
Setelah bicara dan orangtua Aska merestui hubunganya dengan Lia. Kekuarga besar datang kerumah Lia dan disambut dengan ramah tamah dan senang.
"Kami kesini berniat melamar anak bapak dan ibu untuk anak kami Aska dan kami juga memenuhi undangan bapak dan ibu kesini.."papah Aska memulai pembicaraan
"Ya karna anda sudah mendegar dari anak anda perbedaan umur anak kita dan diposisiku anak perempuan yang sudah cukup untuk berumah tangga dan hubungan mereka juga udah lama hampir tiga tahun dan untuk mengurangi guncingan tetanta dan omongan orang lain,karna itu kami minta anak anda datang bersama anda jika memang dia menyukai anak kami.."jawaban dan penjelasan ayah Lia
"Dan kami menerima lamaran bapak ibu untuk Aska dan kami minta untuk pernikahan diadakan secepatnya..satu bulan setelah acara ini.."minta orang tua Lia
"Dari pihak kami menurut saja yang penting anak kami bahagia dan bapak dan ibi tidak keberatan karna anak kami masih sekolah dan kami minta tetap sekolah untuk masadepan mereka nantinya.."papah Aska menyetujui
"Ya nanti mereka yang menjalani terserah mereka bagaimana baiknya.."Ayahnya Lia
Acara mereka berlangsung sederhana dan mereka membahas pernikahan yang akan dilaksanakan satu bulan lagi dan setelah selesai mereka kembali.
"Ka gila ini mengejutkan..satu bulan kamu akan jadi suami Lia.."Rendy taknpercaya
"Diam lah jangan keras2...atau Bella akan mengacau lagi.."Aska mengingatkan Rendy karna dia gak mau hancur untuk kedua kalinya
"Kamu yakin Ka..dan Aqilla gimana..?"tanya Rendi membuat Aska kembali mengingat hancurnya dia
"Entahlah Ren..saat ini aq hanya memikirkan Lia yang bisa membuatku nyaman dan bahagia dan untuk Aqilla aq doakan dia bahagia..mungkin udah takdir kami seperti ini..aq jalani saja..seperti Aqilla menjalani takdirnya.."jawab Aska yang sebernarnya juga masih bingung dengan keputusannya.
"ya mungkin dengan berjalannya waktu kamy juga akan melupakan Aqilla.."doa Rendy
"Aq tak ingin melupakan dia Ren,biarkan dia kusimpan dilubuk hatiku yang paling dalam karna dia cintak pertamaku.."Jawab Aska yang membuat Rendy makin bingung
"Terserah kamu aja Ka..aq bingung dengan apa yang kamu katakan dan yang kamu mau.."Rendy tidur dikamar Aska
Aska yang sibuk dengan lamunan karna dia tau betul yang dicintainya Aqilla tapi gak bisa jadi miliknya dan Lia yang mengisi kekosangan hidupnya membuatnya nyaman.
"Mungkin ini takdir kita La..kita saling mencintai tapi tak bisa bersama dan hidup bersama yang membuat kita nyaman dan mencintai kita.."Aska membuka foto Aqilla dan menatapnya
__ADS_1
"Kamu wanita tercantik yang membuat hatiku bergetar dan membuatku seakan mati dan enggan hidup tapi dengan memikirkanmu aq merasa bahagia dan melihat fotomu aq meresa senang..aq doakan kamu bahagia bersama suamimu dan aq juga akan bahagia bersama Lia.."bisik Aska dan ikut tidur.
AQILLA
Dalam kehidupan Aqilla yang penuh kesedihan dirumahnya yang udah dihuni tiga tahun bersama Edo suaminya. Aqilla yang jadi bahan guncingan tetangga yang tak kunjung hamil membuat pertengkaran2 didalam rumah tangganya.
"Kenapa lagi kami nangis yaang...apa karna omongan orang lagi kamu jadi diam dan gak mau bicara denganku..?"tanya Edo kesal dengan sikap Aqilla yang berubah menekannya.
"Jangan selalu dengerin apa kata orang itu akan membuatmu sedih sendiri..dan buat rumah tangga kita jadi bertengkar terus.."kata Edo marah
"Tapi yang merekan bilang itu benar..kita hampir empat tahun nikah..dan kita juga udah keliling dokter dan apa hasilnya..kita belum juga dikasih anak..aq malu teman2 yang baru nikah udah langsung punya anak..gak kaya kita.."Aqilla nangis
"praaang"Edo membanting gelas dan pergi
Aqilla dan Edo udah kedokter dan mereka juga rutin dalam mejalani pengobatan dari dokter satu kesatunya lagi dan lagi bahkan sampai keorang pintar dan Aqilla hampir diperkosa dan membuatnya pasrah dan putus asa.Dia selalu menangis dan nangis,kebahagiaan dulu seperti tak ada lagi.
"Aq gak bisa kaya gini terus,atau rumah tanggaku akan hancur..ini juga bukan kemauan kami..kami udah usaha benar kata mas Edo."Aqilla menenangkan hatinya dan menangis lagi dikamarnya
"Mba..yang mba bilang wanita hamil dan bayinya akan diberikan orang apa udah lahir..?"tanya Aqilla berharap bayinya menjadi miliknya
"belum lahir..tapi kayaknya dalam bulan ini.."jawaban mba Lusi
"Ada apa La..apa kamu mau..kalo iya nanti aq ngomong kedia untukmu aja..karna ada yang minat juga La dia kaya..tapi aq juga gak yakin akan diberikan sama kamu.."Lusi membuat kecewa Aqilla
"Ya mba tolong bantu aq..dan mba tolong rahasiakan hal ini mba..kabari aq ya mba..bantu aq ngomong kedia.."Aqilla memohon
"Ya La aq usahain kamu berdoa aja semoga dia mau kasih ke kamu.."jawabnya
"Ya mba..makasih aq tunggu kabarnya.."Aqilla berharap
Aqilla berjalan mondar mandir setelah membersihkan pecahan gelas yang dilempar Edo dan membuangnya ditong sampah. Kemudian dia menghubungi suaminya yang marah dan pergi kerumah ibunya dan meceritakan tetang rumah tangganya saat ini.
__ADS_1
"Bu aq bingung Aqilla selalu menangis jadi bahan omongan orang..rasanya aq ingin pindah yang jauh dan membawa istriku.."Edo meneteskan airmatanya
"kata dokter gimana nak..?"tanya ibu Rahayu
"Dokter bilang spermaku lemah bu dan mungkin karna aq Aqilla belum juga hamil.."Edo merebahkan kepalanya dipangkuan ibunya yang duduk didekat adik2nya yang juga ikut menangis karna derita kakanya
"Mas ke DOkter yang ada diJogya aja mas..katanya lagi manjur..temanku juga banyak yang suksek.."saran Eva adik pertama Edo yang udah memiliki dua anak
"Aqilla udah bosan kedokter katanya hasilnya sama aja apalagi karna dukun gila dia mau memperkosa Aqilla buat dia troma gak mau dipriksa dokter cowo.."cerita Edo
"Harusnya mas bangga sama mba Aqilla dia meskin belum dikasih turunan sama mas masih setia dan gak mau disentuh sama cowo lain selain mas Edo.."kata Evi adik kedua yang kini sayang sama kaka iparnya dan punya satu anak
"Itu kelebihan istriku takut sama cowo yang membuatku bangga..tapi aq juga takut dia akan minta pisah gara2 masalah anak.."Edo sedih
"kalo menurut ibu itu gak mungkin Do,kalian udah lama bersama..Aqilla hanya sedih karna omongan orang.."ibunya menenangkan Edo
"Bu kepala Edo sering terasa senut2 gak ilang..sering disini..sembuh kalo minum obat..kalo gak sakit lagi "Edo menunjukan kepala belakangnya dan minta dikerokin lehernya
"Hallo mas dimana..pulang..cepet.."Aqilla menghubungi Edo dan mematikan Hpnya
"udah merah semua bu leherku ?..Aqilla minta aq pulang bu..aq pulang dulu.."kata Edo selesai dikerokin
"katanya mau nginap marah sama Aqilla Do..?"tanya ibunya
"Gak jadi istriku sendirian dirumah..kasian dia..aq marah tapi gak bisa bu lama sama dia..hanya sesaat aja..toh ini juga salah Edo,Edo yang belum bisa kasih dia anak sedangkan dia subur bu.."jawab Edo
"Sabar aja Do,kamu baik2 sama istri jangan emosi terus..kapalamu diprikasa kedokter.."minta ibunya
"Mas apa aq hamil lagi dan bayiku mas Edo yang rawat..mas Edo bilang mba Aqilla mau apa ga..anakku juga anak mas Edo.."Saran Evi bersedia hamil lagi untuk kakanya
"ya Do..kita masih satu darah bagus itu..anaknya Evi bisa jadi anakmu dan Aqilla.."ibunya setuju
__ADS_1
"ya nanti aq ngomong istriku dulu..aq pulang bu.."Edo pamit.