Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Rasa sakit edo yang dipendamnya


__ADS_3

Sepatu diatas motor yang diikat disebelah kandi tak kunjung dilepas karna aqilla juga tidak tau.Sepulang dari pasar setelah memberikan uang pad ibunya di mandi dan nonton TV dengan kedua adiknya Anisa dan aldo.


-"La kamu beli sepatu..?"(tanya ibunya mendekati aqilla)


-"gak kok bu.."(aqilla yang tak melihat kearah ibunya)


-"ini apa..?mahal kamu dapat uang dari mana..?"(tanya ibunya menunjukan kotak berisi sepatu)


-"ibu tadi nemu dimana..?"(tanyanya heran karna sepatu yang dilihatnya tadi udah dirumah di depan matanya.)


-"dimotor diikat dekat kandi.."(kata ibunya)


-"oh.."(aqilla berfikir pastilah mas edo yang membelikannya)


-"kamu mau bohong sama ibu yah..beli bilang gak.."(kata ibunya mencubit pantat aqilla)


-"ya bu maaf.."(aqilla mengambil sepatunya dan masuk kamar)


Aqilla dengan senyumnya mencoba sepatu barunya dan bercermin merasa cocok.


-"bagus..bisa buat sekolah juga..apalagi gratis he..he.."(bisiknya lirih didalam kamar)


-"mas edo pasti dapat banyak ikan..sampe aq ditraktir makan dan dibeliin sepatu..mana mahal gini..keren..keren."(bisiknya lagi sambil berkaca)


-"duh jadi seneng kenal sama mas edo gak sayang juga..baik orangnya.."(bisiknya lagi sambil melepas sepatunya).


Kembalinya edo setelan 9bulan membuat aqilla senang dan dengan kebaikanya membuat aqilla lupa akan sakit hatinya dan rindunya sejenak pada aska yang dia sendiri tak bisa tidur tenang,nafsu makan berkurang jadi malas sukanya duduk termenung malamun dan memandangi foto aqilla.


-"Ka sampai kapan kamu kaya gitu..melamun sedih..gak mau makan..mamah sampe bingung sediri ngadepin kamu.."(mamahnya yang melihat anaknya duduk termenung dikamarnya)

__ADS_1


-"mah..aq mau sendiri..mamah keluar aja..ganggu.."(aska merebahkan badannya yang lemah dan tak bertenaga)


-"ganggu kenapa..kamu gak lakuin apa2..berhari2 cuma duduk bengong..tidur melamun..TV nyala aja kamu gak tonton malah liatin layar ponsel..itu..itu..terus.."(mamahnya yang mulai geram)


-"kamu daftar sekolah..mau sekolah dimana..jalan sama teman2 kamu pacar kamu..jangan cuma diam aja dikamar..!"(mamahnya marah)


-"udah daftar mah..sekarang kan onlain..dua hari lagi tes masuk..tinggal mamah kumpulan dan bayar.."(aska yang masih rebahan dan memeluk guling)


-"kamu daftar dimana..?"(mamahnya duduk disamping anaknya)


-"di sekolah SMA xxx yang dipilihkan papah.."(katanya lemas dan memejamkan matanya namun tak tidur)


-"pacar kamu bella bolak balik kesini..kamu gak kasian..?"(mamahnya yang cape buat alesan)


-"udah aq putusin..kita berteman..mamah keluar aska mau tidur."(aska mulai kesal karna mamahnya menghujani pertanyaan dan pertanyaan)


-"apa dia nrima..gak marah..?"(mamahnya yang juga merasa dekat dengan bella merasa kecewa dengan aska)


-"jangan nyakiti hati wanita ka.."(mamahnya mengingatkan dan pergi dari kamarnya)


-"jangan menyakiti wanita tapi hatiku sakit karna wanita.."(bisiknya menghembuskan nagas)


Maria meninggalkan anaknya dikamar dan dia kembali kedapur masak untuk makan sore.


-"mah..aska masih ngurung diri kamar..?"(tanya pak akbar pada istrinya)


-"ya pah..biasa masih menikmati rasa sakit hatinya.."(istrinya yang kesal mengingat anaknya)


-"pertama mah maklum..dulu papah juga gitu.."(pak akbar meperhatikan istrinya masak dan ngemil)

__ADS_1


-"jadi papah ngaku sekarang..pacarnya lebih dari satu dua..atau tiga..?"(istrinya melototkan matanya)


-"lima mah tapi istri satu..cintanya sama mamah.."(suaminya ketahuan bohong)


Disisi lain edo dikamarnya nonton film aksi yang disewanya sebelum pulang.Berjam2 didalam kamar hingga TV nya yang nonton dia. Ibunya masuk kekamar anakya dan mematikan TVnya.


-"bu kok dimatiin.."(edo membuka matanya)


-"kamu tidur..TV nya yang nonto kamu"(ibunya duduk disamping anaknya)


-"Do..ada undangan dari agus teman SMA kamu,nikah..ini undangannya"(ibunya memberikan undangannya)


-"Do kamu gak pacaran atau nikah kaya teman2 kamu..umurmu juga udah 25tahun..adik2mu juga udah kerja diluarnegri..ibu gak pa2 kalo kamu nikah..dan bawa dia kesini..ini kamu yang bikin rumah..kamu udah cape ngurus ibu dan ketiga adikmu.."(ibunya mengusap rambut anak lelaki satu2nya yang sangat bertanggung jawab pada keluarga hingga dia sendiri tak mengenal wanita)


-"gampang bu masih lama..anaknya masih kecil..kalo udah siap aq bawa sini.."(edo dengan senyumnya mengingat aqilla)


"yang besar dewasa juga banyak nunggu yang masih kecil..anak tengga kita yang suka sama kami jug banyak.."(ibunya yang tak tau kalo anaknya menyukai aqilla gadis kecil)


-"gak suka bu..aq sekalian ngumpulin uang juga bu..biar gak nyusahin siapa2..nanti.."(edo menaruh kepalanya dipangkuan ibunya)


-"apa kamu mau berangkat lagi..?"(tanya ibunya mengusap rambut anaknya)


-"cari uang gak ada capenya bu..yang penting kita gk susah.."(katanya memejamkan mata)


-"Do ayah menelpon..dia mau pulang..kamu gimana..?"(kata ibunya yang membuat edo senang juga sedih mengingat ayahnya yang tak bertanggung jawab tapi dia sadar bagaimanapun dia ayahnya yang dirindukan dia adik2nya dan ibunya)


-"terserah ibu..kalo ibu nrima..aq akan nrima..kalo ibu mau pisah aq juga gak bisa melarang ibu.."(katanya mengingat ayahnya yang bertahun2 dan belasan tahun gak pulang kadang menganggapnya mati,namun melihat ibunya berharap dia kembali)


-"adik2mu menerima bapakmu kembali.."(ibunya lagi yang sangat berharap edo juga setuju)

__ADS_1


-"ya suruh dia kembali,dan bertobat..kalo udah kembali gak usah pergi lagi atau selamanya..pergi atau mati saja.."(edo keluar dari kamarnya kekamar mandi karna sebenarnya hatinya sakit)


Mengingat ayahnya yang belasan tahun gak pulang membuat dia jadi tulang punggung keluarganya membuat dia menjadi pria yang pendiam mandiri dan dewasa namun juga tak bergaul dan tak berpacaran karna jauh dari wanita.Hatinya yang luka tak terima tapi rasa sayang ibunya pada ayahnya membuat edo mengalah dan menerimanya.


__ADS_2