Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Rumah tangga Rara


__ADS_3

Rara beristirahat dirumah Aska dan Aqilla menunggu suami dan kaka dan kaka iparnya pulang. Sedang Aqilla setelah kejadian tadi siang menangis dan takut kehilangan Evelin di kamarnya dengan ditenangkan suaminya Aska yang selalu sabar menasehati istranya.


"Yaang jangan menangis terus, Evelin gak akan kemana2 aq janji padamu, dia akan bersama kita.. "Aska memeluk istrinya


"Kenapa aq tidak hidup tenang bersamamu dan anak2 kita yaang, aq tak ingin apapun aq hanya mau bersamamu dan anak2ku selama aq hidup,aq mencintai kalian.. "Aqilla menangis dalam pelukan suaminya


"Yah yaang aq tau, aq dan anak2 juga sayang dan hanya kamu yang akan mendampingi aq dan menjaga anak2 kita.. "Aska mencium kening istrinya


"Aq akan bicara sama Billy hal ini dan akab tunjukan surat2 resmi Evelin dan memastikan Evelin akan bersama kita "Aska menghapus air mata istrinya


"Yah yaang usahakan mereka gak ambil anak kita lagi.. "Aqilla memeluk erat suaminya


"Iya yaang udah jangan nangis lagi.. kasian anak2 kita ini udah sore.. mereka pasti lapar kan..aq bantu kamu masak dan nyuapin mereka.. "Aska mengajak istrinya masak


"Aq akan masak kesukaan Evelin sosis bakar udang Krispy dan sop iga buatmu yaang dan sikembar"mereka keluar kamar.


Aska mendampingi istrinya dan membantu istrinya masak dan bibi menjaga anak2 dikamar karna dia mau buat masakan kesukaan anak2nya dan suaminya.


"Yaanh coba cicipin ini.. apa udah segar.. ?"Aqilla mengambil satu sedok sop


"Enak dan matap masakan istriku paling luarbiasa.."Aska mencicipinya dan tersenyum karna meski sedih istri lebih dewasa tetap memperhatikan suami dan anak2nya


"Aq bantu siapin di meja yaang.. "Aska menyajikan dimejanya


"Yaang aq panggil anak2 dan bibi yah.. "Aska berlari naik tangga menghampiri anak2 bersama bibi


Setelah kekamar Aska menggedong dua anak kembarnya dan Evelin digandeng bibinya yang ikut bantu merawat mereka seperti cucu2nya sendiri dan bertemu Rara dan Anaknya bian yang juga akan turun.


"Dedek Bian juga ada disini.. ?"tanya Evelin pada Bian dan hendak menghampirinya dan Rara tak henti menatapnya


"Kaka Evelin ayo mamah udah nunggu.."Aska khawatir karna mata Rara menunjukan ketidak sukanya pada Evelin dan memberikan satu si kembar dan menggandeng Evelin


"Ra turunlah, Aqilla udah masak.. "Aska menggandeng Evelin dan Menggendong Aksa


"Mas begitu khawatirnya kamu, dan curiga padaku akan menyakiti Evelin..?"Rara tau dengan sikap Aska yang menarik Evelin yang hendak memeluk Bian anak Rara Dan Billy

__ADS_1


"Aq hanya memastikan anak2ku dan istriku aman dan tidak terluka.. terserah apa pikiranmu karna aq sangat menyayangi mereka.. "Askan turun dan menghampiri istrinya


"Kaka ayo duduk, mamah udah masak sosis bakar dan udang krispy kesukaanmu.."Aska mengangkat Evelin untuk duduk


"My boy kamu juga duduk dikursi spesial si kembar dan makan pake kuah sup iga sama seperti papah.. "Aksa meletakan anaknya Aksa dikursi khusus anak kecil


"Bibi ayo kita makan panggil juga suamimu"mereka biasa ikut makan bersama dan bibi bantu sikembar makan


"Rara ayo duduk dan siboy sini om angkat bantu kamu duduk.. "Rara duduk disamping Aqilla dan Bian dekat dengan sikembar


"Kaka Evelin tadi papah loh yang bantu mamah goreng udang krispynya.. cobain sayang.. "Aqilla memberikan udang dan Sosis bakarnya


"Pasti enak papah yang masak.. "Evelin tersenyum senang dan langsung melahap udangnya


"Tante Bian mau udangnya.. Bian juga suka"Bian pada Aqilla


"Oh adek Bian suka..? "Aqilla mengambilkannya


"Mba kesukaan mereka sama dengan Billy, sosis bakar dan udang krispy.. "Rara yang selalu menyiapka menu tersebut dimeja makan rumahnya dan Aqilla hanya mengangguk


"Sayaang aq bisa makan sendiri, malu ah jangan disuapin.. "Aqilla membuka mulutnya


"Malu sama siapa.. aq suamimu dan mereka anak2 kita,udah tau kebiasaan papahnya suka menyuapi mamahnya kan"Aska menyuapi istrinya lagi dan lagi dan dirinya


"Bahagianya liat kalian saling peduli dan menyayangi, bahkan aq gak pernah seperti itu,suamiku cuek gak perhatian dan gak peduli padaku.."Rara sedih


"Setiap orang beda2 cara mengungkapkan kasih sayang de.."Aqilla merasa tidak enak


"Mungkin mba tapi Billy hampir gak pernah mungkin karna kami dijodohkan atau mungkin suamiku gak mencintaiku"Rara meneteskan air matanya


"Mungkin gak seperti itu cuma kamu lagi sedih aja sekarang.. "Aqilla menghiburnya


"Gak mba memang gitu tapi setelah Nisa ada dia selalu buat alasan bertemu dengannya, dia hampir ikut tiap hari sama kaka untuk bertemu Nisa kan.. dia juga jauh2 ikut ke Samarinda..mungkin dia masih mencintai Nisa.. dan kini dia janda"Rara makin sedih


Setelah makan mereka berkumpul diruang keluarga. Aska tau perasaan Rara karna dia pernah merasakan hidup tanpa cinta dan bersama orang yang tak dicintainya. Dia juga paham dengan Billy yang sama sepertinya dulu melakukan kewajiban sebagi suami.

__ADS_1


"Mas Aska gak bisa ngomong apa2 Ra, cuma kalo kamu merasa masih bisa untuk dipertahankan kalian saling cocok dan saling menyayangi bertahanlah ini mungkin cobaan rumah tangga kalian dengan masa lalu Billy tapi jika kamu tidak merasa bahagia dan merasa tak nyaman selesaikan dengan baik dan mas yakin kamu akan sepertiku dan Aqilla.."Aska menasehati Rara


"Mas Aska juga dulu hidup dengan mba Lia kata ka Rendy gak mencintai mba Lia, dan mas juga cuek diam gak perhatian dan gak peduli juga kah..?karna itu mba Lia minta cerai..?"Rara yang tau dari cerita Rendy


"Aq berusaha jadi suami yang baik dan bertanggung jawab tapi untuk lebih aq sendiri juga tau, aq menerima dan memaklumi Lia karna memang aq gak bisa tapi dengan Aqilla, aq replek dan tanpa sadar kadang melakukan hal2 yang konyol karna yang aq inginkan hanya dekat dengan istriku Aqilla dan memastikan dia bahagia gak kurang kasih sayangku karna aq benar2 cinta dia"Aska mencubit pipi Aqilla


"Yaang sakit.. "Aqilla melepaskan tangan suaminya yang mencubit pipinya


"Ya aq paham karna kita kenal dari kecil mas, aq melihatmu yang dulu dengan yang sekarang sangatlah berbeda.. dulu kamu diam serius dan dingin tapi kini romantis humor dan gak mau diam maunya nempel sama mba Aqilla.. tapi apa mba Lia juga bhagia mas dengan suaminya yang baru? "tanya Rara yang merasa senasib dengan Lia


"Dia bahagia de, suaminya mencintai Lia dari mereka kerja bersama dipuskesmas dan Lia pun sama mencintai dia dan sama2 mau menerima kekurangan mereka,dia bilang jauh lebih hidup dengan suaminya sekarang sangat perhatian gak seperti Aska dulu jadi suaminya.. "Aqilla yang diceritakan sama Lia karna mereka dekat


"Mba Aqilla tau..? "tanya Rara heran karna mantan istri dan istri Aska dekat


"Mereka udah seperti sodara sekarang de.."Aska menjawabnya


"Ya kami udah sepeti adik dan kaka saling bertukar cerita de, bagaimanapun mereka ada anak Alfa yang juga anakku, aq sangat sayang padanya.. ya yaang kalo bisa Alfa tinggal disini sama kita tapi gak boleh sama mba Lia"Aqilla sedih mengingat Alfa


"Kalian bisa saling menerima apa aq juga akan bisa menerima Evelin.. yang gak berdosa karna ulah suamiku dan memaafkan suamiku.. ?"Rara sedih lagi dan menatap Evelin yang sedang bermain dengan anaknya


"Jangan kau benci anakku Evelin de, dia gak tau apapun dan tidak berdosa.. dan kau gak perlu menerimanya karna Evelin hanya anakku dan tak siapapun boleh mengakui atau mengambil anakku..aq gak akan biarkan itu.. kamupun dan suamimu atau keluarganya gak boleh merapas dia dari sisiku atau langkahi dulu mayatku.. "Aqilla tak rela dan buat Aska sedih karna kata2nya


"Yaang jangan bicara seperti itu.. Evelin gak akan kemana2,aq yang akan memastikannya baik Evelin dan kamu gak akan pergi karna kita akan sama2 terus.. "Aska merangkul istrinya yang duduk bersamanya dan mencium keningnya


"Yah yaang aq percaya padamu karna kamu papahnya Evelin juga..aq jug mencintai kamu"Aqilla balik memeluk suaminya


"Mba aq gak mungkin ambil Evelin dari mba, karna aq sendiri belum tentu bisa seperti mba yang aq rasakan saat ini hatiku sakit dan hancur mba tapi bagaimanapun Evelin ada hubungan dengan suamiku dan anakku Bian mereka punya ikatan darah dan batin"Rara memahami hubungan Evelin dengan suami dan anaknya tapi dia belum bisa nerimanya


"Aq paham itu tapi aq gak suka suamimu mengakui anakku karna papah anakku sekarang hanya Aska suamiku..dan bagiku mas Edo papah kandung Evelin, Billy hanya orang luar bagi anakku dan kami"Aqilla tetap kekeh tidak mau bagi Evelin dan Aska mengisyaratkan tangannya pada Rara untuk tidak membahasnya lagi dan Rara mengerti


"Aq gak akan membagi anakku Evelin pada siapapun termasuk Billy dan Nisa.. Evelin hanya miliku dan hidup bersamaku dan aq dan Aska yang berhak untuk dipanggil mamah dan papahnya bukan yang lain aq gak suka dan gak aq ijinin"Aqilla gak rela dan sedikit marah dan kesal dan nadanya ditekan agar Rara tau dan paham


"Iya sayaang.. hanya kita orang tuanya.. udah malam kamu banyak pikiran..kita tidur yah.. anak2 udah sama bibi dan udah tidur.. "Aska menyudahinya karna dia gak mau istrinya emosi dan ngedrop dan sakit.


"Iya mba anakku juga udah tidur.. aq kekamar dulu"Rara mengerti isyarat Aska.

__ADS_1


__ADS_2