
Aska setelah memeriksakan dirinya dia kembali kerumah dan hunghubungi orangtuanya dan menceritakan semua cerita yang saat ini dialami dalam rumah tangganya.
"Kamu udah benar memeriksakan diri Ka dan kita tunggu hasilnya dan itu akan bisa membuktikan pada istrimu.."Aksa menceritakannya
"Sekarang Aqilla gimana..? "tanya papah nya
"Dia masik menangis dan mengunci dirinya dikamar pah gak makan gak minum aq khawatir sekali.."Aska sedih dan khawatir
"Mamah akan kesana nunggu papah libur menjaga Aqilla kamu yang sabar yah..? "minta mamahnya
Aska sangat gelisah khawatir karna hampir dua hari Aqilla tidak keluar kamar dan tidak makan dan minum hingga bandanya lemah untuk menangis mengingat kejadian Aska dan Bella.
"Sayaang.. buka..La.. buka pintunya atau aq dobrak pintunya.."Aska dan Rendi dibalik pintu
"La.. buka atau aq dobrak! "teriak Aska lagi
"Kita dobrak Ren,aq khawatir dari tadi gak ada suaranya..?"Aska dan Rendi mendobrak pintunya
"Bruukk"pintu terbuka dan Aqilla terkulai lemas dan lemas diranjang dengan mata tertutup
"Sayang buka matamu.. yaang..? "Aska menangis
"Kita periksa Ka..aq ambil impus dulu..dia sangat lemah.. "Rendi berlari nuruni tangga dan mencari kotak
Setelah menemukanya Rendi kembali dan Aska memasang selang impus dan berjaga semalaman disamping istrinya hingga pagi. Aqilla mencabut selang impusnya dan menahan rasa bau darah dengan tenang dan mengusap dan membersihkan sedangkan Aska masih tertidur pulas karna semalaman berjaga.
"Mba Aqilla udah sehat..?apa mau makan ?bibi udah masaka bubur..?"Aqilla menggeleng dan Evelin menghampiri mamahnya dengan semangkuk bubur.
"Mamah gak boleh sakit,Evelin takut mah..mamah gak boleh ninggalin Evelin kaya papah Edo.. Evelin sayang sama mamah.. "Evelin menyuapi mamahnya bubur dan Aska dan Rendy melihatnya Aqilla makan dari tangan kecil Evelin
__ADS_1
"Ka kita minta Evelin menyuapi Aqilla makan,Aqilla hanya nurut sama Evelin.. "kata Rendy dan Aska mengangguk menghapus air matanya
"Mamah gak akan ninggalin Evelin, mamah hanya punya Evelin.. "Aqilla membuka mulutnya sambil nangis
"Mamah jangan sedih jangan nangis lagi.. Evelin gak nakal.. Evelin anak mamah..sayaang sama mamah.."Evelin menghapus airmatanya
"Iya mamah gak nangis lagi.. "7Evelin berfikir dalam hatinya,tujuannya hidup untuk putrinya dan akan berusaha kuat untuk Evelin
"Mamah hanya akan hidup dan kuat buat Evelin.. tetaplah bersama mamah karna mamah gak bisa hidup tanpa Evelin.. kita akan selalu bersama selamanya baik susah ataupun senang.. janjilah sama mamah kamu gak akan ninggalin mamah dan hanya mamah satu2 buat Evelin gak ada yang lain..? "Aqilla minta pada anaknya karna dia menganggap hanya anaknya sekarang dalam hatinya.
"Mamah kalo Evelin udah besar jadi dokter punya uang banyak kaya papah, uangnya buat mamah semua.. Evelin beli rumah besar buat mamah sama Evelin jadi mamah gak sedih lagi.. "Evelin. memeluk mamahnya
"Mamah gak perlu uang.. mamah juga gak mau rumah besar.. mamah minta Evelin selamanya bersama mamah dan hanya milik mamah.. dan mamah milik Evelin..mamah janji gak sedih lagi demi Evelin,hidup mamah kan untuk Evelin.. "Aqilla memeluk anaknya dan menghapus air matanya
"Sayaang kita jalan2 yah.. maafin mamah yah gak pernah aja kamu jalan2.."Aqilla tersenyum dan menggandeng Evelin.
"Tunggu Ka.. biarin mereka menghirup udara segar.. kita buntututi aja dari belakang.. Aqilla masih marah padamu.. "Saran Rendy
"Apa yang dia lakukan dimobil, kenapa berhenti sangat lama disana.. apa mobilnya macet Ren..? "Aska membuntuti agak jauh dan tak henti kearah Evelin
"Tunggu sebentar lagi Ka.. mungki dia lagi hubungi keluarganya "kata Rendy
Aqilla menghubungi no yang ada dipapan dan mereka melanjutkan berkomunikasi lewat chat dan Aqilla melajukan mobilnya lagi ketaman dan berhenti.
"Sayang ayo kita turun.. "minta Aqilla pada Evelin
"Mamah disini masih sepi..? "tanya Evelin yang tak melihat anak kecil lainya
"Gak pa2 Evelin temani mamah duduk disini.. kita beli makanan dulu.."Aqilla menghampiri pedagang keliling dan membeli jajan untuk Evelin dan minuman untuknya
__ADS_1
"Evelin mulai sekarang hanya ada mamah dan ibu Evelin.. kita nanti akan berdua aja lagi seperti dulu..apa Eveli gak pa2 jika nanti kita cuma mamah dan Evelin bersama dan gak ada papah Aska seperti kita dulu sayang.. ?"tanya Aqilla yang memikirkan kemungkinan buruknya karna dia juga harus menepati apa yang pernah diucapkan.
"Papah kenapa mah..? "tanyanya bingung
"Dengerin mamah.. papah Evelin papah Edo dan papah Edo udah meninggalkan kita.. papah Aska papahnya Alfa dan mereka akan bersama seperti mamah dan Evelin bersama berdua aja.. "Aqilla bingung cara menjelaskan
"Yah gak pa2..mamah sama Evelin saja..kita berdua.. hanya mamah sama Evelin kaya dulu.. gak ada papah Edo kan mah..? "Evelin mulai mengerti
"Iya sayang dan ini rahasia.. janji sama mamah.. dan Aqilla gak boleh cari atau tanya papah Aska saat kita berdua.. karna hanya ada mamah dan Evelin.. "Minta Aqilla pada anaknya karna dia harus memikirkan kemungkinan buruk dan menguatkan hatinya.
"Yah Evelin janji.."mereka bertemu jari kelingkingnya
Aska bertanya-tanya dan menebak apa yang dibicarakan antara Aqilla dan Evelin yang membuatnya penasaran.
"Ren apa yang mereka bicarakan.. dan janji apa yang mereka buat..? "tanya Aska pada Rendi
"Kita jauh disini kamu kira aq para normal.."Rendy yang mulai lelah
"Aq takut sekali Aqilla akan meninggalkanku Ren..meski hatinya rapuh tapi dia kuat hidup sendiri..aq sangat takut sampai aq gak bisa berfikir lagi.. "Aska meneteskan airmatanya
"Ka hallo kalian dimana..?pulanglah mamah dan papahmu dirumah dan disini juga ada orangtua Bella..?"mamahnya menghubungi Aska dan menutup telponya
"Ren apa yang aq pikirkan mereka terjadi.. saat ini orangtuaku dan orangtua Bella ada dirumah.. "Aska menghembuskan nafasnya
"Hasil tes Ka..? "Rendi ikut cemas
"Masih satu minggu.. Anthon sibuk kamu bantu aq desak dia Ren.. aq takut sekali kehilangan Aqilla,aq gak sanggup tanpa dia"Aska meneteskan airmatanya sangat sedih
"Brengs-k kenapa aq harus kejebak lagi sama perempuan gila itu.. aq udah bisa menebak gak mungkin istriku nabrak dia.. dia pasti yang menabrakkan dirinya.. bodohnya istriku luluh dengan dia.. hatinya terlalu baik udah dicaci maki masih menolong orang yang akan merusak rumahtangga kita.. Anj-ng! "Aska kesal dan marah
__ADS_1
"Kita hadapi Ka kita pulang,kita dengar mereka ngomong apa dan kita tunggu hasilnya.."Kata Rendy dan Aska mengangguk dan berjalan kembali pulang dengan hati cemas akan kehilangan istrinya dan pergi jauh darinya.