
Aqilla dirawat sama suster dan mamah mertuanya yang dari pagi hingga sore sedangkan malam dirawat sama Aska sendiri.Aska kembali kerumah yang dengan jalan kaki karna rumah sakit yang dibuat papah Akbar dan dirinya posisinya disebelah rumahnya.
Tiap pulang Aska akan mandi dikamar sebelah karna dia gak mau istrinya mual dan mutah karna bau badan dan bau rumah sakit yang melekat pada dirinya. Suster yang merawat Aqilla dari usia kandungan tiga bulan sampai kini masuk bulan ke Sembilan dan suster Nia tertarik dengan ketampanan Aska. Dia selalu mencari perhatian pada Aska dan Aqillapun tau itu.
"Pak ini handuknya, sini aq bantu pak dok.."Suster yang masuk kamar sebelah buat Aska kaget
"Aq bisa ambil handuk sendiri, gak perlu kamu bantu aq bukan anak kecil keluar kamu..!"bentak Aska
"Dokter gak usah pura-pura,dokter juga membutuhka nafkah bathin yang gak bisa istri anda berikan dan aq bisa menggantikan istri anda.. "Suster Nia merayu mendekati Aska dan membuka bajunya sendiri
"Mejijikan gak ada wanita yang lebih menjijikan daripada kamu.. pergi! "bentak Aska terdengar dari kamar Aqilla
"Tapi aq sangat mencintai dokter dan aq mau jadi istri keduamu dok, aq akan kasih semua yang kamu mau dok termasuk diriku.. "Nia maju mendekati Aska lagi.
Aqilla tang mendengar teriakan suaminya bangun tertatih menghampiri kamar sebelah dan mengetuk pintu keras sedangkan suster Nia telanjang bulat mengejar Aska yang hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya.
"Pergi jangan dekati aq, pakai kembali bajumu wanita gila menjijikan..! "Aska mendorong Nia
"Sayaang ada apa buka pintunya yaang.."Teriak Aqilla.
"Sayaang suster gila disini..! "teriak Aska berlari menghampiri pintu dan membuka kuncinya
"Sayaang dia gila yaang.. "Aska memeluk istrinya
"Gak bu pak Aska mau memperkosa diriku, lihat ini semua bajuku dilucuti dan dia karna kaget hanya memakai handuk saja.. "Suster pura-pura menangis dan menutupi dirinya dengan handuk
"Gak sayaang, sungguh aq gak tau tadi aq habis mandi tau-tau dia didalam sayang.."Aska menyakinkan istrinya yang menangis.
Aqilla berjalan menghampiri suster Nia yang terbungkus selimut dan menangis terisak dengan wajah memelas dan rambuk acak-acakan. Aqilla berdiri didepan dan menatap Nia yang masih masih terisak.
"Plaaaak.. plaaak"Aqilla menampar kedua pipi suster Nia
__ADS_1
"Aq udah tau gelagat kamu mendekati suamiku, kamu pikir aq gak tau kamu menggoda merayu suamiku..?"Aqilla marah dan kesal pada Nia
"Suamiku gak akan menghianati meski aq dalam keadaan seperti ini karna suamiku hanya mencintai aq dan hanya mau menyentuhku, meski kamu merayu telanjang seperti ini gak ada gunanya.. "Aqilla emosi
"Tapi ini benar ulah suamimu, aq memang tertarik pada suamimu tapi aq gak mungkin nyerahin diriku pada lelaki yang udah beristri."Nia tetap kukuh dalam kebohongannya
"Plaaak kamu masih mau bohong lagi atau perlu aq tunjukan cctv dikamar ini, kamu kira aq bodoh membiarkanmu menggoda suamiku hah!"bentak Aqilla pada Nia
"Dari kamu mendekati suamiku, aq udah pasang cctv disini agar aq tau sejauh mana kamu akan bertindak.. "Aqilla memegangi perutnya
"Sayang minta satpam bawa dia kekantor polisi sekarang dan bawa rekaman cctv.. " teriak Aqilla.
Nia meraih bajunya dan mendorong Aqilla yang berdiri didepannya membuat suaminya kaget dan berlari menghampiri istrinya yang lebih dulu jatuh kelantai dan mengerang kesakitan,air ketuban tumpah dilantai dan berdarah. Aska panik dan berteriak memanggil mamah papahnya untuk membantunya.
"Aaahk..sakit..! "teriak Aqilla
"Sayaang.. sayang.. "Aska lari menghampiri istrinya
"Papah, pah.. mamah.. mah..! "teriak Aska keras dan orangtuanya berlari menghampiri teriakan Aska
"Aqilla..! "teriak mamahnya dan Aqilla udah pingsan dalam rangkulan Aska
"Pah cepat telfon dokter Susi yang menangani istriku lahiran, mamah minta satpam bawa dia kekantor polisi.. "Teriak Aska mengangkat istrinya yang masih memakai handuk.
Aska berlari membawa istrinya yang udah pingsan dengan air ketuban yang udah pecah dan juga pendarahan karna benturan. Pak Akbar, papah Aska mengikuti Aska membaw istrinya yang direbahkan diranjang ukuran kecil dan dibawa keruang operasi.
"Kamu pake baju dulu, papah yang akan urus istrimu dulu.. "pak Akbar dibantu suster mengimpus dan memasang selang oksigen pada Aqilla dan tak lama dokter kandungan dokter Susi datang.
"Cepat dok bantu menantu saya, air ketubannya pecah dan pendarahan"pak Akbar panik
"Iya dok.. "Susi dibantu suster langsung bertindak cepat.
__ADS_1
Aska yang udah memakai baju dan pakai perlengkapan dokter siap bantu dokter Susi yang juga pak Akbar yang udah ada didalam ruang operasi. Mamah Aska setelah meminat satpam menyerahkan suster Nia pada satpam untuk dibawa kekantor polisi juga panik didepan ruang operasi.
"Dok Aska istrimu sangat lemah dan tekanan darahnya rendah, kita butuh darah.."Dokter Susi
"Pah hubungi orangtua Aqilla pah minta mereka kesini semua.. "Aska menangis dan menciumi istrinya dab pak Akbar langsung menghubungi orangtu Aqilla dan keluarga untuk datang bantu Aqilla.
"Dok kita pakai darah yang ada dulu dan segera operasi sekarang ketubannya juga tumpah didalam dan ini sangat berbahaya bagi ibu dan anaknya.. "dokter Susi yang mengecek
"Dan ini kita selamatkan yang mana ibu atau anaknya karna ini sudah tidak mungki untuk keduanya bisa sama-sama bertahan, kita pilih salah satunya dok.. "katanya buat Aska menangis dan pak Akbar bingung dan panik
"Iya aq paham di kondisini ini, keadaan mereka sama-sama lemah, Aska kamu yang putuskan.. "Pak Akbar bingung karna pernah dialami pasien yang datang tapi ini dihadapinya yang jadi anak menantu dan cucunya
"Kita selamatkan istriku, dan aq yakin anakku bisa memahami karna kondisinya masih bayi dalam keadaan ini juga tipis untuk bertahan hidup.. "Aska juga paham dalam kondisi ini karna dia juga dokter umum tapi bukan kandungan
"Cepatlah papah bantu operasi istriku jangan sampai ada kesalahan,papah yang lebih tau dan bantu dokter Susi pah.. "Aska yang lemas dan memeluk istrinya
"Iya papah akan bantu dokter Susi.. "pak Akbar bersiap bantu dokter Susi untuk segera mengoperasi Aqilla.
Keluarga Aqilla tak lama datang dan memeriksan dirinya dan yang cocok adalah ayah Aqilla dan adiknya Alfin dn mereka segera mendonorkan darah yang dibawa suster masuk untuk segera transfusi.
"Semoga anakku dan bayinya baik-baik saja Tuhan.. "Ibu Aqilla menangis dalam pelukan Anaknya Alisa
"Iya bu kita berdoa bersama yah bu, aq yakin mba Aqilla kuat.. "Alisa adik Aqilla juga ikut panik
"Bagaimana Aqilla anakku bisa jatuh mba..?"tanya ayah Aqilla pada Mamah Aska yang menangis
"Suster Nia yang aq percaya merawat Aqilla dia menggoda dan merayu Aska dan ketahuan Aqilla dan dia mendorong Aqilla karna ketauhan belangnya.. "mamah Aska menceritakan sambil nangis.
"Mba Aqilla sangat lemah gak didorongpun bisa jatuh, apalagi didorong.. "Alfin yang juga gelisah menunggu kakaknya.
"Apa Aqilla dan bayinya baik-baik saja de.. "Ibu Edo yang juga datang bersama suaminya pak Dodi
__ADS_1
"Lagi diruang operasi mba sama Aska dan suamiku.."Jawaban mamah Aska dengan sedih dan penuh airmata dan dia juga menceritakan yang terjadi.
Mereka menunggu didepan ruang operasi yang memakan waktu dua jam,mereka sangat tak sabar dan khawatir akan keadaan Aqilla dan bayinya.