Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Penyesalan Billy


__ADS_3

Nisa bersama anak-anak masuk kamar dan diikuti Billy yang merebahkan dirinya didekat Evelin yang ada bersama kedua adik kembarnya karna Evelin tak bisa jauh dari sodara kembarnya selalu menjaga dan bermain dengan mereka. Mereka tidur dengan kasur lantai karna tidak ada ranjang dan busa empuk dikontrakan.


"Kaka Evelin tidur yah, adik2 udah tidur.. "Billy pada Evelin yang didekatnya dan dilihat Nisa yang sedang menidurkan Aqilla kecil anaknya dipojok kanan karna Billy dipojok kiri.


"Gak bisa tidur om,kaka mau Hp tapi disita sama mamah.. "Evelin sedih


"Mau bicara sama teman Kaka yah, atau mau main game? "Tanya Billy tangannya memeluk Evelin


"Mau main Game om kan gak bisa tidur.."Evelin tersenyum


"Om pinjemin tapi gak boleh sambil tidur,sini duduk bersadar pada om yah dan om kasih waktu 20 menit habis itu tidur udah malam yah sayang"Billy memberikan Hpnya


"Kaka sekarang kelas dua SD yah..? "tanya Billy memperhatikan Evelin yang bersadar diperutnya


"Ya om onlain kata mamah banyak virus"Evelin menjawabnya


"Kaka udah besar dan cantik kalo udah besar mau jadi apa? "tanya Billy lagi yang didengar dan dilihat sama Nisa yang juga gak bisa tidur


"Mau jadi dokter sama seperti papah biar bisa obati orang sakit jadi gak meninggal kaya papah Edo kasian.."Evelin sedih mengingat papah Edo.


"Papah Edo siapa kok,om gak tau? "tanya Billy


"Papah Edo,papah kandung Evelin kepalanya sakit dan udah meninggal.."Evelin nangis


"Jangan sedih sayang, papah Edo udah gak sakit disurga sama Tuhan sama seperti om papah Aqilla om Faisal juga sama udah meninggal dan udah gak sakit, Evelin doakan papah Edo sama om Faisal yah biat mereka bersama Tuhan dan bahagia disana.."Nisa menasehati Evelin dan Billy mengahapus air mata Evelin.


"Udan main Hp nya yah jangan sedih lagi sini om peluk tidur yah.. "Billy memeluk Evelin dan mengusap rambutnya tak lama Evelin tidur.


Nisa masih belum bisa tidur dan juga Billy yang masih mengusap punggung dan rambut Evelin yang udah tidur terlelap dalam pelukan Billy dan adik2nya.


"Nis, Edo suami mba Aqilla yang pertama apa? "Tanya Billy menatap Nisa yang masih membuka matanya


"Yah, suami pertama mba Aqilla yang sama sayangnya sama seperti mas Aksa dia laki2 dewasa,tampan dan sangat mandiri dan sangat menyayangi Evelin karna sejak bayi mas Edo yang merawat dan mengurus Evelin sampai umur tiga tahun lebih, Evelin sangat dekat dengan Mas Edo dari pada sama mba Aqilla dulu karna dia sibuk kerja"Nisa menceritakan

__ADS_1


"Karna Edo sakit jadi mba Aqilla jadi tulang punggung dan yang merawat mengurus Evelin, Edo maksudmu? "Billy


"Yah begitu..keluarga mas Edo juga udah jadi orangtua bagi mas Aska, mereka menganggap mas Aska anak atas permintaan mas Aska dan mereka sangat dekat dan Evelin tiap liburan dan pulang akan selalu minta tidur dirumah orangtua Edo dan tidur dikamar Edo katanya ada papah Edo yang selalu peluk Evelin"ceritanya lagi


"Evelin sangay sayang sama Edo, sampai dia mengingatnya sampai sekarang.. "Billy mengusap rambut Evelin


"Bagi Evelin mas Edo orang yang sangat berarti dan cinta pertama dia mengenal ayah yang selalu melindungi dan menyanyanginya"Nisa mengingatnya


"Sayang sekali aq gak bisa bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih karna udah mencintai anakku yang begitu besar sampai anakku gak bisa menggantikan posisinya pada siapapun"Billy mencium Evelin


"Ini foto mas Edo aq juga hanya beberpa kali saja bertemu saat lahiran,saat mba Aqilla sama mas Edo"Nisa memeberikan Foto Edo dan Aqilla saat pertama Nisa mencuri foto mereka


"Sangat tampan dan Dewasa Nis, hampir mirip dengan mas Aska.."Billy melihat fotonya


"Karna mereka mirip, pertama Aska bertemu Evelin, Evelin gak mau lepas dari mas Aska dan memanggilnya papah padahal waktu itu mba Aqilla gak tau ada Aska teman kecil dan cinta pertamanya mba Aqilla juga mas Aska juga kaget ternyata Aqilla cinta kecilnya dan cinta pertama adalah mamahnya Evelin yang panggil Aska papahnya"Nisa menceritakan pertemuan Aqilla dan Aska


"Jadi yang menyatukan Mba Aqilla dan mas Aska anak kita Nis dan anak kita juga yang akan menyatukan kita.. "Billy tersenyum pada Nisa,Nisa memalingkan wajahnya dan memunggungi Billy


"Nis kamu gak bisa menghidari kalo kita berjodoh.. seperti mba Aqilla dan mas Aska yang kini hidup bersama meski dulunya mereka berpisah dan hidup masing2 tapi karna jodoh mereka disatukan kembali"Billy yang merasa kisahnya sama


Billy berjalan mengendap dan merebahkan dirinya disamping Nisa dan memeluknya dari belakang yang membuat Nisa kaget dan merajuk membalikan badan dan menatap Billy dan menyingkirkan tangannya.


"Billy kamu! "Teriak Nisa dan Billy menutup mulut Nisa dengan tangannya


"Jangan berisik nanti anak2 kita bangun.."Billy melihat kebelakang pada anak2nya


"Tenanglah aq akan menyetubuhimu dengan ijinmu setelah kita menikah.. "Billy melepaskan Tangannya


"Jangan dekat-dekat"Nisa menggeser tidurnya


"Nis aq mau minta maaf mumpung kita sedang sedekat ini karna dulu aq meninggalkanmu.."Billy membelai rambut Nisa


"Percayalah dulu aq juga terpaksa karna aq diancam dan dipaksa ibu pergi keluarnegeri hingga kita berpisah.."Billy mendekati Nisa dan memeluknya,kini Nisa hanya menatapnya

__ADS_1


"Aq udah berusaha keluar dari rumah dan mau bawa kamu kabur tapi aq ketahuan dan aq dikurung anak buah ibuku dan disekolahkan keluar negri dengan pengawalan yang ketat saat aq bisa kabur mencarimu kamu sudah tidak ada,aq mencarimu tapi aq gak tau kamu berada dikota mba Aqilla"Billy menceritakan


"Aq putus asa mencarimu dan sampai ibuku menemukan aq lagi dan membawaku menjodohkanku dengan Rara, yang sedang hamil dua bulan, aq membayangkan saat itu kamu juga pasti dijodohkan untuk menutupi kehamilanmu karna itu aq setuju dengan harapan anak kita juga diterima oleh suamimu tapi ternyata aq salah kamu sendiri dan memberikan Evelin pada mba Aqilla"Billy melanjutkan ceritanya


"Setelah aq bertemu denganmu yang bermain sama Evelin aq yakin,Evelin putriku karna dia mirip denganku dan adiku Belina meski kamu tutupi tapi naluri ayah pada Evelin tumbuh dan aq sayang dan gak mau jauh dari anak kita karan itu aq ingin Evelin meski aq tidak bisa bersamamu tapi aq bisa hidup untuk buah cinta kita, karna tujuan hidupku hanyalah kalian"Billy meneteskan air matanya


"Kamu lepaskan Evelin, dia terikat bathin sama mba Aqilla, udah takdir anak kita sama mba Aqilla karna dulu aq sulit melahirkan dan udah diobat dorong dan pendarahan belum juga bisa keluar sampai aq lemas dan akan dioperasi tapi ketika mba Aqilla datang dan mengusap perutku Evelin keluar dengan sendirinya dan diam saat dalam dekapannya"Nisa yang udah mengikhlaskan


"Mungkin aq yang mengandung dan dari darahmu tapi kita hanya sarana dan wadahnya saja tapi ibunya adalah mba Aqilla, saat aq dan Faisal putus asa karna dua kali anak kami meninggal dan karna itu suamiku putuskan untuk menerima Evelin dan meminta Evelin tapi saat kami membawanya, Evelin terus menangis memanggil mba Aqilla mamah, gak tidur gak mau makan dan minum, kami bingung dan Evelin jatuh sakit dan mba Aqilla juga sama dan koma tapi ketika dipertemukan kembali Evelin langsung sehat dan mba Aqilla yang udah seminggu koma pun sadar dengan sentuhan Evelin"Nisa menceritakan


"Janjilah Bill kamu tidak akan memisahkan mereka, kita bisa jadi om dan tante buat Evelin dan dekat dengan anak kita sampai dia paham dan dewasa bisa mengerti karna sikis anak kecil belum mampu menerimanya dan jika kamu memaksa menjauhkan dan menceritakan dia akan bingung sakit dan bahkn bisa mengancam nyawa anak kita"Nisa memohon


"Aq memaafkanmu tapi lepaskan Evelin dan jangan jauhan atau bicara apapun pada Evelin anak kita,aq udah bersalah dan berdosa meninggalkannya tapi aq gak mau dia kenapa2,aq juga sayang pada anak kita"Nisa menangis


"Tapi aq kesepian tanpamu dan anak kita, aq sendirian Nis, kamu menolakku dan anak kita tak bisa bersamaku,buat apa aq hidup.. "Billy juga sedih dan menghapus air mata Nisa


"Yah aq akan menerimamu tapi dengan restu keluarga kita yah, dan tunggu beberapa bulan lagi karna aq gak mau jadi bahan pembicaraan orang lain lagi"Nisa menerima Billy


"Benar Nis kamu menerimaku? "Billy memeluk erat dan mencium kening Nisa


"Yah tapi kita tidak menikah sekarang,gimana dengan ibu dan ayahmu Bill? "


"Papahku dan Mamah udah merestui kita cinta.. mungkin ibumu? "Billy dan Nisa menutup mulutnya


"Ibu kagum padamu saat kamu bantu mengurus suamiku"Nisa menjawabnya


"Evelin membawa kebahagiaan untuk semua orang, kini aq janji akan nurut semua katamu aq akan jadi om asal kita bisa dekat sama anak kita"Billy mencium dan ******* bibir Nisa dan mereka saling membalas.


"Mamah..hik. hik.. "Evelin nangis dalam tidurnya buat kaget Nisa dan Billy


"Tidur tapi nangis, kata mas Aska sejak aq misahin Evelin jadi trauma sering nangis dalam tidurnya.. kasian Billy, aq sangat menyesalinya,aq buat luka lagi pada anakku"Nisa menangis lagi.


"Aq gak akan melakukan itu tenanglah.. kita sama2 ikut menjaga anak kita"Billy kembali membaringkan dirinya dekat Evelin.

__ADS_1


"Evelin sangat cantik dan dia mirip denganmu Bill..hidung mancung,bibirnya yang tipis dan putih dan rambutnya pun sama denganmu"Nisa pada Billy dengan menatap Evelin


"Iya dia mirip aq dan keluargaku.. aq sayang sama Evelin..aq gak mau dia sakit atau terjadi apapun.. setelah kita nikah,kita pidah dekat mereka Nis agar dekat dengan anak kita Evelin karna aq gak mau jauh dari dia"Billy memelul dan mencium Evelin dan Nisa mengangguk dan memejamkan matanya dan mereka terlelap tidur.


__ADS_2