kaya pembatu Aqilla.."Kata Eva yang baru datang dengana perutnya yang besar
"itu pasti kakamu yang mau buka Aqilla.."kata ibunya yang juga baru liat Edo mencuci kotoran Aqilla karna biasanya nyucinya dikamar tapi krannya rusak
"ibu selali belain mantu kurang ajar itu..aq muak liat dia menjadikan mas Edo pembantu.." Evi dibelakang ibunya dengan menggendong anaknya
"Aqilla gak pernah nyuruh kakamu tapi kakamu yang tau diri karna dia gak kerja.."
__ADS_1
Edo melihat ibu dan dua adiknya berbisik membicarakan Aqilla dan dia datang menghampiri mereka setelah selesai mencuci kotoran Aqilla.
"Ada apa..apa yang kalian bahas..apa istriku lagi..salah apa dia sama kalian.."tanya Edo pada dua adiknya
"Aqilla gak salah Do,mereka liat kamu nyuci pembalut dan haid istrimu dicelana dalam dan benar kata mereka..itu berlebihan Do,Aqilla kan bisa setelah mandi bersihin celana dalam dan pembalutnya..masa kamu Do..itu buat istrimu berdosa.."kata ibunya yang juga sebenarnya keberatan
"Cinta ya cinta tapi jangan jadi jongos wanita.."kata Evi menyakiti Edo
"Mas kamu laki2 jangan mau jadi babu mba Aqilla.."kata Eva yang juga keberatan
"cukup kalian mengatai dan menjelek2kan istriku..!"Edo membanting Ember
"ibu tau kenapa aq mau nyuci haid Aqilla..karna aq gak mau istriku pinsan dan sakita atau kenapa2 karna jatuh.."Edo menjelaskan pada ibunya karna ibunya ikutan Evi da Eva
"Dan kenapa istriku pingsan setelah donor darah kekamu karna dia takut darah..pobia..dia akan mual dan pingsan liat darah yang berlebih.."Edo menjelaskan lagi
"istriku kaya gini sejak kecil,bahkan dia mau mati saat liat ayahnya berdarah kakinya dan darahnya gak berhenti..Aqilla pingsan dan kepalanya kena dinding..dan aq gak mau istriku mengalami itu lagi bu..aq sayang sama Aqilla, Dia gak pernah nyuruh aq..aq yang inisiatif melakukan kerjaan ini dan memanjakannya karna aq gak mau kehilangan istri..kalian tau umur Aqilla sangat muda dan mas udah tua..mas gak mau ditinggal sama dia..aq sayang sama istriku bu..dia gak pernah mempersalahkan Edo gak kerja atau umur Edo..aq dan istriku gak pernah ikut campur urusan rumah tangga kalian tapi kenapa kalian sibuk mengkritik rumah tanggaku.."Edo mengamuk dan mendorong rak piringa hingga piring gelas dan lainya pecah berantakan
"Do ibu gak tau Istrimu takut darah..maafin ibu yah..tenang jangan marah..nanti kalo Aqilla liat ini..dia yang marah sama kamu.."Edo meneteskan air matanya karn sedih istrinya dihina dan dikatain sama adik semdiri.
"Oh jadi dia punya kelemahan juga..yang bisa buat dia menderita..ha..ha...."Mutia tertawa
"tapi mungkin alasan dia aja Vi,kita coba bener apa gak dia pobia darah..kalo dia bohong ini kesempatan kita buat Edo dan ibumu marah sama dia kan.."?"Mutia merencakan untuk menjahili Aqilla karna dalam hati syukur2 Aqilla mati.
"besok kita ketemu dan aq akan bawa darah..dan kamu bisa jebak dia..jadi kita tau itu benar atau tidak.."Rencana Mutia
"tapi aq lagi butuh uang mba buat beli susu anakku.."Evi juga menfaatkan uang Mutia selama ini
"ya nanti sekalian aq kasih.."Mutia yang gak masalah soal uang
Keesokan harinya mereka bertemu ditempat bisa mereka ketemu dan Mutia membawa kantung darah dan membawa uang lima juta untuk Evi.
"ini uangnya dan ini kantung darahnya..kamu lebih tau caranya kan..?"mereka tertawa
__ADS_1
"ok sip..biar merasakan diceraikan mas Edo ketahuan belangnya.."Evi yang membenci Aqilla
"aq palang dulu mau kerja,kamu jangan sampai gagal.."Mutia memeluk Evi
Evi pulang dengan membawa kantung darah ditasnya yang disiapkan untuk Aqilla. Evi sengaja menyiram darah didekat ruang keluarga dan bersembunyi dibelakang pintu kamarnya dan mengintinya.Karna setelah pulang kerja Aqilla melewati untuk menaruh sepatunya karna diruang tamu mereka dekat kamar mereka jadi ketika Aqilla bohong dia bisa berteriak dan semua kumpul melihat kebongan Aqilla.
"Mas aq naruh sepatu dulu.."Aqilla berjalan sambil membaca chat dari temannya
"kok basah lengket dan bau darah..perutku mual.."Aqilla beralih pandangnya kebawah dan melihat banyak darah dan kakinya juga terken Darah yang bau
"Aaaaa!"Aqila berteriak sangat keras dan jatuh badanya menimpa meja kaca yang membuat Aqilla perutnya tertusuk pecahan kaca dan gak sadarkan diri.
"sayaang..sayang.."Edo berlari dan berteriak mengahampiri istrinya yang tengkurap dimeja yang pecah karna tertimpa badan Aqilla,Edo mebalikan badan istrinya dan tertancap pecahan kaca
"Siapa yangnsengaja membuang darah disini untuk.mencelakai istriku..!"teriak Edo memeluk istrinya
"Aqilla..!"teriak ibunya yang melihat diperut Aqilla tertancap pecahan kaca
"Do ayo cepat bawa istrimu kerumah sakit.."Edo dan ayah mbawa Aqilla kerumah sakit.
Evi terkejut karna yang dipikirkan ternyata terbalik,ide Mutia dan dirinya malah bikin Aqilla terancam.Evi menghubungi Mutia dan memberitahukanya tapi ibu Edo curiga karna gak mungkin tiba2 ada darah yang banyak dirumahnya dan dia menghampiri kamar Evi,dan ibunya menghentikan langkahnya dan mendengar dibalik pintu.
"mba gimana ini..mba Aqilla benar phobia darah dia,mutah dan jatuh pas dimeja kaca..dan saat mas Edo membalikan badan mba Aqilla perutnya tertancap pecahan kaca..aq takut mba..ini akan ketahuan karna aq kira dia bohong..cuma mau bikin mas Edo susah..tapi.."ibunya masuk dengan perasaan kecewa sakit hati marah.
"Plaakk!"Evi mematikan Hp nya dan ibunya menangis menamparnya
"keterlaluan kamu..kamu mau mencelakakan kaka ipar kamu sediri..kalo.Aqilla sampai kenapa2 ibu gak akan maafin kamu..kamu mau membunuh istri kakamu sendiri..dia udah nolong nyawa kamu meski dia takut darah dia masih mau nolong kamu bawa kamu kerumah sakit dan donor darah dan kamu tau yang biayai kamu oprasi sampai 10 juta itu istri kakamu yang mau dibikin mati sama kamu..!"ibunya marah dan nangis kecewa
"plaak..plaaak"berulang kali Evi ditampar dia menangis dan bersujud di kaki ibunya.
"maaf bu ampun,aq gak tau akan jadi seperti ini"Evi memohon
Ibunya menghempaskan tangan Evi dari kakinya, dia masuk kamar dengan menangis dan bingung dengan keluarga Aqilla yang seperti keluarg sering datang membawa makanan dan ikan laut,dan khawatir dengan menantunya.
__ADS_1
"pak polisi tolong datang kerumahku dijalan xxx dan tangkap anakku sekarang.."ibunya yang dengan berat hati melaporkan anak kandungnya tapi dia juga gak mau mengorbankan menantunya yang udah dianggap anak sendiri.
Polisi datang dan membawa Evi yang terus meronta meminta maaf pada ibunya tapi ibunya tak bergeming dengan menggendong anak Evi.