
Aska membangunkan Aqilla yang sengaja malas2san bangun karna dia sebenarnya enggan pergi kedokter teman Aska untuk mengobati rasa takutnya pada darah.
"Sayaang ini udah siang dan aq tau kamu bohong tidurnya..kamu mau aq gendong dan aq mandiin..?"Aska mengancam
"Iya aq udah bangun..aq takut..disana kita berobat gimana atau aq akan disuntik yah..atau terapai atau apa.."tanya Aqilla yang merasa takut
"Kamu gak akan disuntik karna aq yang akan nyuntik kamu besok setelah kita nikah..siap2 aja kamu.."goda Aska untuk mengurangi ketegangan dan ketakutan Aqilla
"Jangan jorok..aq ini serius..pengobatan seperti apa..?"tanyanya lagi
"Ya kamu mandi dulu kita kesana..anak2 udah dijaga bibi dan ujang..cepatlah.."Aska duduk dirannjang dan Aqilla masuk kamar mandi
Setelah mandi Aqilla melilitkan haduk dibadannya dan keluar kamar mandi berjalan menghampiri lemari mengambil pakaian.
"Ka aq mau pake baju..keluar dulu tunggu dibawah aja..nanti aq turun.."minta Aqilla pada Aska
"Pake baju aja..bentar lagi kita nikah aq juga liat kamu seutuhnya.."Kata Aska tersenyum dan mendekati Aqilla dan memeluknya
"Ka..jangan mulai..kamu bilang kita suruh cepat2.."Aqilla menolak ciuman Aska namun dia tak menyerah nguncinya badan Aqilla menempel lemari dan meraih dagunya dan mencium bibirnya sampai Aqilla membalasnya.
"Makasih sayang.."Aska setelah puas mencium Aqilla yang tak bisa menahan nafas karna Aska gak kasih jeda buat nafar
"Dasar dokter gila.."umpat Aqilla keras dan Aska tertawa
Setelah rapih Aqilla turun menghampiri Aska dengan gaun selutut plus bleser panjang berias tipis dan tas kecil untuk tempat Hp dompet dan cosmetik.
"Kamu mau kepesta..?"tanya Aska kagum dengan penampilan Aqilla
"Gak ini gaun bukan formal bisa buat main dan sapa tau temanmu lebih cakep dari kamu.."Aqilla sengaja
"Oh jadi kamu mau menggoda temanku gitu..?"balas Aska
"Kapan aq mengoda pria..tanpa digoda mereka juga akan jatuh hati.."Aqilla mengibaskan rambutnya
"Dia gak mungkin tergoda dengan wanita hamil.."Aska tertawa
"Hamil apa maksudmu..aq hamil gitu..kapan kamu menyuntiku kenapa aq gak kerasa..?"Aqila memegangi perutnya
"Ha..ha.aha..yaang kamu lucu banget..aq belum menyuntikmu tapi aq bilang padanya kalo istriku hamil muda..biar dia gak macam2 denganmu..karna aq jauh lebih pintar darimu..ingat itu.."kata Aska sambil tertawa dan karna dia paham temannya suka gonta ganti cewe
__ADS_1
"Dasar dokter gila..nyebelin..kita aja belum nikah..bagaimana bisa aq hamil..!"Teriak Aqilla dan Aska bersiul jalan keluar rumahnya dan menunggu dimobil dengan tertawa dengan ceritanya yang membuat Aqilla kesal.
Mereka datang ketempat praktek teman Aska dokter yang akan mengobati Aqilla dengan rasa takuynya pada darah.
"Silahkan masuk Ka..neng cantik sekali.."Dokter bani mempersilahkan mereka masuk
"Neng sangat cantik kok mau sama cowo dingin seperti Aska..gak sama aq aja neng.."goda dokter bani dirumah pribadinya Bani
"Ban..jangan macam2 sama istriku.."Aska meningatkan sedikit kesal
"Ya..ya..aq paham istrimu lagi hamil muda kan..tapi pesonanya gak bis lepas dari pandanganku..salah istrimu yang begitu cantik..bukan salahku dong..aq lelaki normal..emang kamu yang jomblo buyutan.."ejek Bani dengan mengulurkan tangannya pada Aqilla
"Gak usah bersentuhan..kamu ngomong aja gimana caranya ..aq juga dokter aq yang meperagakan menyentuh istriku.."Aska menghempaskan tangan Bani
"Ada apa denganmu Ka..kamu jadi pencemburu..kamu dulu aja cuek semua cewe..sama istrimu dulu aja kamu tinggal2.."Bani kaget dengan perubahan sikap Aziz
"Aqilla ini wanita yang sangat aq cintai Ban..jadi kamu jangan macam2 atau aq yang akan bunuh kamu.."Aska menggertak
"Ya..aq udah bisa ku lihat itu, sicantik ini mengubahmu.."Katanya lagi
"Kita mulai aja jangan basa basi..dah cepat.."Aska mulai kesal karna Bani terus menatap Aqilla apa lagi dia belum nikah.
"Buat apa kamu minta tanganku..?"tanya Aska mengulurkan tangannya
"Ujicoba pertama.."Bani menggores sedikit telapak jari telujuk Aska didepan Aqilla
"Aaakh kamua gila.."teriak perih Aska lirih dan Aqilla langsung meraih telunjuknya dan memasukan dalam mulutnya khawatir
Aska terkejut dengan reflek Aqilla memasukan jari telunjuknya kemulut dan menelan darah Aska.Bani hanya tersenyum melihat pemandangan ini dan Aqilla sadar mereka memperhatikan dan menghempaskan tangan Aska dan raut wajah Aqilla berubah pucat dan terasa mual perutnya dan berlari keluar.
"Hueek..hueek..hueek.."Aqilla mutah2 dan Aska hendak berlari tapi ditarik oleh Bani
"Biarkan dia menolong dirinya sendiri..dengan begitu dia akan lebih kuat menahan bau amis darah.."Aska berusaha bertahan tidak menolong Aqilla yang masih mutah2
"Aq gak tega Ban..istriku sangat pucat dan lemas kalo dia pingsan dan jatuh bagaimana.."Aska berlari memijat tengkuk Aqilla dan memapahnya masuk
"Bantu istrimu minum Ka.."Sirup merah kental sengaja Bani minta pada pembantunya
"Minum sayaang.."minta Aska dan Aqilla melihatnya seperti darah kental dan menghempaskan
__ADS_1
"Praaang.."gelas pecah kelantai dan Bani tersenyum Aska mengerti
"Gak mau..itu darah.."Aqilla muntah lagi
"Hueek Hueek Hueek"Aqilla muntah lagi dan Aska mendampinginya
"Ban pengobatan apa ini..?"tanya Aska keras
"Pasien akan didekatkan dengan apa yang dia takutkan Ka.."Bani memberikan obat anti mual
"Minumlah kamu tidak akan mual lagi.."kata Bani dan Aska membantu Aqilla meminumkan obatnya
"Istrimu tergolong parah udah masuk dibawah nalar..itu tadi sirup,istrimu anggap darah..tapi ada sisi kejutan tertentu seperti tadi menelan darahmu dia bisa menahan bau nya walau sebentar.. udah termasuk bagus.."Bani menjelaskan
"Saat anaku terjatuh dari tangga berlumuran darah aq bisa memeluknya tapi setelah dia jauh dariku..aq mual dan pingsan..dan dulu saat aq melihat tumpahan darah banyak dilantai aq terkejut dan langsung jatuh pingsan dan badanku jatuh dimeja kaca dan pecahannya tertancap diperutku."Aqilla menceritakan
"Karna kamu udah tahap masuk serius..boleh dibilang katagorikan parah..untuk sembuh butuh waktu lama..bertahap"Kata Bani
"Untuk hari ini cukup kamu udah lemas gak bertenaga kalo dipaksakan membahayakan anakmu diperutmu..dan dirimu."Bani menghentikan pengobatan untuk hari ini
"Tapi..aq gak.."kata Aqilla dipotong Aska
"Baiklah kita pulang sayaang besok kita datang lagi kesini..makasih untuk hari ini Ban.."Bani mengangguk
Aska membawa Aqilla pulang kembali kerumah,Aqilla sangat lemas dan lemah. Aska meminta Aqilla merebahkan dirinya dan istirahat,Aska berjalan kedapur membuatkan Aqilla teh hangat dan makanan.
"Mas biar bibi yang buat makanan untuk mba Aqilla.."Minta bibi
"Gak pa2 bi..aq saja ini buat istriku sedang sakit karna pengobatan tadi..aq yang memaksanya berobat jadi ini tanggung jawabku.."kata Aska merasa bersalah dan kasian cemas pad Aqilla
Setelah membuatkan makanan dan teh hangat Aska membawanya ke kamar dan memberikannya pada Aqilla.
"Minum tehnya yaang.."minta Aska membantu Aqilla
"Aq suapi makan yah..biar kamu ada tenaga..."Aska meminta Aska makan
"Gak mau aq masih kebayang yang tadi nanti aq mutah lagi..aq udah gak kuat..nanti aja..aq mau tidur..kamu liat anak2 saja.."Aqilla memejamkan matanya
"Ya sayaang istirahatlah..aq temani anak2.."Aska mencium kening Aqilla.
__ADS_1