
Satu tahun sudah Aqilla kerja dan artinya waktu Edo menunggu menjadikan Aqilla istri pun tiba.
"yaang udah satu tahun kamu kerja,satu tahun janji kamu untuk kita nikah..?"Edo menunggu jawaban Aqilla
"satu tahun lagi he..he.."jawab Aqilla yang masih belum siap
"kamu serius pa ga sama mas Edo..?"tanya Edo kecewa karna Aqilla menunda-nunda
"kamu mau pa ga jadi istri mas Edo..?"tanyanya
"kamu mau mas Edo hilaf nantinya..karna mas Edo gak tahan didekatmu..?"Edo sedikit maksa
"jangan gitu..aq cuma masih bingung aja.."jawab Aqilla yang masih ragu memutuskan untuk nikah muda
"kita kenal udah lama,pacaran tunangan lama..kamu masih ragu sama mas Edo..?"desaknya
"mas suruh nunggu berapa lama lagi..jangan salahkan mas Edo kalo hilaf nantinya.."Edo pamit setelah mengantar kerja
Aqilla masuk ketempat kerjanya dengan banyak pikiran memikirkan Edo yang kesal dan permintaan Edo yang terus mendesaknya. Karna umur Edo pun udah cukup dengan dia berumur 28tahun dan Aqilla 19tahun dengan perbedaan umur mereka 9tahun.
"Fit nanti kita ketemu yah..kamu ajak Sinta kita kerumah Rida anaknya sakit.."minta Aqilla sekalian mau curhat
"ya ok "jawab Fitri
Setelah bekerja dengan pikiran yang kalut Aqilla menghampir Fitri dan Sinta yang menghapiri Aqilla menunggu ditempat kerja.
"kalian udah lama..?"tanya Aqilla menghampiri mereka
"lumayan nih minum dulu.."Sinta memberikan es capucinno kesukaan Aqilla
"ya makasih..kita beli kue dulu...biar aq yang bayar..aq udah gajian.."jawab Aqilla
Mereka ketoko kue yang ada didekat toko Aqilla kerja dan langsung ke rumah Aqilla denga satu motor karna Aqilla gak bawa motor diantar Edo.
"kalian tigaan apa gak ada tilang..?"tanya Rida yang mendengan suara klakson motor Fitri dan terkejut melihat mereka dalam satu motor
"kalo ditilang Sinta yang ditinggal,lagian ngapain kamu terkejut..kita biasanya juga gini..jalan tikus itu banyak..gak perlu khawatir.."jawab Aqilla dengan kenakalan sewaktu sekolah
"yah..itu dulu..sekarang aq udah ada buntutnya..tuh..Rido.."Rida menunjuk ke Rida
"ha..ha..ha.."mereka tertawa bersama
"masuk jangan diluar terus.."kata Rida dengan mengandeng Rido yang masih 2tahun
Mereka masuk kedalam ruang tamu dan Rida membawa es jeruk untuk mereka dan cemilan.
"La kapan kamu nikah?udah lama loh hubungan kalian..kasian mas Edo..?"tanya Rida yang ingin melihat Aqilla bahagia
__ADS_1
"entahlah bingung,tadi pagi dia juga mendesak dan sekarang lagi kesal..aq chat cuma di read gak dibales.."Aqilla yang masih bingung
"kamu bingung kenapa?dia baik udah mampan setia sama kamu yang penting tuh La.."kata Rida sedih
"ya nanti aq pikir2 dulu..aq cuma merasa masih terlalu muda dan masih belum banyak pengalaman di masa sendiriku.."jawab Aqilla
"kamu kenapa sedih Da,suami kamu dimana gak kelihatan?"tanya Sinta melihat kesedihan Rida
"dia jarang pulang,mungkin sama wanita lain.."kata Rida membuat Aqilla tersedak air minum
"Ukhuk..uhuk.."batuk Aqilla tersedak
"pelan2 La..aq gak minta es kamu.."goda Fitri
"kamu gak dengar Rida ngomong barusan yang bikin aq kaya gini..?"balas Aqilla
"suami kamu selingkuh.?"tanya Sinta juga terkejut
"mungkin"jawab Rida singkat
"mungkin salah paham Da..."Aqilla masih ragu
"Aq ngecek Hp nya saat dia mandi Hp ditinggal.."Rida diam2 ngecek Hp suami
"kamu bahagia apa ga Da?"tanya Aqilla pengin tau hal rumah tangga
"gila lo..kita2 masih jomblo nih..selain kalian berdua.."Fitri yang geli mendengarnya
"maksud lo karna gue udah tunangan,Edo main bobol gitu..?"Aqilla tak terima
"ya kali diam2..mana gua tau.."kata Sinta menggoda Aqilla
"masih suci gue.."jawab Aqilla jujur
"bener La..lo gak ngapain2 sama Edo ?dia cowo dewasa yang pastinya mau gitu.."kata Rida yang pernah dia alami karna nikah sama beda usia 14thn pria dua anak
"dia pengin tapi ditahan..kita peluk cium bercumbu gak lebih.."pengalaman Aqilla dengan Edo.
"hebat mas Edo..kalo aq yang jadi cowo..aq bobol..cewe cantik yang udah lama dipacari.."ceplos Sinta dan Aqilla melempar bantal
"kasian La kalo harus nahan terus..cowa yang tegang..menahannya buat laki2 menderita.."Rida menjelaskan karna dia udah bersuami
"mungkin.."jawab Aqilla singkat
"Dia juga bilang takutnya hilaf..kalo aq masih menunda-nunda nikah dia gak yakin bisa nahan lagi.."Aqilla mengulang kata Edo
"ya iyalah La,ada cewe cantik sexy mana tahan cowo yang selalu didekatnya..gila lo.."Rida menyalahkan sikap Aqilla
__ADS_1
"mending kamu buru nikah sebelum kamu menyesal kehilangan cowo sebaik Edo..apa kamu cintanya sama Aska..?"tanya Fitri buat Aqilla kaget tersedak silvanya
"ukhuk..uhuk"Aqilla kaget dengan nama Aska
"kenapa kaget gitu..kamu ada rasa kan sama dia dulu..cuma kamu gengsi..karna dia sama Bella..?"Sinta menambahkan karna dia juga penasaran dengan perasaan Aqilla dulu tetang Aska
"jangan gila..aq tunangan mas Edo..aq nyaman dan bahagian sama dia.."jawab Aqilla menutupi perasaanya yang dia sendiri juga bigung
"nyaman dan bahagia tapi cinta gimana..aq tanya cintamu sama siapa..?"tanya Fitri juga pensaran
"jangan bohong sama kami La..kita udah lama berteman.."Rida pura2 kecewa karna Aqilla gak mau jujur dari dulu tentang perasaanya
"gak tau..aq nyaman bahagia sama mas Edo,tapi kalo liat Aska sama Bella jujur aq gak begitu suka..aq sedih didadaku sesak rasanya sakit..rasanya ingin nangis teriak..tapi aq juga gak bisa jauh dari mas Edo,aq kangen cemas menanti dia kalo dia jauh dari aq..aq juga gak suka kalo mas Edo didekati wanita lain.."Aqilla menceritakan perasaanya
"gila lo...serakah itu namanya..masa satu hati dua cinta.."umpat Fitri tertawa
"emang gitu..jujur aq gak bohong..dan lebih ke mas Edo yang benar2 dia cinta sama aq sayang perhatian dan setia sama aq.."pilihan Aqilla karna mengingat Aska hanya membuatnya sakit dan dia juga bukan miliknya
"ya kamu betul La..lebih baik dicintai daripada mencintai..kamu lihat aq..yang gak berdaya dengan suami yang memberi nafkah aja dibagi dua dengan anak2 pertama dia dengan mantan istrinya dulu,meski aq kurang aq gak bisa melawan,dia main perempuan aq hanya bisa diam..meski hatiku sangat sakit..makanya aq gak mau kamu nyesel nantinya jika Edo lelah menunggu dan memilih wanita lain La..dia laki2 dewasa butuh pemenuhan hasratnya dia.."Rida menceritakan rumah tangganya
"sabar ya Da.."minta Fitri dan Sinta memeluk Rida yang menangis
"ya makasih Da kamu udah mau mengingatkan aq..aq nanti bicarakan lagi sama mas Edo"Aqilla merasa sedih dengan rumahtangga Rida dan memikirkan kata2 Rida tetang Edo yang menunggunya
"udah sore kita pulang La..aq masih ada tugas kerjaan yang belum selsai..bisa2 aq dipecat.."kata Sinta yang kerja di koprasi
"ya kita pulang..bentar aq hubungi mas Edo bisa jemput apa ga.."Aqilla berulang kali menghubungi Edo tapi gak dianggat dan chat nya gak dibaca atau dibalas
"sibuk mungkin La..aq antar kamu aja kita lewat jalan tikus.."Fitri bangun dari tempat duduknya.
"aq antar sampai depan aja Fit,kasian tidak kamu kita gak searah...aq naik.angkutan umum aja.."Aqilla gak mau merepotkan Fitri.
Aqilla berhenti dipinggir jalan besar menunggu angkutan dan Fitri sama Sinta udah jalan duluan.
"pak kejalan xx"Aqilla menghentikan angkutan umun naik dan duduk
"kenapa gak dibaca2..lagi apa mas Edo ini harusnya waktunya pulang.."bisik Aqilla dalam hati.
Dia duduk di depan sebelah supir angkut dan saat dia melihat kedepan dan arah berlawanan Aqilla melihat Edo naik motor bersama wanita putih cantik rambut panjang yang umurnya gak jauh dari mas Edo membuat Aqilla sedih dan gak suka karan mereka tertawa bersama dan bahkan tangan cewe itu melingkar diperut Edo.
"jadi ini alasan kamu gak balas chat aq dan gak mau angkat telpon aq.."bisik hati Aqilla yang menahan rasa sakit.
"pak berhenti didepan jalan itu yah.."minta Aqilla yang hampir sampai dijalan rumahnya
"makasih pak"Aqilla turun dan membayar.
Dijalan balik kerumah Aqilla sangat sedih menahan air matanya,dan memikirkan kata Rida yang dia tembak2 sendiri mungkin benar kata Rida karna lama menunggu dia jadi selingkuh dengan wanita yang sepadan umurnya yang siap nikah,dalam pikiran Aqilla.
__ADS_1