Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Makam Putri dan suami


__ADS_3

Aqilla yang paling ditakuti adalah kehilangan,kata itu yang menurutnya hal yang paling menyedihkan.Kehilangan suami pertamanya membuat dia terpuruk dan seakan dunia tak berarti dan kini dia kehilangan anak yang dipertahankan hampir sembilan bulan dia tergeletak lemas diranjang dikehamilan Elisa Putri yang meninggal saat mau lahir. Apa lagi yang pilihan antara dirinya dan anaknya untuk hidup membuat rasa bersalah makin berat.


Aqilla hidup dalam dunianya yang seolah tidak mendengar orang disekelilingnya dia bartanya akan salah apa pada dirinya karna orang yang disayangi meninggalkannya yang udah diperjuangkan keras. Dia juga mengingat mimpi suami pertamanya yang menggendong bayinya.


Aska menjaga Aqilla tertidur pulas karna mereka lelah dan jarang tidur karna Aqilla sering bangun dan duduk bengong karna mimpi yang sama tentang suami pertamanya dan anaknya. Aqilla turun dari ranjang dan menjabut selang inpusnya dan mengikat tangannya agar dia juga tidak melihat darah yang keluar.


Aqilla berjalan keluar rumah sakit, dan menghadang angkutan umum dan naik bahkan dia dengan tubuh lemas dan tak membawa uang tapi karna ada orang yang baik hati membayarkan angkutan umumnya karna Aqilla terlihat menyedihkan, badanya yang lemas pucat dan tanpa memakai sandal.


Sore hari tepat pukul 4 sore masih ramai dimakam karna bagi orang jawa hari kliwon baik berkunjung kemakam.


Aqilla berjalan perlahan menghampiri makam suaminya dan terdapat makam baru yang ukuran kecil disamping makam suaminya yang tertulis dipapan baru Elisa Putri Aska Pratama yang membuat Aqilla menangis tersedu-sedu dan tak henti. Aqilla meminta maaf dimakam putri kecilnya yang bahkan belum sempat ia lihat dan sentuh.


"Sayaang maafin mamah yang egois hidup didunia ini..."Aqilla memeluk makam putrinya dan bahkan pengunjung lain melihatnya dan merasa kasian.


"Mamah gak tau akan terjadi seperti ini, mamah sayang sama kamu,apa kamu bersama papah Edo karna mamah selalu memimpikan kamu bersama papah Edo"Aqilla menangis membuat iba pengunjung lain dan juru kunci yang kenal keluarga Edo menghubungi Ayah Edo pak Dodi.


"Mas Edo tolong jaga anakku seperti Aska juga menjaga anak kita, apa kau sekarang bahagia karna ada anak kita bersamamu..?"Aqilla menangis


"Jika ini membuatmu dan anakku bahagia aq akan mengikhlaskanya, tolong sampaikan pada putri kecilku aq sayang sama dia dan maafkan aq yang tak bisa merawat dan menjaganya mas, aq sangat sayang kalian berdua semoga kalian tenang disana.. "Aqilla masih tersedu diantara makam suami dan anaknya.


Aska panik dan bingung karna istrinya tidak ada dikamar dan ada noda darah dari selang infus. Aska mencari kesetiap ruangan gak ada dan berlari kerumahnya karna jaraknya dekat dan mencarinya juga gak ada, bertanya kepada orang tuanya pun gak tau, dia makin panik dan cemas dan terdengar suara HP nya dari panggilan ayah Edo.


"Kamu dimana nak,..?"tanya ayah Edo yang juga khawatir akan Aqilla sedang dirinya sedang dikerjaan.


"Aq sedang mencari istriku yah, dia pergi dari rumah sakit dan aq udah mencarinya gak ada aq bingung dan cemas sekali yah.. "Aska ditemani orangtua yang juga panik


"Kamu sekarang kemakam putrimu karna dari juru kunci yang ayah kenal untuk merawat makam Edo melihat istrimu menangis disana, cepat nak karna ayah gak bis kesana ayah dikerjaan sekarang.. "Pak Dodi memberitahu Aska


"Ya yah aq akan segera kesana, makasih yah.."Aska menutup telfonnya setelah ayah menutupnya

__ADS_1


"Dimana istrimu apa ada kabar sayang..?"mamahnya cemas


"Aqilla ada dimakam putriku mah, ayo pah kita sana dan mamah jaga anak-anak saja.. "Aska bersama papahnya pak Akbar segera pergi kemakam


"Iya sayaang kalian hati-hati"mmahnya mengingatkan.


Aska dan papahnya melaju dengan mobilnya dan langsung kemakam. Disana Aska melihat istrinya menangis tak berdaya,bajunya berantakan kotor dan tidak memakai sandal dan kelilingi pengunjung lain yang iba melihat Aqilla yang mereka pikir setelah ditinggal suaminya dan lalu anaknya dan begitu menyedihkan dan itu benar adanya.


"Sayaang sabarlah putri kita udah tenang dialam sana..."Aska masuk dalam kerumunan dan memeluk istrinya yang membuat pengunjung lain bingung karna mereka kira makam Edo suaminya tapi ada lagi suaminya.


"Dia istrimu, aq kira disana makam suaminya dan ini makam anaknya karna dia menangisi dua makam..? "tanya pengunjung yang melihatnya


"Yah benar ini istriku dan itu juga makam suami pertama istriku dan ini makam putri kami yang belum lama meninggal.."Aska menjelaskan pada pengunjung


"Oh,kasian sekali yang sabar yah mba.. suami dan anakmu pasti sudah tenang disana.."Kata ibu yang melihat


"Makasih bu, tolong kasih kami jalan untuk membawa pulang menantuku.. "kata Papah Akbar


"Kita pulang sayaang.. "Aska mengangkat istrinya yang lemah dan berjalan menghampiri mobilnya.


Aska memangku istrinya yang tertidur karna lelah menangis lemah dan pucat. Pak Akbar yang mengendari mobilnya.Aska membuka kain yang membungkus lengannya yang ada noda darah dan Aska menciumnya dan membersihkannya dengan tangannya.


"Sayaang kamu membuatku sangat cemas.."Aska mencium kening istrinya yang lelap tertidur


"Aska kamu cek luka lengannya yang bekas impus, bersihkn biar gak infeksi.. "Papah Aska memberikan tisu


"Iya pah, ini karna Aqilla menariknya sangat keras jadi agak bengkak dan ada darah yang berhenti.. "Aska membersihkan


"Nanti pulang langsung kamu obati, keluarkan darah matinya.. "Papahnya yang melihat dari kaca spion dalam mobilnya

__ADS_1


"Iya pah.. "Jawab Aqilla


"Istrimu masih belum bisa menerima apalagi dia pernah kehilangan yang membuatnya putus asa dulu, dan kematian putrimu membuatnya teringat lagi.."pak Akbar memahami yang menantunya alami


"Kamu jadi suami yang sabar dan hibur istrimu dia jangan dibiarkan sendiri, dari kita dan keluarga harus ada yang menemani atau ini akan terjadi lagi.. "pak Akbar mengingatkan


"Pah sementara aq gak kerumah sakit dulu, aq mau fokus sama istriku menjaga dan merawatnya.. "Aska mencium lagi sayang


"Yah itu akan lebih baik.. "Pak Akbar setuju.


Mereka sampai dirumah dan Aska membawa Aqilla masuk dan langsung kekamarnya dan mamahnya yang cemas mengikutinya bersama suaminya. Aska merebahkan istrinya dan langsung mengambil kotak P3K untuk mengobati luka bekas infus.


"Kasian sekali menantuku,sangat kotor dan gak karuan gini..? "mamah Aska melihatnya sedih


"Mamah siapkan kompres saja mah, biar Aska yang membersihkan.. "Pak Akbar yng juga sedih melihat keadaan menatunya dan keluar kamar


"Iya mamah siapkan air hangat.. "mamah pergi kedapur memasak air hangat.


Mamah Maria memasak air dan membawanya dengan ember ukuran sedang dan dikasih sedikit air dingin dan menaruhnya didepan Aska untuk mengompres menantunya.


"Mah tolong ambilin baju Aqilla, aq yang kompres,dia udah aq suntik dan akan tertidur pulas.."Aska membuka baju istrinya dan membasuh dengan handuk kecil yang udah dicelupkan dalam air yang disediakan mamahnya


"Nak baju tidur aja yaah.. "Mmah membuka lemari ambil baju tidur dan handuk


"Bekas luka jahitannya agak sedikit bengkak Ka.. apa ini gak pa2..?"tanya mamahnya yang melihat bekas jahitanya


"Gak pa2 mah, nanti setelah ini aq obati.."Aska masih membasuh semua anggota tubuh istrinya yang tertidur lelap karna juga pengaruh suntikanya


"Mamah ini udah bersih mamah tolong pakaikan celana Aqilla.. "minta Aska yang fokus mengobati bekas jahitan

__ADS_1


"Yah mamah bantu.. "Mamah mertuanya memakaikan celana.


Keadaan Aqilla yang lemah pucat dan berantakan membuat iba yang melihatnya. Kesedihan yang sering dia alami membuat ruang luka didalam hatinya yang seakan jadi makanan dirinya yang hanya menikmati sedikit senyum dan banyak tangis. Aska yang selalu memahami dan sabar mendampingi istrinya.


__ADS_2