
Karna kejadian dirumah makan Fitri, atas caci maki hinaan dan kata mandul, terkuaknya jati diri Evelin purti cantiknya oleh Bella yang sengaja mempermalukan Aqilla pada suaminya,orangtua Aska dan umum membuat Aqilla sangat sedih diam dan terpuruk bahkan dia sering menangis sendiri membuat Aska bingung dan sedih.
"Sayaang kamu sudah bangun...kita disini dulu dua hari lagi nunggu kamu sehat.."kata Aska memeriksa istrinya masih murung dan sedih
"Dimana anakku..? "Aqilla tersadar dengan luka hati anaknya dan melepas selangnya
"Sayaang jangan dilepas,aq panggil putri kita yah.. "Aska menghalangi istrinya Aqilla melepas selangnya
Aska menghampiri Evelin dan Alfa yang sedang bermain bersama dan kedua orangtua Aska dilantai bawah.
"Kaka Evelin.. mamah memanggil kaka tapi ingat apa kata papah..Evelin anak mamah dan selalu sayang sama mamah gak akan ninggalin mamah.. dan.. "Aska mengingat Evelin agar Aqilla tak terluka dan sedih
"Gak boleh bilang Evelin bukan anak mamah dan gak boleh bilang anak dibuang.. dosa nanti papah marah.."kata Evelin mengingat kata2 Aska
"Anak papah sangat pintar.. kaka Evelin sayang kan sama mamah.. biar mamah sehat dan bisa main lagi sama Kaka Evelin dan dede Alfa.. ayo ikut papah"Aska menggendong dua anaknya
"Kamu kusut dan pucat sekali Ka.. apa kamu gak tidur semalam.."kedua orang tuanya mengikutiku Aska
"Mana mungkin aq bisa tenang dan tidur kalo istriku sakit dan sedih mah.. aq sangat mengkhawatirkan istriku.. semalam panas mengigau memanggil Evelin terus menerus.."Aska terjaga semalaman
"Papah kan udah bilang kalo dia terlalu berat berfikir..dan tekanan darahnya rendah lemah pastilah panas.. infusnya jangan dilepas untuk cairan dan kekuatan istrimu..apa dia udah makan Ka.. ?"tanya papah mertuanya ikutan khawatir
"Gak mau makan pah.. tapi aq udah bubur buatan mamah.. "jawab Aqilla membuka pintu dan Aqilla terlihat menangis karna banjir air mata meski udah menghapusnya
"Sayang kamu nangis lagi.. jangan sedih dan nangis terua.. kesehatanmu jangan sampai menurun.. anak2mu sedih melihatmu kaya gini.. "mamah mertuanya sedih menghapus airmata menantunya
"Mamah jangan nangis terus.. Evelin kan anak mamah.. Evelin sayang sama mamah.. dia kan orang gila mamah jangan sedih.. nanti papah yan marihin dan usir orang gila.."kata Evelin dan Aska dan kedua orangtuanya tersenyum
__ADS_1
"Orang gila..? "tanya Aqilla
"Iyah papah dan nenek yang bilang.. jadi mamah gak boleh sedih.. gak boleh nangis nanti mamah sakit.. katanya mau renang mah.. Evelin mau renang mah.. sama dede Alfa mau renang sama kaka..? "tanya Evelin membuat mamahnya tersenyum
"Iya besok kita renang.. sekalian mamah buat makanan dan tikar nanti sekalian piknik.. "Aqilla ceria karna Evelin sudah tak mengungkit
"Asyik dede besok kita renang.. dedek senang.. "Evelin dan Alfa berpelukan membuat Aqilla tertawa
"Anak2 main dikamar yah.. mamah mau istirahat"minta Aska sambil menyuapi istrinya
"Yah pah.. "jawab mereka
Aqilla udah lebih lega dengan kata2 Evelin yang karna yang dia takutkan ditinggalkan anaknya karna dia sangat sayang dan berjanji pada suami pertamanya Edo menjaga dan merawat Evelin. Aqilla yang merawat dari lahir bahkan ibu kandungnya tak mau melihatnya.
"Sayaang kamu gak perlu sedih lagi.. Evelin menyayangimu dia gak mungkin meninggalkanmu karna dia juga takut kehilanganmu.. "perhatian mamahnya
"Identitas kebenaran Evelin bagai bom waktu yang terus hidup di otak pikiran dan hatiku yang aq jaga dengan hati2 agar tidak meledak menyakiti anakku dan diriku yang membuatku tak bisa tenang mah, aq selalu takut akan kenyataan sebenarnya dan aq belum sanggup menerimanya.."Aqilla mengusap airmatanya bercerita pada kedua mertuanya dan suaminya.
"Tapi dia mengulurkan tangannya padaku dan aq menghampiri dia memegang tanganya dan dia menaruh tanganku diperutnya dan aq mengusap,aq merasakan Evelin bergerk dan dia mules dan saat itu juga lahiran dengan memegang tanganku tanpa oprasi,lahir bayi mungil kecil dan cantik mah.."Aqilla tersenyum menceritakan
"Berarti Evelin maunya sama kamu sayaang.. udah dalam perut dia milihnya kamu..dan usapan sayang darimu yang diterima Evelin"mamahnya ikut tersenyum
"Evelin kasian mah.. begitu lahir ibunya gak mau menyentuhnya dan gak mau melihatnya.. dia hanya bilang..itu anak mba Aqilla berikan pada mba Aqilla jangan dekatkan denganku.."Aqilla kembali nangis
"Mungkin kalo dia melihat dan menyentuh Aqilla akan berubah pikiran dan akan terus mengingat Evelin..? "Papah mertuanya yang ikut mendengarkan
"Iya pah dia bilang begitu.. dan kami mengurus surat2 dia tanda tangan dan bahkan orangtua ibu kandung Evelin juga menyerahkan padaku untuk dirawat dan bilang kita udah gak ada hubungan lagi setelah ini dia anakmu.."Aqilla nangis kasian dengan Evelin
__ADS_1
"Orang mana dia nak..? "tanya mamah mertuanya
"Di KTP dia buka asli sini tapi Samarinda.. jauh dan statusnya belum kawin tapi dia bilang udah kawin.. dan dia saat melahirkan umur 19tahun mah.. "Aqilla menjawabnya setelah Aska memberinya minum
"Jauh banget itu sayang..dia gak mungkin ambil dan lagi pula udah ada surat.. jadi kamu gak usah khawatir.. "mamah mertuanya
"Semoga saja mah karna aq gak sanggup berpisah dengan Evelin.. meski terkadang Aqilla takut orangtuanya akan datang atau Evelin pergi dariku.. "Evelin menghapus airmatanya
"Mah pah.. apa kalian gak malu punya menantu Aqilla dan cucu Evelin.. mamah tau aq gak punya anak.. dan kalian ingin keturunan Aska karna Aska kan anak satu2nya kalian.. Evelin gak pa2 dan akan menerimanya jika mamah dan papah akan mencari pengganti Aqilla.. karna Aqilla sadar gak bisa kasih cucu buat kalian.. Aqilla akan menerima ikhlas dan mendoakan Aska dan istrinya bahagia.."Aqilla menggenggam tangan mamah mertuanya
"Kamu ngomong apa yaang, aq udah bilang aq gak akan nuntut apapun.. aq mencintaimu menerima semua kekuranganmu..aq gak suka kamu ngomong gitu.. aq hanya mau kamu gak mau perempuan lain.. ada Evelin dan Alfa udah dan kamu selalu mendampingiku udah cukup buatku.. aq gak mau berpisah dan jauh darimu.. aq gak sanggup lagi hidup tanpamu.."Aska mendekati istrinya dan merangkulnya
"Benar sayang.. memang keturunan penting tapi kami udah mendapatkannya udah ada dua cucu Evelin dan Alfa.. mamah gak nuntut kamu kasih mamah cucu lagi.. yang penting buat mamah dan papah kebahagiaan kalian selalu bersama..anak mamah gak bisa hidup tanpa kamu dan hanya kamu yang bisa buat kamu bahagia..mamah sayang sama Aqilla udah seperti purti mamah jadi jangan pernah berfikir seperti itu lagi.. kamu lihat suamimu sampai nangis kamu ngomong kaya gitu.. mamah jadi sedih.. "mamahnya mengusap air matanya
"Iya sayang..kamu bukan hanya menantu tapi anak buat kami.. jangan sedih dan jangan berfikir yang berat2 kesehatanmu harus dijaga..kalian berbahagia udah cukup buat mamah dan papah.. "kata Papahnya yang duduk disamping istrinya
"Iya mah pah maaf.. sayang maafin aq yah?"Aqilla mengusap air mata suaminya
"Sayang memangnya kamu udah prisksa detail kedokter..? "tanya mamah mertuanya
"Dulu mah sama mas Edo..? "jawabanya
"Hasilnya..?"tanya mamahnya
"Udah cukup gak usah dibahas lagi.. aq gak mau dengar yang buat istriku akan meninggalkanku karna masalah itu.. "Aska mencium keningnya
"Gak yaang janji gak ninggalin kamu dan mungkin nanti kamu yang ninggalin aq.."Aqilla mebalas
__ADS_1
"Lebih baik aq mati daripada berpisah denganmu.."Asak mencium kening istrinya
"Udah jangan bikin mamah sedih..kalian akan selalu bersama dan berbahagia.. mamah selalu berdoa buat kalian.. "Doa mamahnya