Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Alina sama dengan Aqilla dan Aska


__ADS_3

Aqilla dan ketiga anaknya sudah siap setelah bangun tidur siang dan kedua mertuanya juga sudah siap begitu pula Aska yang udah dimobilnya akan jadi supir buat mereka. Meraka dengan gembira pergi bersama dan tujuan pertama kebun bunga yang ingin dikunjungi Aqilla dan mamahnya.


"Sayang pake ini dulu biar gak digigit nyamuk karna dikebun pasti banyak nyamuk.. "mamah mertuanya mengusap pada ketiga cucunya dan memberikan pada suami untuk membantu mengoles cucunya


"Yah mah benar lagi banyak DB.. "Aska yang juga mengoleskan pada kedua tangan istrinya dan dirinya


"Ayo mah turun kita pilih bunganya.. "Aqilla merangkul lengan mamah mertuanya


"Iya sayaang,pah jagain cucu2 kita sama Aska.. ?"minta istrinya


"Gak mau, kakak juga mau pilih bunga.."Evelin yang juga suka bunga


"Dedeg gak mau, kotor nanti dedek jadi jelek.."Alina yang sangat mirip dengan sifat Aska suka kebersihan


"Disini kebun bunga dek, ya banyak tanah.."Evelin pada adiknya


"Ya udah dedek sama kakek aja.."mamah Maria pada cucunya


"Sama mah miripnya tuh mah sama sifat papahnya anti kotor dan harus bersih.. "Aqilla yanh sering dikomplen untuk mandi oleh suaminya


"Yaang kan aq yang buat jadi mirip he.he"canda Aska


"Aska jangan mulai ini tempat umum"mamahnya


"Gak peduli sama istri sendiri kan yaang.. ?"Aska dan Aqilla menghela nafas


"Ayo mah kita kesana daripada dengerin canda Aska bikin sakit perut.."Aqilla menggandeng Evelin


"Dedek Aksa gak ikut mamah..?"tanya Aska


"Gak mau, bunga itu untuk wanita pah dan Aksa kan cowo.."Aksa buat kakeknya tertawa.


"Dedek cewe tapi gak suka bunga..?"kakeknya


"Gak mau kotor ada cacing ih jijik.. "Alina buat Aska dan kakeknya tertawa


"Pah kita duduk disana sambil minum kopi lagian nunggu mamah sama istriku akan lama.."Aska mengangkat Alinna karna akan menyebrang jalan


"Aksa sini kakek gemdong jangan jalan sendiri ini jalan raya sayang.. "kakeknya


"Gak mau, Aksa udah besar kek, malu-maluin aja.. "kakeknya terseyum


"Ya udah kakek gandeng aja yah gak boleh jalan sendiri.."Pak Akbar menggandeng cucu laki-lakinya.


Mereka duduk diwarung jalanan yang menyediakan kelapa muda kopi dan es serta gorengan. Aska memesan gorengan dan es kelapa muda untuk papah dan dirinya serta kedua anaknya yang minta sama. Alina yang melihat keseliling dia gak merasa nyaman dan tidak mau makan gorengan.


"Dek ayo makan jangan minum es degan terus..? "Kakenya yang melihat cucunya menyruput es

__ADS_1


"Pah jangan ditanya nanti bikin kita gak enak sama penjualnya..? "bisik Aska dan menutup mulut putrinya


"Mana mah kek, dedek makan ditempat ginian bisa mutah dia kaya mamah yang liat darah.?"Aksa menutup mulut Alina tapi Aksa sayang nrocos


"Kenapa dek..? "tanya pemilik warung yang merasa makanannya bersih


"Gak pa2 pak gorenganya enak, cuma putriku gak suka aja makan gorengan.."Aska melotot pada kedua anaknya.


"Oh gitu yah.. "penjualnya tersenyum


"Anak jaman sekarang pak sukanya es cream.. "pak Akbar mengerti sekarang kalo cucunya yang anti kotor dan pilih-pilih tempat untuk makan


"Habisin minumannya kita kemamah dan nenek udah selesai pa belum..? "Aska yang takut anaknya akan menyingung lagi.


"ini pak uangnya.. "pak Akbar membayar


"Tunggu pak kembaliannya..? "kata penjual


"Gak usah pak, buat beli rokok bapak.. "pak Akbar dengan senyum menggandeng cucunya.


Aska mengangkat Alina yang udah merasa mual sedari tadi dan Aska menurunkan dipinggir jalan dan memijat tengkuk Alina yang mutah-mutah dan pak Akbar menggelengkan kepalanya sambil menggandeng tangan Aksa.


"Tuh kan kek dedek mutah-mutah karna gak suka kek jijik sama makanan disitu.."Aksa berbisik pada kakeknya


"Ka kamu udah paham betul putrimu alerga tempat yang menurutnya kotor kamu ajak kita kesana.. ?"pak Akbar pada Aska


"Alina kan gak makan gorengan pah, cuma minum es degan aja tapi ini sama kaya Aqilla yang liat darah juga mual mutah.."Aska membersihkan mulut Alina


"Dedeg gak boleh ngomong gitu didepan penjualnya yah nanti bikin sedih kasian, dia kan jualan buat cari untuk makan anaknya dan keluarganya seperti kakek dan papahmu kalo dedek gak suka diam aja yah gak usah dimakan atau minum tapi jangan sakiti hati penjual kasian.. "nasehat kakek


"Dan kakak Aksa juga harud diam nutupi dedek, kasian kan tadi jadi sedih dengerin kamu ngomong.. "kakek pada Aksa


"Yah kek.. "Aksa dan Alina mengangguk


"Dedek gak mau kekebun kotor, kita ketoko itu aja kek beli escream.. "rengek Alina


"Ka kamu susul mamah dan istrimu, biar papah bawa anak-anakmu kemini market.."minta papah dan menggandeng dua cucunya.


Pak Akbar menemani kedua cucu main didepan mini market yang ada mobil-mobilan pake listrik sambil menyuapi kedua cucunya es cream dengan duduk disamping kedua cucunya yang asyik main.


"Kakek suapi yah tapi jangan bekas kakak aq gak mau.."Alina yang jijian


"Iya kakek tau.. "Kakek memegang dua bok kecik es cream dan menyuapi mereka bergantian


"Dek kamu bekas kakak kamu aja jijik..?"kAkeknya


"Kakak ilerana gak pernah gosok gigi"ejek Alina pada kakaknya

__ADS_1


"Kamu tuh yang ileran dan jarang gosok gigi makanya giginya jelek.. "balas ejek Aksa


"Udah jangan bertengkar lagi kalian sodara harus rukun.."kakeknya sabar


"Kakek matanya kita beli mainan..? "Aksa menagih janji


"Iya sayang nanti nunggu nenek sama mamahmu datang yah dan nanti ketoko mainan.. "Kakek tersenyum


"Mamah, kakak Evelin dan ini dedek itu lama kalo belanja kek, Aksa gak suka ikut.. "Aksa yang kadan bosan ikut mamahnya mutar2 gak jelas menurut


"Iya mereka kan cewe, cewe memeng gitu sayang beda dengan cowo jadi kamu harus sabar.. "kakeknya mengusap rambut Aksa


"Membosankan.. "Dengus Aksa


"Belanjan kan menyenangkan yak kek..?"Alina yang sama dengan mamah dan kakaknya


"Iya bagi cewe sepertimu tapi bagi cowo membosankan sayang karna cowo gak suka mutar-mutar.. "kakeknya bergantian memgusap rambut panjang Alina.


"Kakek nanti Alina beliin boneka yah yang baru sama mainan masak-masakan? "minta Alina


"Iya sayaang nanti kalian pilih aja.. "kakek mengangguk.


Aska menghampiri istri,putri dan mamahnya yang masih sibuk memilih dan melihat-lihat bunga yang lain. Aska mengekori mereka dan ikut memberikan pendapatnya.


"Yaang mana anak-anak dan papah? "tanya Aqilla melihat keseliling


"Ditoko mini market karna tadi Alina mutah-mutah.. "Aska menjawabnya buat neneknya yang belum paham cucunya cemas


"Kenapa dedek bisa mutah, apa dia masuk angin..? "tanya mamah cemas


"Kamu aja kemana tadi, yang buat Alina mutah..? "tanya Aqilla yang udah paham dan Aksa cengingisan


"Pasti papah ajak dedeg kewarung dijalan itu makannya dedek mutah.. "Evelin udah paham karna dia juga pilih-pilih beliin adiknya jajan


"Apa hubungannya warung itu dengan adek kamu sayaang.. "Tanya Nenek Maria


"Alina alergi tempat yanh kotor mah, dia jijik dengan tempat ginian dan makanan yang menurutnya gak bersih, dia akan mual dan mutah sama seperti mamahnya yang takut darah.. "Aska menjelaskan


"Oh jadi cucu mamah gak kuat dengan bau ginian dan kotor-kotor pantas aja kalo ada jajannan lewat mamah beliin gak dimakan habis sama Aksa.. "Nenek paham


"Iya mah gitu, aq juga gak tau anakku akan sama sepertiku yang gak suak bau yang menurut kita gak suka dan sama tuh anti kotor kaya Aska.. "Aqilla menghentikan memilih bunga karna cemas dengan Alina


"Mah udah banyak kita minta penjualnya antar kerumah aja, kalo dimobil Alinna liat ini pasti dia akan mutah lagi.. "Aqilla tak ingin Alina mutah


"Mah kita juga harus pake parfum, hidung dedek Alina kan tajam kaya kucing.. "Evelin tertawa dan mengambil parfum dari tasnya


"Sayaang cuci tangan dulu baru pake parfum.."Aska pada Evelin

__ADS_1


"Iya pah lupa.. "Evelin tersenyum.


Aska minta pada penjual buang untuk mengantar kerumah setelah membayar dan sudah ada satpam dan bibik dirumah yang udah dikasih tau.Mereka menghampiri papah Akbar yang bersama dengan dua cucunya yang masih asyik main.


__ADS_2