Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Hilaf


__ADS_3

Edo bangun pagi siap dengan mobil yang udah diisi mentahan berupa mie minyak gula pasir teh dan kopi. Dan Edo bersiap kerumah dengan mobil tantenya.


"Mas Edo bisa nyupir.."Aqilla meresa bangga pada Edo


"ya dulu jadi supir om waktu dia sakit.."kata Edo berjalan masuk dan meminta ijin pada orang tua Aqilla karna mungkin pulang larut malam.


"ya bu..maun minta ijin bawa Aqilla bersamaku kerumah sodara ayah diluarkota untuk mengabari pernikahan adik2ku dan mengundang mereka dan pulangnya mungkin malam"Edo minta ijin


"ya kalian hati2 nak..jangan ngebut yah"kata ayah


"ibu gak nyangka Do kamu bisa pake mobil juga.."kata ibunya kagum


"ya bu mobil tante yang dulu buat lamaran kesini..yang punya kios ikan asin.."Edo memberitahu


"ya udah sana berangkat mumpung masih pagi jadi bisa lebih gasik pulangnya.."kata ibu calon mertuanya mengijinkan


"La kamu udah minum obatnya biar gak mabuk?"tanya ayah yang membuat Edo menatap Aqilla karna dia gak tau


"udah yah..udah bawa juga buat pulangnya,aq berangkat dulu yah.."Aqilla berpamitan


"ya bu kita berangkat dulu"kata Edo dan masuk diikuti Aqilla dalam mobil.


Mereka menempuh perjalanan jauh butuh waktu 4 jam baru sampe ketempat tujuan membuat Aqilla cape gak nyaman dalam mobil dan untungnya dia minum obat anti mabuk sebelumnya.


"Mas lama banget gak sampe2..kalo tau gini Aqilla gak ikut.."Aqilla ngambek


"sabar sayaang ,belok satu jalan lagi kita sampai.."Edo mengurangi rasa gelisah Aqila


"udah minum kan..gak mabuk kan yaang ?"tanya Edo liat Aqilla keringat dingin


"gak cuma udah kerasa gak enak mas.."Aqilla manja membuat Edo tersenyum


"tuh Yaang rumahnya..mas parkir dulu.."Edo memarkinkan mobilnya dan Aqilla buru2 keluar dan mutah2 dipinggir jalan dan Edo berlari memijat tengkuk Aqilla.


"yaang naik mobil aja kamu gini..kalo mas beli mobil kamu gimana yaang..?"tanya Edo yang setelah menikah punya rumah pengin punya mobil


"aq akan membiasakan diri mas.."Aqilla membersihkan mulutnya


"dah kan enakan..kita masuk ya."Edo membuka bagasi mobil dan membawa bingkisan dan dibantu Aqilla.


Edo berjalan disamping Aqilla dengan membawa bingkisan buat undangan dan merek mengetuk pintu.


"thok2-thok"Aqilla mengetuk pintu dan suara pintu terbuka dan sambutan dari keluarga besar ayah Edo


"Edo..sini masuk..apa kabar kamu dan ayah.?"tanya adik ayahnya Mirna


"sehat tante..tante dan keluarga gimana kabarnya..?"Edo menayakan balik pada Mirna


"sehat..bentar tante bikin minum.."tantenya


"te teh anget ya te buat calon istriku gak enak badan..gak pernah pernah perjalanan jauh.."minta Edo minta teh anget yang dapat lebih baik pada Aqilla


"ini calon istri kamu..sangat muda dan cantik.?"tantenya membawa dua teh hangat

__ADS_1


"ya te..Aqilla"Edo mengenalkan Aqilla


"kalian kesini mau menikah..?"tanya tantenya dan Aqilla tersedak


"uhuk..uhukk"Edo memberi Aqilla minum dan tantenya tersenyum


"Edo kamu udah lama..?"tanya suami tantenya dengan ketiga anaknya


"baru datang om..de apa kabar kalian..?"jawab Edo dan menyambut keponakannya


"Sehat mas..siapa gadis cantik sama mas.?"tanya Kevin yang satu umuran dengan Aqilla terpesona melihat kecantikan Aqilla


"gak sopan kamu..dia Aqilla calon istri kaka kamu..sangat cantik kan Vin.."kata ibunya bikin kecewa kevin


"Mas Edo beruntung banget dapat bidadari muda dan cantik.."Kevin mengulurkan tangan pad Aqilla namun ditepis ibunya


"udah ibu kasih tau namanya gak usah salaman bikin cemburu kaka kamu"kata ibunya buat mereka tertawa


"bu mas Edo bisa miliku bidari cantik tapi pesona kecantikannya milik semua orang kan mas?"Kevin menggoda kakanya


"dasar anak nakal"Edo melempar bantal


"mas Edo mau nikah..sayang banget..Aqilla sama aq aja ya..mas Edo udah tua.."kata Kevin menggoda kakanya


"Kevin!"Edo menggeram


"mas mana tahan liat bidadari cantik"Kevin jongkok dihadapan Aqilla dan bikin Aqilla malu.


"Kevin sana pergi aja.."ayahnya menarik telinga kevin dan bikin mereka tertawa


"bersama Do?"tanya tantenya terkejut


"ya tan..sekalian jadi satu ngirit biaya tan.."Edo sambil minum tehnya


"kapan Do?"tanya om nya


"2hari lagi om"kata edo


"kamu kapan Do..?"tanya tantenya


"bu jangan bikin aq sakit..baru juga liat dab jatuh cinta..udah mau dikawinin sama mas Edo.."Kevin cemberut buat Edo tertawa


"tuh kamu sama kambing aja sana..cocok sama kamu.."ejek Edo


"tante tanya sama anaknya aja..kalo aq sekarang juga siap.."kata Edo bersandar disofa


"masih lama tan..8 bulan atau 1 tahun lagi.."jawab Aqilla


"oh ya nunggu pengalihan tahun juga berdasarkan hitungan jawa.."kata tantenya


"kalian makan dan nginap sini yah..tante siapkan kamarnya..jauh kan..calon istri kamu juga cape Do.."minta tantenya


"gak tan..besok Aqilla kerja..mau langsung balik,bahaya tan ada kerbau lagi patah hati.."kada Edo mengejek Kevin

__ADS_1


"Bilang aja mas Edo cemburu..bidadari cantik kita ketemu lagi yah..diacara kawinan.."kata Kevin membalas Edo


"ha..ha..yuk yaang pulang bahaya lama2 disini.."Edo berdiri dan menggandeng Aqilla


"Do ini kok bingkisannya banyak banget..kamu kan yang bagi..?"tanya tantenya yang membuka dus bingkisan


"sengaja tan tuh si Kevin yang bagi buat bude dan yang lainya...kita mau kencan dulu tan.."Edo memainkan matanya sama Kevin


"gak mau..itu kan tugas mas Edo..biar aq uang gantiin kencan mas Edo yah.."Kevin membalasnya


"jangan mimpi.."Edo merangkul Aqilla dan berjalan keluar


"kalian lama gak ketemu tapi kalo ketemu bikin pusing.."kata tantenya dan mereka tertawa.


"maaf tan om kita pulang dulu.."Aqilla mencium tangan om dan tante


Edo sengaja keluar dari rumah tantenya lebih cepat karna dia selain gak suka Kevin memandangi Aqilla dia juga ingin berduaan dengan Aqilla.


"masih cape kan mas..buru2 pergi..nih punggung sakit.."Aqilla cemberut tapi Edo tetap melaju


"mas ini mau langsung pulang atau kita mau main kemana..?"tanya Aqilla tali gak dijawab


"mas..iih?Aqilla kesal


"dah sampe turun..."Edo membuka pintu Aqilla dan Edo berjalan pintu masuk


"mba pesan satu kamar untuk sehari aja.."kata Edo yang membuat Aqilla jadi takut dan bingung


"mas kita kok malah kesini sih..ngapain coba ayo kita pulang aja "Aqilla yang mengekor Edo membuka pintu dan merebahkan badanya diranjang.


"tutup pintu dan kunci yang..sini istirahat.."Edo menepuk busa disebelahnya Namun Aqilla masih berdiri diam dan mikir ya gak2


"lama "Edo mengunci pintu dan mengangkat badan Aqilla diranjang


"cape kan..pungungnya sakit..udah enakkan rebahan disini..aq juga cape pegel.."kata Edo menatap Aqilla


"kita tidur dulu sebentar..yaang" Edo memeluk Aqilla dan Aqilla membalasnya


"Aq kangen bibir manis kamu yaang...kita udah lama kan gak menikmatinya.."Edo mendekatkan wajahnya dan Aqilla menuntup mukanya


"gak dilepas aq kitikin nih."Edo membuat Aqilla geli dan meraih bibir Aqilla


Edo ******* bibir Aqilla dan dia mengikuti Edo membuat Edo makin bergairah dan mencium leher dan atas dada,tangan Edo mulai berjalan meraba perut dan masuk kedalam kaos Aqilla dan menyentuh dua gunung Aqilla membuat Aqilla membuka matanya.


"mas..jangan..lepas mas.."Aqilla memegang tangan Edo yanga ada di salah satu gunungnya namun Edo gak mau dengar dan meremasnya membuat Aqilla merintih


"aaaakh mas..sakit.."Edo memelankan remasannya dan berpindah2 dari satu gunung kanan kegunung kiri karna satu tanganya mengunci tangan Aqilla.


"mas udah..aaaakh.."Aqilla merintih saat Edo memainkan dengan lidahnya di dua gunungnya dengan lembut dan melepas kaos dan BH Aqilla dan melepas bajunya sendiri.


"mas..cukup..geli mas..aaaakh...mas..aaakh"Edo meremas dan mencium memainkan lidahnya dan membuat tato didua gunung Aqilla.


Rintihan Aqilla membuat Edo gak bisa menahannya dan juniornya menegang bahkan Aqilla merasakan benda keras dicelana Edo yang menindih tubuhnya. Namun sekuat hati menahannya dan melepaskan Aqilla dan menyuruhanya pake bajunya dia gak ingin mengambilnya sekarang karna janjinya pada dirinya sendiri untuk menjaga yang akan jadi milikny dab janji ada kedua orangtua Aqilla.

__ADS_1


"maaf yaang hilaf.."Edo mmebatu Aqilla mengaitkan Bh dan memakaikan kaosnya ada Aqilla.


"tidur yaang..istirahat dulu..cape"Edo merebahkan badanya dan Aqilla juga disebelahnya dan mereka tidur dengan Edo memeluk Aqilla.


__ADS_2