Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Dendam Bella mengungkap sejarah Evelin


__ADS_3

Mamah Bianka masuk dapur dan membuat jus jeruk untuk Bianka dan Evelin yang asik berbincang dikamar Bianka. Setelah selesai membuat jus jeruk,mamah Bianka mengantar kekamar anaknya dengan beberapa makanan kecil dinampan dengan jus jeruknya. Pintu yang memang terbuka dan gak perlu mamahnya mengetuk pintu.


"Bianka ini minuman dan makanan kecil buat kalian.. "mamah Bianka menaruh dimeja dan menatap wajah Evelin yang membuatnya masih penasaran


"Nak kalo boleh tante tau kamu ini anaknya siapa kok rasanya tante dari tadi mikir kayak pernah liat kamu atau kamu mirip dengan ibu bapakmu..? "Tanyanya penasaran


"Mamah ini kenapa sih, jangan ganggu teman Bianka deh..? "Bianka gak enak sama Evelin karna mamahnya ikut nimbrung


"Tante namanya siapa biar nanti aq tanyain kemamah mungkin mamah atau papahku kenal tante..? "Evelin bertanya balik


"Mamahku namanya Bella Rohady, Vel.."Bianka mberitahu


"Oh, kalo saya anaknya mamah Mertuanya Aqilla dan papah Edo tan tapi papahku udah lama meninggal dari aq umur 3tahun lebihan dan mamahku udah menikah lagi saat aq umur 5tahun sama papah Aska.. "Evelin membuat mamah Bianka terkejut


"Apa! jadi kamu anaknya Aqilla yang menikah lagi dengan Aska..? "tanyanya terkejut


"Iya tan, tante kenal sama orangtuaku..?"tanya Ke Evelin


"Gak mungkin tante gak kenal mamahmu dan papahmu karna merka dulu juga satu kelas dengan tante dan bahkan tante tau sejarah hidupmu.. "kata Bella mamah Bianka yang buat Evelin bingung


"Oh jadi mamah kenal orangtua Evelin..?"tanya anak Bella,Belinda


"Kenal tepatnya orangtua sambung, untuk orangtua kandungnya gak tau mamah.. "jawabnya buat Evelin makin bingung dan hatinya sakit


"Apa maksud tante, dengan sejarah dan orangtua sambung? "tanya Evelin


"Kamu gak tau kalo kamu sebenarnya bukan anak Aqilla dan kamu hanya anak pungut mereka..? "kata tante Bella yang buat Evelin bagai tersambar petir dan meneteskan air mata


"Mamah ini ngomong apa sih, jangan cerita hal yang buruk yang mamah gak tau.. "bentak Belinda pada mamahnya Bella


"Mamah gak bohon karna Aska dulu pacar mamah dan mamahnya yang selalu menghalangi mamah dengan papahnya Aska"jawab Bella yang masih dendam


"Itu gak mungkin tante, aq anak mamah Aqilla dan papah Edo yang udah meninggal lama..?"Evelin sambil nangis sedih dan sakit hatinya


"Vel kamu jangan percaya mamahku, mamah aja yang teropsesi sama papahmu Aska.."Bianka merangkul Mencium Evelin yang nangis


"Ok mamah memang dari dulu saat seusia kalian suka sama papahmu Aska tapi kenyataanmu bukan anak Aqilla itu benar karna papahmu yang udah meninggal gak bisa ngasih turunan pada mamahmu karna luka dikepalanya yang mempengaruhi cairanya karna itu Aqilla merawatmu dari kamu baru lahir.. "Cerita Bella yang dulu menyelidiki Aqilla agar Aska benci.

__ADS_1


"Mamah udah cukup, jangan bicara lagi.."Bentak Bianka yang gak tega melihat temanya sedih dan menangis karna Evelin lah yang mau jadi teman Bianka yang kasar dan tergantung pada Evelin karna dia gak bisa apapun dalam pelajarannya.


"Kamu kalo gak percaya tanya aja sama kedua orangtuamu.."Bella sebelum pergi dari kamar putrinya


"Vel kamu jangan sedih dan nangis gini, aq bingung jadinya dan jangan percaya kata mamahku yang ngaco itu.."Bianka menenangkan Evelin yang sedih dan terus menangis.


Evelin yang sangat sedih bagai tersambar petir hatinya terluka yang tau kenyataannya bahwa mamah yang dicintainya bukan yang melahirkan dirinya dan papah Edo yang dikagumi dan dia rindukan sosoknya dan bahkan dia meniru dengan semua yang Edo suka dan kebiasaan Edo yang dia sendiri juga suka akan kesamaan dengan Edo dan orangtua Edo yang sangat mencintainya bagai cucu kandungnya.


"Vel kamu mau kemana..?biar supirku dan aq antar..? "tanya Bianka ikut bingung dan sedih


"Aq mau pulang.. "jawab Evelin terbata dan tangis


"Aq antar kamu, aq khawatir sama kamu.."Bianka mengikuti Evelin.


Bianka selalu mendampingi Evelin yang diam dan tidak berkata apapun selama perjalanan yang sedang bergelut dengan pemikirannya sendiri dan bertanya-tanya sendiri dalan hatinya dan meneteskan air matanya.


"Pak supir aq turun sini aja.. "Evelin sedih


"Tapi ini masih jauh dan ini jalan apa..?"Biankan melihat keseliling


"Jalan pak,.."Minta Evelin pada supir Bianka agar cepat jalan


"Vel tapi aq mau sama kamu,gak mungkinaq biarin kamu sendiri.. ?"Belinda yang mirip dengan sifat bapaknya bukan Bella ibu yang jahat


"Gak perlu atau aq gak mau jadi temanmu lagi"ancam Evelin buat Belinda mengalah


"Baiklah, kamu hati-hati dan kabari aq jika ada apa2..?"Belinda menuduk sedih.


Bianka pun pergi dengan supirnya dan Evelin berjalan berbelok kekiri dan menghampiri makam Edo dan duduk disampingnya dan menangis dan bertanya-tanya sendiri dihadapan makam Edo papahnya.


"Pah katakan padaku kalo itu semua gak benar....?"Evelin menangis terisak


"Bilang padaku kalo papah Edo papah kandung Evelin Evelin anak papah kan pah..?"isaknya lagi mencium nisan papah Edo


"Papah aq sayang sama papah dan hanya mau jadi anak kandung papah pah? "Evelin masih terisak


"Papah kenapa papah ninggalin Evelin sendiri pah, Evelin mau ikut papah bawa Evelin sama papah.. "Evelin merangkul nisan papah Edo dan tersedu-sedu hinga dia terguyur air hujan.

__ADS_1


Pak Dodi ayah Edo yang datang kesekolah untuk menjemput Evelin dan bertanya pada satpam karna melihat sekolah sepi sedangkan jamnya masih kurang dari jam pulang membuat pak Dodi bingung dan khawatir akan cucunya.


"Halo yah, ada apa.. anak-anak baik kan yah?"tanya Aska yang dihubungi oleh pak Dodi yang udah dianggap orangtuanya


"Alinna udah dirumah dijemput Evi, tapi Evelin gak ada disekolah sedang dia udah dipulangkan dari tiga jam lalu dan sekolah udah sepi dan tutup tapi ibumu bilang Evelin belum pulang, apa pulang kerumahmu..?"tanya Ayah bingung dan khawatir


"Tapi aq dirumah yah, dan Evelin gak ada gaj pulang kesini..? "Aska juga ikut khawatir


"Ayah kita cari sama-sama dan aq telfon ibu mertuaku dulu..? "Aska mematikan telfonya


"Ada apa yaang? "tanya Aqilla menghampiri suaminya yang cemas


"Halo ibu, apa Evelin ada disitu..? "tanya Aska panik dan khawatir


"Ga ada Evelin disini, bukanya dirumah mas Dodi..? "tanya balik mertuanya


"Iya tapi dia belum pulang dan sekolah memulangkan gasik.. "jawab Aska yang buat Aqilla panik dan khawatir


"Ibu minta ayah cari dulu.. "ibu mertuanya mematikan telfonya dan minta anaknya Alfin dan suaminya mencari.


"Evelin anakku kemana? ini sedang hujan apa yang terjadi pada aanakku.. "Aqilla menangis dan buat Aska makin bingung


"Ada apa mas..? "tanya Billy


"Evelin gak tau pergi kemana kami akan mencarinya karna sekolah memulangkan gasik tapi dia belum pulang kerumah ayah Dodi..? "Aska menjelaskan dan buat Billy juga khawatir dan Nisa ikut menangis merangkul Aqilla yang terisak


"Kita cari sekarang..!"bentak pak Akbar yang ikut cemas akan cucunya


"Baik pah.. "jawab Aska


"Aq ikut mas.. "Billy yang juga khawatir


"Kenapa pihak sekolah gak menghubungi wali murid kalo pulang gasik..? "mamah Aska berjalan mondar-madir bingung dan panik


"Mamah gak usah nyalahin siapapun ini pasti Dilurusin kaka lagi main dibujuk temannya, Aqilla kamu hubungi teman kaka Evelin..?"peritah Pak Akbar


"Iya pah.. "jawab Aqilla.

__ADS_1


__ADS_2