Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pertengkaran Rara dan Billy


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Aqilla bangun dan langsung turun dari kamarnya berlari kekamar Evelin karna rasa takutnya akan dijauhkan dari Evelin membuat Aska kaget dan terbangun mengikuti istrinya.


"Saayang ini masih sangat pagi mau apa keluar kamar,kamu cuma pake Lygerly? "tanya Aska mengikuti istrinya dengan membawa handuk


"Alhamdullilah anak kita masih bersama kita yaang"Aqilla lega melihat Evelin dan sikembar


"Kamu mimpi buruk yaang..? "tanya Aska yang paham akan ketakutan istrinya dan menghampirinya


"Gak mimpi, aq takut Billy akan datang dan bawa anakku seperti Nisa dulu.. "Aqilla mengusap lembut Evelin yang masih tidur


"Yaang ini masih pagi banget dan lihat kamu pake baju tidur apa, ligerly kan.. tuh kelihatan transparan untung gak ada tamu disini, pake handuknya.. "Aqilla gak sadar dan dia terseyum dililitan handuk oleh sumainya


"Kalo ada yang liat itu salah kamu yang nyuruh aq tiap malam pake ginian.. "Aqilla senyum dan mencubit perut suaminya


"Yaang jangan goda lagi ini dikamar anak2,ayo kita kembali kekamar ini masih sangat pagi.. "Aska mengangkat istrinya kembali kekamarnya


Aska mengangkat tubuh istrinya dan membaring diranjang dan memeluknya sambil mengusap punggung istrinya tuk tidur lagi untuk mengurangi kecemasannya.


"Tidur lagi yaang,Evelin gak akan kemana2.."Aska memeluk mencium kening istrinya


"Yaang tadi kamu bilang untung gak ada tamu, disini kan ada Rara dan anakanya yaang? "Aqilla menatap suaminya


"Mereka udah dijemput tadi malam..? "Aska dengan memejamkan matanya


"Dijemput, Billy terus mereka gimana..?"tanya Aqilla kaget


"Ya mereka pulang,dan urusan mereka yaang"Aska masih ngantuk


"Terus Billy gimana apa dia akan..?"tanya Aqilla dan dipotong Aska


"Dia gak pa2 dan mengerti,udah yang tidur lagi ini masih jam 3 pagi.. aq masih ngantuk banget"Aska berulang kali menguap


"Iyah yaang, kita tidur lagi besok kamu cerita yah yaang.. "Aqillla mengecup bibir suaminya

__ADS_1


"Yaang diusap2..gak biar tidur"Aqilla mengeratkan pelukanya


"Yah sayaang"Aska mengusap lembut punggung istrinya dan mereka tertidur lelap.


Pertengkaran dikamar Billy dan Rara masih tetang hal yang sama hingga pagi hari, mereka masih membahasnya.


"Katakan padaku Bil apa kamu masih mencintai Rara..? "Rara mendesak Billy


"Dia ibu dari anakku sama sepertimu"Billy keras masih menutupi


"Sama.. berarti perasaanmu terhadapku dan dia.. dia masih berarti bagimu..iya kan!"teriak Rara sambil nangis


"Kenapa kamu diam! "Bentaknya lagi


"Dulu Aq sangat mencintai dia kami berpisah karna orangtuaku tidak setuju dan membawaku pergi..!"Billy membalasnya keras


"Aq tanya sekarang.. kamu masih mencintai dia.. ?!"Rara mendesaknya lagi


"Yah aq gak bisa melupakan dia apalagi dengan kesalahan yang aq buat padanya.."Billy jujur dan buat Rara menangis


"Apa kamu pernah mencintaiku, apa kamu cuma memenuhi tanggung jawab saja padaku?"tanya Rara lagi


"Aq sayang padamu Ra kamu istriku dan ibu anakku.. "Billy mencium tangan Rara


"Kita pulang dan jangan pernah berhubungan lagi dengan Nisa ataupun Evelin,biarkan Aska dan Aqilla yang merawat mereka dan lupakan mereka.. ini cukup kita yang tau dari keluargamu"Rara memintanya


"Aq mengerti kamu melarangku dengan Nisa karna aq pun gak mungkin menduakanmu tapi tidak untuk Evelin, aq sayang sama dia,dia anakku darah dagingku gak mungkin aq melupakan dia"Billy masih ingin dekat dengan Evelin


"Kalo gitu kamu pilih kami atau anakmu.."Rara membuat Billy bingung


"Jangan seperti itu Ra, Evelin juga anakmu beri aq waktu.. dan aq yakin kamu juga bisa menerima dan menyayangi Evelin"Billy memohon


"Aq gak bisa menerima ini,apalagi anakmu.. kita pulang besok.. "Rara menjauhi suaminya dan berbaring diranjang mendekati anaknya sambil menangis.

__ADS_1


Billy duduk disofa dengan memikirkan Evelin dan rumahtangganya yang harus memilih atara Rara dan melupakan Evelin. Baru saja dia mendapatkan putri yang juga didambakan keluarganya karna anak adiknya juga dua cowo dan anaknya juga cowo.


Rara membereskan pakaian suami anak dan dirinya dan semua masuk dalam koper dan perlengkapan lain yang semula dibawanya,karna dia tak ingin suaminya larut dalam anak baru saja ditemukan Evelin dan ibu kandung Evelin.


"Cepatlah kita pulang dan bawa ini.. aq udah pesan tiket dari kemarin untuk hari.. "Rara memberikan koper pada suaminya


"Ra kita kerumah mas Aska dulu yah.. sebentar saja aq ingin bertemu putriku dan berterimakasih pada mba Aqilla dan mas Aska"Billy dengan muka penuh harap


"Tidak perlu,sudah kubilang lupakan Evelin dan ibunya kamu sudah punya Bian dan Evelin sudah punya orangtua, aq udah berjanji pada mba Aqilla tidak akan mengusik Evelin dan mereka sangat menyayangi Evelin jadi kamu gak perlu khawatir "Rara turun tangga dan menghampiri kakanya


Billy dengan lemas atas tekanan Rara untuk tidak bertemu dan melupakan Evelin dan berjalan mengikuti istrinya yang juga menghampiri kaka iparnya dan dia gak ingin berdebat dihadapan mereka.


"Kalian bawa koper.. apa kalian akan pulang sekarang..? "+tanya Sinta yang menyajikan sarapan


"Sarapan dulu de duduklah kaka iparmu udah cape masak nyiapin semua untuk kalian.."minta Rendy yang tau bahwa adiknya fikiranya sedang kalut


"Yah ka dan setelah ini kami akan pulang ka, tolong antar kami ke bandara"Rara pada Rendy


"Ya nanti aq antar, makan dulu aja.. Bian makan nak"Rendy pada keponakannya


"Ka masalah ini biar jadi rahasia kita bersama dan jangan sampe mamah dan papah tau aq belum siap mereka tau.."7Rara masih sedih


"Ra kita sebentar saja kerumah mas Aska ijinkan aq bertemu Evelin sebentar.. "Billy mengulangnya


"Gak kita langsung pulang.. "Rara telap tak mengijinkan karna dia gak mau membagi suaminya untuk anak pertamanya


"De, Billy berhak bertemu anaknya karna bagaimanapun Billy ayah kandung.. baik kamu atau Aqilla harus menerima hal itu"Rendy bersikap adil


"Aq gak suka suamiku membagi kasih sayangnya untuk orang lain ka,Bian yang berhak menerimanya"Rara kesal dengan kakanya


"Egois kamu De, dosa kamu melarang ayah bertemu dan memberikan kasih sayang pada anaknya"Rendy memarahi Rara


"Mba Aqilla sendiri belum tentu setuju akan itu ka.. ?"Rara membantahnya

__ADS_1


"Aqilla bukan orang seperti itu, Nisaa saja dia ijinkan dan sekarang jadi adiknya,dia tidak akan melarang Billy bertemu dan memberikan kasih sayangnya,dia hanya takut dan melarang Billy mengambilnya dan menjauhkan mereka"Rendy yang mengenal sifat Aqilla dan Rara tak berani bicara lagi.


Seyum tipis diwajah Billy menggambarkan dia sangat bahagia akan bertemu buah cintanya Billy dan Nisa yaitu Evelin dirumah Aska yang kini anak kesayangannya Aqilla.


__ADS_2