Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Permintaan Nisa


__ADS_3

Kedua orangtua Billy ikut bersama Aska dalam mobilnya yang akan tugas dirumah sakit dan juga memeriksa Nisa yang saat ini sedang dijaga Billy sudah satu minggu.Aqilla menitipkan bekal untuk Nisa dan Billy pada suaminya yang dibawa sama mamah Billy.


"Nak ini bekal titipan nak Aqilla untukmu dan juga Nisa.. "kedua orang tua Billi masuk dan Aska


"Yah mah mba Aqilla selalu memenuhi yang kami butuhkan dia sangat baik,dia udah seperti kakak perempuanku mah pah"Billy memeluk mamah dan papahnya


"Nisa mamah mau minta maaf sama kamu karna mamah yang buat kamu menderita seorang diri dan buat kamu berpisah sama anakmu"Mmah Billy mendekati dan duduk disamping Nisa


"Tidak tante jangan minta maaf itu semua udah berlalu dan karna itu aq mendapat sodara yang sangat baik seperti mba Aqilla dan mas Aska aq tidak menyesalinya"Nisa menghapus air mata Mamah Billy


"Makasih sayaang, jangan panggil tante tapi panggil aq mamah sama seperti Billy karna mamah gak akan lagi misahin kalian tapi mamah akan menyatukan kalian"Mamah setuju


"Iya nak kita setelah kamu sehat kita sama2 kerumahmu kami akan melamarmu untuk Billy dan menikahkan kalian setelah masa idah kalian selesai"Papah Billy juga mendekati Nisa


"Aq gak bisa menjawabnya karna aq ingin kalian berjanji dihadapan mba Aqilla yang udah jadi kakakku yang merawat anakku dengan sangat baik dan doa2 nya yang selalu mengautkanku dan selalu membimbingku, aq sayang sama dia dan anakku, dia masih sangat takut kalian akan mengabil hak Asuh Evelin, dia masih sedih melihat Billy kalian dan lagi jika kami bersama"Nisa gak mau Aqilla merasa takut


"Aq ingin mba Aqilla tak lagi dibayang-bayangi ketakutan sedih cemas karna kita, aq ingin menyakinkan dia baru aq bisa tenang dan hidup bahagia"Nisa yang mendengar dari Aska kalo Aqilla ingin pindah


"Ya istriku masih dislimuti ketakutan apalagi dengan bersatunya kalian dan kedatangan ibu dan bapak buat dia makin takut dan minta aq keluar dan pindah, aq sudah berusaha menyakinkan istriku tapi sejak kejadian Nisa membawa Evelin dan buat mereka sama2 sakit, istriku koma dan Evelin juga masih troma dalam tidurnya sering nangis dan menyebut nama istriku untuk jemput buat istriku juga gak percaya padaku atau kalian semua,karna dia ngira aq akan mengijinkan kalian membawa Evelin"Aska menceritakan


"Mas kapan aq boleh pulang karna aq ingin bicara hal ini padanya dan menyakinkan dia"Nisa menangis


"Kamu boleh pulang Nis..? "Askan mengijinkan setelah memeriksanya


"Yah nak kami juga akan menyakinkan istrimu agar tidak ketakutan lagi pada kami karna kami juga tau kalian orangtua yang pantas untuk cucuku"Papah Billy


"Yah mas kita sama-sama akan bicara dan menyakinkan istrimu mas"Billy pada Aska


"Yah baik tapi sore ini saja karna aq masih ada operai, kalian tunggu disini saja dulu karna melihat kalian kumpul dirumah akan buat istriku takut apalagi aq gak dirumah akan buat dia lebih gelisah dan gak tenang"Aska mengingat istrinya


"Ya mas kita bisa pulang kerumah mas sama-sama "Nisa masih bersabar


"Ya aq keruang dulu, dan itu cairan baru jadi sekalian nuggu ciaran itu habis"Aska pamit keluar.


Aska keruangnya dan setelah itu masuk ruangan pasien-pasiennya dan memeriksanya dan hingga tiba waktunya dia keruang operasi karna tugasnya dan hingga dua jam dirung operasi dengan pasien dan perawat. Setelah selesai dia balik keruangan Nisa yang udah ditunggunya.


"Selang impusmu udah dilepas..?"Aska melihat sudah tidak ada selang


"Ya sudah mas, kita pulang kan? "Nisa tidak sabar


"Yah tapi apa administrasi udah beres?"tanyanya lagi


"Udah beres mas kita bisa pulang"Billy udah mengurusnya

__ADS_1


"Yah.. kalian satu mobil saja Bill, aq akan lebih dulu menenangkan istriku.. "Aska keluar dan pulang lebih dulu


Aska lebih dulu kembali kerumah dan mencari istrinya yang sedang bermain dihalaman belakang bersama bibi dan pak Ujang.


"Sayaang kalian disini, papah cariin dikamar? Aska menghampiri istrinya dan mencium keningnya.


"Udah sore sayang mandi.."Aska pada sikembar dan menciumnya


"Papah udah pulang..? "Evelin meraih uluran tangan Aska dan menciumnya


"Kakak ajak adik2mu mandi dan dibantu Bibi udah sore"Aska mencium kening Evelin


"Yah pah.. "Evelin mengangguk


"Adik-adik ayo kita mandi kakak bantu"Evelin menggandeng Aksa dan Alinna


"Yah kakak kita sambil main yah kak"minta Alina


"Yah de tapi jangan lama2"Evelin yang sayang sama adik2nya


"Bibi bantu mereka yah.. "minta Aska


"Sayang ikut aq. "minta Aska pada istrinya yang menggendong Aqilla.


"Yah bawa dia kekamar kita"Aska merangkul istrinya.


Aska dan Aqilla berjalan naik menuju kamar mereka, Aska membuka pintu dan Aqilla masuk dan Aska menutup pintunya.


"Duduk yaang aq mau bicara"Aska yang duduk disofa


"Ada apa sih yaang? "Aqilla duduk disamping suaminya


"Aq gak mau kamu cemas takut gelisah lagi akan Evelin yaang, aq mau kamu tenang dan bahagia tidak lagi dibayang-bayangi kesedihan akan ketakutanmu Nisa, Billy dan orangtuannya"Aska menatap penuh sayang


"Apa kamu akan berubah pikiran yaang dan kamu gak mau ikut denganku?"Aqilla sedih


"Bodoh.. gak mungkin aq gak ikut denganmu dan gak mungkin aq berubah pikiran apa lagi meninggalkan mu sendiri,Aq sangat mencintai kamu, hidupku hanya buat kamu jadi jangan pernah berfikir bodoh yaang"Aska mencubit hidungnya


"Kamu berputar-putar aq tidak mengerti udah tau aq bodoh masih saja dibilang bodoh"Aqilla cemberut


"Yah maaf sayaang habisnya kamu bikin gemes pengin makan kamu yaang? "Aska tersenyum


"Udah dimakan habis semalam udah gak ada sisa"Aqilla buat sumainya tertawa

__ADS_1


"Udah deh mau ngomong ap sih yaang bikin penasaran aja?"Aqilla kesal


"Cium dulu yaang disini dan janji nanti malam aq makan baru akan cerita "Aska sengaja menggoda istrinya


"Nyebelin udah tau ada anak kecil, masih aja mesum"Aqila mengecup bibir suaminya


"Udah cerita..? "Aqilla nuntut


"Mana janjinya kurang kan? "Aska masih diam menatap istrinya


"Iya janji aq nanti akan pake lygerly kesukaanmu dan memuaskanmu sekarang kamu puas ?"kata istriny buat Aska tertawa


"Ha.. ha.. sayang kamu istriku tercintaku I love u yaang"Aska maksa cium dan ******* bibir istrinya


"Yaanh cukup ini Aqilla melihat kita"Aqilla mendorong suaminya


"Yaang dia masih sangat kecil dia jug belum bisa ngomong "Aska tersenyum


"Bibirmu juga seperti gulali yaang ada candunya"Aska gemes


"Kalo gak mau cerita aq pergi saja"Aqilla makin kesal


"Iya yaang duduklah"Aska menyerah.


"Yaang orangtua Billy datang kesini selain bertemu anak kita dia juga akan melamar Nisa, tapi Nisa menolak karna dia ingin Billy dan orang tuanya berjanji didepanmu untuk tidak mengabil hak asuh dan merahasiakan sampai Evelin dewasa dan bisa mengerti dan memahami yaang, tanpa seijinmu Nisa tidak akan menerima Billy"Aska menceritakanya


"Seijinku.. kenapa aq? "Aqilla bingung dan lega


"Karna dia berhutang budi padamu, kamu sangat menolongnya yaang, dan kamu sudah membesarkan Evelin dengan sangat baik dan penuh sayang kamu juga mengurus dan membatu Nisa selama ini, kamu juga memdoakan dia"Aska menjelaskan.


"Tapi aq ikhlas yaang gak perlu ijinku untuk mereka bersatu, mereka udah berjodoh sama seperti kita"Aqilla merasa terbebani


"Sayaang hatimu sangat baik seperti emas murni, aq sangat sayang sama kamu, Nisa juga menganggapmu kakaknya yaang dan dia merasa kamu ketakutan jika mereka bersatu maka kamu akan berfikir mereka akan memisahkan kamu dan Evelin karna itu dia ingin ijin mu"Aska memeluk istrinya


"Kamu setujui mereka yaang dan doakan mereka dan jangan takut gelisah lagi, mereka sudah sangat setuju dan menerima kamu lah ibu buat Evelin dan aq ayah buat Evelin sayang"Aska mencium pipi istrinya


"Aq gak tau harus bagaimana selain aq sangat sayang sama Evelin aq juga terikat janji suamiku yang tak pernah menuntutku untuk aq mencintai dia, dalam hatiku yang ada namamu bahkan dia tidak pernah keberatan dan menerimaku,dia tidak pernah marah mengeluh dengan keburukanku dia selalu bangga sayang dan setia padaku meski banyak wanita yang rela bunuh diri untuk mendapatkan tapi dia tak pernah berpaling dariku,"Aqilla mengingat Edo


"Mas Edo sangat sayang sama Evelin dia menahan rasa sakitnya untuk Evelin dan diakhir hidupnya dia tersenyum dan menggenggam tangan Evelin dan membuat aq berjanji untuk merawat dan mejaga Evelin hingga dia dewasa dan berkeluarga baru lah aq akan tenang dan bahagia"Aqilla menangis


"Evelin anak Edo seutuhnya aq hanya merawat dan membesarkannya, saat Evelin sakit dan koma mas Edo turun menjaga Evelin bahkan aq merasa dalam tidur dan tiap langkah Evelin masih dalam lindungan mas Edo yang tanpa dia menutut atau minta apapun dia sangat mencintai Evelin jadi bagaimana mungkin aq bisa melepaskan Evelin yaang"Aqilla bersandar dibahu suaminya


"Ya saayang aq paham mas Edo sangat berarti dalam hidupmu dan Evelin sangatlah berarti buat mas Edo tapi kamu sangat berarti bagiku dan anak2 kita,jangan sedih lagi aq akan selalu bersamamu yaang"Aska mencium kening dan menghapus air mata istrinya.

__ADS_1


__ADS_2