Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kecurigaan dan kebenaran Billy


__ADS_3

Kecurigaan Billy membuatnya sibuk mengubungi temannya untuk tes DNA rambut Evelin dan dirinya yang tak lama hasilnya keluar dan positif Evelin anak kandungnya yang sangat buat dia bahagia karna sejujurnya wanita yang dicintainya sejak masih remaja dan saat ini masih tersimpan rapat adalah Nisa yang telah dia sentuh,hamili dan dia tinggalkan karna keluarganya tak setuju karna umur dan status mereka berbeda apalagi Bilky beragama berbeda dengan Nisa.


"Nisa kau membohongiku, anak kita masih hidup dan Evelin anak kandungku,pantas saja aq ingin dekat dan sedih jauh darinya"Bisiknya membaca tes DNA di kamar mandi karna saat ini dirumah istrinya adiknya Rendy


"Evelin buah cintaku dan Nisa, Nisa kamu lah wanita satu2nya dalam hatiku, andai saja dulu aq bertanggung jawab dan memilihmu kita pasti sangat bahagia karna meski aq beristri dan mereka memiliki anak tapi aq masih kosong dan kesepian tanpamu Nis, aq sangat menyesal dan bodoh"Biliy mengumpat dirinya marah kesal dan menyesal.


"Thok.. thok.. mas apa kamu baik2 saja dikamar mandi?"tanya Rara istrinya


"Yah lagi mandi.. "Billy menjawabnya dan membuka pintu dan keluar.


"Ada apa..? "Tanya Billy


"Ditunggu mamah papah dan kaka di meja makan, ayo turun.. "minta Rara


"Yah kamu duluan..aq nyusul "Billy menyembunyikanya di balik bajunya


"Yah cepatlah.. "Rara turun


Billy sibuk melipatnya jadi kecil dan menyimpannya didompet karna dia ingin tau maksud dari Nisa yang telah membohonginya dan Evelin menjadi anak Aska dan Aqilla membuat bingung Billy. Billy turun dab menghampiri keluarganya istrinya dimeja makan.


"Pagi mah pah kak.. maaf menunggu"Billy duduk dan Rara mengambilkan makanan


"Yah pagi makanlah.. "Palah mertuanya


"Kaka dan kaka ipar udah rapih mau kemana?tanya Billy


"Kami mau kerumah Aska karna mereka besok pulang kejogya dan Nisa sama suaminya akan pulang ke Samarinda"Jawaban Rendy membuat Billy gelisah tak tenang karna dia belum bertanya pada Nisa tentang Evelin


"Apa boleh aq ikut ka..disini gak punya teman dan bingung mau ngapai.. "Billy yang udah ada renacan akan paksa Nisa ngaku


"Boleh.. kamu Ra ikut juga? "tanya Rendy dan Billy dalam hatinya berharap istrinya gak ikut


"Gak ah males.. masih cape mau istirahat saja..bawa Bian aja ka mas kasihan dia juga gak punya teman"Minta Rara untuk anaknya 3tahun ikut


"Yah baikah.. Bian kamu ikut papah yah?"Billy pada anaknya


Mereka bersiap kerumah Aska,dalam fikiran Billy berbicara dan bertanya cara bisa bicara dengan Nisa tanpa diketahui kaka iparnya dan keluarga Aska dan suami Nisa karna dia gak ingin ada masalah dan keributan. Mereka sampai dihalaman rumah orangtua Aska dan kedatangan Billy mengejutkan Nisa dan Aska yang tak henti saling pandang karna cemas Aqilla akan tau karna Billy.

__ADS_1


"Pengantin baru lemas sekali..main berapa ronde kok lemes..? "goda Aska mengalihkan pikiranya tentang Billy


"Su!..gak usah pura2 kamu yang buat Rendy kaya macam buas dan bikin aq susah jalan"Sinta kesal dan Aska tertawa, faisal tersenyum karna dia juga masuk dalam kejahilan Aska


"Tapi kan hot Sin gak bisa dilupakan.."Goda Aska lagi


"Tidak bisa dilupakan karna serangan buas yang buat kewalahan"Sinta menjawabnya bikin Rendy Faisal dan Aska tertawa.


"Awas kalo kalian main obat2 lagi, akan aq pastikan burung kalian hilang ditelan kucing"Sinta mencubit perut Rendy


"Sakiit de.. "Rendi merintih


"Sakit mana,yang kamu hajar berkali2 meski udah gak kuat masih kamu embat.. "Sinta mencubitnya lagi


"Ini karna ulah si Brengs-k Aska dan Faisal.. aq hanya menjalankan saja de.. "Rendy membela diri


"Tapi kalo kamu gak duluan, ya mereka juga gak gitu.. pantas aja dulu Aqilla sampai berdarah dan gak bisa jalan.. ternyata kalian seperti binantang buas kelaparan"mereka tertawa


"Jangan keras2 istriku datang.. kalo tau dia marah.. "Aska berbisik


Mereka masuk dan duduk diruang tamu,Billy selalu melihat kearah Nisa dan Evelin menghampiri Evelin memeluk dan mencium Evelin.Billy duduk dengan tidak tenang dan gelisah.Aska tau kegelisahaan Billy karna ingin bicara dengan Nisa dan sikap Billy pada Evelin membuatnya hati Aska tidak tenang dan cemas. Aska ingin tau apa yang akan dibicarakan Billy,dia minta Nisa mengajaknya bermain dihalaman belakang dengan membawa anak dan ketiga anak2 Aska.


"Bian kamu mau main sama kaka Evelin dan dedek.. papah anterin.. "alasan Billy,udah diduga Aska


"Mas aq mau ajak Bian main sama anak2 yang lain.. "Billy pada Rendy ,Aska dan Aqilla yang sedang ngobrol


"Yah..Bian pasti suka"Rendy menjawabnya.


Billy menggandeng Bian berjalan ketaman belakang menghampiri Nisa dan Billy duduk disamping Nisa dengan memperhatikan anak2 mereka.


"Nis jangan pergi, aq mau bicara denganmu?"Minta Billy karna Nisa bangun dari duduknya


"Gak ada yang perlu dibicarakan.."Nisa ketus


"Kamu membohongiku.. "Billy mencegah Nisa


"Bohong apa maksudmu..? "Tanya Nisa hatinya gak karuan

__ADS_1


"Evelin anak kandungku,aq udah tes DNA dari rambutnya dan rambuku.. hasilnya positif dia anakku"Billy membongkar kebohongan Nisa dan membuat Nisa pucat lemas dan terduduk kembali


"Dia bukan anakku dan juga anakmu, dia anak mas Aska dan mba Aqilla.. "Nisa membalasnya


"Apa maksudnya ini.. dia anak kandungku, aq berhak atas nya.. "Billy masih bingung


"Jangan bicara hak, karna aq pun tak berhak.. kamu sekarang mengakui anak, bukannya dulu minta aq menggugurkan dia,membunuh dia.. kamu tak bertanggung jawab padaku dan dia jadi buat apa sekarang dibahas, sudah gak berguna.."Nisa sedih kecewa mengingat dulu hancur.


"Aq ingatkan jangan ungkit apapun karna Evelin anak Aska dan Aqilla yang sah secara hukum karna bukan kamu aja yang membunuh tapi aq juga membuangnya"Nisa membuat Billy terkejut


"Apa maksudmu..? Aq menyesal karna meminta mu menggugurkannya waktu itu, aq bingung kita masih sekolah dan kedua orangtuaku tidak setuju dengan hubungan kita.. aq sungguh menyesalinya,aq ingin bersamamu aq mencintai kamu dan anak kita dan mau bertanggung jawab pada mu tapi aq tak kuasa melawan orangtuaku dan mereka mengirimku keluarnegri saat itu"Billy sangat menyesalinya dan bercerita saat dulu


"Aq yakin kamu gak mungkin menggugurkan buah cinta kita, tapi apa maksudnya ini.. bagaimana bisa mereka jadi orangtua anak kita.. ?"Billy menatap Nisa yang menangis mengingat dulu sangat terluka


"Tolong jangan bahas kita, kamu udan berkeluarga dan kamu pun udah punya anak begitu pula aq sudah besuami dan punya anak.. jangan diungkit disini aq cuma mau jelaskan.. "Nisa terhenti sejenak menghapus airmatanya


"Setelah melahirkan Evelin aq memberikan pada mba Aqilla untuk menjadikan Evelin anaknya seperti anak kandung, karna setelah kamu meninggalkanku aq bingung hancur tak tau harus bagaiman mau apa dan kedua orangtua mengusirku karna malu dan mengirimku kekota ini, aq tinggal dikota ini sampai aq melahirkan dan memberikan Evelin pada mba Aqilla dan suami pertamanya Edo karna mereka lama gak punya anak"Nisa menceritakan membuat Bily sedih dan makin bersalah karna Nisa menderita karnanya.


"Mas Edo dan mba Aqilla mengurus dan merawat, menyayangi Evelin lebih dari orangtua kandung sediri sampai mas Edo menutup matapun dia masih sayang Evelin dan mba Aqilla menikah lagi dan alhamdulillah Evelin dapat sosok papah yang sama baiknya dengan suami pertama Aqilla, aq sangat bahagia meski aq tidak bisa merawat Evelin tapi mereka masih memberikan aq kesempatan dekat dengan anakku"Nisa meneteskan airmatanya


"Kamu dan aq orang tua kandung Evelin,baik kamu atau aq bisa mengambil hak asuh Evelin,kita jauh lebih kuat dari mereka, dia darah daging kita Nisa..?"Billy yang sebenarnya ingin memiliki Evelin


"Jangan pernah kamu berfikir untuk memisahkan Evelin dari mba Aqilla karna itu tidak akan bisa dan tidak akan mungkin, mereka udah sah secara hukum dan aq udah mengiikhlaskanya dan bersyukur diberi kesempatan bersama anakku.. "Nisa sedikit menekan katanya


"Untuk saat ini aq belum bisa mengambilnya tapi tidak menutup kebenaran kalo Evelin anakku, kamu bisa mengikhlaskan anak kita tapi aq tidak, Evelin gadis kecil yang cantik,pintar dia sangat mirip dengan keluargaku dan aq sayang sama Evelin, aq merasa sedih jauh dari nya, Evelin bukti cinta kita yang sampai sekarang pun aq mengingatmu dan kita, aq sangat menyesal telah meninggalkan kalian berdua,aq tidak bisa memilikmu tapi aq bisa memiliki buah cinta kita, itu akan membuatku bahagia dan dekat dengan cintaku dulu"Billy yang masih mencintai Nisa dan menyesalinya


"Jangan lakukan itu, aq mohon padamu.. kamu udah menbuangku dan Evelin,aq menerimanya tapi tolong jangan pisahkan Evelin dari mba Aqilla mereka saling ketergantungan.."Nisa menangis


"Aq tau kamu dari keluarga berduwit dan bisa melakukan apapun,aq udah pernah memisahkan Evelin dan Mba Aqilla tapi aq hampir kehilangan keduanya, Evelin sedih terus menangis gak mau makan dan minum,Evelin terus memanggil mba Aqilla sampai sakit"Nisa menceritakan


"Sebaliknya mba Aqilla dia juga sama sedih menangis terus,gak makan gak minum,diam gak bicara.. sakit dan dia koma,kasian mereka jangan pisahkan mereka,bagi Evelin mba Aqilla mamah kandungnya dan mba Aqilla..Evelin adalah hidupnya"7Nisa sedih dan melihat keseliling takut ada yang mendengar


"Maafkan aq Nisa.. aq membuatmu menderita, andai aq melawan mereka dan kita pergi bersama dari keluarga kita mungkin kita akan bahagia dan berkumpul bersama Evelin"Billy meminta maaf menyentuh tangan Nisa namun menghempasnya


"Jangan menyentuhku dan berjanjilah kamu tidak akan memisahkan mereka dan diamlah untuk selamanya.. Mas Asak dan mba Aqilla kakak2ku, begitu juga mas Rendy, jadi lebih baik kamu diam atau aq gak akan memaafkanmu"Nisa menghampirinya anaknya dan Evelin dan adik2nya


"Aq tidak mau berjanji karna maafmu pun tidak bisa membuatku memilikimu, kehilangan mu dan anak kita membuat aq menderita dan menyesal seumur hidupku"Billy Menatap Evelin dengan penuh harap dan sayang

__ADS_1


"Aq gak akan biarkan kamu memisahkan mereka.. atau aq akan membunuh!"Nisa kesal kecewa,dan membawa mereka masuk meninggalkan Billy dan anaknya


__ADS_2