
Aska dan Aqilla sampai dirumah sakit dan segera mencari keberadaan Nisa dan suami anaknya dengan cemas mereka berlari menghapiri suster.
"Yaang jangan lari, jalan aja nanti kamu jatuh"Aska mengejar istrinya. yang lari kesana kemari
"Sus adik saya Nisa dan suaminya Faisal yang kecelakaan..?"tanya Aqilla panik
"Ada diruangan Dahlia mba untuk Nisa dan suaminya masih di ICU untuk anak sama kami.. sebentar"suster masuk dan membawa anak Nisa Lala yang baru satu tahun lebih dan dia menangis melihat Aqilla
"Cup.. cup.. sayaang jangan nagis lagi sama bu dhe yah.. "Aqilla menggendong Lala
"Sayang aq liat Nisa dulu dan Faisal,kamu tunggu disini.. "Aska berlari keruangan Nisa.
Aqilla Menenangkan Lala dan membelikan makanan bubur dan susu untuknya dan menunggu diruang tunggu dan Aska mengecek kondisi Faisal yang kritis dan keluar lagi keruangan Nisa yang baru saja sadar.
"De kamu sudah sadar.. bagaimana bisa ini terjadi?"Tanya Aska pada Nisa yang berurai air mata
"Mobil kami menghindari bus yang berlawanan arah mengemudi sangat cepat yang hampir saja menabrak kami, Mas faisal panik dan ambil kiri menabrak sisi jalan kiri yang menghantam pohon, dan bus oleng kekanan..setelah itu aq gak inget.. "Nisa menangis
"Anakku suamiku dimana mas.. ?"Nisa cemas mengingat anak dan suaminya
"Anakmu gak pa2 sama mba Aqilla diluar tapi suamimu kritis untuk kemungkinan hidup tipis karna benturan keras didada dan kepala pada setir mobil de.. kamu yang sabar kita berdoa untuk suamimu"Nisa makin menangis dalam dalam Aska
"Udah de jangan nangis terus, kamu harus kuat demi anakmu..dan doakan suamimu"Aska mengusap kepala Abang Nisa
"Sayaang, Nisa kamu udah sadar..? "Aqilla melihat Nisa menangis dalam dada Aska
"Mba suamiku mba.. mas Aska bilang dia kritis dan untuk hidup tipis mba.. aq harus bagaimana mba.. aq mau ketemu suamiku"Nisa masih menangis
"Tenanglah de..kamu masih sakit,anakmu baru saja tidur.. "Aqilla memberikan Lala yang tidur dan memeluk Nisa yang terus menangis dan Aqilla pun ikut menangis sedih
"Mba bantu aq ketemu suamiku mba.. aq melihatnya.. "Nisa memaksa
"Sebentar aq ambil kursi rodannya de.. "Aqilla mengambil kursi roda.
Aqilla membantu Nisa duduk dikursi roda dan mengantarnya keruang ICU diikuti Aska dan dokter sedang mengecek kondisinya didalam ruangan.Aska masuk kedalam ruang ICU karna dia juga dokter dan mengenal dokter yang sedang memeriksanya.
"Giman Do, apa masih bisa tertolong? "Aska pada temanya Ridho yang dulu kuliah bersama
"Aq udah berusaha tapi udah takdirnya,dia udah meninggal Ka.. luka dalamnya cukup parah karna benturan keras dan dia beberapa kali mengeluarka darah lewat mulut ya.."Ridho pada Aska
"De belum lama kita bersama sekarang kamu udah ninggalkan kita semua, kamu tenanglah disana.. "Aska mengusap lembut Faisal dan meneteskan air mata.
"Dia sapamu Ka..?"tanya Ridho melihat Aska sedih meneteskan airmatanya
"Sodaraku Do.. belum lama kami bersama baru 3jam lalu dia akan pulang bersama istri dan anaknya.."Aska menutup wajah Faisal degan selimut.
__ADS_1
"Ka kamu atau aq yang mengabari ini pada istrinya.. ?"tanya Ridho karna Aska sodaranya
"Aq gak tega pada adiku, kamu saja Do.. "Aska mengikuti Ridho.
Dokter Ridho berjalan keluar ruang ICU diikuti Aska dan mereka membuka pintu dan udah ditunggu Nisa penuh air mata dan Aqilla yang menggendong Lala tertidur.
"Mas,dok bagiamana suamiku dia baik kan.. aq mau bertemu dengannya..? "Nisa sambil nangis
"Mba tolong sabar, kami udah berusaha tapi suamimu gak bisa tertolong dia sudah meninggal.. "Dokter Ridho membuat Nisa berteriak tangis dan jatuh pingsan.
"De.. Nisa.. hik hik.. "Aqilla ikut menangis tersedu2
"Yaang cepat angkat Nisa baring dia diruangannya.. "Minta Aqilla karna Aska juga sedih dan dia mengangkatnya diikuti Aqilla.
"Kamu tunggu disini yaang, aq akan mengurus jenazah Faisal dan menghubungi keluarganya "Aska pada istrinya
"Kamu jangan ikut menangis terus yaang, kuatkan hati adikmu.. "Aska mengusap air mata istrinya dan mencium keningnya dan pergi mengurjs kepulangan jenazahnya.
Aqilla menunggu Nisa yang masih belum sadar yang syok mendengar suaminya telah meninggalkannya dan anaknya. Aqilla menatap sedih dan meneteskan airmatanya untuk Nisa karna dia pernah merasakan hal yang sama dan tau rasahnya ditinggalkan suami untuk selamanya.
"La maaf kami baru sampai, gimana.. dimana Aska?"Melihat Nisa masih terbaring dan matanya tertutup dan Aqilla sedih penuh airmata
"La..kenapa kamu nangis gini.. merek gak papa kan..?"Sinta mengambil Lala dalam dekapan Aska
"Ya Tuhan.. De Faisal..secepat itu kamu meninggalkan kami.. "Rendy juga meneteskan air mata
"Aqilla..hik.. hik.. "Sinta memeluk Aqilla dan menangis bersama
"Dimana mas Aska..? "tanya Billy yang menatap sedih Nisa
"Dia sedang mengurus jenazahnya untung dipulangkan.. "Aqilla sambil nangis
"Aq hubungi temanku untuk bawa jenazahnya lewat penerbangan saja akan lebih cepat.."Billy berniat membantu karna dia juga ayah dari anaknya Evelin
"Yah itu lebih baik,lebih cepat lebih baik kasian jenazahnya,aq cari Aska dulu, de kamu hubungi temanmu soal biaya aq yang akan urus.. "Kata Rendy merasa bersalah
"Ya ka.. "Billy menghubungi temannya yang memiliki pesawat pribadi.
Rendy menemui Aska yang sedang mengurus administrasi dan kepulangan jenazah Faisal kekota asalnya diSamarinda.
"Ka..apa udah diurus semua..? "Rendi menepuk bahu Aksa
"Iya sudah.. jenazah akan pake ambulans dan aq atau kamu yang ikut mendampingi Ren"tanya Aska
"Kita bawa dia pake penerbangan Ka, teman Billy akan kesini dengan pesawatnya kita bisa ikut semua.. "Kata Rendi mengekutkan Aska karna Billy ikut datang dan membantu Nisa
__ADS_1
"Billy ikut.. "Tanya Aska katerkejut karna dia dan Nisa menghindarinya tapi dia malah memdekat
"Yah dia ikut denganku dia yang nyupir..tapi adiku gak ikut.. "Rendy menjelaskan dan Aska mengangguk
Aska dan Rendy kembali keruangan Nisa yang sudah sadar dan masih menangis dalam pelukan Sinta.
"De Nisa kita pulang sekarang semua diurus dan kita pulang lewat penerbangan, mobilmu besok diurus pak ujang.."kata Aska dan Nisa hanya mengangguk
"Sayang kamu pulang yah.. pak ujang naik bis bentar lagi sampai, kamu pulang dengan mobil kita sama pak Ujang.."Minta Aska
"Yaang aq mau ikut.. hik. hik. "Aqilla sambil nangis
"7Dengerin yaang, anak2 kita kasian jika kita ikut semua, bibi akan kerepotan.."Aska mengusap air mata istrinya dan Aqilla mengangguk
"Kalian akan ikut semua..Sinta juga ikut?"tanya Aqilla sedih yang sebenarnya ingin ikut
"Sinta yang akan mengurus Lala dan menemani Nisa, yaang.."Aska menjelaskan
"Nurut,kamu pulang.. aq akan kabari kamu yaang.. gak usah cemberut"Aska memeluk istrinya dan mengantarnya ke parkiran menemui pak Ujang.
Ambulance membawa jenazah dan mereka untuk dibawa ketempat pesawat tiba dan mereka mengangkat jenazahnya dan kembali kerumah Nisa yang udah berkumpul keluarg besar Faisal dan Nisa menunggu jenazah.
"Mereka udah berkumpul,ayo kita angkat bersama.. "Minta Aska mengangkatnya masuk kerumahnya dibantu Billy dan Rendy dan sodara Faisal.
"Taruh di ranjang ini mas.. "Kata adik Faisal yang udah lama menunggunya dengan keluarganya yang menangis histeris.
"Makasih kalian sudah mua repot2 membawa anakku pulang.. "Ayah Faisal pada Aska,Billy dan Rendy
"Karna udah malam kalian istrirahatlah dulu,besok pagi kita makamkan..banyak sodara yang juga belum datang.. "adik Nisa menunjukan kamar mereka yang tidur dalam satu kamar karna rumah Nisa tidak besar hanya dua kamar.
Mereka tak bisa tidur, Rendy dan Aska ikut membacakan membantu mendoakan dengan warga dan keluarga besarnya.Billy menggedong anak Faisal yang sangat mirip Faisal Dan Nisa dikamar dengan Sinta masih saja terus menangis. Semalaman mereka terjaga tak tidur hingga pagi tiba dan rumah dan depannya ramai.
"Sayang apa udah dimakamkan..? "tanya Aqilla menghubungi suaminya
"Belum sayaang sebentar lagi..sedang disholati.. anak2 kita lagi apa yaang.. aq kangen kamu yaang aq gak bisa tidur tanpa kamu.. "Aska yang gak bisa tidur tanpa memeluk istri dan mencium istri dan mengendus bau istrinya
"Sabar yaang lagi berduka kamu jangan bahas gitu.. nginaplah disitu untuk semalam lagi.. kasian Nisa,Sinta kan bisa menghibur Nisa.. "Minta Aqilla pada suaminya
"Biar mereka yang menginap, kamu sendirian dengan 3anak kita pastilah kerepotan aq juga gak bisa jauh dari kamu,aq gak bisa tidur dan tidak tenang ,aq udah pesan tiket yaang setelah pemakanan aq pulang"Aska membuat Billy kagum padanya.
"Yah yang salam buat de Nisa,kamu hati2 yaang Ilove u to yaang.. "Aqilla menutup telponya
"Begitu cintanya mas kamu sama istrimu,aq dengar dari istriku kamu mencintai istrimu dari kalian kecil dan dengan banyak halangan dan akhirnya kalian bersatu.. sungguh mengharukan.. pastilah mas Aska sangat bahagia "puji Billy
"Aq sangat bahagia karna tujuan hidupku hanyalah istriku,aq semakin mencintai dia ditiap harinya aq gak ingin istriku sedih dan terluka karna lebih baik aq yang sakit dan terluka,"Aska duduk disamping Billy dan kemudian mereka mengikuti pemakaman Faisal.
__ADS_1