Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kritis


__ADS_3

Billy mengambil alih mengendari mobil setelah membantu Aska masuk dengan tubuh lemas setelah melihat mobil dan plat no yang merupakan mobil istrinya yang mengalami kecelakaan. Evelin dan Alinna bingung melihat papah Aksa yang dicintainya sedih penuh air mata.


"Sayang tetaplah bertahan demi aq dan anak-anak kita sayang.. "Dalam liris sela tangis Aska


"Pah ada apa, apa mamah udah ketemu..?"tanya Evelin bingung melihat papahnya sedih


"Kenapa papah nangis pah..? "tanya Alina


"Yang kecelakan tadi didepan itu mamah kalian.. "Kata Aska membuat tangis kedua anaknya pecah


"Mamah, mamah.. cepat om bawa kami kemamah.. "Aqilla dan Alina menangis


"Mamah harus baik-baik aja, Kakak janji gak buat mamah khawatir dan cemas lagi.. "Evelin sangat menyesali kepergiannya tanpa ijin ibunya


"Kakak mamah akan baik kan..? "tanya Alina sedih dan menangis dalan pelukan kakakanya


"Kakak yakin mamah akan kuat, dan bisa bersama kita lagi.. kita doakan yang terbaik dek buat mamah.. "Evelin memeluk dan mengusap rambut Alinna


"Hubungi kakek Akbar dan semuanya ka, dan minta mereka kerumah sakit xxx.. "minta Aska pada putrinya karna dirinya lemas.


"Billy cepatlah, aq udah gak sabar bertemu istriku.. "Aska sangat sedih dan khawatir


"Yah mas ini udah melampaui batas.. "Billy yang udah ngebut.


Evelin memghubungi orangtua Aska, Orangtua Aqilla dan orang tua Edo yang tadi berpisah dimakam. Kata Evelin membuat mereka sedih dan buru2 bersiap untuk pergi kerumah sakit Aqilla dibawa warga untuk dirawat. Mobil Aska udah lebih dulu sampai didepan rumah sakit dan buru-buru dia berlari mencari keberadaan istrinya.


"Sus dimana istriku, yang kecelakaan belum lama dibawa kesini..? "tanya Aska diikuti Billy,Evelin dan Alinna yang menangis


"Oh anda suaminya dia ada diruang UGD keadaannya sangat kritis karna benturan dikepalanya.."kata sustet buat Aska lemas rasanya tak sanggup menopang dirinya sendiri hanya saja ada Billy yang membantunya


"Bill bawa aq menemui istriku.. "minta Aska


"Dokter melarang masuk, kalian bisa lihat dari balik kaca itu..."suster menunjukan jalan


"Aq dokter, aq bisa merawat istriku.. "kata Aska membuat suster menatapnya


"Sodaraku dokter dan ayahnya juga punya klinik sendiri sus, jadi dia bisa merawat istrinta.. "Billy menyakinkan

__ADS_1


"Baiklah saya akan bicara dengan dokter dulu.."Suster menghubungi dokter yang menanganinya.


Aska dan lainya sampai didepan ruang UGD dan terlihat dari balik kaca wanita cantik rambut panjang terbujur lemah dan menutup matanya dan badan hidung mulutnya terdapat selang untuk bantu pernapasan dan lengan tangan dengan selang infus. Aska semakin tak sanggup menahan sedihnya dan mengalir air mata tak tega melihat istrinya terkulai lemas dan pucat dengan kepala diperban.


"Sayaang kamu harus kuat, aq gak bisa hidup tanpamu.. "Aska dibalik kaca karna dokter yang merawat belum menemui Aska


"Mamah maafin kakak mah,ini semua salah kakak buat mamah khawatir dan seperti ini.."Evelin menagis melihat Aqilla dirung UGD


"Mamah dedeg disini mah, dedeg janji nurut sama mamah, mamah bangun mah.. "Alina menangis dalam pelukan Evelin.


"Ka kamu udah telfon kakek, cepat suruh kakek Akbar datang kesini.. "teriak Aska yang tak sanggup menahan kesedihannya dan penuh air mata


"Udah pah, lagi dijalan sama nenenk pah.."Evelin menjawabnya sambil menangis


"Pah maafin kakak,kakak yang buat mamah kaya gini.. "Evelin memeluk Aska


"Jangan salahkan dirimu kita berdoa untuk mamah dan jangan pernah tinggalin mamah lagi, mamah sangat sayang sama kamu, bagi mamahmu kamu hidup mamah apa kamu pahan ka...?jangan main kabur buat mamahmu cemas dan takut.. "Aska yang sebenarnya gak tau yang terjadi


"Iya pah aq janji pah, akan selalu nurut sama mamah dan papah, mamah adalah mamahku selamanya akan jadi mamah kandungku.."Evelin buat Aska terbelalak


"Bill kamu tunggu disini dan jaga anakku, aq mau bicara dengan anakku sebentar.."Aska menggandeng Evelin.


"Katakan pada papah apa yang terjadi dan kenapa kamu bisa pergi kemakam papah Edo dan sampai sore dan menangis disana bajumu basah semua dan buat mamahmu khawatir..?"tanya Aska membuat Evelin merasa bersalah dan sedih kembali


"Kakak udah tau semuanya pah, kalo kakak bukan anak kandung mamah dan papah Edo.."Evelin menangis dan buat Aska tercengang


"Siapa yang bilang, kamu dengar dari mana..?"Aska lirih karna dia gak mau Billy dan Alina dengar


"Mamahnya Bianka yang bilang aq anak pungut mamah dan papah, karna papah gak bisa punya anak.. "Evelin makin terisak karna dia berharap itu tak benar


"Mamah Bianka siapa? "Aksa masih belum mengerti


"Mamah Bianka teman papah dan mamah yang dulu suka sama papah namanya Bella Rohadi pah,dan katanya mamah mengganggu hubungan tante sama papah.. "Evelin menceritakan


"Itu tidak benar, mamah sama papah udah bilang kamu gak boleh keluyuran tapi kamu bandel gak nurut sama mamah dan papah.."Aska kesal dengan Bella yang ternyata membuat masalah lagi.


"Maaf pah, tapi apa benar kata tante Bella kalo aq bukan anak mamah pah..? "Evelin masih penasaran ingin tau kebenaranya

__ADS_1


"Kamu masih sempat bertanya seperti itu, sedangkan mamahmu bertaru nyawa karna selalu khawatir padamu bahkan gak peduli lagi dengan nyawanya demi kamu ka..?"Aska tak ingin membicarakan hal yang buat istrinya hancur


"Gak maaf, aq gak akan bertanya lagi karna aq anak mamah pah..aq sayang sama mamah aq gak akan ninggalin mamah pah.. "Evelin memeluk Aska


"Janji sama papah jangan bicarakan ini dengan siapapun apalagi pada mamahmu karna dia tidak akan sanggup dan berjanjilah untuk tetap selamanya bersama mamahmu, kamu hidup mamahmu.."Aksa membuat Evelin untuk tutup mulut


"Iya pah aq janji akan nurut sama mamah dan papah.. "Aska membalas memeluk Evelin


"Sayang kamu pulang dan jaga kedua adikmu selama mamah dan papah disini, mereka adik2 mu dan jangan terpengaruh dengan omongan orang lain tetap dirumah baik itu setelah pulang sekolah,gak boleh main lagi tanpa seijin papah ingat itu.. "Aska sedikit mengancam karna gak ingin terjadi hal yang sama


"Aska bagaimana Aqilla..?"tanya pak Akbar


"Istriku kritis pah, benturan dikepala pah yang buat istriku gak sadar, aq juga belum ketemu dokter tapi yang aq lihat luka istriku cukup parah pah..."Aska meneteskan air matanya


"Pah tolong selamatkan istriku, aq gak bisa hidup tanpanya pah.. "Aksa memeluk papahnya


"Kita akan berjuang bersama dan papah akan pindahkan istrimu kerumahsakit kita dan memanggil doktet saraf terbaik, kamu yang sabar semua akan baik-baik saja"Pak Akbar menguatkan anak satu-satunya


"Aska mamah udah melarang istrimu tapi bandel, mamah khawatir setelah Aqilla bicara dengan teman Evelin,Bianka dia jadi lemas dan menangis bingung dan gelisah tapi dia tetap ingin pergi mencari Evelin kata, Evelin butuh dirinya.."Mamah menceritakan


"Bill, kamu antar anakku pulang dan tolong minta istrimu untuk menjaga dan mengurus anak-anakku dulu.. "minta Aska pada Billy


"Sayang kamu gak pa2 kan, apa kamu terluka?"tanya Nenek Maria ibu Aska


"Gak nek, aq gak pa2 nek maaf yah nek karna kakak mamah jadi kecelakaan.. "Evelin menangis dan memeluk nenek Rahayu


"Gak gitu sayang, semua ibu akan selalu khawatir dan berkorban untuk anaknya dan kamu doa kan mamah dan nurut sama mamah yah jangan ulangi kesalahan yang sama..? "minta nenek Maria


"Iyq nek aq janji nurut sama mamah, aq sangat sayang sama mamah, mamah akan baik-baik aja kan kek..?"Evelin pada kakek Akbar ayah Aska


"Tentu saja sayang, kita akan berjuang untuk kesembuhan mamah, kalian berdoa untuk mamah yah.. "Kakek mengusap dan mencium kening Evelin dan Alinna


"Sekarang kalian pulang sama om Billy, serahkan semua sama kakek dan papah karna kita kan dokter.,nanti setelah kakak besar kakak akan gantiin kakek jadi dokter hebat.. "Kakek Akbar buat Evelin dan Alina tenang


"Iya kek, kakek hebat pasti mamah akan cepat sembuh.. aq sayang kakek.. "Evelin memeluk kakek dan juga Alina


"Kakek sembuhin mamah Alina yah.. "minta Alina

__ADS_1


"Iya..sayang kalian hati-hati yah"Kakek menjawabnya.


__ADS_2