
Keesokan harinya Aqilla masih memaksa Aska untuk kerumah Bimo lagi karna dia merasa sudah sehat dan kuat. Semangatnya untuk sembuh dari rasa takutnya membuat Aska mengalah karna dia sebenarnya ingin secepatnya pulang.
" Ka ayolah kita kerumah Mas Bimo..aq udah sembuh sehat dan kuat..aq berusaha akan menahannya..".Aqlla merengek
"Kita pulang aja yah yaang..aq ada tugas..aq janji setelah kita pulang dulu dan kita kesini lagi,kita lanjutkan pengobatannya.."AskA menolak karna pesta udah digelar besok hari H nya dan sore ini mereka harus pulang.
"Yah kita pulang.."Aqilla cemberut
"Yaang ga usah beres2 kita akan kesini lagi,biarin baju yang ada disini gak usah dibawa lagi..kita akan sering bolak balik..kamu bawa bajunya Alfa aja.."Aska menghentikan Aqilla mengambil bajunya
"Alfa ikut kita..apa boleh..?"tany aqilla
"Aq udah minta ijin pada mereka sore ini kita berangkat.."Aska berjalan keluar mengecek mobilnya
Kini mereka dalam perjalanan pulang dan mereka pulang kerumah Aqila karna kejutan buat besok pagi di acara yang udah disiapkan keluarganya untuk mereka berdua sesuai keinginan Aska pesta besar yang mewah dihadiri semua sodara keluarga besar mereka,tetangga teman dan rekan kerja.
"Yaang aq tidur dirumahmu aja udah malam dan aq cape.."Aska merebahkan tubuhnya disofa karna ranjang penuh dengan anak2 dan langsung tidur.
"Belum aq jawab udah tidur duluan.." Aqila menghembuskan nafasnya dan ikut tertidur
Hari menjelang pagi Aska sudah terbangun dan menghubungi orangtuanya untuk memastikan semua udah siap dan menghubungi Rendi dan Sinta yang akan merias mereka karna Sinta adalah salon perias pengantin
dan kecantikan.
"Sayang bangun udah pagi,Sinta dan Rendi menunggu kita..anak2 juga udah mandi udah rapih.."Aqilla menggeliat dan tidur lagi
"Sayaang kamu mengodaku..minta aq cium atau aq makan sekarang..?"Aska berbisik ditelinga dan mencium leher dan pipi Aqilla
"Lepas..yah..yah..aq bangun..ngapain pagi2 Sinta dan Rendi kesini..kurang kerjaan aja.."Aqilla masuk kamar mandi dan menguncinya.
Setelah mandi Aqilla berjalan keluar melihat kedua anaknya udah sangat cantik dan tampan dirias Sinta membuat Aqilla terkejut dan berfikir ada yang aneh.
"Kedua anakku kamu apain Sin..dan kenapa kamu danadan cantik gitu pake sanggul segala..?"tanya Aqilla terkejut
"Dirias gini kaya ada yang hajatan.."Aqilla lagi
"Emang ada .."jawab Sinta,Aska dan Rendi melotot
"Kamu mau kawin sama Rendi..?atau Rida..nikah lagi..?"tanyanya masih menebak2
"Yah aq mau kawin..cepat sini kamu aq rias.."Minta Sinta menarik Aqilla duduk
"Kamu yang kawin kenapa aq yang dirias dan anak2ku..?"tanya Aqilla curiga
"Aq mau kamu jadi pendampingku..dan Aska jadi pendamping Rendi nanti..untuk2mu kamu harusnya lebih tau..Dia maunya ngikutin kamu..kamu dirias Evelin juga dirias.."Aqilla membersihkan wajah cantik Aqilla dan mulai mengoles bedak.
"Sin apa Rida dan Fitri juga kamu rias gini..?"tanyanya lagi
__ADS_1
"Yah udah siap mereka gak kaya kamu aq nunggu kamu bangun mandi dan lama.."jawabnya
"Kamu gak ngomong mau kawin..klo gitu kan aq pulang lebih awal.."Aqilla gak mau salah
"Yah dadagkan.."jawab Sinta
"Kamu gak hamil duluan kan Sin..?"tanya Aqilla
"Uhukk..uhuk"Rendi batuk tersedak teh hangat yang dibuatin Aska dan Aska tersenyum
"Udah diam jangan banyak tanya dan jangan bicara sembarangan..aq gak hamil masih prawan yah.."Sinta kesal dihujani pertanyaan
"Ya maaf,siapa yang gak ngerasa aneh kalo kamu tiba2 tidak ada kabar tau2 kawin aja.."Aqilla menyesali pertanyaannya
Sinta selesai merias Aqilla dan membantu memakaikan baju dikamar Aqilla dengan kebaya burkat putih panjang menjutai sampai kaki Aqilla dan full mutai dan motif bunga sedikit timbul dan bagian perut sepinggang dan rok kepaya panjang span yang disiapkan ibu Aska dan satu set persiapan emas putih yang serasi dengan baju pengantinya.
"Sin bajunya sangat cantik dan pas dibadanku tapi ini kok mirip baju pengantin yah..?"Aqila merasa dirinya cantik dan merasa aneh juga
"pendamping pengantin masa pake sarung..ini baju dirancang khusus bahan bagus dan mahal pula.."Sinta kagum dengan baju pengantin dan kecantikan Aqilla
"La kamu sangat cantik..pantas Aska gak bisa lupain kamu dari dulu kita kecil.."puji Sinta
"Dari dulu kali..kemana aja lo..juling mata lo.."Aqila tertawa dan mereka keluar kamar.
Aska kagum dan tak berkedip menatap wanita yang pagi ini akan dia nikahi. Sampi dia kaget dengar panggilan Sinta.
"Sayaang kamu sangat cantik.."Aska mendekati Aqilla
"Stop jaga jarak gak boleh deket2,gue tau kalo gue cantik..jadi gak perlu lo puji..karna gue gak ada receh.."Aqilla berjalan mundur
"Cium dikit aja yaang..",Aska memaksa memeluk dan mencium kening Aqilla
"Dasar mesum..sukanya nyosor.."Aqilla melepas pelukan Aska dn membuat mereka tertawa
"Papah ayo kondangan.."ajak Evelin gak sabar
"Yah sayaang ayo kita berangkat.."jawa Aska menggandeng dua anaknya
"Ka kamu gak sekalian pake jas putih kamu.."bisik Sinta
"Nanti dirumah aja..nanti Aqila curiga.."balas Aska lirih.
Mereka berangkat kerumah Aska lewat pintu belakang karna lewat didepan Aqill langsung akan tau apalagi bayak keluarga yang udah hadir dan dekorasi yang mewah dan megah yang udah disiapkan para orang tua dan kelurga mereka sudah berhias rapih dan cantik dan tampan.
"Sayang lewat sini..papah lagi ada banyak tamu didepan.."Aqilla dan kedua anaknya mengikuti serta Rendi dan Sinta
"La kamu dikamar dulu sama anak2..aq mau menemui papah.."minta Aska dan Aqilla masuk kekamarnya dengan kedua anaknya nonton Tv.
__ADS_1
Aska mengikuti Sinta dan Rendi dirias dikamar tamu dengan mengenakan serba putih dan berjalan keluar duduk didepan penghulu.
"Sin kamu bawa Aqilla kesini..udah siap.."Kata mamah Aska karna Aska udah duduk didepan penghulu bersama ayah Aqilla pak Pram dan ayah Edo pak Dodi dan papahnya pak Akbar dn keluarga yang lain istri2 dan anak2 mereka dibelakang mereka.
"La ikut aq berjalan dibelakangku.."Minta Sinta dan Aqilla mengikuti
"Ren kamu gandeng kedua anak Aqilla dibelakang Aqilla
"Sin,kita gak tunggu Aska dia kan belum ganti baju yang sama dengan Rendy pake batik..":Tanya Aqilla berjalan mengikuti Sinta
"Aska udah siap didepan.."jawab Rendi dibelakang
"Sin kok rame banget dan kenapa dekornya dirumah Aska..?"tanya Aqilla mulai curiga dan berjalan mengikuti Sinta
"Sin aq duduk disana aja sama keluargaku..mereka cantik2 sekali.."Aqilla berjalan menghampiri mereka.
"Sayaang kamu sangat cantik.."Ibu Ana menyambut anaknya
"Ibu juga cantik..semua sangat cantik pake baju kembar..kok Aqilla pake kebaya burkat putih ini sendiri.."Aqilla clingak clinguk melihat sekitar
"Sini Aqilla duduk sini sama nak Aska didepan penghulu.."kata ibu Aqilla membuat Aqilla terkejut dan menatap Aska yang udah rapih berpakain putih senada dengan Aqilla
"Sayaang duduklah. "Pinta Aska meraih tangan Aqilla tuk duduk dan Aqilla mengikuti dengan melihat sekeliling dan pak penghulu
"Mas Aska udah siap..kita ijab kabul sekarang..?"tanya pak pengulu
"Uhuk..uhuk.."Aqilla tersedak silvanya dan Mamah Aska memberikan air minum dan mencium kening Aqilla dan mengusap punggu Aqilla
"Siap pak.."Aska mengucapkan ijabkabul dengan sekali tarikan nafas lancar keras dan tegas.
"Sah..sah.."teriak mereka membuat Aqilla meneteskan air mata dan duduk lemas karna terkejut dengan kejutan yang disiapkan keluarganya.
"Tanda tangan disini mba Aqilla udah sah jadi istri mas Aska.."kata pak penghulu dan Aqilla mengangguk
"Sayang ini pulpennya.."Aska tanda tangan dan giliran Aqilla
"Berdirilah pakaikan cicin nikahnya Ka.."minta mamah Aska dan mereka berdiri
"Sayaang makasih udah mau menerimaku jadi suamimu..selalu dampingi aq selamanya sayaang aq sangat mencintaimu.."Aska menyelipkan dijari manis kanan Aqilla karna dikirinya ada cicin tunangan
"Yah suamiku.."jawab Aqilla dan Aska mencium kening Aqilla
"Selamat yah sayaang..semoga kalian bahagia dan langgeng terus"Doa mamah Aska
"Makasih doanya mah..mamah sabar mendoakan aq bertemu Aqilla dan berjodoh dengannya..Aska sangat bahgia mah.."Aska meneteskan air matanya karna orangtua mereka tau Aska mencintai Aqilla dari kecil
"Ya sayang..ini hari bahagiamu dan penuh semua tugasmu menjadi suami yang tanggung jawab penyanyang perhatian sama istri..dan mamah berdoa ini pernikahanmu dengan Aqilla yang terakhir sampai akhir hayat kalian..selalu bersama..mamah selalu mendoakan yang terbaik buat kalian.."mamahnya menghapur air matanya dan diikuti keluarga yang lain mengucapkan selamat.
__ADS_1