
Evelin yang lebih suka menginap dirumah orang tua Edo yang merupakan rumah Edo yang nantinya akan diberikan pada Evelin. Dengan kedatangan Billy,Nisa dan kedua anaknya yang membuat berbincangan para tetangga orangtua Edo karna kemiripan wajah Evelin dengan Billy yang merupakan ayah kandung Evelin.
Evelin sebal dengan Billy yang selalu mengganggunya dengan berbagai chat dan telfon yang kadang gak diangkat atau gak dibalas oleh Evelin,yang membuatnya terganggu karja hampir tiap jam baik dirumah, disekolah bahkan saat Evelin istirahat sepulang sekolah.
"Om ngapain sih kesini,perasaan hampir perjam om Billy gangguin kaka..? "Evelin yang merasa kesal dan sebal duduk disamping kakek Akbar dan merangkul lengannya bersadar kepalanya dibahu kakek Akbar
"Sayang gak sopan tanya gitu.. "Kakek Akbar papah Aska menasehati cucunya
"Kan mengganggu kaka kek, sampai pulang sekolah cape mau tidur om Billy ganggu.."Evelin cemberut
"Maaf sayaang, om kangen sama kamu jadi om hubungi kamu terus habisnya kamu gak mau angkat sih.. ?"Billy tersenyum
"Klo diangkat om pasti juga telfon lagi.."Evelin cemberut dan mereka pun tertawa.
Aqilla yang terdiam karna rasa takutnya akan kebongkar rahasia anak yang selama ini diperjuangkan untuk tetap bersama dan menjadi satu-satunya orangtua untuk Evelin. Evelin tumbuh besar cantik dan pintar banyak yang kagum akan kecantikannya dari para ibu yanh ingin punya anak sepertinya.
"Kaka sekarang udah kelas dua SMP kan, udah besar jangan-jangan udah punya pacar..? "ledek Nisa yang paham Evelin cemberut gak suka
"Saayang apa kamu udah pacaran..? "tanya Aska menatap Anaknya
"Apaan sih pah, gak lah.. kaka kan fokus belajar mau jadi dokter cantik yang hebat.."jawab Evelin
"Beneran ka kamu serius pacaran atau jangan-jangan tuh sama kaya papah mamah dulu.. "mamah Aska menyidir Aska
"Tuh papah kan yang dulu kecil-kecil pacaran sama mamah..? "balas Evelin
"Mamahmu aja nolak papah terus gimana mau pacaran.."Aska membuat Aqilla angkat bicara
"idih nyalahin aq, kamu aja yang gak gantelman nembak pake surat nyasar pula.."balas Aqilla
"Tapi sekarang gak nyasar kan La, udah sampe ekor banyak..? "goda papah Aska dan mereka tertawa
"Terpaksa pah, takutnya anak papah gak bisa diobati.. "Canda Aqilla yang kini ga tegang lagi
"Sayaang kamu kira suamimu ini gila..? "Aska mencubit hidung istrinya.
__ADS_1
Mereka berbincang dan tertawa bersama hingga petang dan mereka kembali setelah makan malam disiapkan Ibu Edo dan ketiga anaknya. Nisa dan Billy ikut kembali bersama Aksa dan istri serta kedua orangtuanya. Evelin dan Alinna yang masih betah tinggal dirumah orangtua Edo nenek dan kakeknya.
"Sayang sekarang kalian tidur yah, besok bangun pagi dan kalian siap sekolah kan..?"kakek Dodi pada semua cucunya yang masih kumpul diruang tamu
"Kek besok kaka dan dedek diantar sekolah lagi kan soalnya papah Aska gak bisa kan ada tamu juga dirumah..? "tanya Evelin
"Tentu saja kakek antar kalian dan jemput kalian juga, sekarang balik kamar dan tidur jadi besok gak kesiangan.. "kakeknya mematikan TVnya
"Iya kek, selamat malam kek.. "Alinna sambil digandeng kakak Evelin.
"Malam sayang, tidur yang nyeyak yah, jangan main HP terus.. "jawab kakeknya.
Mereka kembali kekamar dab tidur dengan nyeyaknya hingga hampir saja mereka kesiangan dan dibangunkan nenek Rahayu ibu Edo setelah bangun dan memasak. Ibu Rahayu sangat bahagia karna cucu satu-satunya yang Edo anggap anak kandungnya betah tinggal bersamanya yang bahkan sifat,bicara,kesukaan dan kebiasaanya sama dengan Edo.
Evelin yang sedarah dengan Billy dan bahkan kemiripannya juga terlihat tapi Evelin juga sangat mirip dengan Edo karna dia tinggi rambut lurus hidung mancung dan alis tebal sama dengan Edo, hingga mereka yang melihat dan bilang anak Edo pun percaya hanya saja tentangga dan sodara dekat yang tau Evelin bukan anak kandung Edo yang selama ini ditutupi rapat dari Evelin atau orang luar.
"Kakak sarapannya gak dihabisin..? "tanya Nenek Rahayu ibu Edo yang terbiasa memanggil kakak karna dia anak dari anak tertua
"Gak nek, udah kenyang juga udah kesiangan.. "Evelin gugup
"Yah tan.. "Eveline meneguk satu gelas air dan mencium tangan Nenek dan tantenya
"Kakak tunggu.. "Alinna pun sama gugupnya
"Kalian ini kakek udah bilanga kalo malam jangan main Hp jadi gak gugup.. "kakek juga ikut gugup
"Kakak kek main Hp terus.. "Alinna mengadu
"Gak kek, cuma bentar.. "Evelin cengingisan.
Pak Dodi ayah Edo masuk dalam mobil dan diikuti Evelin dan Alinna yang akan diantarnya kesekolah masing-masing.Setelah sampai didepan gerbang sekolah Alinna,dia turun masuk kesekolahnya dan melaju lagi kesekolah Evelin.
"Kek hati-hati yah jangan ngebut dijalan.."Evelin mencium tangan kakeknya
"Yah kamu sekolah yang pinter.. "Jawab kakeknya
__ADS_1
"Siap kakek.. "Evelin hormat dan buat Kakek tertawa dan meninggalkan sekolah Evelin yang udah masuk.
Jam istirahat pertama telah usai dan guru-guru ada rapat, Evelin yang bersahabat baik dengan Bianka berniat main kerumahnya karna dipaksa Bianka untuk ikut.
"Ayolah Vel kamu ikut kerumahku, ini kan kita pulang gasik.."Ajak Bianka
"Tapi aq belum bilang sama kakek nanti kalo kakek jemput kesekolah gimana pas jam sekolah pulang seperti biasa..? "Evelin ragu karna baik Aska dan Aqilla melarang Istrinya Evelin kluyuran tanpa seijin mereka
"Yah gampanglah nanti supirku antar kamu kesekolah lagi pas jam sebelum pulang.."Bianka memaksa
"Ya baiklah.. "Evelin menurut.
Evelin naik dalam mobil Bianka dan masuk duduk bersama Bianka yang dijemput supir karna sudah tugasnya pak supir diutus mengantar dan menjeput Bianka. Tak lama mereka sampai didepan rumah Bianka dan mereka masuk.
"Kalian bolos..? "asal suara dari dalam yang melihat Bianka dan Evelin baru masuk kedalam rumah
"Gak kok mah, hari ini guru-guru ada rapat jadi kami dipulangkan gasik.. "jawab Bianka
"Vel ini mamahku..? "Bianka mengenalkan mamahnya
"Apa kabar tante semoga selalu sehat.. "Evelin tersenyum
"Ya baik nak.. "jawab Mamah Bianka yang melihat wajah Evelin seperti tak asing
"Tante seperti pernah melihatmu tapi dimana sepertinya familiar sekali tapi tante lupa kapan dan dimana..? "mamah Bella mengingat-ingat
"Oh ya tan, apa kita pernah ketemu..? "tanya Evelin bingung karna dia tak bisa mengingatnya
"Yah tapi tante lupa kita pernah ketemu atau kamu mungkin mirip teman tante.. "Katanya
"Mamah ini ada-ada aja, Evelin ini kan seumuranku dan jauh dari umur mamah jadi gak mungkin mamah ketemu sama Evelin sebelumnya.."Bianka tertawa
"Iya mungkin mamah yang salah, kalian masih sangat kecil.. "balasnya
"Kalian duduk mamah bikinin minum.."Mamah Bianka menjauh dan kedapur.
__ADS_1