Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Rencana ibu Edo


__ADS_3

Hari sebelum berangakat ke Bali untuk belayar Edo datang lagi sengaja datang pagi karna sekalian berpamitan pada orangtua Aqilla. Edo mengajak Aqilla belanja obat dan alat mancing yang akan dibawa dan membeli cemilan untuk orang tua Aqilla dan orangtuanya.


"udah gak ada yang dibeli lagi kan mas..ini bawanya berat.."Aqilla membawa dua kantung penuh.


"gak udah cukup yaang,kita pulang.."Edo tersenyum


"mas pelan2 aja mas bawa motornya..ini susah loh aq bawanya."Edo meyalakan motornya


Edo dengan motornya tetap dengan kecepatan penuh membuat Aqilla takut dan memegang erat kedua kantung disatu tangan kiri dan tangan kanan memeluk Edo.


"mas ini dirumah siapa?kok berhenti disini?"tanya Aqilla gak tau


"turun aja dulu,kita masuk.."kata Edo bantu Aqilla turun dan membawa dua kantung kreseknya


"ayo masuk yaang.."Edo menarik tangan Aqilla masuk dan duduk diruang tamu


"Edo kamu baru pulang..bawa apa itu..?"tanya ibu Rahayu pada anaknya


"bu ini calon mantu ibu ada disini..katanya ibu pengin ketemu kenal sama Aqilla.."Edo menggoda Aqilla dan mengenalkan Aqilla


"oh mantu ibu ada disini.."ibunya yang tadinya diruang keluarga kini menghampiri Edo dan Aqilla


"nak kamu sangat cantik..pantesan anak ibu suka dan nunggu kamu terus.."Ibu nenyambut tangan Aqilla yang malu dan mencium tangan ibu Edo


"kamu masih sekolah nak..?"tanya ibunya


"masih bu kelas 3 baru naik kelas.."kata Aqilla menunduk malu


"jadi anak ibu nunggu lagi dong..masih baru kelas 3"kata ibunya mengoda anaknya dan Aqilla


"bu jangan ngomong gitu..aq gak mau ibu bikin Aqilla kabur dari aq karna ibu yang gak sabar pengin punya mantu.."Edo mengingatkan ibunya


"ya ibu akan sabar terserah kalian aja..tapi kalo kamu udah mantap dan kalian sama2 suka ibu minta kamu lamar dia dulu baru boleh pergi.."ibunya memberi syarat


"bu..Aqilla masih sekolah dan aq besok pagi keJakarta..trus keBali."Edo menjelaskan karna udah janji besok berangkat sama temannya

__ADS_1


"gak masalah..banyak yang sekolah disini tunangan dan lulus mereka menikah..kamu juga boleh berangkat besok karna ibu udah beli cicin tunangan lama karna buat nyicil sapa tau kamu tiba2 minta kawin.."kata ibunya yang kekeh.


"sayang nanti sepulang dari sini kamu bilang yah sama ibu dan ayah kamu..ibu bapak dan keluarga mas Edo mau datang.."ibunya membelai rambut Aqilla yang panjang sesiku


"ibu ambil cincin dulu kebesaran apa gak sama kamu.."ibunya berjalan kekamarnya gak mau dengar Edo ngomong


"bu..jangan buru2..Aqilla juga setia nuggu aq pulang dan Aq juga siap nunggu Aqilla lulus bu.."kata Edo untuk mencegah rencana ibunya


"sini sayaang jari nya coba dulu.."Aqilla diam karna bingung dan malu


"tuh kan pas..ibu gak salah pilih padahal ibu beli tahun lalu.."kata ibunya melihat cincin dicari manis Aqilla


"bu.."Edo merasa malu dan senang melihat cincin ditangan Aqilla


"kamu gak mau tunangan lamaran sama Aqilla..?"tanya ibunya pada Edo karna Edo menghalangi niatnya


"aq yang akan jadi pendampingku bu,gak mungkin aq gak mau..tapi dia.."kata Edo membuat Aqilla malu dan bingung dengan rencana ibunya Edo


"ya udah diam..sekarang kalian istirahat dulu..sayang lepas dulu ya,nanti ibu bawa lagi dan kamu pake jangan dilepas lagi.


"yaang sini masuk kamarku..kita bicara"Edo menarik tangan Aqilla yang bengong dan bingung dengan rencana ibu Edo


"apa kamu menerima rencana ibu buat tunangan denganku..aq tau ini sangat cepat,kamu bingung dan kamu masih sekolah tapi percayalah sayaang aq akan menunggu kamu siap baru kita akan nikah,selama kamu masih belum siap atau kamu mau kerja setelah lulus seperti rencana kamu..mas Edo akan sabar menunggu.."Edo membuat Aqilla terharu malu


"gak pa2 yah kita tunangan dulu..nanti mas Edo yang bilang sama ibu dan ayah rencana ibu mas Edo.."Edo meredakan kebingungan Aqilla dan menarik Aqilla dalam pangkuannya.


"mas tapi kalo disekolah Aqilla melepas cincinnya gimana..kan Aqilla malu..teman Aqilla gak ada yang tunangan.."Aqilla dalam pangkuan Edo


"ya gak pa2 simpan aja..tapi mas Edo yang gak akan lepas cincinya.."Edo meraih bibir Aqilla dan menciumnya dan merebahkan badan Aqilla diranjangnya dan badannya diatas Aqilla dan mencium leher dan pipi dan bibir Aqilla dengan lembut.


"mas Jangan..nanti ada bekas..aq malu kalo nanti ketahuan.."Edo yang akan membuat tato dileher Aqilla


"kalo gak boleh dileher aq buat disini.."jari Edo menuju ke atas buah dada Aqilla dan melepas kancing atas kemeja Aqilla dan mengunci kedua tangan Aqilla


Edo mencium atas dada Aqilla dan menggigit kecil dan lembut untuk membuat beberapa tato dan naik keatas ke leher mencium dan kembali ke bibir Aqilla dan **********.Mereka sangat menikmati dan melakukan ciuman intens lagi dan lagi hingga nafas mereka tersengal2.

__ADS_1


"mas udah aq gak bisa nafas.."Aqilla tersengal sengal


"satu lagi..besok mas udah berangkat,mas akan merindukan ini..puaskan mas yang.."Edo masih meminta ciuman intes


"tapi janji gak lebih..aq masih sekolah..aq gak mau seperti nasib Rida.."Syarat Aqilla dan Edo mengangguk dan mulai mencium lagi dan lagi


"thok..thok..mas Edo dipanggil ibu..makan siang bersama sama mba Aqilla..aq jugan pengin liat mas..mba Aqilla kaya apa.."kata Elifa adik bungsu Edo


"ya nanti"Edo melepas ciumanya dan Aqilla meronta minta lepas dari Edo namun Edo masih belum paus dan menciumnya lagi dan lagi hingga Elifa mengetuk kembali pintu kamarnya


"mas..udah ditunggu aq laper nih.."rengek Elifa dan Edo melepas Aqilla dan dia merapikan bajunya dan kemeja Aqilla dan rambutnya.


"ganggu aja.."Edo membuka pintu dan Elifa masuk berkenalan dengan Aqilla


"mba aq Elifa adik bungsu mas Edo ada lagi dua kaka2ku Eva diSingapur dan Evi di Malaysia"Elfa mengenalkan dua kakanya


"ya mba aq Aqilla.."Aqilla menyambut tangan Elfa


"jangan panggil mba..aq tau lebih tua dua 3tahun dari kamu tapi kamu kan calon kaka iparku..panggil fa aja dan aq panggil kamu mba.."Elfa sopan dan Aqilla mengangguk dan Edo tersenyum melihat mereka dan merangkul Aqilla keluar kamarnya


"sini nak makan..ini ayah mas Edo baru pulang..kerja masuk sore jadi pulang siang..ibu udah bilang sama ayah do..dan ayah sangat setuju."ibunya mengenalkan suaminya dan Aqilla mencium tangan ayah Edo


"Edo habis makan kamu antar Aqilla pulang dulu membicarakannya sama orang tua Aqilla karna mereka juga pasti butuh waktu untuk siap2"kata ibunya yang rencananya mengejutkan


Setelah makan Edo mengantar Aqilla dan membicarakan niat ibu dan dirinya yang akan datang sore ini untuk melamar Aqilla sebelun dia berangkat.


"apa ini gak buru2 nak Edo,Aqilla masih sekolah..?"tanya ayahnya yang terkejut


"ya ya gak pa2 aq akan sabar nunggu sampe Aqilla siap..besok pagi aq juga akan pergi berlayar lagi yah..kemungkinan satu tahun..aq juga gak maksa Aqilla lulus nikah..kalo Aqilla mau kerja aq juga nunggu.."Edo menjelaskan pada orangtua Aqilla


"Aqilla giman mau tunangan nak Edo..?"tanya ibu Ana pad anaknya


"kalo mas Edo mau nunggu Aqilla lulus dan Aqilla kerja dulu..Aqilla mau bu.."jawab Aqilla percaya dengan kata2 Edo


"baiklah ibu dan ayah juga setuju..kalian saling menjaga jangan bikin malu ibu dan ayah.

__ADS_1


Setelah membicarakan niatnya Edo pulang dan keluarga menyiapkan yang akan dibawa kerumah calon mertuanya. Keluara Aqilla pun membuat persiapan untuk menyambut kedatangan calon besan.


__ADS_2