
Setelah perjalanan jauh Aska, Aqilla ,Nisa dan Billy serta anake mereka sampai dirumah petang. Aqilla yang biasa menidurkan anak-anaknya sebelum dirinya beristirahat. Billy berada dikamar tamu dan juga Nisa yang tidur bersama2 anak Aqilla.
"Nis kamu istirahat aja diranjang Evelin, biar aq yang menidurkan anak2"Aqilla melihat wajah Nisa yang cape dan pucat
"Ya mba.."Nisa merebahkan dirinya disamping putri kecilnya
"De kamu pucat apa kamu sakit? "tanya Aqilla menghampiri Nisa
"Sedikit gak enak badan mungkin karna cape mba? "Nisa memgang dahinya
"Panas kamu de? aq panggil suamiku dulu periksa kamu yah? "Aqilla hedak pergi
"Jangan mba kasian mas Aska sedang istirahat tidur aq minum obat aja"Nisa bangun dan mengambil obat
"Ya udah tidur Nis tapi kalo ngerasa gak nyaman tambah panas kamu bangunin Evelin panggil suamiku yah? "Minta Aqilla
"Yah mba"Aqilla keluar dan masuk kekamarnya.
Aqilla masuk kekamarnya setelah menidurkan sikembar dan berbaring didekat suaminya yang lelah dan udah terlelap tidur. Aqilla berusaha memejamkan matanya namun gak bisa dia kepikiran Nisa yang panas badanya. Dia bergerak kekanan dan kekiri membuat Aska terbangun.
"Yaang kamu kenapa gak tidur, gerak terus?"Aska yang tidurnya tergangu
"Gak bisa tidur yaang kepikiran"Aqilla berusaha memejamkam matanya
"Kepikiran apa? "Aska menatap istrinya
"Nisa badannya panas, udah turun pa belum, bisa tidur pa ga..? "Aqilla yang gak bisa cuek dia lebih sering memikirkan orang lain
"Kamu ini yaang, dia yang sakit tapi kamu yang gelisah.."Aska bangun
"Yaang mau kemana? "Tanya Aqilla
"Kekamar mandi, temani aq yaang periksa Nisa? "Aska masuk kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya
"Iyah yaang"Aqilla langsung bangun.
Aqilla diikuti Aska dengan alat dokternya berjalan kekamar Evelin, dan Aqilla mengecek lebih dulu dan Aska masuk. Nisa semakin panas dan menutup matanya.
"De kamu makin panas mas periksa yah.."tanya Aska didampingi istrinya
"De.. de.. "Tanya Aqilla tapi Nisa tak menyahut
"Sangat panas sampe gak sadar"Aska memeriksan
__ADS_1
"Gimana yaang? "Aqilla cemas
"Nisa harus dibawa kerumah sakit, ini pasti ada sakit lain gejalan DB, tapi untuk jelasnya cek darah"Aska setelah memeriksanya
"Yaang kamu jagain dulu, aq panggil Billy"Aska keluar dari kamar EEvelin
"Yah yaang cepet yah"Aqilla memegangi tangan Nisa.
Aska berjalan menuruni tangga dan menghampiri kamar tamu yang ditempati Billy yang udah tertidur pulas karna kelelahan nyupir. Aska mengetuk pintunya berulang kali.
"Thok.. thok.. Bil.. Billy? "Aska mengetuk pintu
"Billy.. thok.. thok? "Aska agak keras
"Ya mas bentar"Billy terbangun dan turun menghampiri pintu
"Ada apa mas?"tanya Billy
"Kamu ikut aq Bill"Aska dab berbalik menaiki tangga
"Kemana mas, ini udah malam? "Billy gak tau
"Kamua angkat Nisa, dia gak sadar panas badanya"Aska menaiki tangga
"Apa.. Nisa gak sadar!"Billy kaget dan berlari mengejar Aksa menaiki tangga
"Dia kecapean dari Samarinda ke Jogya terus lansung ke Bandung balik lagi Jogya, dia sepertinya juga DB"Aska menjelaskan
"Udah aq larang gak usah ikut ngeyel"Billy cemas dan masuk mendahului Aska
"Angkat Bill kita kerumah sakit"Aska meminta Billy mengangkatnya
"Yaang kamu jaga anak2 aja dirumah..,aq kerumah sakit dulu"Aska mencium kening istrinya
"Yah yaanh hati2 yah"Aqilla menuntup pintu dan tidur bersama anak2.
Aska dan Billy membawa Nisa kerumah sakit dan sampai dirumah sakit Billy membaringkan diranjang rumah sakit untuk diperiksa selanjutnya oleh Aska. Aska mengambil sampel darah Nisa dan Rendi yang sedang tugas malam melihat Aska dan Billy masuk ruangan pemeriksaan.
"Ka ada apa dengan Nisa? "Rendi yang menghapiri Aska
"Sepertinya dia DB Ren.."Aska mengambil sampel darah
"Mas jaga malam? "Tanya Billy agak canggung
__ADS_1
"Yah, kamu bisa sama Aska dan Nisa? "Tanya Rendy gak tau
"Dari rumah orangtua mas Rendi aq dan orangtuaku langsung kerumah mas Aska menemui Evelin mas, tapi Evelin Dibaw pergi mba Aqilla jadi aq tinggal sama mas Aska untuk mencari Mba Aqilla dan anak2 dan Nisa datang karna cemas tapi orangtuaku udah lama balik dan mungkin rencana besok kerumah Mas Aska karna ingin bertemu Evelin yang kemarin baru kami bawa pulang sama Mba Aqilla"Billy menceritakan
"Yah gak pa2 Bill kamu gak perlu secara rinci, dan gak perlu merasa gak enak, aq minta maaf atas nama Rara dan aq harap kita masih bisa seperti sodara,"Rendy menepuk bahu Billy
"Ya mas tentu saja, meski aq bukan lagi suami Rara, mas Rendi udah seperti kaka buatku"Billy tersenyum
"Aq keluar dulu mau cek darah ini"Aska keluar
"Bill kamu jaga Nisa, aq menemani Aska"Rendi ikut pergi.
Rendy mengikuti Aska yang menuju laboratorium dan memberikan pada yang ahli untuk mengecek dan memeriksanya. Randi meminta suster untuk membawakan teh hangat dan duduk didepan ruang laboratorium.
"Duduk ka, ini teh mu" Rendy memberikan tehnya
"Makasih Ren.. "Aska yang sebenarnya gak enak karna saat ini Billy dan Rara bersama mereka
"Ren kamu gak berfikir aq dan Aqilla.. "Aska menghentikan kata2nya
"Fikir apa, karna kalian Rumah tangga adiku berantakan? "Rendi melanjutkan kata2 Aska
"Aq pernah berfikir seperti itu padamu Ka, kita bersama sejak kecil, aq tau baik buruknya kamu, kamu sedih hancur dan bahagia aq pun tau sebaliknya kamu kepadaku"Rendy sedih
"Maaf Ren bukan seperti itu, tapi memang benar kan, Evelin seakan merubah hidupku bersama Aqilla dan sekarang Billy yang bercerai dengan Rara dan kini bersama Nisa Ren, mereka masih salin mencintai dan karna Nisa juga Billy setuju untuk tidak mengungkit Evelin yang membuat Aqilla kabur membawa anak2 kami"Aska bersandar kursinya
"Yah aq sebenarnya udah curiga saat Billy ikut mengurus pemakaman Faisal tapi memang udah takdir dan jodoh Ka sepertimu dan Aqilla meski udah lama tapi cinta kalian tetap tumbuh dan sekarang kalian suami istri dan punya anak kembar"Rendi ikut bersandar
"Ka yang bersalah bukanlah Billy tapi adiku, dimasih jadi istri Billy juga selingkuh, karna dia merasa Billy tak pernah memperhatikan dan tak memberikan cinta, disini aq juga bingung.. aq sedikit merasa gak suka Billy dan Nisa bersama karna aq menggap Billy masih suami adiku"Rendy jujur
"Rara mungkin senasib dengan mantan istriku dulu, dia juga merasa aq cuek tidak memperhatikan dan jarang menyentuhnya tidak bisa mencintainya, karna memang aq dalam hatiku hanya Aqilla, aq bisa melakukan kewajibanku sebagai suami tapi tak seperti aq bersama Aqilla saat ini"Aska membuat Rendy mengerti
"Bersama Aqilla, aq ingin selalu dekat selalu ingin menyentuhnya menyetubuihnya,aq khawatir cemas selalu memperhatikan peduli tak ingin dia kekurangan lahir dan bathin,bahkan mata dan ragaku selelu mencari dia meski satu rumah beda dengan dulu aq bersama mantan istriku yang dalam hatiku sebenarnya enggan untuk menyentuhnya bahkan aq pernah berfikir dia mau apa kurang apa sedang apa, aq lebih memilih menyibukan diri dan buat dia menderita mungkin juga Rara Ren karna Billy sepertiku jadi memeng lebih baik mereka mencafu kebahagian masing2 dengan yang benar2 mereka cintai, aq yakin nantinya adikmu juga akan bahagia dengan orang yang dia cintai dan suaminya juga mencintai dia"Aska memberika contoh yang dia alami
"Yah Ka aq juga sempat berfikir seperti itu tapi karna aq juga udah menggap Billy adiku jadi mungkin aq ikut terluka tapi aq akan berusaha mendoakan mereka bahagia begitupula dengan adikku"Rendy mengerti
"Yang jadi masalah kami belum tau seperti apa ayah kandung Bian dan Bian akan bagaiman jika tau Billy bukan ayah kandungnya"ARendy mengkhawatirkan Bian
"Bian akan tetap menjadi anakku mas, aq juga sayang sama Bian, aq gak mungkin lepas tanggung jawab sebagai ayah, kalo keluarga mas mengijinkan aq sebagai ayah Bian"Billy yang tiba2 datang dan duduk bermasa mereka
"Apa kamu tidak keberatan Bill? menganggap anak yang bukan anak kadungmu sediri sedangkan kamu sekarang punya anak kandung sendiri?"Rendy
"Sama seperti mba Aqilla dan mas Aska yang udah menganggap anaku sebagai anak mereka seperti itu juga aq terhadap Bian sejak dalam kandungan bersamaku mas, kalo diijinkan biarlah Bian menganggap aq ayah kandungnya, kasian Billy masih sangat kecil, dia akan tau kalo dia udah dewasa dan mengerti sama seperti Evelin"Billy semakin dewasa
__ADS_1
"Kamu sekarang lebih Dewasa Bill dari sebelumya yang buat istrika jadi kabur"Aska dulu kesal dengan Billi
"Ha.. ha.. ha. "mereka tertawa bersama.