
Aqilla meraih Hp nya dan menghubungi satu persatu teman Evelin putri sulungnya karna Evelin selalu terbuka pada mamahnya karna Aqilla yang meminta untuk tidak ada cela pada mereka meski ibu dan anak yang bisa jadi teman. Aqilla tertuju pada sata nama yang terakhir yang belum ditelfon yaitu Bianka yang merupakan murid pindahan dan jadi teman baru Evelin.
"Halo.. Nak Bianka..? "tanya Aqilla
"Yah, ini siapa yah kok tau no Hp ku..? "tanya Bianka
"Ini mamahnya Evelin teman sekolah kamu, apa kamu tau dimana anakku Evelin karna dia belum pulang dan ini udah sore banget..?"tanya cemas dan buat Bianka juga ikuut panik
"Tan maaf, tadi Evelin main kerumah dan mamah menceritakan kalo Evelin bukan anak tante dan Evelin nangis sedih.."Bianka jujur
"Apa..! memang siapa nama mamahmu yang berani menceritakan pada anakku? "tanya Aqilla kaget
"Bella Rohadi teman sekelas tante dulu sama om Aska suamin tante dan dulu mamah suka sama Om Aska.. "jawab Bianka yang membuat Evelin terduduk lemas dan menangis
"Sayang kamu kenapa..?biar mamah yang bicara..?"mamah mertuanya yang ikut khawatir melihat Aqilla yang pucat dan lemas
"Halo.. halo.. apa kamu tau dimana cucuku Evelin..? "tanya nenek Maria
"Tadi dia minta diantar kejalan xxx kayaknya dekat deh dengan makam nek.. "kata Bianka
"Jalan dekat makam..?"nenek Maria mengulang dan membaut Aqilla tersadar pastilah anaknya kemakam Edo suami pertamanya
"Anaku ada dimakam papahnya mah, aq harus kesana.. "Aqilla beranjak bangung denga badan yang lemas karna bom yang dia simpan rapat akhirnya meledak juga
"Mba aq ikut.. "minta Nisa
"Tidak kamu disini saja, jaga anakmu aq bisa sendiri.. "Aqilla menghempaskan tangan Nisa
"Sayaang kamu tunggu suamimu dulu dan telfon dia kan belum lama pergi.."mamah mencegah Aqilla
"Anaku membutuhkanku mah, saat ini hujan dan udah jam 5 sore aq gak bisa nunggu.."Aqilla tetap jalan keluar dan menghampiri mobilnya.
Mamah Aska dan Nisa tak bisa mencegah Aqilla yang pikirannya khawatir panik dan lemas karna anak yang sangat dicintai dan dilindungi sudah tau sebenarnya. Aqilla melahu dengan kencang dengan penuh air mata karna kesedihan yang gak bisa dia bayangkan begitu juga Evelin yang menangisi kehadirannya didunia yang merasa kecewa karna bukan dari perut Aqilla.
Mamah Maria menghubungi anaknya Aska yang pergi bersama Billy untuk mencari Evelin dan suaminya yang juga ada sibuk menghubungi keluarga dekat untuk menanyakan Evelin cucunya.
"Halo mah, ada apa ? Apa Evelin udah pulang?"tanya Aksa mengangkat telfonnya
__ADS_1
"Ka anakmu Evelin ada dimakam papahnya dan istrimu sekarang sedang menyusul,kamu cepat susul istrimu mamah khawatir sekali karna istrimu lemas dan nangis terus tadi.."mamah Aska khawatir dan bingung harus apa
"Baik mah, doakan yang terbaik saja mah.."Aska mematikan telfonnya
"Gimana mas..? "tanya Billy tapi Aska gak mendengar dan sibuk menghubungi Pak Dodi yang lebih dekat jaraknya dengan makam untuk menjeput Evelin.
"Ayah, Evelin ada dimakam cepat ayah susul dia, aq lagi dijalan dan Aqilla juga mau kesitu.. "minta Aska menghubungi Pak Dodi ayah Edo
"Yah ayah akan kemakam.. "jawaban pak Dodu tergesa-gesa dengan istrinya akan menyusul
"Nenek aq ikut, aq mau sama kakak.. "Alinna menangis karna kakaknya bel juga pulang
"Iya sayang kita susul kakakmu yah.. "Nenek Rahayi ibu Edo menggandeng Alina.
Ayah dan Ibu Edo serta Alina lebih dulu sampai diparkiran makam dan terburu-buru menghampiri makam dan terlihat Evelin memeluk makam Edo sambil masih terisak dan bawah rintik air hujan yang udah membasahi badan Evelin sejak tadi hingga kulitanya dijari-jarinya mengkirut. Nenek Rahayu menggandeng Alina dan menggukan payung agar tidak kehujanan dan begitu juga suaminya.
"Sayang cucuku, kenapa kamu kesini ?"tanya Kakek Dodi meraih tangan cucunya
"Ayo kita pulang sayaang, nanti kamu sakit.."nenek Rahayu yang bingung apa yang terjadi sama cucunya
"Gak mau, aq mau ikut papah Edo disini.."Jawab Evelin sambil nangis dan tak lama Aska sampai dengan Billy tanpa payung dan mereka basah kehujanan
"Kakak apa yang kamu lakukan, kamu buat cemas semua orang..? "Teriak Aska yang kecewa pada Evelin karna gak berpamitan dan minta ijin
"Kakak mau disini pah, mau ikut papah Edo.."Jawaban Evelin buat Aska bingung dan marah
"Pulang sekarang sama papah, kasian mamahmu dia harusnya udah sampai sini menjemputmu, tapi kenapa belum sampai sini ayah..? "Aska gelisah dan khawatir
"Istrimu kesini juga tapi ayah sampai lebih dulu dan gak ada Aqilla.. ?"pak Dodi juga bingung
"Mamah menyusul kakak pah..? 'Evelin sedih
"Yah mamahmu yang paling cemas dengar kamu gak pulang,mamah takut terjadi sesuatu padamu dan akan menyusul kesini tapi kenapa belum sampai juga buat papah cemas..? "Aska menghubungi Hp Aqilla berulang kali tapi tidak diangkat
"Kita cari mamah pah.. "Mint Evelin merasa bersalah
"Makanya kamu jangan ulangi lagi, lihat mamahmu sebelum kamu buat cemas mamahmu ka, kamu udah besar kasian mamah yang sayang dan khawatir sama kamu dan adikmu yang gak bisa tanpa kamu"Aska marah karna dia juga cemas dan sayang sama Evelin
__ADS_1
"Iya pah maafin kaka kita cari mamah, mamah kemana pah..? "Evelin menangis dan juga Alina yang memeluk kkakaknya
"Kakak janga tinggalin dedeg, dedeg mau ikut kemanapun kakak pergi.. "Alina menangis dan memeluk Evelin
"Iya dek maaf ya, kita sekarang cari mamah.."Evelin memeluk adiknya
"Cepat kita cari mamah kalian.."Aska jalan lebih dulu dan diikuti Billy yangs selalu menatap Evelin dan ingin rasanya memeluk putrinya.
"Ya pah.. "Evelin menggandeng adiknya.
Aska naik mobilnya dan diikuti Billy duduk disampingnya dan Evelin dan Alina duduk dibelakang papah Aska yang kini melajukan mobilnya dengan sangat cepat karna rasa khawatir cemas dan gelisah karna ada kemacetan didepan yang kelilingi para pengemudi yang mengelilingi pusat yang saat ini jadi sumber keramaian.
"Ada apa didepan pak, kenapa ramai sekali..?"tanya Billy menurunkan kaca mobil pintu disampingnya
"Ada kecelakan cukup parah mas, mobil menghindari truk dan menabrak pohon.."Jawaban pengedara motor yang turun melihat dan membuat hati Aska tak tenang dan gelisah ingin melihatnya
"Pengendaranya cewe atau cowo pak yang didalam mobil..? "tanya Billy
"Wanita muda dan cantik mas tapi udah dibawa kerumah sakit karna berlumuran darah..."Katanya lagi dan buat hati Aska seakan sakit dan sesak.
"Mas mau kemana..? "tanya Billy tapi tak dihiraukan Aska yany membuka pintu dan berdesakan menghampiri sumber kecelakaan
"Mas sudah digaris polisi gak boleh mendekat.. "kata salah satu yang telah melihat.
Aska tetap menerobos masuk dalam kerumunan dan melihat mobil putih yang depannya hancur menghatam pohon dan melihat plat nomer dan dia melototkan matanya dan bibirnya bergetar dan badannya lemas hampir pingsan dan ditahan Billy yang mengikutinya.
"Mobil istrikku Aqilla.. "Aska lirih hampir saja jatuh pingsan
"Apa mas, mobil mba Aqilla.. "Billy kaget
"Dimana istriku yang ada dalam mobil ini, dimana? "teriak Aksa yang tersentak kaget mencari keberadaan istrinya
"Jadi pengemudi didalam mobil ini istrimu?"tanya salah satu polisi
"Iya ini mobil istriku hadiah dari orangtuaku, dimana istriku.. dia dimana..? "Aska berteriak menangis
"Udah dibawa kerumah sakit xxx karna lukannya cukup parah.. "kata salah satu polisi lainya
__ADS_1
"Ayo mas kita kerumah sakit, mudah-mudahan mba Aqilla gak pa2.."Billy memapah Aska yang sedih dan menangis.