Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Pernikahan Aska dan Kebahagiaan Aqilla


__ADS_3

Pesta pernikahan disiapkan dengan sederhana dengan ada jawa dan mengundang keluarga dan tetangga sekitar saja. Hari ini hari Aska mengucapkan ijabkabul dan sah menjadi suami Lia dan seutuhnya milik Lia.


"Udah siap Ka..yakin..?"bisik Rendy karna mereka ada dirumah Lia


"jalani aja Ren..sesaui takdir.."jawab Aska yang lelah memikirakan antara cinta yang tak pasti jadi miliknya dan rasa nyaman bersama Lia


"Ya semoga kamu hidup bahagia bersama Lia."Doa Rendi


"amin"Aska dalam hatinya.


Acara ijabkabul berjalan lancar dan Aska sah jadi suami Lia. Mereka kini resmi suami istri yang sah dimata agama dan negara.


"Mas ini tehnya diminum dulu.."Lia masuk kamar menghampiri suaminya yang duduk melamun menatap jendela


"ya makasih.."Aska kaget karna dalam perasaannya memikirkan Aqilla dan memberi salam perpisahan terakhir dihatinya yang memberitaukan bahwa ini lah takdirnya


"Mas apa kamu menyesal..kenapa terlihat sedih..kita baru saja menikah..?"tanya Lia yang melihat Aska sedih dan melamun


"Kenapa harus sedih?Aq bahagia menjadi suamimu dan ini malam pertama kita.."Aska memeluk dan mencium Lia untuk menghilangkan pikiran Aqilla yang tak bisa dia hapus


"Kalo cape kita harus melakukan sekarang mas.."Lia mehami suaminya


"Tali aq mau sekarang.."Aska menghilangkan kecurigaan istrinya yang memikirkan wanita lain dan menunaikan kewajibannya sebagai suami


"Apa kamu bersedia..?"tanya Aska dan Lia mengangguk malu


Aska memeluk istrinya dan mencium bibir istrinya dan meraba setiap inci tubuh istrinya dan melepas pakainya dan pakaian istrinya.Mereka tak lama bercumbu tali langung ke inti dan Aska memejakan matanya karna dia gak mau salah melihat yang dalam bayangannya Aqilla dan gak mau salah sebut nama.


"aaakh mas pelan2.."Lia merintih karna ini juga pertama kalinya dan juga Aska yang sedikit kasar karna tertawa nafsu.


"ya maaf..nikmatilah.."kata Aska dan mereka bersatu dengan waktu cukup lama karna Aska laki2 normal.


AQILLA

__ADS_1


Sedang Aqilla berharap cemas karna wanita yang akan memberikan anaknya akan melahirkan. Dan gak tau akan diberikan siapa karna Lusi juga tidak pasti apa lagi Aqilla dan Wanita itu belum saling kenal.


"Yaang kamj kenapa mondar mandir terus..mas Edo pusing liatnya.."tanya suaminya yang sedang nonton TV


"Yaang wanita itu mau melahirkan dan aq khawatir kalo dia gak berikan sama kita.." Aqilla sedih dan cemas dan duduk dalam pangkuan suaminya


"Kamu yakin yaang mau adopsi anak,dan kamu bisa sayang dan menganggapnya anak kandung karna jika kamu gak bisa kasian anak itu dan kamu juga dosa.."suaminya memastikan dan menasehati istriny


"Ya mas aq yakin karna dengan ini kita bisa punya anak dan rumah tangga kita akan selalu harmonis..aq minta maaf buat kamu marah..kamu mau kan yaang..?"Aqilla menyesal atas tekanan buat suaminya dan bertanya balik


"Kalo itu jadi keputusanmu aq setuju dan aq juga gak mau pisah sama kamu dan janjilah setelah kamu gak boleh bahas perpisahan lagi..itu buat mas sakit..mas tau mas gak bisa kasih kamu keturunan karna cairan mas gak subur tapi itu juga bukan kemauan mas..mas ingin kamu hamil anak mas dan mas juga pengin lihat keturuanan kita mukanya sepertia apa..dan bukan hanya kamu yang sedih mas jauh lebih sedih apalagi mas yang punya kekurangan mas takut kamu meninggalkan mas..mas juga malu sebenarnya dengan omongan orang tapi mas gak bisa apa2 dan mau gimana lagi..mas hanya bisa berharap kamu bisa bersamaku terus hingga mas mati.."Edo mengungkapkan uneg2nya


"Mas jangan bilang mati..aq gak mau.."Aqilla menangis dalam pelukan suaminya


"bukanya kalo mas mati kamu bisa nikah lagi dan punya anak..kamu kan subur.."Edo membuat Aqilla makin nangis.


"Udah jangan nangis mas gak ngomong itu lagi..dan tumben kamu manja gini..kangen sama mas?nyesel diammin mas terus.."Tanya Edo dan Aqilla menganguk


"Kalo gitu mas minta jatah.."Edo mengangkat tubuh istrinya dan Hp Aqilla berdering


"La kamu kesini aja dan ngomong sendiri karna disini juga ada ibu yang pengin bayinya..tapi belum lahir..gak tau ini lama banget gak lahir2 udah disuntik dorong juga.."mba Lusi memberitahu Aqilla dan mematikan HPnya


"ayo mas kita kesana..mas cepet.."Edo masih diam karna takutnya istrinya anak kecewa dan akan buat dia marah dan diam lagi.


"janji dulu..kalo bayinya bukan untuk kita..kamu gak akan marah dan gak akan diam lagi sama mas Edo.."minta Edo takut istrinya kecewa


"gak mas janji..ayo mas.."Aqilla menarik tangan suaminya dan dia mengambil kunci mobil.Karna hasil kerja Edo dan mereka bis beli mobil second.


"ya yaang"jawab Edo merangkul istrinya


Setelah mereka sampai,Aqilla masuk dan melihat gadis 19tahun hamil besar akan melahirkan diranjang dengan ditingguin Lusi dan dua ibu yang seumuran ibu Aqilla y berharap bayi itu juga untuk anaknya yang belum juga punya anak dan suster.


"Nis..ini Aqilla dan itu Edo suaminya yang aq critain sama kamu,mereka udah lama nikah tapi belum punya anak dan mereka berharapp kamu bisa memberikan pada mereka.."Lusi memperkenal pada Nisa Almira yang akan memberikan anaknya

__ADS_1


"Mba sini..ini anak mba.."Nisa meminta Aqila menghampirinya dengan mengulurkan tanganya


"aq mba.."Aqilla masih tak percaya dan mengulurkan tangannya


"ya mba ini,ini anak mba susah lahir nih mba.."kata Nisa lagi menyakinkan Aqilla dan Aqilla mengusap dan berbisik diperut Nisa yang besar


"ini mamah sayaang cepatlah keluar mamah menunggu.."bisik Aqilla dan Nisa Lusi tersenyum


"duh mba perutku..suster mau lahir sus.."Nisa merintij kesakitan dan gak mau meleaskan tangan Aqilla dan yang lainya keluar


"Mba jangan pergi..anakmu mau lahir.."Aqilla duduk memeberi semangat pada Nisa dengan menggegam tangannya dan mengusap lembut rambutnya.


"oe..oe..oe.."bayi mungil yanga cantik lahir


"Suster.kasih kemamahnya ini mba Aqilla ibu anak itu"kata Nisa membuat Aqilla nangis dan menggendong bayinya.


"Mba ternyata anak mba nunggu mba datang baru bisa lahir..dari kemarin sore aq merasakan sakit tapi begitu mba mengusap dan berbisik dia langsung keluar..makasih ya mba..tadinya aq mau dioprasi.."Nisa nangis gak sedih juga haru.


"Kamu mau lihat anakmu..ini"Aqilla memberikan pada Nisa tapi Nisa menolaknya dan tak mau melihatnya


"Mba jangan mba..itu anak mba dan jauhkan dia dariku karna aq gak mau mengingatnya dan mengambil kembali anak itu..mba janji jadikan dia seperti anak kandung mba sendiri meski mba nantinya lunya anak sendiri didik dia jadi anak yang baika sama kaya mba dan suami yang udah mau menerima anak saya."permintaan Nisa


"7Mba buatkan surat aq mau tanda tangan diatas materai..dan kita sudah tidak ada hubungan apapun karna aq akan kembali kerumahku..orangtuaku menungguku.."mintanya lagi yang benar2 memutuskan hubunganya dengan anaknya sendiri


"Ya mba.."Aqilla keluar ruangan dengan bayinya dan dua ibu yangbudah lama nunggu kecewa marah dan pergi.


"Yaang ini anak kita,cantik putih hidungnya panjang bibirnya tipis.."Aqilla bahagia dan dipeluk suaminya dan menangis bersama dan Lusi juga ikut haru menangis


"Alhamdulillah La..bayi itu memang ditakdirkan untukmu..diusap kamu langsung lahir.."Lusi memberi selamat.


"Ya mba Lusi..makasih banyak yah tanpa mba Lusi mungkin aq belum punya anak.."Aqilla dan Lusi berpelukan karna bayi ada digendongan Edo


"Mas mba Nisa minta kita buat surat dan tanda tangan diatas materai..mas buat mas..ini akan jadi kekuatan buat kita atas bayi ini..aq kasian sama bayi ini karna ibunya gak mau dia tapi aq bahagia karna itu aq bisa punya anak,aq gak tau aq jahat atau egois yang pasti aq udah sayang dan gak mau dia pergi dariku.."Aqilla menangis dan mencium bayi mungil yang sangat tenang dalam pelukan Edo

__ADS_1


"Ya mas juga sayang sama dia..mas pulang bawa ibu kita dan minta ayahku buat suratnya..karna aq gak bisa yaang.."Edo memberikan bayinya lagi ada istrinya


"Cepat yaang jangan lama2 aq takut dia berubah pikiran..cepatlah mas.."Aqilla takut kehilangan kesempatan atas bayi itu.


__ADS_2