
Rendy dan Sinta membawa Billy,Sinta dan Bian kerumah Aska dan Aqilla sebelum mereka pulang ke rumahnya yang ada diluarnegeri karna kerjaan Billy ada disana. Kedatangan mereka membuat sedih dan kekhawatiran istrinya Aqilla melihat Billy.
"Sayaang mereka datang untuk apa..?"Aqilla lirih dibalik punggung suaminya
"Sayaang mereka akan berpemitan dan bertemu Evelin, gak pa2 Evelin selamanya bersama kita.. "Aska mengecup bibir istrinya untuk menenangkan istrinya dan Aqilla mengangguk
"Aq turun dulu yah, kamu dan Evelin turunlah kebawah..?"Aska berlari pelan menuruni tangga
"Bi buatkan mereka minum.. "Aska duduk disamping Rendy sahabatnya
"Ka maksud kedatangan mereka mau berpamitan dan mereka ingin bertemu anakmu Evelin,apa Aqilla tidak keberatan Ka? "Rendy memastikan karna dia tau Aqilla sangat menyayangi Evelin
"Kamu tau sifat Aqilla Ren dia gak mau membagi Evelin ataupun yang jadi miliknya tapi juga tidak tegaan dan penyanyang"Aska sangat mengenal sifat istrinya
"Om Rendy apa kabar..? "Evelin berlari dan duduk dipangkuan Rendy dan memeluk. mencium pipi Rendy karna juga sangat sayang Evelyn
"Baik sayaang, keponakan om yang cantik..gimana sekolahnya apa Evelin udah lancar membaca..? "Rendi memeluk dan mencium dahi Evelin
"Bisa dong,kan papah sama om Rendy yang ajarin Evelin.. "Evelin bersadar didada Rendy
"Evelin kamu gak sayang sama tante Sinta,lupa yah sama tante kok cuma om Rendy yang dipeluk dan dicium..? "Sinta iri
"Tante Sinta, Evelin juga sayang sama tante.. kata mamah tante akan punya dedek yah tan"Evelin turun dari pangkuan Rendy dan memeluk Sinta
"Yah semoga saja doa mamah Evelin dan doa Evelin secepatnya terwujud sayang.."Sinta mecium Evelin
"Amin tante, Evelin doain juga.. "Evelin mendoakan
"Makasih sayang.. Evelin anak yanga baik."Rendy mengusap lembut rambutnya
"Kaka Evelin beri salam pada om Billy dan tante Rara dan dedek Bian, mereka mau pulang jauh.. dan doakan mereka sehat dan selamat sampe rumahnya.. "Aska pada Evelin
Evelin menatap Rara dan Billy bergantian dan takut mendekati Rara karna Rara bermuka cemberut dan diam saja namun dia memberanikan dirinya karna perintah papagnga yang tak pernah dia bantah.
__ADS_1
"Tante Rara.."Evelin meraih tangan Rara yang berat menyambut Evelin
"Tante semoga tante sehat dan sampe rumah ya tan.. "Doa Evelin dan Rara hanya mengangguk dan berjalan ke arah adiknya
"Dedek Bian.. sehat-sehat yah."Eveling memeluk Bian dan Bian pun sama membuat Billy senang anaknya bisa akrab dan saling sayang meski baru saja ketemu
"Om Billy sehat-sehat dan cepat sampe rumah yah.. "Evelin pada ayah kandunganya Billy.
Evelin mencium telapak tangan Billy dan Billy mengusap rambut lembut Evelin dan mencium dahi dan kedua pipinya dan mengangkat Evelin duduk dipangkuannya. meski Evelin masih bingung dan takut karna mereka belum lama kenal.
"Om kenapa nangis..? "tanya Evelin pada Billy yang melihat airmatanya jatuh
"Kagum sama Evelin, Evelin sangat cantik pintar dan baik.. maafin papah ya nak..?"Bian mengingat pernah menyuruh Nisa menggugurkannya
"Om juga baik.. sama seperti om Rendy.. om Rendy kesayangan Evelin.. "Evelin mengusap air mata Billy dan Billy mencium tangan kecil Evelin.
"Kaka turun gak sopan..? "Aqilla merasa sakit dan cemas melihat kedekatan Evelin dan Billy
"Sayaang ayo duduk.. "Aska tau istrinya sedih melihat mereka dan menghampiri dan merangkul istrinya
"Om Evelin mau main sama adik2 Evelin .."Evelin mengehempaskan Tangan Billy dan Billy tak ingin buat Evelin takut
"Iya sayang.. "Billy mencium rambut Evelin lagi
"Mamah dedek dah bangun apa belum?"tanya Evelin
"Udah sayaang,kaka naik aja yah jagain dedek"Aqilla menjawabnya penuh sayang
Billy menatap Evelyn jalan sampai naik tangga dan masuk kamarnya dan menghapus air matanya.
"Kamu sedih dan menyesal karna kamu dulu meminta ibunya untuk menggugurkan dan memubunuhnya,apa menurutmu kalo Evelin udah besar dan mengerti akan memaafkan mu dan menerimamu ayah kandungnya? "Aqilla yang sedih denga nasih putrinya
"Penyesalan terbesarku yang mungkin tak bisa dimaafkan baik putriku Evelin dan ibunya Evelin mba..tapi aq tetap ayah kandungnya"Billy sedih dan penuh penyesalan
__ADS_1
"Kamu sebut ayah sekarang dan dulu tidak mengakuinya.."Aqilla masih gak habis pikir
"Dulu aq pun mengakuinya mba karna yang menghamili Nisa aq, tapi keterpaksaan yang buat aq kejam dan minta mengugurkannya karna sejujurnya dulu kalo Nisa menggugurkan aq berfikir akan bisa berhubungan tapi dia menuntutku untuk menikahi dan bertanggung jawab,aq mau karna aq yang menghamilinya tali keluargaku menolaknya mba, dan saat itu aq masih sekolah dan belum bisa berfikir panjang"Billy mengakuinya jujur membuat Rara sakit.
"Aq akui kamu ayah kandung Evelin tapi aq gak peduli, yang aq tau dan yang aq mau Evelin anakku dan hanya akan bersamaku dan milikku dan juga aq mamahnya dan suamiku Aska yang akan dipanggil papahnya bukan orang lain selain kami termasuk kamu"Aqilla masih menahan rasa sakit takut dan khawatir
"Aq tidak akan melarang kamu bertemu anakku tapi sebagai om sama seperti Rendi,tidak aq ijinkan kamu bicara apapun pada anakku yang masih sangat kecil, apalagi menjauhkanku dan mengambil Evelin dari kami, atau aq gak akan tinggal diam terhadapmu, akan aq buat Evelin membencimu dan tak mau kenal denganmu jika kamu berani melawanku, meski aq atau kamu yang akan mati"Aqilla gak rela
"Mba tapi aq ini.. "Billy terpotong karna Aska menunjukan kelima jarinya pada Billy karna istrinya hilang kendali dan Emosi
"Billy cukup.. "Rendy yang paham dengan kemarahan Aqilla
"Sayaang udah cukup yah.. kamu masuk temani anak2 bermain.. percaya padaku, aq paahnya Evelin dan gak akan biarin Evelin jauh dari kita.. "Aska memegang kedua pipi istrinya dan mehapus airmatanya yang menangis
"Evelinku.. anakku yaang.. aq gak rela membaginya aq benci kenyataan ini. hikk.. hik.."Aqilla menangis dan dipeluk Aska
"Sayaang aq antar kekamar dan istirahat yah. jangan banyak pikiran aq gak mau kamu sakit,aq sangat mencintaikmau dan anak2,udah jangan sedih lagi"Aska merangkulnya dan mengantarnya kekamar Evelin.
Setelah membawa Aqilla masuk kamarnya dia turun duduk diruang tamu lagi menghampiri Billy dan mereka yang duduk menanti dirinya.
"Maaf lama.. karna menenangkan istriku dulu kalian lihat sifat istriku dan sayangnya pada anak kami, dia sangat sedih dan takut serta khawatir dan aq yang juga khawatir akan kesehatan istriku.. karna istriku lemah dan belum mampu menerimanya"Aska takut aAqilla sakit
"Aq minta padamu Bill,ikuti lah kemauan istriku untuk kebaikan bersama baik istriku anakku Evelin dan kamu sendir karna kamu tau tadi istriku sudah mengancam, aq bukan menakuti tapi aq yang justru takut akan kelamahan fisik istriku dan kesehatanya jadi aq mohon padamu sabagi papahnya Evelin bersabarlah sementara waktu, aq akan bicara pada istriku meski ini sulit bagiku dengan sifat dan sikap istriku pada Evelin"Aska yang rela memohon untuk kesehatan istrinya
"Ya Bill kamu tau sendiri Aqilla tadi, kamu bisa berkunjung dan bertemu Evelin udah bersyukur dan lagi surat yang dimiliki mereka sah secara hukum dan dengan ijin Nisa"Rendy yang juga tak mau habungan renggang denga Aska dan Aqilla
"Ya aq paham tapi bagaimanapun aq ingin Evelin mengakui aq papahnya dan aq akan menunggunya, aq tidak mungkin tidak berkunjung lagi dan memerikan kasihsayangku dan bantu kalian akan kebutuhan anakku karna aq papahnya juga dan kewajibanku pada anakku"Billy tetap kekeh ingin diakui
"Aq juga sayang mas sama Evelin dan mereka bahkan aq juga gak bisa jauh darinya tapi karna kerjaan disana bisakah aq menghubungi kalian untuk bicara ada anakku"Billy minta no Hp
"Yah boleh no aq dan hubungi saja, kalo aq pa bersama Evelin aq ijinkan.. "Aska memberikan kartu namanya
"Makasih banyak mas atas semuanya untuk putriku,aq sangat bertung budi pada masa dan mba Aqilla yang seumur hidupku tak bisa membalasnya dan kami pamit dulu, "Mereka berpamitan.
__ADS_1
"Yah, Evelin anakku"Aska