
Malam yang dingin dan sepi mereka dalam satu kamar,Cinta Aska dan rasa ingin memeliki tak mau kehilangan atau tidak mau ada penolakan membuat dia kuasai nafsu.Aska masih mengunci badan Aqilla meski dia merontah akhirnya pasrah tak berdaya karna sama2 dikuasai cinta.
"Cukup jangan cium aq lagi Ka..lepaskan aq gak mau kita kebablasan..lepas"rintih Aqilla masih dalam pelukan Aska
"Kenapa kalo kebablas aq siap tanggung jawab,aq ingin segera menikahimu aq gak mau lagi ada penolakan atau akan melakukannya sekarang agar kau gak bisa lagi mengindariku.."Aska berusaha mencium bibir Aqilla
"Dengarkan aq sebenter..jika menerimanya aq aq siap jadi istrimu.."Aska melepaskan Aqilla dan duduk
"Katakanlah..?"Aska membantu merapikan baju Aqilla karna ulah tangannya yang meraba2 Aqilla
"Aq bukan wanita yang sempurna seperti yang kau kira..aq..Evelin.."Aqilla terhenti dan tertunduk
"Ya katakan.."Aska sebenarnya tau kebenaran Evelin tapi dia ingin Aqilla bilang sendiri dari mulutnya
"Aq gak bisa punya anak..Evelin bukan anak kandungku.."Aqilla jujur dan mengalihkan tatapan Aska
"Aq tau Evelin bukan anak kandungmu tapi dia mirip denganmu sama cantiknya..dan aq menerimanya,kedua orangtuaku pun udah tau dan kami tetap sayang padanya.."Aska menyakinkan Aska
"Siapa ibu kandung Evelin dimana dia..?"Aska ingin tau orangtua kandung Evelin
"Nisa, aq gak tau dia udah suami pa belum saat itu umurnya 19th dan dia pulang ketempat asalnya Samarinda dan gak mau lagi berhubungan denganku dan Evelin ada suratnya juga.."Aqilla menjawabnya
"Kasian Evelin La,kita harus menyanyanginya seperti anak kandung kita..dia tetap anak kita.."Aska merasa sedih untuk Evelin
"Tapi tetap saja aq bukan wanita yang sempurna..aq udah lama menikah dan aq gak bisa punya anak..kamu laki2 normal dan sudah punya anak..tapi aq gak bisa memberimu anak..aq gak mau kamu menyesal..sebaiknya pikirkan kembali..banyak wanita yang bisa melahirkan untukmu.."Aqilla tidak mau Aska sedih atau menyesal
"Aq sudah punya anak La dan ada Evelin udah cukup bagiku..kamu gak bisa kasih anak buatku aq terima kalo memang itu yang terjadi aq mencintaimu aq menerima segala kekurangan dan kelebihanmu..itu udah cukup kau menerima cintaku dan kamu mencintaiku.."Aska tak bisa tanpa Aqilla
"Kau menerima tapi aq tidak,aq udah merasakan pernikahan tanpa anaknya awalnya baik tapi kelamaan akan ada guncingan orang dan itu bisa mempengaruhi pernikahan.."Aqilla mengingat masa sulit bersama Edo
"Kamu membuat alasan untuk tidak bersamaku..kenapa untuk bersatu saja harus memikirkan apa yang akan terjadi dan mungkin tidak akan terjadi seperti hal negatif yang kamu pikirkan,kamu hanya terluka dengan rumahtanggamu yang dulu karna bahan guncingan orang lain..dan yang belum tentu akan menimpa kita.."Aska sedih dan kecewa dengan Aqilla yang selalu buat alasan
"Aq mau tes medismu..aq dokter..apa kata dokter selama kalian pengobatan..bukanya kamu pengobatan..tapi itu gak akan mempengaruhiku untuk menjadikanmu milikky,aq gak peduli kamu bisa punya anak atau tidak..jangan alasan terus..aq gak mau lagi nunggu..aq mau kamu ya kamu apapun yang ada pada dirimu.."Aska menatap Aqilla
__ADS_1
"Apa kamu gak menyesal nantinya dan tidak menuntutku soal anak..?"tanya Aqilla membalas tatapan Aska
"Gak akan pernah menuntutmu,kalo kita ditakdirkan punya anak alhamdulillah dan jika tidak kita sayangi Evelin dan apa kamu mau menerima anakku Alfa yang bukan anak kandungmu tapi dari istri pertamaku..?"Aska bertanya balik
"Alfa?"tanya Aqilla
"Ya.Alfa anak laki2ku dan juga anakmu..adik Evelin udah cukup kan buat kita..?"Aska agak memaksa dalam katanya
"Yah..kapan kamu akan mempertemukanku dengan Alfa..?"Aqila ingin mendekatkan dirinya pada anak Aska
"Segera kalo kamu mau akan aq bawa kamu menemui anakku.."jawaban Aska memeluk Aqilla
"Jawab pertanyaanku tetang hasil medismu..jika ada masalah kita bisa obati..aq gak mau kamu kenapa2.."Aska khawartir dengan kesehatan Aqilla
"Seingetku aq cuma dikasih obat penyubur atau vitamin itupun murah,pernah suruh bersihkan tapi aq gak diijinin ibu..kalo mas Edo dikasih obat banyak juga mahal..dokter bilang cairannya kurang ganas dan lemah."Aqilla mengingat2
"Hubungan suami istrinya gimana..?"tanya Aska memastikan yang ada dipikirannya karna dia juga dokter
"Kenapa harus tanya itu..itu kan pribadi..gak mau jawab.."Aqilla memalingkan muka karna malu
"Itu..mas Edo..gak bisa lama hubungannya.."Aqilla menunduk
"Apa yang dilakukan untuk memuaskanmu..?"tanyanya lagi
"hemm dia membuatku bergairah dengan sentuhannya dan ciumanya.."Aq malu
"Untuk membuatmu memuncak klimaks..?"
"Hah..apa itu..?"tanya Aqilla tak mengerti
"Kamu gak tau..?"Aska tersenyum geli
"Kamu udah lama menikah tapi gak tau hal itu..ha..ha..ha"Aska mentertawakan keluguan Aqilla
__ADS_1
"Aq gak mau crita lagi..monggo tertawa sepuasnya.."Aqilla ngambek
"Sayaang..Suami istrik akan saling memuaskan membuat mereka lemas jika udah sampai puncak klimaks laki2 dan perempuan cairanya bertemu dan bisa jadi anak bisa sabar.."kata Aska membuat Aqilla bengong
"Belum ngerti..?"tanya Aska melihat Aqilla bingung dan Aqilla menggelengkan kepala
"Aq yang akan membuatmu sampai puncak klimaks tak berdaya dan ketagihan.."bisik Aska membuat Aqilla geli
"Aq mau pulang aja..aq takut diperkosa.."Aqilla hendak berdiri namun Aska menariknya dan Aqilla duduk dipangkuannya
"Sayang kelemahan ada disuamimu dulu,karna gak bisa memuaskan mu hingga puncak klimaks dan cairanya lemah yang membuat dia gak bisa hubungan lama dan kadang gak mampu mengeraskan..?"Aska menjelaskan dan Aqilla mengangguk
"Karna itu kamu belum bisa hamis,kamu subur karna itu dokter memberi vitamin penyubur saja..saat nanti aq membuatmu menikmati puncak klimaks kamu juga akan hamil..aq gak nyangka calon istriku masih perawan.."Aska meneratkan tangannya diperut Aqilla
"Aq bukan perawan..suamiku sering melakukannya.."Aqilla menjawabnya
"Ya tapi belum bisa membuatmu menikmati surga dunia.."membuat Aqilla bingung
"Aq gak ngerti yang kamu omongin.."Aqilla membuat Aska tersenyum
"Tak lama lagi kamu akan mengerti..tidur udah malam.."Mereka merebahkan badannya disofa yang cukup lebar dan Aska memeluk Aqilla
"Sayang aq akan buat kamu bahagia secara batin yang belum kamu dapatkan aq akan memenuhinya dan secari lahir juga.."bisik Aska sedangkan Aqilla suda tertidur.
Mereka tidur bersama disofa sedangkan Evelin di ranjang Aska hingga masuk pagi dan Evelin merengek.
"Papah..mamah.."Evelin menangis dan membangungkan Aqilla dan Aska
"Sayang kok nangis..kenapa..papah dan mamah disini sayaang..?"Aska dengan sayang
"Papah gak tidur sama Evelin..?"tanyanya
"Tidur..tapi papah udah bangun duluan dan duduk disofa sama mamah..kenapa..Evelin takut..?"Tanya Aska dan Evelin mengangguk
__ADS_1
"Mamah mau masak dulu..Evelik gak usah nangis lagi..udah sama papah.."Aqilla turun kebawah
Aqilla sibuk memasak dan setelah masak mereka makan bersama dan Aqilla bersama Evelin berpamitan pulang.