Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Kembalinya papah Evelin


__ADS_3

Sudah lewat enam bulan kepergian kini Aqilla gak sesedih dulu dan udah terbiasa sendiri tanpa dirinya dan selalu mendoakan suaminya Edo yang semasa hidupnya membuat Aqilla bahagia nyaman dan ceria.


"La kamu datang lagi yah..bantu aq disini..dan bawa Evelin."Fitri menghubungi Aqilla


"Yah baik nanti aq meluncur kesitu bantu kamu.."kata Aqilla karna dia masih sibuk kerja


"Kamu hubungi Rida dan Sinta Fit..biar rame.." minta Aqilla.


"Ya siap bos.."Fitri mematikan HPnya


Setelah pulang kerja sekarang menjadi kegiatan baru Aqilla dengan bantu Fitrii dirumah makannya yang cukup besar dari kerja sama keluarganya membaut Aqilla sibuk dan tak lagi bersedih dan Evelin juga senang bermain karna ada taman juga untuk bermain.


"La kamu bisa bantu aq buatin masakan ini..ada pesenan..tapi kamu tau kan aq kekurangan karyawan..kamu karayawan tetap aq yah La..terserah kapan pun datang dan waktunya pulang kerja juga boleh sebisamu.."pinta Fitri kewalahan


"Baik bu bos.."jawab Aqilla


"Ada bos besar nih gak ngundang kita juga buat jadi karyawan..aq juga butuh kali masa cuma Aqilla dan Rida karna sendiri..aq meski belum bersuami butuh juga kali bu.."Sinta menggoda ketiga temannya


"Untuk teman2 baikku terserah..yang penting kalian bantu aq disini.."jawab fitri dikasir


"La kamu bantu aq masak.."minta Rida


"Ya bentar da,ganti baju dulu.."jawab Rida dan menghampiri anaknya


"Evelim main disini sama mamas Rido dan dede Fita yah jangan nakal loh..kalo nakal kita pulang.."Aqilla menasehati anaknya yang sedang bermain sama anak Rida dan fitri


"Tenang aja La aq bantu jagain..lo masak aja nanti gue yang aantar.."Sinta duduk disamping anak2 karna dia belum menikah karna dia setelah kerja melanjutkan kuliah dan belum lama lulus.


Aqilla sibuk masak pesenan meja no 13 dengan menu nasi goreng seafood dan chiken saus padang dan 2 es teh. Dan dia menyajikan dipiring yang sudah tersedia dan memberikan pada Sinta.


"Sinta..udah jadi..kamu yang antar.."Aqilla membawa nampan pesenan no 13


"Ok siap"Sinta menerimanya dan berjalan ke meja 13


"Maaf lama menunggu..silahkan semoga kalian senang dan datang lagi kesini..Sinta fokus memberikan pesenan dan tidak melihat siapa yang pesan


"Sinta..kamu Sinta kan teman Aqilla dulu kita satu kelas..masih ingat ga..aq Rendy..ini Aska..Ka kamu ingat dia kan..?"Rendy terkejut karna pelayannya Sinta


"Ya ingat"jawab Aska karna dia mengingat yang dekat sama Aqilla dan dia merasa ada yang aneh mendengar nama Aqilla


"Oh ya..aq juga ingat..kamu Rendi dan ketua kelas Aska..ya kan.."jawab Sinta


"Duduk Sin temani kita makan..kita lama kan gak ketemu.."Minta Rendy dan Sinta duduk


"Kamu kerja disini..?"tanya Aska

__ADS_1


"Ya kami bantu Fitri..Ini rumah makan Fitri loh teman kita..kalian ingat kan..?"tanya Sinta


"Aq ingatlah kalian selalu berempat kam..Lo Fitri Rida Dan Aqilla..mereka apa kabar apa kalian udah menikah.."Rendy melirik Aska karna berulang kali menyebut Aqilla dan Aska gelisah tak nyaman


"Kalo aq belum nikah karna aq belum lama lulus kuliah,Fitri punya anak satu fita cewe baru 3tahun dan Rida udah punya anak juga cowo udah 9tahun tapi udah lama pisah sama suami.."Sinta belum.selasi Rendi tak sabar tanya Aqilla karna dia tau Aska menunggu


"Aqilla gimana dia..?"tanya Rendy dan Aska melotot


"Aqilla punya satu anak cewe canti 3tahun lebih dan kasian dia.."Sinta berhenti karna sedih


"Kasian kenapa..?"tanya Rendy lagi tak sabar


"Dia jadi janda suaminya belum lama meninggal sekitar 6bulanan"Sinta menjelaskan dan Aska terbatuk


"uhuk..uhuk.."Aska tersedak.mendengar Aqilla suaminya meminggal


"Ka pelan2..gak buru2 juga aq minta bayaran makanmu.."ledek Sinta


"Suamimnya meninggal kenapa..?"tanya Aska


"Sakit udah lama sih kasian sering2 bolak balik berobat dan Aqilla setia mendampingi sampai akhir hayat suaminya..aq kenal baik sama suaminya sangat baik dan sayang sama Aqilla tapi sayang dia meninggal..kami semua juga sangat sedih..terlebih lagi Aqilla dan anaknya merasa kehilangan banget.."Sinta menceritkan


"Sekarang dia bagaimana dimana..?"tanya Aska lagi penasaran ingin tau keberadaanya


"Yang kamu makan itu masakan Aqilla..dia bantu Fitri kerja disini.."jawab Sinta yang gak bisa jaga rahasia dan ceplas ceplos


"Ya aq panggilin dulu..sebenter "Sinta pergi


Aska sedari tadi melihat keseliling memcari sosok Aqilla yang telah bertahun2 dia mengusik hidupnya bahkan membuat Aska dan Lia bercerai karnan Aska tidak bisa melupakan Aaqilla dan Lia tak mau menerima itu semua.Mereka sudah 8bulan bercerai dan kini status Aska Duren.


"Gak dapat.perawannya jandanya pun gak nolak.."Rendy mengoda Aska


"Sabar bro gak usak cari2 nanti juga kesini.."kata Rendy karna Aska tak berhenti matanya keliling


"Om..tolong ambilin bola Elin..dibawah tuh.."Minta Evelin pada Aska


"Sayang kamu cantil sekali..siapa namanya..?"tanya Aska memangku Evelin


"Evelin Putri Edo Ivansyah Anak Aqilla Saputri.."Fitri Rida dan Sinta menghampiri Aska dan Rendy


"Anak Aqilla..?"Aska terkejut dalam pangkuannya anak wanita yang dicintainya


"Pantas sangat cantik karna mamahnya juga cantik yah sayaang.."Rendy mengusap lembut pipi Evelin


"Silahakan duduk.."Pinta Aska dan masih mencari sosok Aqilla

__ADS_1


"Kamu mencari Aqilla ka?"tanya Rida yang melihaT Edo


"Ya kalian udah disini tapi mamah gadis cantik ini belum kesini..kamu sangat cantik sayaang.."Aska memeluk dan mencium Evelin sampe wajah Aska tertutul kepala Evelin


"Evelin turun..gak sopan..heh mas itu anakku kenapa main cium2 gitu.."kata Aqilla keras mengingatkan dia waktu diSMP yang kasar dan cuek


"Sini anakku..turun sayang.."Aqilla meraih Evelin tapi pergelangan tanganya dicegah tangan Edo


"Aska.."Aqilla terkejut.


"Ya apa kabar..biarkan gadis cantik ini bersamaku.."Aska mencium Evelin lagi


"Baik..turunin anakku Ka..nanti dia gak sopan"Aqilla terbata karna entah kenapa jantungnya berdetak kencang, dan gupup.


"Gak pa2 yah sayaang aq gak keberatan..kamu duduklah disini kita jarang2kan begini.."Aqilla melihat anaknya sangat nyaman dipangkuan Aska


"Sini sayaang sama mamah.."Aqilla merayu anaknya dan Evelin dan memeluk Aska


"Gak mau..Elin mau sama papah."Evelin menyebut Aska papah membuat mereka terkejut apalagi Aqilla


"Uhuk uhuk"Rendy tersedak dan Aqilla menyodorkan minun


"Evelin mau sama papah yah..cantik"Aska bahagia disebut papah sama anak Evelin


"Papah Elin sayang sama papah,Elin gak nakal gak main jauh2..Elin nunggu papah pulang..Elin kangen..sayang Papah.."Evelin memeluk Aska dan menangis membuat Aqilla sedih dan meneteskan air matanya dan Aska seperti tersayat melihat air mata Evelin dan Aqilla.


"Evelin dia bu"Kata Aqilla diputus sama Aska


"Biarkan dia memanggilku papah aq gak keberatan,aq bahagia dia menyebutku papah..dia kangen sama papahnya.."Aska membalas pelukan dan mencium pipi kanan kiri dan kanan Evelin


"Evelin papah juga sayang dan kangen sama kamu..anak papah udah nepati janji papah gak nakal dan gak main jauh2..kalo gitu papah kasih hadiah buat anak papah yang pintar.."Aska membalas Evelin yang mengira dia papahnya


"Gak mau hadiah..Elin mau papah pulang tidur sama Elin.."rengek Evelin


"Yah papah janji akan temani Evelin tidur kalo kerjaan papah udah selesai..kan papah harus kerja sayaang.."Aska tak mau buat Evelin sedih dan mereka jadi penonton dan terharu


"Papa kerja biar dapat uang beli obat..dan papah gak sakit lagi..?"tanya Evelin yang dulu juga tau kesakitan papahnya


"Papah udah sembuh sayang..udah gak sakit..tapi papah harus kerja..nanti papah dimarahi bos gimana...Evelin mau papah dimarahin bos papah.."tanya Aska


"Gak mau Elin sayang papah..papah Elin ngantuk tidur saama papah.."Evelin memeluk erat Aska dan aska mengusap lembut punggung dan rambutnya dan tak lama tidur lelap


"Aska postur badanmu tinggi putih dan atketis sama dengan mas Edo papah Evelin..makanya dia jatuh hati mengira kamu papahnya"Sinta karna mereka mirip dan sama postur tubuh dan penyanyang


"La udah jangan sedih lagi..ini tisunya.."Rida memberikan tisue

__ADS_1


"Aq sedih karna aq juga gak tau harus jelasin gimana..Evelin tau papahnya meninggal saat dia 3tahun tapi dia mengira papah berobat dan akan pulang bikin aq sedih.."Aqilla kembali meneteskan airmatanya


"Namanya anak belum mengerti tetang hidup dan mati bahkan duniawi juga dia tau..biarkan dia menganggapku papahnya,jangan buat dia terluka untuk kedua kalinya..karna bagus untuk perkembangan otak dan jiwanya..aq harap kamu gak keberatan karna aq juga gak keberatan..


__ADS_2