
Edo terbaring pucat dihadapan Aqilla yang tak bisa lagi menangis karna air matanya seakan kering dan dia juga tak bersuara dia terus menatap wajah suaminya yang tampan yang menemaninya 11tahun bersama susah senang bersama. Tapi kini ia terbujur kaku meninggalkannya sendiri. Evelin menangis dalam pelukan adik Alisa dengan memanggil papahnya membuat yang datang mendokan Edo menangis.
Semua keluarga teman dan tetangga menemani keperistirahat terakhir Edo yang dimakamkan dekat dengan keluar dari ibunya nenek dan kakek Edo.Mereka mendoakan Edo dan banyak yang tak mengira umurnya begitu pendek meninggal diusia 40th.Edo terkenal baik ramah dan penyayang dan rukun sama tetangga.
Kini dikamar tinggal Aqilla yang berbaring sedih dan hancur dengan terus memandangi foto pemgantin mereka dikamar.Edo sudah seminggu meninggalkan Aqilla dan Evelin.Evelin hampir setiap hari menangis memanggil papahnya dan merindukanya dan membuat kerluarga menangis.Dia masih kecil belum mengerti arti kata meninggal yang dia tau ingin bersama papahnya yang selalu membuatnya tidur dan tak menangis karna Evelin sangat dekat dengan papahnya.
"La makan mau sampai kapan kamu seperti ini..anakmu butuh kamu..dan ibu yakin suamimu juga sedih melihatmu seperti ini.."Ibunya selalu menemani Aqilla dan menyediakan makan meski sama sekali gak disentuh.
"Bu kenapa mas Edo ninggalin aq dan Evelin..dia janji bersamaku terus.."Aqilla menangis hingga dia tertidur sendiri.
Aqilla bermimpi Edo menghampirinya mencium keningnya dan tersenyum mengusap lembut rambut istri dan anaknya dan pergi dengan senyum.Aqilla terbangun dan menyetuh pipinya yang terasa dingin.
"Sayang kamu datang..kamu udah gak sakit..sekarang kamu baik2 aja kan..sehat disana.."Aqilla berbicara sendiri dikamarnya dengan ditemani anak kecilnya yang tidur disampingnya.
"Aqilla senang..kamu udah gak sakit yaang..aq janji akan menjaga Anak kita dan membesarkannya..sekarang aq akan mengikhlasmu yaang..kamu bahagia disana jangan sedih.."Aqilla menangis
"Ada apa sayang malam2 kamu menangis lagi..jangan begini terus bikin ibu sedih..rasa ibu mau mati aja melihatmu seperti ini terus"ibu Aqilla menangis
"Aqilla mimpi mas Edo datang mencium pipiku dan Evelin bu dan dia terseyum padaku dan dia pergi juga tersenyum..dia gak sakit lagi bu..kini dia bahagia disana.."Aqilla menangis dan ibunya ikut menangis
"Kuatlah semangat demi anak kalian..kamu janji sama Edo menjaga merewat membesarkan Evelin jangann buat dia sedih..kalo kamu sedih terus dan tidak menepati janji Nak Edo pasti juga sedih.."ibunya menasehati anaknya
"Ya bu..Aqilla akan kuat semangat demi anak kami.."Aqilla memeluk ibunya.
Hampir satu bulan penuh Aqilla gak masuk kerja dari merawat suami dan meninggalnya Edo.Dia menghubungi om Dany omnya Edo yang udah berjanji pada Edo akan memberi Aqilla pekerjaan untuk kehidupan anak Edo Evelin.
"Halo om apa kabar..apa aq bisa kerja lagi sama om..?"tanya Aqilla dan om bahagia bisa kembali mendengar suara Aqilla dan meneteskan airmata teringat keponakannya.
__ADS_1
"Ya tempatmu masih dikosongkan menunggu kamu kembali kerja..kapan kamu akan bergabung lagi..?"tanya om Dany
"Pagi ini bisa om..Aqilla udah siap..maaf ya om Aqilla gak masuk sampe satu bulan maaf.."Aqilla meminta maaf
"Ya gak pa2..om tunggu ya..karna absenmu sama om..dan ada sesuatu dari kantor pusat karna kinerja suamimu bagus..dan kamu istrinya yang berhak menerimanya."kata om
"Ya om Aqilla siap2 dulu."Aqilla mematikan telponya
Aqilla bersiap dibantu ibunya dan ayahnya menyuapi Evelin menggantikan Edo yang biasa menyuapinya.
"Sayang mamah kerja dulu yah..kamu sama nenek sama kakek jangan main jauh2.."Aqilla mengingatkan Evelin
"Elin gak main jauh2 gak nakal..Elin janji sama papah..biar papah cepat pulang.."kata2 Evelin membuat Aqilla meneteskan air matanya.
"Sayang jangan sedih..anakmu.masih 3tahun dia belum.mengerti..kamu hati2..jangan khawatir ada ibu sama ayah sama Alisa juga libur."Ibunya yang tak ingin melihat anaknya sedih
Aqilla mengambil kunci motor dan motor besar milik Edo yang biasa buat kerja Edo dan Aqilla dan kini dia mengendarai sendiri.Aqilla bisa mengendari motor besar karna Edo yang mengajari dan bahkan dia juga mengajari Aqilla bela diri sebelum Edo sakit2tan.
"Sayang kita berangkat kerja lagi.."Aqilla memanggil motor Edo sayang
"Hati2 nak..jangan sedih lagi.."ayah dan Evelim didepan pintu
"Ya yah.."jawab Aqilla dan pergi kerja
Aqilla kini telah sampai.dan semua menyambutnya dan memeberi semangat dia duduk diruangannya dan teringat ketika suaminya menyuapi makan dan mengodanya membuat dia meneteskan airmatnya.
"La kamu harus kuat demi anakmu..jangan sedih terus dan menangis buat suamimu sedih.."Siska mengingatkan Aqilla dan menghapus airmatanya
__ADS_1
"Ya mba,dia udah gak sakit lagi udah tenang dan bahagia.disana..aq memimpikanya dia tersemyum manis sekali.."Aqilla kembali meneteskan air matanya
"La kamu.udah datang..kamu masih sedih La..?"tanya Om Dany yang melihat air mata Aqilla dan mengahapusny
"Makasih om..Aqilla disini teringat mas Edo yang suka jail sama Aqilla.."kata Aqilla
"Ya om tau..tapi kamu dan Edo ada anak..dan anakmu butuh kamu..om juga sedih..keponakan om yang paling dekat Edo udah seperti anak sendiri..tapi tadir berkata lain..kita doakan dia..dan yang hidup tetap bersemangat.."om menasehati Aqilla
"Ini ada titipan dari PT kita untukmu karan kinerja Edo bagus..ini bisa bantu kamu mengurus anak Edo..Edo sangat sanyang sama Evelin..kamu rawat dia dengan baik..semangat buat aanak kalian.."om yang sering dengar Edo cerita anaknya
"Ya om..makasih.."Kata Aqilla menghapus air matanya
"Kamu kalo butuh apa2 ada yang buat kamu gak enak atau gak nyaman dan memerlukan apapun..kamu ngomong sama om yah..karna Edo minta om jaga kamu disini..jadi jangan sungkan kamu keponakan om juga.."kata kembali membuat Aqilla meneteskan air mata karna Edo bahkan minta Om untuk selalu menjaga dan membatunya
"Om bikin kamu sedih lagi..udah om pergi aja liat kamu nangis om juga ikut sedih.."om pergi dengan wajah sedih
"La udah..kita mulai kerja yah..sini aq bantu kerjaan kamu.."Siska membantu AQila
"Ya mba maksih"jawab Aqilla
Sudah berlalu 40hari kepergian Edo dan 40hari juga doa bersama untuk Edo yang dihadiri kelaurga Edo dan keluarga Aqilla dan beberapa tetangga mereka.
"La ini hari 40 hari Edo pergi meninggalkan kita..ibu ayah dan adik2 Edo meminta maaf sama Aqilla dan keluarga Aqilla atas kesalahan baik disengaja atau tidak disengaja Edo dan keluarga kami..bagi kami Aqilla adalah anak kami dan Evelin cucu kami yang kalo bisa kita jangan pernah putus karna Edo telah tiada..kami akan sering kesini menemui.Aqilla dan cucu kami dan Aqilla Evelin datanglah kerumah kami..karna pintu rumah kami terbuka buat kalian..dan rumah itu juga rumah kalian..Edo udah mengatasnamakan anaknya Evelin hadiah dari Edo karna dia gak bisa membesarkan anaknya..ibu dan ayah yang minta..karna Edo gak mau tapi ibu telah lama mendesaknya dan dia minta atasnama anaknya Evelin.untuk sementara ibu dan ayah yang menjaga dan menempati rumahnya dan rumah ibu Evi yang menempati..karna.Aqilla pasti gak mau kan.."?"Kata ayah dan Aqilla mengangguk
"Ini juga rumah mas Edo saya kami yah..kalo aq tinggal disana siapa yang menempati rumah ini.."jawab Aqilla
"Iya ayah paham semua yang Edo miliki itu milik kamu dan anakmu..ibu dan ayah bangga punya mantu kamu udah kami anggap anak sendiri..Edo sangat sayang dan mencintai kamu bahkan di nafas terakhirnya dia bangga punya istri kamu La..kami sangat bahagia liat Edo bahagia hingga dia menutup matanya..tak henti2 dia memuji anak ibu dan ayah..tapi mau bagaimana lagi anak kami lebih disayang Tuhan dan kami tidak keberatan bila suatu saat Aqilla menemukan jodoh lagi karna kamu masih sangat muda..dan suamimu juga sudah tidak ada dan dihari terakhirnya dia juga mendoakan kamu untuk hidup berbahagia lagi..kami mengijinkan dan merestui kamu sayaang..kamu anak kami dan Eveli cucu kami dari Edo.Edo sangat sayang sama Evelin berulang kali bilang agar kami bisa untuk menyanyangi dan menjaga Evelin tanpa dia minta Evelin cucu kami dari Edo selamaya begitu"ayahnya ikut menangis karna Aqilla menangis
__ADS_1
"Aq sayang sama mas Edo aq sangat kehilangan dia kami bersama 11th saling menyanyangi berbagi susah dan senang dan kalo boleh jujur aq ingin dia tetap hidup mendampingiku seperti sebelum2nya aq merindukannya sangat rindu jadi bagaimana mungkin aq menerima orang lain..kalo pun Tuhan memintaku untuk menemani mas Edo disana aq juga siap ikhlas karna aq ingin selalu bersama mas Edo.."Aqilla menangis dan membuat semua menangis.