
Setelah acara sederhana yang khusus buat Evelin putri Edo yang sengaja dihadiri oleh keluarga saja telah usai dan mereka kembali pulang kerumah masing-masing ketercuali Aqilla dan Aska serta dua anaknya yang ingin tinggal dirumah Bu Rahayu dan pak Dodi orang tua Edo yang masih berkumpul diruang dengan ayah ibu dan adik2 dan keponakan Edo yang semuanya laki-laki.
"Kakak Evelin disini jadi cucu tercantik sayang.. "Aska pada putrinya Evelin yang lapar dan disuapinya
"Ya iya disini cucunya laki semua. "Evi menjawabnya
"Kata siapa, ada nih cucu nenek yang cantik lagi Alina yah sayang..kamu imut banget sih sayang"Nenek Rahayu memangku Alina
"Iya benar, Nak Aska apa kamu udah gak anggap kami orang tuamu dan bukan kakek dan nenek Alina? "Paj Dodi pada Aska
"He.. he.. yah tentu saja ayah adalah ayah terbaik, aq lupa pah aq juga punya putri kecil cucu ayah.. "Aska tertawa lupa akan Alina
"Alina sayang tuh papahmu jahat banget melupakan kamu.. "Eve pada Alina
"Papah sayangnya sama kakak Evelin, gak sayang sama dedek Alina.. "Alina cemberut
"Sayaang maafin papah yah, papah selalu sayang anak-anak papah dan kamu jangan gitu masa iri sama kakakmu sendiri yang selalu jaga kamu dan menyanyangimu"Aska pada putri kecilnya
"Dedek sayang sama kakak Evelin.. "Alina turun dari pangkuan Nenek Rahayu dan memeluk Evelin
"Iya de,kakak juga sayaang banget sama kamu dan Aksa.. "Evelin membalas pelukan Alina
"Tapi dedek gak punya kado buat kakak, papah gak kasih uang buat beli kado kak"Alina menangis
"Kakak hanya ingin doa dedek aja dan Alina jadi adik yang sayang sama kakak Evelin udh cukup de.. "Evelin mengusap air mata Alina
"Dedek punya permen ini buat kakak selamat ulang tahun ya kak.. "Aksa juga mendekati Evelin
"Makasih adik-adiku tersayang,kakak suka permenya.. "Evelin memgambil permen dari tangan Aksa
"Mamah dedek mau permennya.. "rengek Alina
"Ini sayaang kakak kupasin buat kalian yah, ini kan banyak permennya buat kita sama-sama yah sayang.. "Evelin sayang adik2nya buat Aska terharu.
"Kalian harus selalu rukun, dan ini sama adik kecil kalian nanti juga yang masih diperut mamah kalian.. "Aska mengusap perut istrinya.
"Mamah Dedek mau punya dedek kecil..?"Tanya Alina dan Aqilla mengangguk
"Iya dek tapi masih lama lahirnya kayak dulu kakak nunggu dedek lahir juga lama.. "Evelin mengusao lembut rambut Alina.
Mereka bersama berkumpul dengan keluarga Edo dan Aqilla bersama suaminya tidur diruang kamar yang dulu ditempati Eva dan Eveli serta dua adik kembar dan nenek Rahayu serta kakeknya tidur dkamar Edo.
"Dedek mau tidur sama kakak yah kak.. "minta Alina
"Ya dek kita tidur sama-sama, kamar papah Edo kan luas ada sofa besar juga.. "Evelin pada dua adiknya
__ADS_1
"Kakak papah kan papah Aska bukan papah Edo, papah Edo itu siapa? "tanya Aksa pada Evelin yang buat bingung Evelin menjawabnya dan menatap wajah Aska
"Sayang papah Edo juga papah kalian sama seperti papah sama kalian, sekarang udah malam tidur yah.. "Aska menggandeng dua anaknya kekamar Edo dan diikuti Evelin.
"Papah mau nginap sini juga sama mamah?"tanya Evelin pada papah Aska
"Iya malam ini tapi besok papah pulang kerumah nenek Maria sama adik-adik dan kamu tinggal disini dulu atau besok mau ikut papah pulang..? "Aska ingin bersikap adil
"Kakak mau disini dulu sama kakek Dodi dan nenek Ayah pah.. "Evelin gak ingin buat kakek dan neneknya sedih
"Dedek juga pah.. "Alina merengek selalu ingin bersama Kakaknya
"Ya boleh, rumah nenek jadi ramai.. "nenek rahayu masuk bersama suaminya
"Iya sayaang tinggal disini yah sama nenek dan kakek.. "Pak Dodi pada Alina
"Yah nek, Dedek mau sama kakak aja disini.."Alina memeluk kakak Evelin
"Dedek Aksa giman..? "tanya nenek Rahayu
"Gak mau, aq mau pulang sama papah aja.."Aksa menolak
"Kamu ini mirip sekali mamahmu, mamahmu mana pernah mau nginap disini kalo gak dipaksa.. "Nenek mencubit Aksa
"Apa ya bu tapi,sekarang dia mau nginap sama kita disini.. "Aska menatap istrinya
"Oh karna istriku gak bisa tidur bu kalo gak cium bau ketiakku.."canda Aska buat mereka tertawa
"Gak gitu bu, ih apa sih "Aqilla cemberut.
"Udah bercandanya kalian istrirahat cape kan dari Jogya belum istirahat.. "ayah Dodi yang udah ngantuk.
Mereka tidur dikamar yang udah disediakan dan dengan lelap mereka tertidur hingga mereka bangun kesiangan dan ibu Rahayu serta Evi dan Elfira juga tidak diijinkan membangunkan mereka karna perjalanan yang ditempuh mereka jauh dan Aska yang cape bolak balik ngantar Evelin kemakam dan antar istrinya pulang dan datang lagi acara Ulta Evelin.
"Sayaang bangun, kita kesiangan.. "Aqilla membangunkan suaminya
"Yaang bangun,kamu bilang mau kerumah sakit kan nyerahin surat kerja tugas kamu."Aqilla mencubit hidung suaminya
"Iyaa yaang jam berapa.. ?"Aska membuka matanya
"Udah jam 7 yaang.. "Aqilla melihat layar ponselnya
"Yaang kita langsung pulang aja mandi dirumah.. "Aska bangun dan membuka pintu akan kekamar mandi karna selain kamar Edo yang ditempati Evelin saat ini tidak ada kamar mandi dalam kamar.
"Iya aq kekamar Evelin dulu cuci muka.."Aqilla berjalan kekamar Evelin dimana anak-anaknya sudah bermain di ruang keluarga bersama anak-anak dari Evi dan Elifa.
__ADS_1
Aqilla masuk kamar suaminya dulu Edo yang telah lama meninggal, disana masih terdapat foto dirinya bersama Edo saat masih pacaran,foto nikah dan foto saat Edo menggedong Evelin dari bayi hingga umur 3thn lebih serta foto baru Evelin dengan Edo editan foto yang kado dari ayah Edo untuk Evelin.
"Sayaang apa kamu bahagia disana? dan apa kamu bisa terima aq udah jadi milik Aska dan anak kita sangat dicintai suamiku saat ini seperti kamu menyanyangi Evelin anak kita?"Aqilla mengusap foto Edo dan meneteskan air matanya karna fotonya tidak terlalu tinggi
"Kamu laki-laki yang sangat berarti dalam hidupku dan mengajariku kesabaran dan kedewasaan, kamu sangat menyanyangi ku dan sabar dengan sifat egoisku, aq kangen sama kamu yaang."Aqilla mencium foto suaminya.
Aqilla membasuh airmatanya dan melihat keseliling masih sama dengan saat dia tinggal bersama Edo. Aqilla membuka lemari baju Edo yang masih ada beberapa potong disimpan dilemari yang selalu dicuci dan setrikan oleh ibu Rahayu untuk kenangan, bahkan kaos yang dia beli buat kado Edo dihari ulang tahunnya.
"Baju-baju ini masih sama dan bau badanmu pun masih bisa merasakannya.. "Aqilla meneteskan air matanya lagi.
"Aq gak tau aq wanita seperti apa, tapi dulu aq sangat beruntung menjadi istrimu dan aq bahagia bersamamu meski rumah tangga kita tidak sempurna seperti rumah tanggaku saat ini, dan aq gak bisa memilih diantara dirimu dan suamiku saat ini, kalian berdua sangat aq sayang dan aq cintai, mungkin aq wanita yang egois dan serakah karna mencintai dua pria bahkan jika Tuhan menghukumku aq terima" Aqilla sedih mengingat masal lalu saat dikamar digoda Edo karna Edo sering menggoda Aqilla agar dia tersenyum
"Sayaang apa kamu udah selesai mandinya ?"Aska mengetuk pintu karna dikunci sengaja oleh Aqilla untuk mengenang masa lalunya bersama Edo dulu.
"Iya sebentar.. "Aqilla masuk kamar mandi dan mencuci mukanya agar tak terlihat oleh suaminya.
Aqilla membuka pintunya dan tak mau melihat Aska yang menatapnya karna dia gak mau Aska curiga tapi lemari baju Edo terbuka dan banyak kenangan dan foto mereka.Aqilla langsung kedapur dan Aska masuk menghampiri lemari Edo yang tadinya terkunci rapat tapi Aqilla memegang kuncinya dan ibu Edo juga sama.
"Lemari ini selalu tertutup tapi ini terbuka, apa istriku yang membukanya..? "Aska mengecek isi lemari dan terdapat album foto saat Aqilla masih sangat muda dari memakai seragam SMP hingga SMA dan foto2 Aqilla dan Edo bersama mereka pacaran hingga menikah dan ada Evelin bersama mereka.
"Mas Edo mengenal Aqilla saat kami masih SMP, mas Edo dan aq sama-sama mencintai Aqilla dulu.."Bisik Aska lirih membuka album foto satu persatu
"Mas kamu beruntung mengenal Aqilla dan mendapatkan Aqilla lebih dulu dari aq tapi aq juga bahagia mendapatkan istrimu, kita sama-sama bahagia dengan satu wanita yang sama.."Aska mengusap wajah Aqilla saat dulu masih diSMP yang membuatnya tergila-gila
"Maaf bukanya aq senang dengan kematianmu tapi ini udah takdir jalan hidup kita mas, aq minta kamu bisa mengikhlaskan Aqilla bersamaku seperti aq dulu mengikhlaskan Aqilla bersamamu.. "Aska menatap foto tampan Edo dulu
"Aq senang kamu jadi kenal dan jadi suami Aqilla karna kamu sangat baik dan sayang sama istri kita, aq janji gak akan buat kamu sedih karna aq akan membahagiakan istri dab anak kita mas, anggaplah aq sodaramu seperti ibu dan ayah menganggapku anak dan adik2mu menganggapku kakak, aq tidak akan menggantikan posisimu karna bagi istri dan anak kita kamu spesial dan bahkan kamu bagi keluargamu yang sangat berarti, aq hanya cukup senang punya orangtua dan sodara terlebih lagi istri yang sangat kita cintai.. "Aska menutup album fotonya dan mengambil satu kaos yang masih bagus dan rapih hadiah Aqilla untuk Edo dulu yang dipakai Aska pas karna mereka berbadan sama.
Aska menutup dan mengunci lemarinya dan membawa kuncinya menghampiri istri dan orangtu serta adik dan anak-anak yang sudah ada dimeja makan. Aqilla terkejut melihat Aska yang sepintas dia melihat Edo yang datang dan berlari memeluk dan menangis didada Aska yang dia kira Edo.
"Mas Edo kamu datang, aq kangen.. hik.. hik"Aqilla memeluk Aska dan menangis
"Kamu kenapa ninggalin aq mas.."Aqilla masih membayangkan Edo dan Aska hanya tersenyum pada keluarga Edo yang juga ikut meneteskan air mata karna dia juga sepintas tadi melihat Edo.
"Maafin Aqilla ya mas, Aqilla bukan istri yang baik..maaf.. "Aqilla menangis tersedu-sedu karna dia juga hamil muda dan fisiknya saat ini lemah dan pingsan dipelukan Aska
"Sayaang.. sayaang.. "Aska mengangkat istrinya yang sangat pucat
"Papah mamah kenapa, apa mamah mau ikut papah Edo, aq ikut mah.. ?"Evelin yang bingung melihat kelakuan Aqilla.
"Mamah gak pa2 hanya kecapean kan ada dedek kecil diperut mamah,kakak duduk aja yah sama dedek jangan nangis lagi papah periksa mamahmu dulu.. "Aska merebahkan Aqilla dibusa Edo
"De ambil alat dokterku dimobil,kuncinya dimeja kamar.. "Aska ada Evi
"Yah mas.. "Evi berlari kekamar mengambil kunci.
__ADS_1
Aska memeriksa Aqilla yang tekanan darahnya rendah dan banyak pikiran.