Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pemakaman Elisa Putri Aska Pratama


__ADS_3

Setelah memberikan keputusan antara ibu dan anak yang akan diselamatkan, dokter Susi dan pak Akbar segera melakukan operasi pada Aqilla. Denang hati berat dan hancur harus memilih Aska terkulai lemas disamping istrinya dan meminta maaf pada istrinya ditelinganya.


Pak Akbar mengangkat cucunya yang berjenis kelamin perempuan yang udah tidak bernyawa lagi. Pak Akbar dengan hati yang sama hancur karna cucunya yang udah tak bernyawa ditangannya meneteskan airmatanya.


"Cucuku kamu sayang cantik sama seperti ibumu.. "Pak Akbar memeluk dan mencium cucunya,sedangkan dokter Susi melanjutkan tugasnya


"Suster mandikan cucuku.. "Pak Akbar berusaha tegar dan membantu lagi dokter Susi


"Anakku maafkan papah nak.. maaf sayang kamu sangat cantik sama seperti mamahmu, tapi maaf kami gak bisa menolongmu sayaang.. "Aska mengambil anaknya yang udah bersih dari tangan suster dan memeluknya dan menangis.


"Ka azdhani anakmu biar dia tenang disana.."minta pak Akbar yang juga sangat sedih.


Setelah mengadzhani Aska membawa keluar putri kecilnya yang sangat cantik dengan hati yang hancur dan penuh air mata membuat keluarganya yang melihat juga cemas karna tak tau apa yang terjadi didalam ruang operasi.


"Ka ada apa? kenapa kamu nangis? Aqilla baik kan..? "tanya mamahnya yang menghampiri Aska sedih dan menangis memeluk anaknya


"Aqilla masih kritis belum sadar mah, sedang diurus papah dan dokter Susi, tapi anakku putri kecilku gak bisa tertolong.. "Kata Aska membuat tangis pecah memenuhi ruang depan operasi dan bergantian memeluk san mencium bayi mungil yang tak bernyawa


"Cucu kamu sangat cantik,kenapa kamu tinggalin nenek..? "mamahnya menangis dan juga keluarga yang lain


"Putriku meninggal karna aq bingung harus memilih diantara Aqilla dan bayiku mah..kami gak bisa menyelamatkan keduanya dan harus pilih salah satu diantara mereka.. "Aska menangis dan merakapun makin pecah tangisnya dan Aska dipeluk Alfin adik Aqilla dan


"Kasian sekali cucuku..semoga kamu bisa disisi Tuhan sayang, kami sangat sayang sama kamu.. maafin kami yang gak bisa merawatmu dan menjagamu sayang.. "ibu Aqilla menangis tersedu-sedu.


Operasi selesai dan Aqilla masih kritis dab belum sadar karna kondisinya yang lemah dan keracunan ketuban yang pecah didalam perutnya yang buat ibu dan anak nya lemah dan harus pilih salah satunya untuk bertahan hidup.Papah mertuanya Aqilla keluar ruangan dengan tangis karna mengingat cucu cantiknya ditangannya udah tak bernyawa.


"Mas cucu kita meninggal.. "pak Akbar pada Dodi yang menghampirinya dan memeluknya


"Yang sabar de, ini udah takdir yang kuasa, gimana Aqilla..? "Tanya pak Dodi ayah Edo


"Masih kritis belum sadar tapi udah lebih baik dari sebelum dioperasi.. "Akbar menghapus airmatanya


"Aska kamu tunggu istrimu, papah dan mamah yang lain juga akan mengurus pemakaman putri kecilmu.. "minta Pak Akbar yang mengambil cucu cantiknya dipangkuan istrinya

__ADS_1


"Ayo mah, kita urus pemakaman cucu kita..? "Pak Akbar dengan air mata menggendong cucunya diikuti istri dan orangtua Aqilla dan orang tua Edo


"Alfin kamu jemput Evelin, Alina dan Aksa, Biarkan mereka melihat adik kecilnya dan memberikan kasih sayangnya sebelum adiknya dimakamkan..? "minta ayah Aqilla pak Rizal


"Iya yah.. "Alfin ditemani kakaknya Alisa menjeput anak-anak Aqilla disekolah.


Aska menjaga istrinya karna dia dokter bisa ngecek sewaktu-waktu karna keadaan Aqilla yang masih kritis gak bisa ditinggal kemanapun. Dengan lemas lunglai dan hati sedih dan hancur Aska yang masih menangis disamping istrinya yang masih belum sadar.


"Sayaang maafin aq yah, kami gak bisa nolong putri cantik kita sayaang.. "Aska menangis


"Cepatlah sehat dan bangun agar kita bisa mendoakan putri kita.. "Aska memeluk istrinya penuh airmata.


Dirumah orangtau Aska para tetangga,kerabat dari keluarga,rekan kerja Aska dan papahnya,teman Aska,Aqilla dan orangtuanya pun datang dan padat ikut mendoakna bayi mungil yang baru saja lahir tapi tak bernyawa. Mereka turut sedih dan mengagumi kecantikan bayi mungil Aska dan Aqilla.


"Kakek ini ada apa kenapa ramai sekali..?"tanya Evelin bingung menghampiri kakek Dodi ayah Edo


"Kita masuk dulu ya sayaang, kamu temui adik kecilmu dan doakan dia.. "Kakek Dodi menggandeng Eveli dan dua cucu kembarnya yang bersama om Alfin


"Iya mereka mendoakan adik kecil kalian.."kata Aska sedih


"Adik udah lahir om, cewe apa cowo om?"tanya Aksa tak mengerti adiknya meninggal


"Kita ikuti kakek Dodi sama kakak Evelin yah?"minta Alfin.


Didepan kakek Akbar ayah Aksa dan mamahnya Maria serta ibu Aqilla dan ibu Edo yang sedih memakai baju serba putih yang menatap cucu kecilnya yang terbungkus kain putih dan masih terlihat wajah cantiknya karna sangatlah mirip dengan Aqilla.


"Dedek kecil meninggal sama seperti papah Edo.. "Evelin yang melihat dan berdiri didepan jenazah adiknya sambil menangis dan kedua adiknya Alina dan juga Aksa ikut menangis


"Kakek kenapa dedek Evelin bisa meninggal,kakek kan dokter tolong dedek kek kasian dia kek.. "Evelin menghampiri papah Aska yang juga meneteskan air mata sedih


"Sayang dedekmu udah tenang disisi Tuhan"jawaban kakeknya memeluk dan mencium ketiga cucunya


"Apa dedek sakit kek..? "tanya Alina

__ADS_1


"Iya sayang"Kakek lirig menjawabnya karna menjelaskanpun mereka gak tau karna masih kecil


"Kalian doakan adik kecil kalian dan cium dia sebelum dia dimakamkan.. "minta mamah Aska.


Evelin dan kedua adiknya memejamkan mata dan berdoa bersama,mereka mencium adik mereka untuk terakhir kali dan Menjalin Evelin mengambil gambar adik kecilnya. Mereka penuh tangis dan dirangkul ibu Aqilla karna jenazah akan disholati dan dimakamkan. Setelah disholati Pak Akbar mengangkat cucu kecilnya yang sangat cantik untuk naik mobil yang udah disiapkan.


"De kami dibelakang, yang wanita aja yang ikut masuk dalam mobil.. "minta pak Dodi


"Ya mas.. "Pak Akbar masih mengangkat jenazah cucunya sampai keliang lahat.


"Mas kita dibelakang, dan makamnya dekat makam Edo.. "ayah Aqilla


"Iya kita segera saja kesana kasian cucu kita, mereka yang ikut dibelakang saja.. "Pak Akbar pada besannya ayah Aqilla


"Yah pak supir jalan sekarang.. "ayah ada pak supir.


Mobil jenazah dari rumah sakit Pratama milik papah Aska dan Aksa yang membawa jenazah anaknya dan diiringi mobil-mobil dan motor-motor lain yang ikut mengantar sampai kemakam.


Mereka telah sampai dimakam dan berjalan mengikuti pak Akbar yang membawa jenazah cucunya dipayungi oleh pak Rizal yang juga kakeknya ayah Aqilla sampai didepan liang lahat yang dekat dengan Edo. mereka yang ikut mengelilingi makam dan melihat prosesi pemakaman hingga selesai.


"Kita doakan bersama untuk cucuku yang kami berinama sama dengan ketiga kakaknya yang udah disiapkan Aska dan Aqilla jauh-jauh hari Ellisa Putri Aksa Pratama cucu kami dari Aska Putra Pratama Setiadi dan Aqilla Saputri, mari kita mulai doakan bersama.."Pak Akbar menuntun mereka untuk mendoakan Ellisa


"Terima kasih atas doanya untuk cucu saya semoga cucu saya dapat tempat disisi Tuhan dan yang mendoakan cucu saya diberi umur panjang dan sehat amin.. "Pak Akbar berterima kasih pada mereka yng ikut mendoakan karna banyak yang ikut dari kalangan dokter, tetangga dan keluarga


"Cucuku sayang kami pulang dulu, dan doakan mamahmu cepat sehat dan sadar agar bisa menjengukmu disini.. "mamah Aska pada cucunya dimakam


"Edo seperti Aska merawat dan menjaga anakmu Evelin, jagalah anak Aska Elisa yang juga anakmu sama seperti Evelin.. "ibu Edo dimakam Edo karna Elisa disampingnya.


"Mari mba kita pulang, kita juga udah mendoakan Edo.. "mamah Aska ada ibu Edo


"Iya de.. "ibun Edo mengangguk.


Mereka yang ikut kembali kerumah masing-masing dan Orangtua Aqilla kerumah sakit ikut menjaga anaknya dan orangtua Edo setelah menemui Aqilla yang belum sadar, mereka menghampiri ketiga cucunya. Dan orangtua Aska mengurus untuk acara yasinan dirumahnya.

__ADS_1


__ADS_2