Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Lamaran


__ADS_3

Mereka sibuk dirumah masing menyiapkan yang akan dibawa dan yang akan disiapka untuk menyambut. Edo yang sedari tadi merasa hatinya deg-deggan karna pertama kalinya dan sekali dalam hidupnya,begitu juga dengan Aqilla yang ikut mondar mandir menyiapkan hidangannya.


"La kamu mandi dandan dan pake baju yang tadi ibu beli.."kata ibunya yang telah membelikan burkat dan batik


"ya bu.."Aqilla masuk kekamar mandi dan setelah selesai dia memakai baju yang dibelikan ibunya dan berdandan tipis.


Mereka udah siap dan Aqilla juga dandan cantik menyambut Edo dan keluarganya yang gelisah ditunggunya sejak tadi belum datang karna mereka udah lama siap.


"La jangan mondar mandir..bikin ibu gugup nih.."kata ibunya yang juga baru pertama kali


"sama bu aq juga iya.."kata Aqilla


"jangan gugup ini kan cuma lamaran.."kata kaka dari ibu Aqilla yang akan menerima laramarna Edo sebagai tertua karna orangtua atau kakek dan nenek Aqilla udah gak ada.


"Pram kamu panggil Rt sini untuk menyaksikan akan ada yang datang dan lamaran ini.."kata kaka ibunya yang udah dua kali menerima lamaran buat anaknya


"ya mas.."ayahnya kerumah pak Rt dan tak lama mereka datang bersama menyaksikan lamaran.


Keluarga besar Edo datang dengan mobil hitam dari tante Edo yang mempunyai kios ikan asin datang menjadi saksi dan mendukung Edo dan dengan membawa bingkisan yang udah mereka siapkan.


"silahkan masuk pa bu.."pak Rt menyambut keluarga besar Edo


"maaf pak bu telat tadi nunggu tante datang.."kata Edo yang sangat tampan dengan kemeja batik yang dipakainya dan jeasn hitam yang dia kenakan.


"kami dari keluarga besar Edo,ini ayah Edo Evan,ini Ibu Rahayu dan ini pasti kalian kenal yang membeli ikan asin kalian bu Dina dan suaminya Dodi dan ini adik2 Edo Elifa dan ini anak bu Dian Monika dan saya kaka dari Rahayu yang tertua Bimo.Kami datang kesini berniat menjalin hubungan keluarga dengan melamar nak Aqilla buat anak kami Edo."paman Edo langsung ke inti


"ya pak sata kaka dari ibu Aqilla Yusuf mewakili mereka menerima lamaran anak bapak Edo untuk anak kami Aqilla.."paman Aqilla menerima lamaran Edo


"An panggil Aqilla untuk tukar cincin.."kata Pk Rt.saksi dari lamaran mereka


Ibu Ana masuk kekamar Aqilla yang sedari tadi gelisah duduk didepan cermin.


"La ayo keluar..tukar cincin.."ibu Aqilla menggandeng lengan Aqilla yang membuat keluarga besar Edo terpesona dengan kecantikan Aqilla yang dengan balutan burkat panjang modern dan balutan rok panjang batik dengan dandanan tipis dan rambut yang sengaja dikerli bagian bawahnya sama Aqilla yang membuat kesan yang berbeda.


"sini La berdiri disamping Edo..tukar cincin"kata tante yang membeli ikan asin keluarganya


"bu Dina juga disini.."Aqilla terkejut


"ya dong..tante kan jadi saksi cinta kalian dia kios tante masa gak ikut..kan rugi.."kata tante Edo membuat semua tertawa

__ADS_1


"Edo jangan terus memandang Aqilla..kapan itu cincin dipasang di jari Aqilla.."Edo tersenyum malu karna sejak tadi dia menatap terpesona kecantikkan Aqilla


Mereka saling bertukar cincin dan Edo mencium kening Aqilla dan Aqilla mencium tagan kanan Edo dan Aqilla menerima seserahan yang dibawa keluarga besar Edo dan adik2 mereka mengabadikan difoto dan vidio Hp nya dan mereka menikmati hidangan yang disiapkan keluarga.


"kami pamit dulu pak bu.."kata orang tua Edo dan keluaraga


"Bu Edo tinggal aja..Edo bawa motor.."Edo yang masih ingin bersama Aqilla yang terlihat sangat cantik.


"hemm ya..besok pagi kamu berangkat pulang jangan kemalaman..kalo Edo nakal jewer aja pak bu aqilla.."mereka tertawa dan pulang


"mas Aq bantu ibu beres2 dulu.."kata Aqilla membantu membersihkan dan mengangkat piring dan gelas kotor


"ya mas Edo bantu.."Edo membawa piring gelas tempat sayur dan mencucinya di pencucian piring membuat ibu dan Aqilla Alisa saling menatap


"mas Edo bisa cuci piring.." tanya Alisa adik Aqilla


"mas udah biasa di kapal masak cuci dan beres2 sendiri.."kata Edo membuat kagum ibu mertuanya


"udah nak Edo kedepan aja,biar ibu yang bersihin sisanya.."kata ibu Ana


"bentar bu..ini hampir selesai..ibu sama ade istirahat dulu aja"kata Edo membersihkan tempat cuci piring juga dan setengah jam rapih semua dan Aqilla hanya menonton.


"duh suami idaman.."ibunya menggoda Aqilla


"bagus deh jadi Aqilla nanti tinggal makan dan tidur he..he.."Aqilla yang terpesona melihat Edo cekatan


"nak Edo kamu nanti yang sabar yah..Aqilla males jorok..dia sukanya masaka tapi gak mau beresin dan bersihin.."ibunya jujug dengan kebiasaan anaknya


"bener mas..aq yang selalu disuruh beresin..kena haid aja jijik gak mau cuci..aq sama ibu yang nyuci..nanti kalo mas udah nikah,mas yang nyuci tuh haid mba Aqilla.."Alisa kesal mengingatnya


"Nak Edo harus tau..kekuarang dan keburukan calon istrinya..Aqilla malas dan aqilla gak bisa nyuci kotorannya sendiri..kalo liat darah lemas dan kalo darahnya yang dilihatnya banyak dia pingsan"kata ibunya karna itu mereka yang mencuci haid Aqilla karna gak mau terjadi apa2 sama Aqilla


"ya bu gak pa2,kalo kami udah bersama biar aq yang nyuci..aq juga gak mau Aqilla kenapa2.."jawab Edo memaklumi dan mengusap lembut Aqilla yang tertunduk malu.


"Aqilla pobia darah sejak kapan bu..?"tanya Edo khawatir


"mba Aqilla sejak kecil ya bu, bau darah juga mutah2.."kata Alisa


"bu bicaranya diruang tamu masa didapur..berdiri.."kata suaminya dan mereka berjalan mengikuti ayahnya dan duduk bersama

__ADS_1


"kami gak tau sejak kapan,cuma ayah ibu tau dari ayah terluka kakinya karna kapak waktu belah kayu tapi nyasar ke kaki jadi darahnya keluar dan Aqilla melihat ayah berdarah mutah2 dan pingsan"kata ayah menceritakan


"ya tadinya gak tau aq kira itu wajar karna melihat ayahnya terluka tapi waktu haid pertama Aqilla liat darah sendiri juga sama mutah2 dan pingsan sampai kami dipanggil kesekolah karna kejadian disekolah..untung jatuh dikamar mandi gak kebetur kepalanya.."kata ibunya


"tuh makanya aq yang disuruh nyuci sama ayah.."Alisa cemberut


"itu bakti kamu sama kaka kamu..kamu tau kelemahan kaka kamu kalo buka kamu yang bantu mau siapa lagi"kata ayah mengingatkan Alisa.


"De Alisa kalo mas Edo dirumah mba Aqilla kena haid..ade bilang aja sama mas Edo..nanti mas Edo yang nyuci..Aqilla udah jadi tanggung jawab mas Edo dan untuk biaya sekolah dan keperluan Aqilla biar Edo yang tanggung yah bu..Edo udah kasih Aqilla ATM,jadi ayah ibu gak usah kasih uang jajan lagi..biar Aqilla yang ambil sendiri.."kata Edo bentuk tanggung jawabnya


"apa gak berlebihan nak Edo,kamu simoan aja buat nanti nikah,buat rumah dan lain2?" ayahnya yang kagum dengan calon menantunya


"kalo untuk nikah aq udah ada pak bu aq udah simpan sendiri dan untuk masalah rumah..Edo akan berusaha membahagian Aqilla karan udah kewajiban Edo.."kata Edo.


"ya terserah nak Edo aja,ibu bapak istirahat dulu cape.."kata ayah ibunya masuk kekamarnya dan Alisa juga


"mas Edo gak keberatan atau jijik gitu sama kotoran Aqilla.."tanya Aqilla masih ragu


"gak..kamu calon istriku baik buruknya dan kekurangan pasangan kita harus terima dan saling melengkapi, membantu dan menutupi"kata Edo mengangkat Aqilla dan duduk dipangakuannya


"yaang kamu cantik banget pake baju ini dan dandan gini,mas jadi gak rela pergi..pengin deket gini sama kamu yaang.."Edo mengusap lembut pipi Aqilla dan meraih bibirnya dan menciumnya


Keluarga Aqilla udah tidur dan mereka asyik berciuman hingga Edo merasa panas dan merasa ad yang bergerak namun ditahannya,karna bagaimanapun dia pria dewasa.


"mas Edo pulang dulu..ingat kamu hati2 jaga kesehatan dan setia sama mas Edo."lata Edo memeluk Calon istrinya yang akan ditinggal satu tahun


"ya mas..Aqilla janji selalu nunggu mas Edo pulang dan menjaga hati mas Edo."kata Aqilla menyakinkan Edo


"bilang sekali aja kamu mencintai mas Edo,seperti mas Edo mencintai kamu sayaang.."Edo yang ingin sekali mendengarnya karna Aqilla tak pernah mengucapkannya


Aqilla diam menunduk karna dia sendiri juga bingung,dia merasa nyaman dengan Edo dan merindukanya saat dia jauh namun dia juga merasa sakit saat mengingat Aska dan terkadang ingin melihatnya dan merindukannya.


"La..kamu gak cinta sama mas Edo..?"tanya Edo kecewa dengan diamnya Aqilla


"mas.."Aqilla menarik kerah baju Edo dan mencium bibir Edo dan Edo tersenyum bahagia dihatinya bukti Aqilla mencintainya meski dia mungkin malu mengatakannya,pikir Edo dan membalas ciuman Aqilla dan ******* bibir Aqilla berkali2.


"udah malam mas pulang yah..jaga diri baik2"Edo melepaska Bibirnya karna dia gak mau sampai kebablasan karna juniornya sudah menegang.


"ya mas..mas Edo hati2 dan jaga kesehatan"Aqilla memeluk Edo merasa gak rela namun harus melepasnya.

__ADS_1


__ADS_2