Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Isi dompet Billy


__ADS_3

Pemakaman Faisal yang penuh tangis dari istri dan keluarga besar Nisa dan Faisal. Aska tak bisa tinggal lama karna kekhawatirannya pada istri yang mengurus tiga anak masih kecil membuat dia gelisah dan cepat2 ingin pulang kerumah.


"De, mas minta maaf pulang duluan.. mba Aqilla sendirian dan anak2 kami masih kecil, mas kepikiran kakamu.. mas pulang dulu ya kamu kuat hatimu yang sabar,hidupmu masih panjang dan ingatlah buah hati cinta kalian masih kecil butuh kamu"Aska berpamitan dan menasehati Nisa


"Ya mas makasih atas semua bantuanya mas, tolong sampaikan juga sama mba Aqilla"Nisa masih dengan air mata


"Yah aq pulang dulu, taxynya uda nunggu, Ren Bil,sin aq duluan yah..."Aksa mengulurkan tangannya


"Ya ati2 Ka.. "Aska pergi naik Taxy kebandara.


Masih suasana berkabung, baru saja pemakaman,Nisa yang masih saja menangis ditemani Sinta,Rendi dan Billy.


"De kamu jangan nangis terus, cobalah makan untuk anakmu..kasian LaLa butuh kamu..? "Rendi pada Nisa


"Aq gak yangka suami yang selama ini mendampingiku pergi secepat ini, pantas aja kata2nya aneh.."Nisa mengingat seperti pesan Faisal untuk dirinya


"Aneh gimana De..? "tanya Sinta


"Dia bilang, aq harus bisa kuat seperti mba Aqilla yang mandiri tegas dan sabar tanpa dirinya dan terakhir dia berpamitan sama mas Aska dan mba Aqilla bilang makasih udah jadikan dia keluarga dan adik bagi mereka, minta maaf berulang kali pada mereka sampai mba Aqilla bilang jangan minta maaf dan makasih terus karna akan berat"Nisa sambil nangis


"Tapi dia bilang manusia hidup gak tau sampai kapan jadi dia perlu minta maaf dan makasih pada mereka sebelum dia pergi"Nisa makin menangis


"Ya biasa memang ada kata atau kebiasan yang aneh untuk kenangan keluarganya tapi benar kamu harus kuat, dulu Aqilla juga mengalami ini tapi dia berusaha kuat dan tegar untuk Evelin yang bahkan bukan anak kandungnya,tapi lihatlah kesabaran berbuah manis kamu pun sama akan seperti Aqilla"Sinta menasehatinya


"Mana mungkin aq bisa seperti mba Aqilla,dia wanita yang luar biasa dan aq hanya wanita biasa yang gak bisa apapun karna aq selama ini tergantung pada suami"Nisa bingung untuk kedepannya


"De bukalah usaha kami akan bantu, nanti aq juga akan bilang Asks dan Aqilla..kamu juga nantinya akan menemukan kebahagian "saran Rendy


"Faisal laki2 yang baik sangat bertanggung jawab dia bahkan menerimaku,wanita yang udah dicampakan laki2 dengan anak satu yang aq sendiri tak mau merawatnya"kata2 Nisa membuat Billy makin bersalah karn dia yang menyakitinya


"De apa kami boleh tau laki2 yang telah menyakitimu, dia pasti menyesal telah meninggalkanmu, kamu gadis yang baik dan cantik?"tanya Sinta buat Billy gelisah dan gugup

__ADS_1


"Tentu saja menyesal mba,bahkan lebih dari menyesal dan mendapatkan hukumannya karna hidupnya tak berarti meski udah berkeluarga sekalipun"Billy menjawabnya


"Mungkin seperti itu de"Rendy yang gak tau kalo Billy sendiri yang mengalami


"Jangan bahas itu, aq gak mau suamiku sedih"Nisa nangis lagi


"De udah jangan nangis terus, lihatlah anakmu ikut menangis..? "Rendy yang menggendong Lala


"Ya mas,aq masih belum bisa menyakini ini"Nisa meraih anaknya


"Kamu bisa kesana kerumah kami atau Aqilla jika kamu kesepian..Aqilla juga punya usaha kamu bisa bantu dia Nis"Rendy menyarankan


"Yah lain kali aq akan kesana lagi, karna kalian udah seperti kakaku dan aq akan belajar dari mba Aqilla"Nisa memeluk dan mencium anaknya.


"Karna kami gak bisa lama tinggal disini Nis, kamu tau mas Rendy dokter dan banyak tugas dan Billy juga harus kembali ke tempat tinggalnya.. kamu sendir kalo kamu kaya gitu terus akan buat kami sedih dan kekipikiran,belajarlah dari sekarang untuk jadi wanita yang kuat sabar demi anakmu"Rendy masih menasehati Nisa


"Ya mas.. "Nisa mengangguk


"Ka aq lupa tidak membawa dompet, aq cari gak ada.. bisa pesenin tiket sekalian? "Billy keluar dari kamar menghampiri Rendi dan Sinta


"Yah aq udah pesan tiga buat kita.. "kata Rendy yang melihat Billy kebingungan


"Makasih Ka.. "jawab Billy sambil mengingat dompetnya yang khawatir istrinya akan menemukan dan membukanya.


"Halo de, apa kamu tau dompetku? karna aq lupa gak bawa,aq cari gak ada..? "Billy menghubungi istrinya


"Ya dompetnya sama aq dan cepatlah pulang"Rara pada suaminya


"Ya besok siang kami pulang dan mungkin sampai aq malam baru sampai situ.."Billy yang cemas dan kepikiran isi dompetnya yang ada hasil tes DNA dirinya dan Evelin tapi dia gak mungkin tanya pada istrinya.


"Yah hati2 yaang.. "Rara mematikan telefonnya

__ADS_1


"Ada apa de? kamu gelisah sekali..? "tanya Sinta pada Billy dan dia milirik Nisa


"Ga ada apa2 mba..? "Billy berusaha tenang


Rara menemukan dompet suaminya jatuh di dekat lemari dan masih memegangnya, dia keingat kata2 suaminya sebelumnya membuat dia curiga.


"Apa aq buka dompet suamiku,atau tidak yah?"Rara bolak balik dikamarnya dengan hati curiga dan penasaran karna dia gak pernah membuka dompet suaminya


"Ini dompet suamiku, bahkan aq belum pernah memegang apa disini ada foto masa lalunya atau rahasia apa..?"Rara makin gelisah.


Rara memutuskan untuk membukanya,dilihatnya satu persatu tempat uang ada enam lembar lembar dan sim Atm dan kartu2 lain,dibuka lagi ada lembaran kertas yang dilipat dan disembunyikan dibagian tempat kartu.


"Ini kertas apa dilipat sangat kecil..?"Rara penasaran dan membuka lipatanya


"Tes DNA? "matanya melotot


"Billy Ardanan.. ini nama suamiku"Rara terkejut nama suaminya


"Evelin.. bukannya ini nama anaknya mas Aska dan mba Aqilla..?"Dia makin terkejut nama anak yang tertera dikertas itu


"Positif Anak kandung.. "Rara menjatuhkan kertasnya dan meneteskan air matanya


"Ini gak mungkin Evelin anak kandung Billy tapi Evelin anaknya mba Aqilla.."Rara sambil menangis dan dan bertanya2 pada dirinya


"Apa suamiku dan mba Aqilla dulu.. dia.. dan mereka.."Rara masih bicara sendiri


"Aq harus tau kebenarannya,aq gak mungkin tanya Billy dia akan membuat alasan dan Mas Rendi ada bersamanya.. "Rara berjalan kesana kemari dengan hati gilisah dan tak tenang


"Aq akan tanyakan ini langsung pada mba Aqilla.. iyah sama dia aja langsung kerumahnya, karna ditelfon dia gak mungkin jujur"Rara membereskan pakaiannya dan pakaian anaknya beberapa lembar dan menyimpan dompet suaminya ditas yang berisi surat DNA.


Rara berpamitan pada orangtuanya dengan alasan akan bermain kerumah kak Rendy karna suaminya disana. Dan menghubungi suaminya untuk kerumah Kak Rendy dengan alasaan liburan meski Billy merasa curiga istrinya membuka dompetnya dan menemukan dan membaca hasil tes DNAnya.

__ADS_1


__ADS_2