Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Dicintai dan mencintai


__ADS_3

Evelin tertidur pulas dipangkuan Aska dan mereka sambil berbincang hingga larut malam dan pengujung mulai sepi.


"Ka tapi bagimana kalo Evelin bangun dan tiba2 cari kamu..kasian Aqilla kan..kamu udah memberi harapan pada anaknya..?"tanya Fitri yang juga sayang pada Efelin


"La kamu simpan no Hp ku..kalo dia tanya hubungi aq,aq akan menghubungimu dan bicara vidicoll sama anak gadisku yang cantik ini..aq disini masih 2-3hari lagi,aq akan menemani dia.."Aska sayang pada Evelin dan dia juga berharap Aqilla juga menerimanya suatu saat


"Ya itu bagus jadi Evelin gak akan terguncang dan terluka karna kehilangan papahnya dan ada kasih sayang papahnya.."


"Tapi aq ijin dulu sama istrimu..aq ga mau salah paham biar aq yang menceritakan hal ini.."Aqilla gak enak dan membuat Rendy tertawa


"Aska udah bercerai lama La..dia gak punya istri..kalo anak 1 cowo umur 2tahun lebih"Rendi menceritakan


"Oh jadi sama membutuhkan dong antara Aska dan Evelin..butuh anak dan butuh papah."Rida tertawa


"Kalian ini seperti jodoh yah..gak di.sekolah dulu..dan sekarang tua..haa..ha.."Sinta ceplos membuat Aska dan Aqilla malu


"La gak perlu ngrasa gak enak..aq hidup sendiri kalo Evelin butuh aq kamu hubungi aq..dan jika aq gak angkat kamu telpon lagi..mungkin aq sibuk.."minta Aska dan Aqilla mengangguk


"Udah malam aq mau pulang..sini Ka.."Aqilla meraih badan anaknya dan menyentuh tangan Aska membuat Aska senang


"Hati hati La..sayaang tidur yang nyenyak yah..besok kita ketemu lagi.."Aska berbisik pada Evelin dan menciumnya


"Kamu pake motor..?"tanya aska dan Aqilla mengangguk


"Aq antar yah La..kit sama2 jadi gak buat kamu jadi bahan omongan orang..aq juga paham.."Aska maksa


"Ya La ada aq.."Rendy memainkan matanya kepada tiga teman AqiLa.tuk ikut juga biar Aqilla mau


"Sin..Da.."Rendi minta mereka ikut dan Sinta dan Rida mengerti karna dia tau dari dulu Aska suka sama Aqilla.


"Ya La aq ikut..anakku.juga tidur susah nanti..biar motor kita titipin aja..ya Sin"Sinta mengangguk pada Rida


"Ya boleh."Aqilla setuju dan Aska terihat bahagia


Rendy sengaja duduk dibelakang dan meminta Aqilla dan anaknya duduk didepan bersama Aska. Rendy Sinta dan Rida duduk dibelakang dan mereka saling bertukar no Hp dan mereka menatap Aska dan Aqilla diam tanpa kata tapi saling melirik satu sama lain membuat ketiganya tersenyum.


"Kata orang bahasa mata lebih kuat dalam daripada bahasa bibir..Apa menurut kalian benar La Ka ?"Tanya Rendy membuat mereka gugup karna Rendy mengetahuinya


"Bahasa mulut bisa menipu,mata mampu menyembunyikan seribu bahasa"jawaban Aqilla dan Aska tersenyum


"Kalo bahasa mulut menipu bararti bahasa mata adalah kejujuran"Aska membalas Aqilla


"Ekheem haus"Sinta menahan senyum


"Haus apa Sin..?"tanya Rida

__ADS_1


"Cinta"Jawab Rendi


"Artinya cinta..?"tanya Aqilla ingin tau dia dulu binguang denga perasaanya


"Cinta saat kita bertemu ada rasa getar nerfes ,dengan hanya memikir,melihat bahkan banyangan atau fotonya membuat kita bahagia,terkadang sulit untuk diungkapkan tapi pandangan mata tak bisa menipu"yang dirasakan Aska


"Rasa nyaman senang dan bahagia apa itu juga cinta."tanya Aqilla


"Tidak bisa disebut cinta tapi tepatnya lebih baik dicintai dari pada mencintai dan yang mencintai lebih rela berkorban dan menutup diri biasanya dan sangat sulit diungkapkan tapi menunjukan ekspresi ungkapan cinta misal keromantisa rayuan dan lain2 mudah tapi yang dicintai merasakan kenyamanan senanga bahagia dan terkadang gak mau kehilangan."Aska berdasarkan hatinya dia dan pemikirannya


"Mernurutmu apa yang kamu suka dari dicintai dan mencintai..?"tanya Rida yang dulu ia pernah merasakannya


"Lebih baik dicintai kalo buat kita nyaman bisa bahagia daripada memcintai buat kita sakita hati.." Aqilla yang dulu dia rasakan karna dicintai Edo suatu keberuntungan


"Kalo aq lebih baik saling mencintai sama2 bisa saling membahagiakan"Aska menatap Aqilla tapi dia enggan melihatnya.


"Belok kiri..ada pom masuk belok kanan..pol palinh ujung..Rumahku.."Aqilla menghindari Aska


"Ya masuknya jauh..?"tanya Aska ngafalin


"Ya paling ujung..deket laut .."jawanya


"Rumah ibu Aqila asyik..ada tambak ada rumah2 ditengah bisa buat berduaan..bisa mancing.."Kata Sinta


"Asyik dong La..kita bisa main ya La..?"minta Rendy


"Nah itu rumahku abu muda.."Mereka sampai


"La aq aja gak ada cewe masa ya main harus bawa cewe..sama Aska aja La.."Rendi kecewa


"Siapa bilang gak ada cewe..tuh nganggur sebelah lo.."Aqilla menunjuk Sinta


"Gila lo kamu La.."7umpat Sinta


"Dah sini aja..makasih ya..semuanya..kalian pulang aja udah malam..maaf gak bisa masuk.."Aqilla masuk rumahnya dengan membopong Evelin dan menutup dan menguncinya


"Sadis bener..tuh anak dari dulu gak rubah..turun masuk kunci..suruh turun kek diliatin nunggu pergi kek atau apa..basa basi.."umpat Rendi


"Disini pelosok Ren,kadang salah sedikit langsung jadi bahan omongan kasihan Aqilla.."Aska memahaminya


"Hemmm bela aja terus.."Rendi pindah kedepan.


Mereka pulang kerumah masing dengan diantar Aska dan Rendi. Aska gak bisa tidur begitu juga Aqilla.Ingin rasanya Aska menghubungi Aqilla tapi Aqilla yang dikasih no Aska belum menghubunginya.


"Halo Ren..kamu nyimpan no Aqilla..kirim Ren.."minta Aska

__ADS_1


"Kamu kan udah kasih no mu kedia..aq gak punya.."jawab Rendy


"Nunggu dia lama Ren..bisa2 kejadian dulu terulang lagi.."Aska gak sabar buat Rendy y


tertawa


"Bentar aq mintain Sinta.." Rendy menghubungi Sinta dan dikasih no


"Kami buka chatku jangan ganggu..aq mau tidur.."Rendy ngantuk


Aska membuka chat Rendy dan menyimpannya,berulang kali ditatap tapi tak kujung dia menekanya atau chat padanya tapi dia teringat dulu yang gak berani dan dia memberanikan diri.


"La..?"Chat pertama cuma diread


"Udah tidur La?"sama diread Aska menunggu gak kunjung dibalas


"Aska La.."Aska menyebutnya dirinya


"Oh"jawab Aqilla singkat


"Belum tidur..?"Aska bertanya lagi


"Belum"jawaban singkat Aqilla bikin gemas dan dia menghubunginya tapi gak diangkat,diulang lagi sama dan ketiga kalinya baru terhubung.


"Apa?"tanya Aqilla


"tiap ditanya jawabnya singkat..bikin gemes.."kata Aska buat Aqilla tersenyu


"Emang harus jawab apa..?"Aqilla balik


"Yang panjang.."jawab Aska


"Males"Aqilla singkat.


"La kamu gak marah kan Evelin panggil aq papah..?"tanyanya sambil tersenyum dan gelisah dan pindah2 tempat duduk


"Kalo kamu gak keberatan dan gak ada marah ya gak pa2"Aqilla takut ada yang marah


"Gak lah La..aq sayang sama Evelin.."Aska jatuh hati


"Baru juga liat tadi.."Aqilla gak percaya


"Kalo sayang seseorang udah cocok gak perlu waktu lama La.."jawabnya


"Hemm"Aqilla

__ADS_1


"Ngantuk aq matiin ya..besok aq kerja.."Aqilla mematikan Hpnya


"Bener nih anak,kata Rendy gak berubah..main matiin aja"Aska tersenyum2 sendiri.


__ADS_2