Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pesta pernikahan


__ADS_3

Rumah yang direncanakan Edo dan Aqilla tida disetujui orang tua Edo karna rumah yang dihuni orangtuanya adalah rumah Edo dan atas nama Edo juga,orangtuanya minta mereka kembali karna ayah Edo berencana beli rumah sendiri.


"Aqilla gak mau tinggal disana mas Edo..kita tinggal disini aja."minta Aqilla hampir nangis


"ya kita disi..dan kita jadi buat rumah..udah jangan nangis.."Edo mengusap air matanya


"sayang itu rumah suamimu..ibu dan ayah siap pindah..itu hak mu sama Edo.."ibunya maksa karna juga gak mau jauh sama anak laki2 satu2nya


"Bu..gak usah berdebat lagi..aq nyaman tinggal dimanapun asal bersama istriku..rumah itu ayah ibu dan adik2 aja yang tinggal..gak usah beli atau bikin rumah lagi..simpan aja uangnya untuk masa tua ibu dan ayah,kalo nanti kita mau tinggal disana kami juga akan nginap disana.."Edo menuruti istrinya.


"tapi kalian belum ada pesta pernikahan Do,ibu mau ada acara pernikahan kita undang semua keluarga tetangga dan teman2 kalian..mereka mengira kalian belum menikah.."minta ibunya


"kalo untuk pesta pernikahan udah kami rencanakan ibu dan ayah Edo..karna banyak orang juga mengira belum nikah,kalo bisa secepatnya.."kata Ayah Aqilla yang udah merencanakan lama tapi Aqilla masih sibuk kerja.


"Ya Edo setuju yah..biar mereka tau aq suami Aqilla dan Aqilla istriku jadi gak salah paham tapi aq sibuk kerja..aq serahkan sama ayah ibu dan Aqilla saja."Edo menyetujui dan Aqilla mengangguk.


Dua minggu kemuadian pesta pernikahan mereka dirayakan dengan adat jawa,sesuai keinginan orangtua Aqilla.Aqilla sangat cantik dan Edo sangat tampan seperti raja ratu kerton membuat para tamu memujinya.Semua keluarga dari orangtua Aqilla dan Edo datang dan para tetangga mereka serta teman2 mereka.


"Aq mau mepersembahkan lagu buat istriku..Aq takut Republik"


#Aq takut kehilangan cintamu..#


#Aq takut hidup tanpa dirimu....#


Lagu yang indah dari isi hati Edo untuk Aqilla yang tak bisa hidup tanpa dirinya membuat teman2 Aqilla yang dulu kerja bersama satu sekolah Fitri Sinta dan Rida terharu dengan suara dan alunan gitar yang dimainkan Edo.


"La mas Edo keren banget suaranya bagus mainan gitarnya ok banget..aq juga mau cowo kaya mas Edo..so sweet"Fitri memuji membuat Aqilla tersenyum malu.


"ya La..kamu bahagia banget La aq seneng liatnya.."Rida meneteskan air matanya


"Aq juga terharu..mas Edo selain ganteng baik dan ternyata keren.."Sinta terharu


"ih lebay deh..biasa aja tuh.."Aqilla membalas punjian pada suaminy.

__ADS_1


Edo turun dari panggung menghampiri Aqilla dan temannya yang duduk berbincang dengannya.


"Mas keren banget bikin iri.."puji Fitri


"he..he..tapi istri gak ada respon nih.."Edo merangkul istrinya yang gak memujinya


"biasaa aja tuh.."jawab Aqilla yang sebenarnya lain dihatinya


"ekheem..tinggal malam pertama nih ya.."goda Sinta


"jangan kasih ampun mas..kalo dia cuek hajar aja.."Rida tertawa


"malam pertama udah lama kali..udah dibobol duluan.."balas Aqilla membuat Edo tertawa dan temannya mlompong


"bener mas..?"tanya Rida dan Edo mengangguk


"Aq dan Aqilla udah nikah tiga bulan yang lalu dan karna dia sibuk dan sakit kemarin pestanya hari ini.."Edo memjelaskan


"ooh kaliam udah nikah dan lo gak crita sama kita2 La..jahat kamu La.."Sinta kecewa


Udah larut malam dan pesta usai dan mereka kembali keistirahat dikamar masing2. Aqilla melihat sekeliling kamarnya yang ditutup kelambu diranjangnya dan ditaburi bunga mawar diranjang.


"yaang ini sayang yah..malam pertama kita kan gak gini..biasa aja dikamar kamu..ini malah ada bunga2 gini.."kata bunga yang merasa udah gak penting karna hampir tiap 2-3kali sehari mereka bercinta


"kata siapa..malam itu indah sangat indah,pertama aq melihat tubuhmu dan kamu malu,aq merasakan sensasi desahanmu yang bikin aq bergairah dan saat pertama kalinya aq merabamu dan tubuhmu menggeliat dan saat aq memasukan juniorku yang pertama sungguh gak bisa dilupakan apalagi dengan gigitanmu saat itu..membuatku makin tanjam makan kamu..dan mengeluarkan selama ini aq jaga untuk dirahimmu..membuatku aakh nikmatnya surga dunia saat itu.."Edo menceritakan malam pertamanya


"aq menggigitmu saat itu karna sangat sakit kamu menekannya untuk pertama kalinya juga kan jadi ada darahnya.."Aqilla memeluk suaminya


"yaang kita pake yah..sayang ini kalo gak dipake..udah dihias khusus loh buat kita.."Edo meminta jatah


"gak cape..?kemarin malam kamu udah minta terus..dan sekarang minta lagi..udah berturut2 loh yaang.."Aqilla merasa lelah


"ayolah yaang..nih tegang.."Edo maksa dan Aqilla mengangguk pasrah.

__ADS_1


Edo mengangkat istrinya dan merebahkannya diatas ranjang dan melepaskan pakaian istrinya dan meraba mencium ******* sensitif istrinya hingga Aqilla medesah menikmatinya barulah Edo menancapkan juniornya dan mereka merintih dan mandi keringat.


"yaang udah pagi..bangun..kita bantu beres2, ibu dan Alisa kasian.."Edo membangunkan istrinya yang masih satu selimut dan sama2 telanjang.


"gak mau lah cape..mas aja sana..aq mau tidur lagi.."Aqilla kembali tidur dan Edo menutup tubuh istrinya rapat sampai dadanya dan Edo turun dari ranjang.


Setelah pesta pernikahan berlalu udah berjalan satu bulan Edo dan Aqilla merencanakan pembuatan rumahnya yang lebih dulu dibahas.


"Yaang kamu bahas rumah yang kamu ingin sama ayah,uang udah siap..sisanya nyicil mas masih kerja..Alhamdulilah mas lagi lembur terus jadi gajinya naik."Edo bersyukur


"ya yaang semua matrial udah dipesen sama ayah..tinggal cari pekerjanya..ayah cari yang bagus dan cepat katanya biar gak banyak biaya bayar pekerja..kita nurut aja..ayah juga tukang batu juga sering buat rumah."Aqilla memberitahunya


"ya udah tidur yaang..mas cape banget,besok lembur lagi.."Edo memjamkan matanya sambil memeluk istrinya.


Matrial udah siap.dan ayah memperkerjakan yang udah ahli dan ayah mengawasi dalam pembuatan rumahnya dari mondasi hingga pasangan bata berdiri dengan desain mencotoh gambar Aqilla. Dua kamar dan satu kamar utama plus kamar mandi yang cukup luas yang diminta Edo.dan ruang tamu keluarga dan juga dapur plus tempar makan.


"gimana yaang masih kurang apa lagi..?"tanya Edo pada istrinya


"kalo matrial udah cukup kita tinggal beli genteng aja yaang..tapi besok ayah sam ibu ketoko.."


"sekalian.dirapikan yaang biar langsung kita tempati mas Edo gak sabar kita tinggal berdua.."kata Edo dan tersenyum


"ya setelah pasang genteng sisanya merapikan.."jawab Aqilla


Edo lancar kerja dalam dunia proyek dengan om Dany dan Aqilla sibuk dengan ayahnya dalam pembuatan rumah mereka yang tak jauh dari rumah orang tua Aqilla. Rumah yang dibuatpun hampir jadi sesuai permintaan Aqilla yang udah jauh2 hari merancang gambar rumahnya.


"Yaang rumah kita hampir jadi sesuai keinginanmu..apa kamu suka..?"tanya Edo memeluk istrinya diranjang


"suka mas kan aq yang mau rumah kaya gitu..mas Edo suka gak..?"Aqilla tanya balik


"suka..liat istriku suka aq suka dan senang.."


"udah dirampikan semua dalamnya dan sisa luar aja yaang"Aqilla memberitau suaminya

__ADS_1


"klo udah jadi kita pindah yah yaang."Edo gak sabar.


__ADS_2