
Evelin menginap dirumah orang tua Edo, ibu Rahayu dan ayah Dodo. Evelin sifat dan sikapnya hampir sama dengan Edo karna dulu Aqilla sering menceritakan betapa sayang dan cinta Edo pada Evelin dan semua sifat dan sikap Edo dicontoh anaknya yaitu Evelin yang baginya papah terbaik meski hanya sementara bersama tapi kenangan dan kehidupan masa depannya udah dipikirkan Edo sekarang sebelumnya dengan memberikan apa yang dia hasilkan selama hidupnya. Bagi Edo Evelin adalah anak kandung yang dia sangat sayangi dan cintai.
"Kakak kamar kamu udah nenek bersihin dan masih sama seperti dulu ketika papahmu yang tempati.."nenek Rahayu membawa tas dan mengikuti Evelin masuk kamar kesayangannya kamar papah Edo.
"Iya nek jangan pernah diubah ya nek, biar bau papah sama kakak terus.."Evelin tersenyum yang kini berusia 9tahun
"Kakak kalo kakak besar nanti dan udah menikah, kakak tinggal disini yah..? "Minta kakeknya
"Ini rumah papah Edo dan papah Edo minta rumah ini buat kakak dan kakak yang harus menempati.."Kakeknya
"Kakek bingung kalo semua udah punya rumah, kalo bukan kamu siapa lagi yang disini, papahmu ingin kamu disini dekat dengan keluarga kakek dan nenek karna dariahir papah disini dan ingin kamu disini gantiin papahmu.. "Katanya lagi
"Iya kek kata papah Aska kakak boleh milih kalo udah besar.. "Evelin mengingatnya tidak menekan Evelin
"Iya papah Aska papah yang baik sama seperti papahmu.. "Neneknya
"Sayang kamu kan tinggal disini dan jika ada yang ngomong yang gak suka sama papah atau kamu dan ngomong yang negatif kakak jangan percaya yah karna kamu satu-satunya anak papah Edo jangan buat dia sedih tetap percaya pada kami yah? "Nenek Rahayu takut ada yang mengungkap kebenaran
"Iya nek.. "Evelin mengangguk dan menyalakan Tv.
"Kamu istirahat dulu, nenek masak buat kamu yah..? "Rahayu mencium kening cucunya
"Nek masak kesukaan papah yah, ikan santan tapi jangan terlalu pedas.. "Evelin yang dengar dari mamahnya,papah Edo suka makan ikan dimasak pake santan
"Iya sayaang.."Nenek senang
"Cucu kakek sama kaya papah yah.. tuh liat foto papahmu, ini hidung mata dan rambunya sama, kakak juga tinggi sama kaya papahmu"Kakek memeluk Evelin
"Iya kek, papah tampan yah kek kalo Evelin nanti besar mau cowo kaya papah he..he"Evelin duduk dipangkuan kakeknya
"Masih kecil udah mikir pacar katanya mau jadi dokter sama kaya palah Aska buat jagain kesehatan kakek dan nenek..?"kakeknya mencubit pipi cucunya
"Iya dong kek, biar gak ada yang sakit kaya papah, semua sehat diobati kaka.. "Evelin bersandar didada kakeknya
"Kek apa tante akan datang kok sepi pada kemana?"Tanya Evelin yang biasa ramai
"Tante Evi lagi belanja, tante Eva nanti sama adik2mu nanti datang dan tante Elfira lagi jalan kesini mau nginap disini temani kamu sayaang.. "Kakeknya
__ADS_1
"Kek kalo kakak tinggal disini kakek dan nenek tinggal sama kakak gak boleh pergi temanin kakak yah..? "kakak yang gak mau sendirian
"Iya sayang, nanti kamu yang jaga dan ngurus kakek dan nenek yah kan kami udah tua..?"kakek Dodo berharap selalu dekat dengan Evelin anak Edo
"Iya aq akan jaga dan mengurus kakek dan nenek gantiin papah.. "jawabnya
"Makasih kakak, kakek sayang sama kamu.."Kakeknya mencium pipi Evelin.
Evelin dikamar ditemani kakeknya sampai mereka sama-sama tertidur dan tak lama Evi dan suaminya pulang dari pasar atas permintaan ibunya untuk stok kulkas buat masakin cucu kesayangan yang merupakan cewe sendiri karna cucu pak Dodi dan nenek Rahayu laki-laki semua.
"Bu ini becerananya.. "Evi menaruhnya di meja
"Bu apa keponakanku yang cantik udah ada disini aq kangen..? "Evi
"Iya tadi nonton tv sama ayahmu,tapi tadi ibu masuk mau kasih susu malah udah pada tidur cucu dan kakek berpelukan"Ibu Rahayu mengecek kamar Evelin dan dengan membawa susu
"Kakak pasti makin cantik ya bu, makin lama makin mirip mas Edo? "Evi tersenyum
"Iya sama hidung mancung dan mata besar alisnya juga sama..? "ibunya
"Ibu.. mana keponakan yang paling cantik bu, aq kangen berat ini..kakak Aran dan dedek Arkan mau ketemu bu..? "Elfira yang menggendong Arkan baru satu tahun setengah dan anak pertamanya 7tahun
"Bu aq nginap sini sama anak-anak biar kakak Evelin betah tinggal dirumah kita toh nantinya dia mau tidak mau harus disini kalo udah besar dan nikah nanti.. "Elfira ikut bantu ibunya dan minta Aran menjaga Arkan
"Ya boleh tadi kakak juga nanyain kalian, kamu telfon mba Eva minta dia kesini? "ibunya yang ingin kumpul
"Udah bu, dia bilang nunggu suaminya pulang kerja.."jAwabnya membersihkan ikan
"Suami kamu juga ikut nginap? "tanya Evi pada adiknya
"Dia masuk malam mba tiga hari makanya aq kesini tapi pagi dia akan pulang kesini katanua juga kangen sama kakak Evelin.."Elfira
"Kata suamiku kalo digrup keluarga Evelin cerewet banget bu,tanya ini itu.. ?"mereka membuat grup keluarga dengan nama Edo Familly
"Ha.. ha.. iya de kamu benar,aq juga sering dibuat ketawa.. "Evi tertawa mengingat keluguan Evelin
"Oh ya bu tante juga mau datang loh bu, may ketemu sama Aja Evelin katanya kangen sama mas Edo.. "Elfira
__ADS_1
"Semua mau datang,kita perlu masak ditambah Vi, nanti keluarga Aska juga datang sama keluarga Aqilla.. "Ibunya jadi panik
"Ibu jangan panik gitu kita bantu,katanya mba Aqilla mau buat suprice kakak Evelin Ultah loh bu?"Elfira yang udah siapkan kado
"Yah aq udah siapkan kado dari kemarin.. "Evi senyum
"Vi kamu bilang Eva suruh bawa kue,ibu lupa"Ibunya
"Mba Aqilla mintanya keluarga aja bu, dia takut ada yang ngomong.. "Evi pada ibunya
"Yah kalo keluarga sendiri pada sayang sama Edo jadi bisa tutup mulut,kalian juga nanti awasi kakak Evelin main.."Minta ibu Rahayu
"Ya bu tenang aja, Evelin sama seperti mas Edo pemalu, main paling cuma dirumah sama anak-anakku Mba Evi dan Suaminya Eva bu.."Elfira mengangguk
"Ya dirumah aja, Kakak Evelin kan udah dikumpliti elektronik tadi aja Aska bawakan Hp leptop sama ayah buat nanti kakak main tapi Mamasku Aska minta diawasi Vi kamu kan tau,ibu gak tau kalian yang awasi.."ibunya memberitahu anak-anaknya.
"Iya bu selama disini ada kami kerja sama jaga anak mas mas Edo yang sama seperti anak kami.. "Evi sepakat dengan kaka dan adiknya
"Ibu kalo ada Kakak Evelin merasa ada Edo dirumah.. "ibu meneteskan air mata
"Tuh kan jadi mewek ibu, mas Edo kan udah tenang disina bu udah gak ngerasain sakit lagi.. "Elfira juga ikut sedih
"Iya tadi dimakam kakak Evelin nangis gak mau pulang minta ikut Edo mau jagain katanya sendirian kasian kangen sama Edo jadi ibu nyesek dadanya.. "Ibunya menangis
"Bu mau sampai kapan ibu selalu sedih ingat mas Edo,kasian mas Edo bu disana.."Suaminya menghampiri istri dan anak-anaknya
"Evelin masih kecil wajar kalo masih menanyakan papahnya tapi ibu yang harus kuat dan berbesar hati untuk selalu menasehati dan memberi pengertian pada cucu kita bu.. "Suaminya duduk dihadapan istrinya
"Ibu mana yang gak sedih kalo anaknya dulu yang dipanggil Tuhan bukan aq saja, Edo anak laki-lakiku satu-satunya yang dari dia kecil selalu menderita dan jadi tulang punggung kita, baru saja dia bahagian dengan istri dan anaknya yah.. "Istrinya menangis lagi
"Udah cukup ini udah takdir anak kita,kita udah beruntung dapat anak Edo meski umurnya gak panjang kita doa kan dia dan menjaga amanahnya dan disini ada anak kesayangannya jangan buat anak Edo sedih"suaminya yang sebenarnya sedih
"Ya bu dan kita juga udah dapat mas Aska yang juga baik sama dengan mas Edo bu yang jadi keluarga kita anak ibu juga dan kakak kami.. "Evi mengusap punggung ibunya
"Tugas kita membahagiakan Evelin sama seperti Edo memberikan yang terbaik pada anaknya, dan jangan bahas apapun yang buat dia sedih atau identitasnya yang dia jadi tau karna dia masih sangat kecil dan Edo juga gak pernah ikhlas anaknya pergi kalian ingatkan jadi kita buat Evelin senyaman mungkin disini.. "Ayahnya yangs sering mendengar Edo sangat menyayangi Evelin.
"Iya yah kami akan selalu buat anak Edo betah dan bahagian bersama kita,Evelin satu-satunya harta kesayangan Edo.. "istrinya menghapus airmatanya.
__ADS_1
Mereka kembali memasak untuk menyiapkan makan malam bersama untuk merayakan syukuran ulangtahun Evelin.