
Lia membereskan pakainnya dan anaknya dan kembali pulang kerumahnya meski Aska memohon padanya tapi sakit hati Lia membuatnya kekeh pergi dari Aska.
"Lia tolong jangan begini..jangan hanya karna masa lalu kita jadi begini..aq mohon jangan tinggalkan aq Li..aq sayang sama kalian.."Aska memohon
"Masa lalu tapi masih tetap hidup dimasa depanmu buat apa..aq gak mau terluka lagi..kamu udah membohongi aq selama 4tahun lebih itu udah cukup buatku.."Lia dengan sakit hatinya
"Ya aq ngaku salah,tapi kita gak bisa begini..kita sudah punya anak..aq bisa jadi suami dan papah yang baik buat Alfa.."Aska memaksa
"Kamu memang suami yang baik tapi sebatas kewajiban dan gak lebih..aq gak mau..aq mau suami yang mencintaiku menyanyangiku dan hanya aq satu2nya dihatinya..apa kamu bisa..?"Lia memojokan Aska,dan dia tak bisa berkata apapun dan Lia pergi dengan anaknya dengan taxi.
Sudah berhari2 dan berbulan2 Lia tinggal bersama keluargannya dan meski Aska datang menemui Lia dan anaknya,Lia tetap masih enggan pulang dan kembali sama Aska.
"Li tolong maafin aq kita pulang kerumah dan hidup bersama lagi..jangan begini.."Aska memohon
"Kamu bisa buat aq satu2nya ada dihatimu.."Lia mengulang pertanyaan yanga sama yang sulit Aksa menjawab
"Aq akan berusaha membuat kamu satu2nya dihati aq Li..semua orang butuh proses dan waktu..dan kalo kita bersama dekat aq yakin aq hanya akan memcintai kamu.."Aska jujur berusaha menghapus Aqilla meski sulit
"Itu berarti belum dan mungkin gak akan pernah bisa..aq gak mau ikut denganmu pulanglah dan urus surat perpisahan kita "minta Lia yang udah gak bisa mengampuni Aska
"Kita udah menikah hampir dua tahun dan anak kita Alfa akan berumur dua tahun..jangan bicara seperti itu..kita pikirkan Alfa Li.."Aska masih mendesak Lia
"Kamu gak perlu khawatir..aq bisa menjaga Alfa dan merawatnya dan aq juga masih kerja..jadi dia gak akan kekurangan apapun..aq jadi istrimu tapi berasa selingkuhanmu dan aq gak mau.."Lia pergi kekamarnya dan Aska pulang dengan wajah sedih.
Dalam kesedihan Aska menyibukan diri dengan belajar dan kerjanya karna mendekati ujian akhir kelulusan dan dia menjadi dokter meski tanpa dampingan istri dan anaknya.
"Ka giman Lia..?"tanya Rendi melihat temannya sedih
"Dia minta cerai Ren..aq udah berusaha minta maaf bujuk dia bolak balik aq kesana hasilnya nihil.."Aska sedih
"Kamu masih belum bisa melupakan Aqilla..?"tanyanya Dan Aska menggeleng
"Pantas aja Lia minta cerai mana mau punya suami tapi mencintai orang lain.."jawab Rendy
"Apa aq harus menceraikan Lia Ren karna dia gak bahagian denga sikapku.."tanya Aska bingung
"Itu kamu yang berhak memutuskan Ka aq gak bisa ngomong apapun..kamu sabaiknya bilang pada orangtuamu dan minta pendapatnya.."saran Rendy
"Setelah kita selesai sekolah.."kata Aska
AQILLA
Dalam rumah tangga Aqilla yang gini gak lelah mengurus suami yang sering kumat dan bahkan Edo meminta Aqilla untuk menggantikan dia kerja dan diijinkan oleh om nya karna ditempat kerja juga banyak cewe yang ikut bergabung kerja. Edo dengan sabar mengajari istrinya hingga dia bisa dan sekarang udah mampu dilepas kerja.
"Sayaang makan dulu sini mas suapin duduklah.."Minta Edo dengan menahan rasa sakit kepalanya tapi masih sayang dan perhatian sama anak dan istrinya
__ADS_1
"Tapi udah telat yaang .."Aqilla gugup
"Makan dulu penting yaang.."Edo menyuapi istrinya yang gini mengantikan dia dan dia menjaga Evelin yang kini usia 3tahun udah pintar bicara.
"Mamah mau kerja.."tanya Evelin yang juga disuapi Edo
"Ya sayang buat beli obat papah,Evelin doa buat papah biar gak sakit lagi dan kita bisa liburan ya yaang..renang nih kasian Evelin dirumah terus.."Aqilla berharap suaminya sehat
"Yaang kamu hati2 yah..ingat semau yang mas ajarin dan sabar disana karna dunia kerja keras dan banyak persaingan .."Edo mengingatkan istrinya
"Harusnyq mas yaang kerja buat kamu dan Evelin tapi mas gini..kepala mas gak sembuh2.."Edo sedih
"yaang nanti sore kan kita cek..minta suntik aja..kemarin karna gak disuntik jadi kamu masih senut2,aq gak ijinin kamu kerja karna aq akan takut lagi kalo kamu tiba2 jatuh pingsan.."Minta Aqilla untuk Edo stay dirumah
"Yaang mas beruntung banget punya istri kamu..mas sayaang sama kamu.."katanEdo mencium kening istrinya akan berangkatnkerja
"Hati2 yaang.."Edo pada istrinya
Sudah hampir satu tahun Aqilla yang dulu berasama bareng tapi karna Edo jatuh pingsan ditempat kerja membuat Aqilla yang menggantikan kerjaan suaminya karna Edo juga yang minta karna kerjanya bagus dan tidak berat.
"La bagaimana dengan Edo..apa kepalanya masih kumat2tan..?"tanya om Dany omnya Edo
"Ya masih om..nanti sore cek dokter lagi.."jawab Aqilla yang sedih melihat suaminya sakit
"Kamu yang sabar La..selalu dukung Edo.."minta om nya yang sangat sayang sama Edo
Edo menemani anaknya bermain dan hampir setiap hari keluarganya bergantian berkunjung karna takut Edo pingsan lagi jika rasa sakit dikepalanya kembali kumat.
"Do gimana..apa udah mendingan..?"tanya ibunya
"Sama aja bu..masih senut2 bikin Edo gak kuat bu.."kata Edo sedih
"Kamu jangan bilang gitu Do bikin ibu sedih kamu semangat buat istri dan anakmu.."Ibunya meneteskan airmatanya
"Bu Edo juga pengin sehat bisa mendampingi istri dan anak dan berama ibu..tapi jika Edo seperti ini terus dan Edo gak kuat Edo juga pasrah bu.."Edo udah pasrah
"Bu jika Edo pergi lebih dulu,ibu tetap anggap Evelin anak Edo ccucu ibu dadi Edo..sayangi dia bu kasian.."
"Do kamu jangan bilang begitu..kalo harus mati,ibu yang duluan Do bukan kamu..kita akan sama2 sayang sama Evelin hingga dia tumbuh dewasa menikah Do..kamu akan sehat dan sembuh.."Doa ibunya
"Ya bu amin"
Setelah ibunya pulang,Edo menyiapkan makanan untuk iatrinya karna sudah sore Aqilla pulang.
"Sayaang kamu dimana..aq pulang..Evelin mamah pulang.."Aqilla baru saja pulang kerja
__ADS_1
"Mas didapur sayaang..kamu mandi dulu..mas lagi masak buat kamu.."Edo masih sibuk masak
"Yaang harum banget masaka apa..jadi laper.."Aqilla mencium pipi suaminya dan Edo tersenyum
"Ayam kecap..sana mandi dulu..bau nih.."goda Edo mengendus2 badan Aqilla
"Yaang apaan sih..namanya pulang kerja ya bau.."Aqilla memukul bahu suaminya dan Edo tertawa
"Evelin mana yaang..?"tanya Aqilla
"Sama ibuku dibawa..kita kan mau kedokter kamu lupa..apa kita gak usah kedokter..buang2 uang.."Edo pasrah dengan rasa sakit dikepalanya yang seperti makanan buatnya
"Kamu udah gak mencintaiku..karna itu kamu menyerah..gak ingin bersamaku hingga kita tua.."tanya Aqilla sedih dan Edo mematikan kompornya karna udah matang
"Sayang aq sangat mencintaimu makin hari makin cinta sama kamu..aq juga ingin menua bersamamu..dan membesarkan anak kita..tapi kamu cape kerja dan uangnya habis buat beroobat tapi aq masih gini2 aja.."Edo marah pada dirinya sendiri
"Terserah kamu.."Aqilla marah karna lagi2 Edo bahas uang dan berlari kekamar nangis.
"Sayaang..maafin mas yah..jangan nangis mandi dan kita makan trua kita kedokter.."Edo memeluk istrinya dan berusaha semangat kembali dan membuat Aqilla senang
"Apa mau aq mandiin yaang..udah lama aq gak mandiin kamu.."goda Edo
"Yaang jangan mengangkatku kamu masih sakitkan kepalanya.."Aqilla memukul dada suaminya
"Yang sakit kepala tapi yang bawah minta jatah yaang.."Edo melepaskan baju istrinya dan dirinya dan menguyur badannya dan badan dirinya.
"Yaang mas cukur yaa dibersihkan dulu..kamu wanita tapi jorok gak mau bersihin sendiri.."Edo mengambil gunting dan mencukur rumput Vnya dan memainkannya
"Itu kan tugasmu yaang..he..he.."Aqilla menggoda balik suaminya
"Hemm udah pintar yah..ini yang buat mas semangat dan gak mau ninggalin kamu.."kata Edo mencubit hidung istrinya
"Tentu saja..kita akan selalu bersama"Aqilla mencium bibir suaminya dan mereka saling *******
"Yaaang aq muasin kamu dulu,duduk buka pahanya "Edo memainkan V nya lagi hingga istrinya mendesah gak tahan
"Aakk..aaaakh yaang gak tahan lagi..masukin yaang..udah gak kuat.."minta Aqilla memegang junior suaminya dan menepelkan pada Vnya
"Aq sayaang sama kamu yaang "Edo memasukannya dan menghentakan naik turun
"Aq juga saayang yaang aaakh.."Aqilla membalasnya menikmatinya dan mendesah bersama dikamar mandi.
"Aaakh"Edo mengeluarkan cairan putih
"Apa kamu puas yaang maaf yah gak bisa lama.."Edo mencium bibir istrinya
__ADS_1
"Aq puas yaang kamu pintar buat aq bergairah dan tak bisa menahannya dan meski bentar tapi aq udah puas duluan sebelum kamu..aq menikmatinya yaang.."Aqilla mencium bibir suaminya.