
Ibu mereka merasa sedih karna ketiga putrinya selalu bikin ulah membuat Edo marah sedang mereka gak bisa tau perasaan kaka mereka yang lebik gak ada dari pada kehilangan Aqilla dan yang memahami itu ibu dan bapaknya.
"kaka kamu benar Fa..kamu yang harusnya nasehati pacarmu.."kata tante Dina pemilik kios ikan asin yang mengenal Aqilla yang sedang bantu mereka
"tante kenal Aqilla dari dia masih kecil,dia cantik tinggi putih hidung mancung rambutnya panjang di pasar dia juga banyak yang naksir sampe anak buah tante juga naksir apalagi mau bantu orangtuanya gak malu bawa kandi kepasar..tante kalo punya anak cowo udah tante duluan yang jodohin anak tante sama Aqilla,teman2 tante juga minta sama tante mau jodohin anaknya sama Aqilla tapi tante bilang Aqilla calon mantu tante karna Edo anak tante juga..bukan salah Aqilla dan Edo Fa."kata tantenya yang mengenal Aqilla lebih dulu
"tapi kalo mereka menikah kan udah beda ceritanya tante..cowo gak berani lagi menatap Aqilla..yang udah jadi istri mas Edo"Alifa yang masih kesal
"menikah sama tunangan apa bedanya,mereka juga udah pada tau Aqilla tunangan kaka kamu,cowo2 aja yang gak bisa liat cewe cantik"kata ibunya
"kakamu aja percaya dan Aqilla menurut ayah dia setia hatinya cuma buat kaka kamu,kamu pikir dari pacaran sampe tunangan ditinggal kaka kamu lama tapi masih nunggu kaka kamu,dengan wajahnya yang cantik banyak yang suka dan kerja dan ketampanan lebih dari kaka kamu tapi Aqilla masih sama kakamu apa kamu gak sadar itu..dia kalo mau selingkuh tinggal pilih kan tapi dia menganggap mereka teman dan menolaknya makanya kaka kamu gak terima kalo kalian ngomong yang enggak2 lagi.."kata ayahnya ikut menyadarkan ketika putrinya yang semua kata dan perdebatan mereka didengar oleh Edo dikamarnya.
Sebenarnya yang lebih khawatir ,gelisah dan tersiksa Edo dihatinya karna dia juga gak suka saat laki2 lain mendekati melihat ataupun memberi perhatian pada Aqilla namu apa daya,Edo tidak ingin mengekangnya karna itu akan membiat Aqilla tidak nyaman dan bahkan akan membencinya.
"Aqilla aq lebih memilih percaya menunggumu daripada aq membuatku tertekan tak nyaman dan menjauh dariku..yang akan membuatku lebih tersiksa dari saat ini..Aqilla.."bisik Edo dalam hatinya dengan memejamkan matanya
"sayaang kamu lagi ngapain..udah makan apa belum ini udah jam 7 loh..?"tanya Edo menghubungi Aqilla
"udah makan mas..lagi nonton Tv sama ayah dan ibu..mas kata ayah surat tanah yang mas beli udah jadi.."Aqilla menjawanya dan memberitau apa yang diminta ayah
"ya kamu simpan aja..tanah itu yang nantinya buat rumah kita sayaang.."kata Edo dengan senyum
"ya ayah udah ngomong"jawab Aqilla
"yaang besok libur gak..temeni mas bagi undangan.."minta Edo yang ingin dekat sama Aqilla
"gak libur tapi aq ganti sift ya boleh nemenin mas Edo.."kata Edo mebuatnya bahagia
"jauh apa mas..?"tanya Aqilla
__ADS_1
"lumayan besok pake mobil tante..keluar kota..sodara ayah.."kata Edo
"pake mobil..?siapa aja yang ikut..?"tanya Aqilla lagi
"kita aja yaang"jawab Edo masih sambil tiduran
"apa bisa sekalian liburan mas..?"tanya Aqilla
yang jenuh lama kerja belum liburan
"ya boleh..ya udah kamu istirahat besok berangkat pagi mas jemput"kata Edo dan mematikan telponya keluar dari kamar
Edo mendekati tantenya karna dia yang akan meminjakan mobil untuk ngantar undangan nikah adiknya sama keluarga besar ayahnya yang ada diluar kota.
"tan jadi kan ngasih pinjem mobilnya..?"tanya Edo memastikan
"ini mas kunci dan STNK nya..mas Edo ada sim kan..?"tanya adik sepupunya Monika anak tante Dina
"ada dong dulu kan supirnya ayah kamu.."kata Edo
"Do kamu sama siapa..apa yah ikut..?"tanya ayah yang khawatir anaknya lupa
"Ayah dirumah aja urus yang lain..Edo sama Aqilla yah..sekalian liburan ya tan nyenengin calon istri.."katanya merangkul tantenya
"ya terserah kamu Do yang penting kalian selamat sampe tujuan dan pulang juga selamat..amin."kata tantenya yang sayang sama Edo udah dianggap anak laki2nya
"yah..Edo pengin ganti haluan kerja didarat.."kata Edo mengejutkan keluarganya karna saat diminta dia gak pernah mau
"ya ayah senang dengarnya nanti ayah telpon om kamu Agus juga Ali..mereka diproyek..kamu khursus dulu Do.."kata ayahnya langsung meminta adik2nya tuk bantu anaknya
__ADS_1
"tante tau kenpa kamu ganti haluan..kamu cemas kan sama Aqilla..takut kehilangan dia..gak bisa lagi jauh darinya..?"kata tante menggoda Edo
"iih ibu ngertian banget..Monika aja gak ngerti"kata Monika
"ya tau Edo sama ibu dari bayi..jadi ibu tau apa yang dipikiran kaka kamu"kata ibu Dina
"gak pernah kenal cewe pacaran juga gak padal ganteng sekali kenal cewe gak mau lepas.."kata ibu Edo
"udah cinta mati bu sama calon mantu ibu.."kata Edo mebuat mereka tertawa
"Aq mau tidur besok berangkat gasik..bu aq bangun besok udah siap.ya bu tan.."kata Edo masuk kamarnya.
Keluarga besar sibuk mempersiakan pernikahan yang sebelumnya bagi undangan untuk keluraga sodara teman, undangan yang disiapkan besok ada yang dengan mentahan dan masakan ada juga dengan kertas karna dua pernikahan jadi satu jadi lebih banyak persiapan.
"Mba untuk Edo dan Aqilla apa masih lama..karna kalo lama2 juga kasian Edo udah cukup umur"kata tantenya adik dari ibunya yang meninap selama acara.
"ya..tapi mau bagaimana lagi Aqilla belum siap minta waktu 8bulan lagi kata Edo dan pas pengalihan tahun kan."kata ibu Rohayu ibu Edo
"aq liat Edo cinta sekali mba sama Aqilla moga mereka langgeng ya mba.."kata tantenya
"ya mba juga gak mau Edo kecewa sakit hati ataun terpuruk..mba dukung aja yang penting Edo senang bahagia"ibunya
"Edo juga udah siap buat nikah dan dananya juga udah siap tinggal nunggu Aqilla dan keluarganya..kita juga gak bisa maksa karna Aqilla juga baru 19tahun,dia mau menerima setia sama Edo yang umurnya beda jauh udah sangat beruntung."ibunya yang tau calon mantunya masih butuh senang2
"ya mba..karna di usia Aqilla masih butuh kebebasan dan senang2 dengan teman2nya tapi aq heran mba ketiga putri mba gak suka sama Aqilla apa kalo dia tinggal disini gak akan ribut nantinya..?"tanya tantenya yang khawatir dengan keharmonisan keluarganya
"Mereka tidak setuju karna masalah umur aja, karna mereka lebih tua jauh dari mereka,menurutnya malu atau apa aq yang ngerti..apa lagi yang jadi pacar Alifa dulu suka sama Aqilla jadi gini ribet..Aqilla gak salah cuma dia terlalu cantik jadi bikin iri ha..ha.."ibunya tertawa karna Edo pilihannya bagus
"beruntung bu de mas Edonya dapat mba Aqilla"kata Monika anak tante Dina
__ADS_1