
Dirumah sakit Aqilla dirawat dan membutuhkan waktu istirahat dan penyembuhan waktu yang cukup karna hasil darah yang dibacakan Aska yang bertuga dirumah sakit terserbut adalah Debe akibat gigitan nyamul malaria dan badan Aqilla yang gak fit.
"La kamu harus dirawat disini,kamu terkena Debe..nunggu hasilnya negatif dan trobositnya naik kamu boleh pulang.."Kata Aska yang kumplit memakai baju dokter.
"Apa gak pa2 Aqilla..?"tanya Ibunya yang bingung mau panggil nak Aska atau dokter
"Panggil seperti biasa aja bu,gak pa2..saya dan Rendy dokter dan sedang tugas disini..."Aska tersenyum
"Darah Aqilla B,apa darah bapak dan ibu salah satunya juga B..karna saya darahnya A jadi gak bisa donor...sedangkan darah Aqilla sangat rendah butuh transfusi darah.."kata Aska
"Gak usah..aq suka bau darah..jangan ada darah disini.."Aqilla takut dan Aska memakluminya.
"Ya gak pa2 kamu minum obatnya dulu.."Aska bantu Aqilla minum obat
Tak lama Aqila tertidur karna pengaruh obat tidur yang sengaja diberikan Aska dan meminta ayah dan ibu memeriksakan darahnya dan yang ayah Aqila dan diambil darahnya sama suster.
"Kalo gak tidur gak bisa kaya gini bu..sedang Aqilla butuh darah ini..darah dan trombosir rendah.."Aska memasang selang transfusi darah pada tangan Aqilla.
"Bu saya permisi dulu mau periksa pasien yang lain..sebelum darah ini habis saya kesini.."Aqilla keluar ruangan yang dijaga ibu dan Ayah Aqilla dan Evelin yang tidur dipangkuannya.
Ayah dan ibu teridur bersama Evelin dan Aska masuk kedalam dan mengecek Aqilla dan mencabut selang transfusi darahnya sebelum Aqilla bangun,dan menganti infus yang habis. Aska melepas jasnya dan perlengkapan dokternya dan menaruhya disofa dan dia duduk disamping Aqilla dan ikut tertidur sambil duduk dan tangan diperutnya hingga pagi.
"Ka..Ka..kok kamu tidur duduk disini..?"Aqila membangunkan Aska dan dia mengerjapkan matanya
"Ya La ketiduran..aq cek dulu.."Aska kembali memerikasa Aqilla
"Panas lagi La..kamu tutup matamu dan hidungmu La..karna aq mau ambil darahmu sedikit untuk dites..trombositnya naik pa ga"Kata Aska setelah memeriksanya
__ADS_1
"Kemarin udah diambil kan darahnya..ini mau diambil lagi,dikiranya gak sakit apa:"Aqilla cemberut membuat orangtuanya tersenyum
"Gak sakit La..seperti digigit semut.."Rendy ikut ngecek Aqilla
"Kamu masih panas..masih butuh perawatan lebih La..Debe tergolong bahaya juga loh La..:"Rendi mengajak ngobrol Aqilla dan Aska mengambil darahnya
"aakh..kamu gak ngomong2 main tancap ambil darah aja.."Aqilla merasa sedikit sakit dan Aska tersenyum
"Ren tolong bawa ini untuk dicek..oh ya Ren sekaliak kamu antar ibu dan ayah pulang..Evelin kasian disini terus mereka butu istirahat dan kasian aadik2 dirumah.."Pinta Aska
"Yang jaga Aqilla..?"tanya ibunya khawatir
"Saya bu yang jaga Aqilla..ibu dan ayah tidur dirumah saja..ada saya disini.."Ibu dan ayah nurut kata Aska dan mereka pulang.
Setelah makan dan minum obat Aqilla tertidur dan banyak mengekuarkan keringat,Aska duduk disamping Aqilla dan mengusap keringat Aqilla berulang kali karna berulang kali berkeringat.
"Thok..thok.."Aska membuka pintunya
"Boleh..ini kakek dan nenek Evelin..masuk"Aska sopan dan mengingatnya
"Dokter kenal kami..?"tanya Ayah Edo
"Ya kita pernah bicara mungki bapak lupa..saya yang dipanggil papah sama Evelin cucu bapak dan ibu.."Aska menceritakan pada orang tua Edo dan adik2nya
"Oh mas ini dokter..yang sering dipanggil cucuku papah..?"Ayah Edo terkejut
"Ya benar pak..saya dokter yang memeriksa dan menjaga Aqilla.. saat ini dia tertidur pengaruh obat "Aska menjelaskan
__ADS_1
"Ya pantas cucuku menganggapmu Edo anakku..tinggi dan bandanmu sama dengan anakku..apa gak ada yang keberatan nak..cucuku manggil kamu papah..?"Tanyanya takut ada yang gak suka
"Gak pak saya sendiri lama bercerai dan anak saya seumura Evelim tinggal sama ibunya..jadi buat saya Evelin udah seperti anak sendiri..ttadi pagi mereka pulang.."Aska menjelaskan statsunya
"Udah lama kenal sama mba Aqilla..?"tanya Eva yang merasa curiga dokter mau menjaga pasien
"Lama dulu satu kelas sejak SMP. "jawab Aska yang tau Eva curiga padanya
"Kamu suka sama mba Aqilla?karna mba Aqilla cantik dan banyak yang suka dan ditempat kerja kata om banyak yang berebut mba Aqilla..dan gak mungkin kamu gak suka karna dokter menjaga merawat pasien aneh rasanya.."Eva mengungkapkan kecurigaannya dan Aska melirik Aqilla masih tertidur pulas
"Ya saya mencintainya dari kami masih sama2 kecil..saya ingin Aqilla menjadi istriku dan papah bagi Evelin..kalo Aqilla mau menerima saya..tapi kami belum ketahap itu..dan Aqilla masih menutup hatinya..dan apa ibu bapak dan kalian keberatan jika saya menggantikan anak bapak dan ibu menjaga dan menyanyangi Aqilla dan cucu kalian..?"Aska balik bertanya setelah mengungkapkanya
"Kami udah ikhlas dengan kepergian anak kami..kami gak mungkin gak setuju..itu hak anak kami Aqilla yang menentukan,jika dia menerima dokter kami pun setuju apalagi cucu saya sangat menyayangi dokter dan saya suka kejujuran dokter dan kebaikan dokter.."kata Ayah dan diangguki ibu dan sodaranya
"Yang keluaga kami minta hanya satu,kami sudah anggap Aqilla putri kami dan ada anak mereka meski bukan anak kandung Aqilla dan Edo tapi Evelin anak kesayangan Edo hingga dia ninggalpun dia minta kami untuk tidak jauh dari Aqilla dan Evelin karna dia anak Edo dan cucu kami..dengan siapa Aqila nikah asal dia menerimanya gak masalah tapi jangan jauhkan kami dari cucu dan putri kami"minta Ayah Edo membuat Aska terkejut dengar bahwa Evelin bukan anak kandung Aqilla dan Edo
"Evelin bukan anak kandung mereka..maksud saya Aqilla dan Edo anak bapak dan ibu..?"tanya Aska terkejut
"Anakku gak bisa kasih keturunan pada Aqilla,dia terkena saraf otaknya yang buat dia lemah,mereka merawat Evelin dari baru lahir..karna ibu kandungnya setelah lahir memberikan pada Aqilla dan dia pergi,karna dari awal hamil memang akan diberikan ke orang lain dan yang mengharapkan Evelin juga banyak,tapi dia lahir dan bisa melahirkan setelah Aqilla mengusap perutnya tadinya mau dioprasi"ibunya menceritakannya dan Aska mengerti.
"Saya gak mungkin memisahkan kalian dan Evelin tetap cucu kalian dan juga Aqilla putri kalian dan saya berharap doanya untuk kami bersama dan jadikan saya seperti anak kalian juga sama seperti Edo dan Aqilla saya akan sangat bahagia "minta Aska yang juga ingin dekat dengan yang dekat dengan Aqilla.
"Kami sangat senang dan bangga kamu bisa jadi anak kami karna anak laki2 kami satu2nya dipanggil Tuhan dan kini aq dapat anak laki2 kembali..kamu bahkan sifat dan baiknya sama dengan anakku Edo dan kami berharap kamu berjodoh dengan putriku Aqilla menggantikan Edo menjaga dan merawat cucu kami.."Ayahnya dan menyambut pelukan Aska dan mereka terseyum senang dan bahagia mendapat anak laki2 kembali
"Saya pangil kalian ayah dan ibu sama dengan Aqilla memanggil kalian..ini saya yah disimpan kalo ada2 hubungi saya..lain kali saya mampir kerumah ayah dan ibu..makasih doanya jadi aq tambah semangat mencintai Aqilla dan Evelin karna udah dapat restu kalian.."Aska memeluk ibu Edo dan menangis
"Ibu jangan menangis sekarang saya anak laki2 ibu.."Ibu Edo mengangguk bahagia
__ADS_1
"Mba Aqilla sungguh beruntung..dulu sangat dicintai mas Edo dan sekarang dicintai dokter"
"Panggil aja saya mas..sama kaya mas Edo..aq tau aq lebih muda tapi sekarang kan aq kaka kalian.."Aska tersenyum.