
Edo terbangun dan menatap Aqilla yang masih pulas tertidur dengan batalan lengan Edo yang sebenarnya terasa sakit pegal dan kesemuta.
"hemmmm kamu udah bangun.."Aqilla mengeliat dan melihat Edo yang menatapnya.
"yaang tanganku pegal."Edo meringis
"oh maaf mas..gak tau.."Aqilla bangun dan memijat lengan Edo
"kalo gak bisa nyetir gimana yaang..?"goda Edo
"kita nginap ya yaang..?"Edo menahan senyumnya yang liat muka Aqilla lucu kebingungan
"gak mau nanti hilaf lagi.."kata Aqilla memijatnya makin kenceng
"Sakit yaang pelan2 bengkak nanti "Edo pura2 sakit
"aq laper mas..gak punya tenaga.."Aqilla menghebuskan nafasnya dan rebahan kembali dan membuat Edo makin menggodanya
"yaang kamu sengaja menggoda mas..?"Edo diatas Aqilla
"apaan sih mas..awas..ih sapa juga yang goda..:"Aqilla memukul dada Edo
"tuh kan..goda..bikin geli pukulan manja kamu..tiduran terlentang siap aq makan.."Edo dengan senyum jailnya
"mas kamu udah bikin macan tutul sekarang mau bikin apa lagi..hah.."Aqilla menunjuk dadanya yang banyak tato didua gunungnya
"ha..ha..aq mau bikin anak sama kamu sayaang"Edo mencium Aqilla dan dia meronta bikin Edo tertawa karna dia berasil
"ha..ha..ha..sayaang kamu lucu banget ha.ha.."Edo duduk dengan memegangi perutnya karna puas tertawa sampe perutnya kaku
"Mas Edo kamu jail banget."Aqilla menggelitik Edo dan duduk diatas perut Edo
"yaang udah..sakit perutku..yaang maaf..maaf yaang"Edo menyerah
"mau makan kan yaang.?"tanya Edo agar Aqilla melepaskannya
"yah laper "Aqilla berhenti menggelitik Edo
"gimana mau beli makanan kamu goda mas terus duduk diatas senjata mas itu..tegang bahaya.."Edo menggoda Aqilla lagi dan Aqilla turun dengan menahan malu
"Dah mas ayo..ih laper banget.."Aqilla bangun dari tempat tidur dan membuka pintu hotel
"yah mau makan apa yaang..?"tanya Edo
"terserah yang penting perutku penuh"Aqilla dan Edo berjalan keluar dari hotel.
Mereka masuk mobil dan mencari tempat yang cocok dengan lidah mereka.
"yaang sate kambing aja yah..aq kayaknya kurang darah..gara2 kurang tidur mikirin kamu terus.."kata Edo benar tapi Aqilla gak percaya
"bohong tapi sibuk main game di HP dan filem barat yang bikin mas Edo mesum.."kata Aqilla cemberut
__ADS_1
"ya maaf yaang hilaf..habisnya kamu mengodaku..dengan rintihanmu yaang..bikin senjataku gak kuat yaang.."kata Edo bikin Aqilla geli
"mas udah deh..jangan ngomong senjata2 terus,aq potong kasih makan kucing baru tau rasa.."Aqilla yang merasa geli karna dia pertama dihotel merasakan ketegangan keras milik Edo yang menempel diatas V nya meski sama2 masih pake celana.
"ngeri banget nanti kamu juga yaang rugi.."kata Edo menghentikan mobilnya didepan warung sate
"ayo yaang turun jangan ngambek dong..cantik makin cantik nanti.."kata Edo yang buat Aqilla tersenyum
"ih gombal.."Aqilla merangkul tangan Edo
Mereka makan sate kambing dan gule yang dipesan Edo dan mereka langsung jalan pulang karna udah jam 7 malam dan sampai rumah jam 11 malam Edo mengantar Aqilla dan dia pulang tidur karna kecapean.
Setelah mereka sibuk menyabar undangan dan menyiapkan dekor kini tiba saatnya repsepsi ijab qabul dimana Edo didandani untuk dimintai restu dan syarat karna dia dilangkahi oleh dua adiknya.
"Mas kamu tampan banget didandani kaya gitu...ih gemes.."Aqilla mencubit pipi Edo
"bu tolong dandani calon istriku buat dampingi aq yang cantik yah.."kata Edo pada periasnya
"gak mau..aq kaya gini aja..aq kan cuma duduk nyambut tamu sama ibu dan ayah.."kata Aqilla yang pak batik
"ya mba tolong dandani mantuku pake kebaya dan batik yang sama dengan Edo..karna ibu udah siapin.."kata ibu mertua nya dan Aqilla gak bisa nolak
Edo menunggu dan memperhatikan Aqilla dirias sangat cantik membuat Edo tersenyum,karna riasannya membuat Aqilla lebih dewasa.
"bu jangan disanggul aq gak suka nanti rambutku rusak.."minta Aqilla dan kedua perias melihat Edo dan dia mengangguk
"bikin kerly aja.."kata Aqilla karna dengan dikerly akan membuatnya seperty barby
"baik mba"kata kedua perias
"ini mba pake kebayanya udah disiapin sama mertua mba.."Aqilla mengambil kebaya lengan panjang dan rok patik yang bawahnya lebar.
Aqilla masuk kamar Edo udah setengah jam namun dia belum juga muncul sampe ibu mertuanya datang karna udah bayak tamu,Edo juga belum mau keluar nunggu Aqilla.
"Do mana istrimu.?"tanya ibunya
"didalam lagi pake baju..tapi lama banget.."Edo mengetuk pintu
"yaang buka pintunya..kenapa lama banget?"tanya Edo cemas
"Aqilla ayo keluar..udah banyak tamu.."ibu mertuanya yang juga berdiri didepan pintu
"kok belum dipake kebayanya..?"tanya ibu mertuanya
"pake batik punya Aqilla aja bu.."Aqilla malu
"kenapa apa kebesaran atau kekecilan..ibu ngukur badan Alifa badannya sama kaya kamu.."Ibunya maksa dan membuka batik Aqilla dan dia menuntupi dengan kedua tangannya dan merasa malu karna banyak tato yang dibuat Edo sedangkan kebayanya sedikit terbuka didadanya.
"Edo..!"teriak ibunga memukul bahu Edo yang melihat beberapa tato dibagian dada Aqilla
"hilaf bu maaf..cuma bagian itu aja gak lebih..sungguh bu.."Edo ketahuan
__ADS_1
"bentar ibu bawain kebaya pendek menutupi dada karna Alifa juga pesen yang pendek..biar seragam"ibunya keluar kamar dan melotot pada Edo yang cengingisan.
"ih mas Edo bener2 bikin malu..menyebalkan.."kata Aqilla ngambek
"tapi kamu suka kan sayaang.."Edo menggoda Aqilla
"ayo pake ini..kamu keluar dulu Do..!"bentak ibunya
"gak mau..ibu pakein aja..ibu kan tau aq udah lakuin apa..he..he.."goda Edo pada ibu dan Aqilla
"Aqilla jangan tunda nikah lagi..kamu bisa diperkosa dibikin hamil sama anak ibu kalo lama2."ibunya bantu Aqilla dan pakai kebaya
"bu tanpa diperkosa udah klepek2.."godanya lagi bikin Ibu dan Aqilla memukul Edo
"disini malah ibu anak dan mantu bercanda,gak liat didepan banyak tamu mba.."kata tantenya
"keponakan kamu..Edo bikin masalah"kata ibu nya
"gak tan cuma bikin enak aja.."kata Edo bikin ibunya kesal karna terus bicara ngawur
"Edo! udah cepat sayaang kamu keluar nanti kamu disini digoda terus.."ibunya menarik tangan Aqilla dan Edo mengekor
Mereka berjalan beriringan dan Aqilla berdiri dekat ibu dan ayah mertua sebagai kaka tertua mendampingi Edo.Banyak para tamu terpersona dengan Aqilla yang cantik seperti barby.
"ini jeng calon mantu kamu istri Edo..cantik banget..mba tolong elus ini perut anak saya lagi hamil biar cantiknya sama.."kata salah satu tamu dan Aqilla menurut
"hallo bidadari cantikku..kita bertemu lagi..kamu sangat cantik..kita foto ya cantik.."Kevin adik2nya yang datang dengan om dan tante dan rombongan bu dje, pak de,paman bibi dan keluarga ayah Edo.
"Kevin yang sopan ini calon kaka ipar kamu"ibunya menarik telinganya
"cuma foto aja boleh ya mas..bu dhe..pak de.."Kevin dengan muka memohon karna mau ditunjukin sam teman dan mantannya
"Kamu tanya sama mas Edo Vin..Bu dhe gak mau ikut campur.."kata ibu Edo
"gak boleh..aq patahin tangan kamu Vin..kalo nyentuh kaka ipar kamu..!"bentak Edo bikin keluarga semua tertawa
"anak dan mantu kamu de..datang jauh2 gak mau mampir kerumah bu dhe dan bibi.."kaka ayah Edo mengadu
"bener Do?"ayahnya kecewa
"kan mau berduaan yah..kalo muter2 mana sempat bu de..maaf bibi..paman..he..he.."kata Edo yang membuat tawa mereka kembali
"cewe secantik ini gak dikenalin sama bu de.."kata bu de yang mengusap lembut pipi Aqilla.
"Oh ya bu de ini.."kata Edo disrobot Kevin
"Aqilla calon istri Kevin dhe.."kata Kevin yang langsung dapat pukul semua keluarga.
"jangan lama2 Do..cewe cantik banyak yang naksir.."kata pak dhe nya
"tenang aja pak dhe mau aq makan habis.." kata Edo dan ibunya memukul bahu anaknya
__ADS_1
"dinikah dulu halal baru dimakan habis.."kata tantenya ikut tertawa
"disini yang jadi pusat malah Edo dan calon istrinya..dua pengantin redup "kata adik ibu Edo Rohayu .