
Edo berangkat kerja berniat menghampiri om nya untuk berunding kalo dirinya akan mengundurkan dirinya dari kerjaan dan menceritakaan alasanya pada om yang telah memberikan dia kerja.
"Ada apa Do? kamu cariin om..?"tanya adik ayahh Edo
"ya om..aq mau risen,om tau alasannya karna aq udah pernah crita sama om..aq mau calon istriku mutusin hubungan kami..dan mungkin bulan depan aq nikah om..Aqilla udah setuju.."Edo minta ijin
"ha..ha..kamu juga takut dikejar Mutia terus, om tau kamu selalu sembunyi dan menghindar.."om tertawa
"ya bagus Do, om juga gak mau kamu menuruni ayahmu..kalo ini lebih baik om mengerti Do,kamu bisa pindah kerja ikut teman om,besok om bilang dia.."kata om yang sayang sama om dan memeluknya
"ya om makasih.."Edo membalas pelukan om
Edo bergegas membereskan peralatan kerjanya dan Mutia datang menghampirinya dengan senyum manis dan menggoda yang main tempel aja kaya perangko.
"Mas Edo masih pagi kok udah beres2,ini kan masih banyak kerjaan mas.."Mutia yang menempelkan lengannya di lengan Edo
"Ya aq risen mulai hari.."kata Edo mengalihkan pandangannya
"Apa mas..risen gak salah..kenapa risen..?"tanya Mutia terkejut sedih
"Aq mau ngurus pernikahanku..udah didepan mata.."Edo sengaja memberitahu
"Kamu masih banyak rekan kerja yang lain.."kata Edo lagi, karna melirik Mutia yang sedih dan kecewa
"Aq sukanya sama kamu mas..bukan orang lain..aq cinta sama kamu..bukanya tunangan mas bilang masih kecil lalu kenapa buru2 nikah..dia gak pantas buat mas..mas pantasnya sama aq..kita cuma beda dikit..masih kecil mana bisa ngurus rumah tangga.."Mutia tak terima merasa sakit hati kesal sedih kecewa marah.
"kamu belum tau calon istriku ,aq gak suka kamu ngomong remehin calon istriku..mungkun dia kecil perbedaan kami jauh tapi saling melengkapi dan sayang, aq ga peduli dia gak bisa ngurus rumah tangga tapi aq bisa..aq yang minta dia untuk secepatnya jadi istriku karna aq gak mau kehilangan dia, aq mencintai dia dari masih sangat kecil SMP dia sekarang 19 tahun udah pastas aq nikahi.."Edo tak terima Aqilla dikatain apalagi dia tak mengenalnya dan bergegas pergi pulang.
"Mas..tunggu..mas Edo.."Mutia mengejar Edo tapi dia udah jauh dengan motornya,dan om Edo melihat Mutia kesal dan nangis.
__ADS_1
"Kenapa Mutia..ada apa..nangis..?"tanyanya pura2 tak tau perasaan Edo
"Om mas Edo risen.."Mutia menghapus air matanya
"Ya om tau..dia udah ijin sama om.."jawab om nya
"Kenapa om ijinin..ini kerjaan yang bagus dan dia pemula..mau dimana lagi dia kerja kalo bukan disini om.."Mutia merehkan Edo
"Dia memang pemula tapi Edo bukan pria yang bodoh..dia cepat belajar dan mengerti, aq tau dia sejak kecil dia pekerja keras dimanapun asal dia mau bisa.."jawab om yang tersinggung keponakannya diremehkan
"Tapi om..ini pekerjaan bagus dan tepat buat dia..gajinya juga cukup besar...om minta dia kembali kerja disini..aq yang akan bilang ayahku"Mutia maksa om agar Edo kembali
"Bagi Edo yang penting sekarang pernikahannya..karna dia udah nunggu calon istrinya dari dia masih kecil..dan sekarang udah siap dinikahi manamungkin Edo membuang waktu dengan kerjaan..kerjaan bisa dimana aja.."jawab om nya yang ngerti cemburunya Mutia saat ini
"Masih banyak pekerja lain..jadi gak perlu khawatir.."om nya pergi meninggalkan Mutia
"Kamu kenapa Mutia?pulang2 ngamuk marah2..?"kata ayahnya keras yang melihat anaknya emosi
"Ayah kenal mas Edo kan yang antar Mutia kemarin..? dia risen dari kerjaan kita yah..dan dia mau nikah.."Mutia sedih dan nangis
"Dia risen dan mau nikah kenapa kamu yang marah sedih dan nangis..?"tanya ayahnya tak mengerti
"Mutia cinta sama dia yah..ayah tolong suruh dia kembali..minta om Dani untuk membawa Edo kerja..masalah nikah Mutia yang akan menggagalkan pernikahan dia yah.."Mutia memohon
"Jangan gila kamu..dari awal kamu tau dia udah bertunangan pak Dany juga udah memberitahu kalo keponakannya udah tunangan lama hertahun2..nunggu calon isyrinya yang masih kecil..kamu jangan merusak hubungan mereka..Edo udah nunggu lama calon istrinya..semua di kantor juga tau cerita ini dari pak Dani..kalo keponakannya laki2 yang setia..!"bentak ayahnya pada anaknya yang meski udah dewasa tapi keras apapun yang dia mau harus
"Aq gak peduli yah..aq cinta dan sayang sama mas Edo..aq mau dia jadi milikku.."Edo masuk kamarnya dengan banting pintu dan mengamuk memotong pergelangan tanganya agar ayahnya mau menurutinya
"Mutia jangan gila kamu .."Ayahnya masuk dan melihat anaknya udah berdarah dipergelangan tangannya dan pingsan.
__ADS_1
"Satpam..cepat sini bantu aq membawa Mutia kerumah sakit"minta ayah Mutia yang cemas
Setelah dirumah sakit Mutia dirawat dan masih belum sadar,Ayah Mutia menghubungi Dany om Edo untuk datang kerumah sakit.
"Ada apa dengan Mutia pak..kenapa bisa sampe disini tadi dia baik2 aja di kantor.."om Dany terkejut melihat Mutia yang masih belum sadar
"ini karna keponakanmu Edo, anakku mencintai Edo..dia tak terima Edo keluar kerja dan mau nikah..dia minta aq untuk menyuruhmu bawa Edo kerja lagi dan menjodohkan mereka..aq tau ini gak mungkin tapi aq seorang ayah yang gak mau anaknya sedih dan mati..bicaralah sama Edo atas namaku dan beritahukan hal ini.."minta bos om yang membuat om nya bingung.
"semua keputusan ada sama Edo pak..aq hanya menyapaikan saja..aq permisi.."om Danu keluar dari rumah sakit.
Om Dany langsung kerumah kakanya menemui Edo yang sedang mengurus surat untuk nikahnya,dan bersiap untuk nanti sore kerumah Aqilla.
"Mas aq mau bicara ini penting aq juga bingung mau mulai darimana dan tolong mba panggil Edo.."minta om Dany yang kebingungan
"Bu panggil Edo..ada apa Dan..?"tanya ayah yang tak mengerti dan istrinya memanggil Edo yang lagi nyiapkan berkas2nya dan Aqilla.
"Ada apa om..gelisah banget..bukanya ini masih jam kerja..?"
"Do Mutia bunuh diri..karna kamu keluar kerja dan mau nikah..dia mencintain kamu,dia sekarang masih belum sadar masih dirumah sakit..bos om minta om kesini dan bicara sama kamu.."Om memceritakan
"Om tau aq seperti apa..dan perjuanganku mendapatkan Aqilla dan menunggunya bertahun2 untuk menjadikannya istri..kami akan segera nikah..Edo lagi ngurus suratnya dan tanggal dan hari keluarga kita udah menentukan dan tinggal bilang kekeluarga Aqilla om..aq gak mau pernikahanku dan Aqilla sampai gagal..aq cinta sama dia dan hanya dia yang jadi istriku.."Edo yang tau maksud dari bos om Danya
"Yah kita sore ini langsung nikah aja,aq gak mau sampe ada masalah dan sampai gagal..aq udah ngurimus suratnya..dan untuk pestanya kita gampang menentukan harinya..pak penghulu masih sodara paman,ayah hubungi paman minta penghulu datang sore ini..aq mau kerumah Aqilla..om nanti ikut aja..gak usah pikirin yang lain.."Edo langsung kerumah Aqilla.
"giman ini yah?Edo juga gak bisa hidup tanpa Aqilla..mana mungkin aq mengorbankan kebahagian dan hidup anaku Dan.."ibu Rahyu bingung
"Dan kamu tau keponakan lebih dari mas..Edo sejak kecil sama kamu..pernikahan mereka gak mungkin batal karna permintaan bos mu dan anaknya..gak mungkin mas menyakiti keluarga Aqilla dan Aqilla apa lagi keponakanmu sendiri.."ayah Edo mberi pengertian adiknya
"ya mas jalan satu2 mereka cepat menikah..aq juga mau Edo bahagia..Edo juga seperti anakku..agar tidak lagi diganggu anak bosku yang tergila2 dengan Edo,apalagi mereka banyak uang dan sifat anaknya sangat keras mas..aq ikut mas,aq pulang dulu bersiap.
__ADS_1