
Aska meminta cuti dan waktu penuh menemani istri dan mengantarnya ke dokter kandungan yang kini masuk empat bulan.
"Gimana dok dengan bayi saya..apa sehat semua..?"tanya Aska antusias melihat janin dilayar dan membuat Lia tersenyum
"Dia tumbuh dengan sehat.."jawab dokter
"Alhamdullillah makasih dok"Aska bahagia
"ini vitamin dan penguat kandungan"dokter memberikan obat dan Aska membayarnya.
Setelah memeriksakan kandungan mereka jalan2 ketaman dan duduk melihat anak2 bermain dan didampingi ibu mereka. Terlihat ibu muda rambut panjang yang tinggi putih dan cantik.
"Aqilla.."Aska menghampiri dan memegang tangannya dari belakang dan wanita itu menoleh
"Maaf aq salah orang "Aska kembali duduk bersama istrinya yang dilihatnya aneh karna cemburu dan Askapun tak sadar melakukan itu.
"Kita pulang aja mas.."Lia berjalan lebih dulu karna marah dan cemburu dan Aska mengikutinya
Mereka dalam perjalanan pulang tanpa kata dan suara. Aska pun enggan membahasnya karna dia gak tau mau alasan apa dan mau ngomong apa hingga mereka sampai di rumah.
"Mas siapa itu Aqilla..?"tanya Lia membuat bingung dan gugup Aska
"Dia tetangga mamah dulu satu sekolah..aq kira dia karna lama gak bertemu.."Aska mengarang cerita dan pergi kekamar melepas jaketnya
"Benar begitu mas..?"tanya lagi
"Iya.."jawab Aska singkat dan merebahkan badannya diranjang memejamkan matanya
"Udah sini tidur disampingku..jangan berfikir buruk.."Aska untuk mengalihkan pikiran Lia tentang Aqilla
"Mas kamu mau bayi laki2 atau perempuan..?"tanya Lia melupakan tetang Aqilla dan merebakan dirinya memeluk suaminya
"cewe atau cowo aq gak masalah yang penting dia sehat.."Aska bernafas lega karna Lia tak membahas lagi dan mengusap perut istrinya yang sering diminta istrinya
"Mas bahagia dengan pernikahan kita dan anak kita..?"tanya Lia yang selalu mengulang itu
"Kamu gak ada pertanyaan lain selain itu..sejak kamu hamil banyak protes dan nuntut,dulu waktu kita pacaran kamu gak gitu.."Aska risih dengan pertayaan itu lagi dan lagi
"Mas gak suka aq tanya itu lagi..?"tanyanya lagi dan tersenyum
"Aq juga gak tau kenapa aq meresa suamiku ada sesuatu yang aq gak ngerti karna aq merasa suamiku jauh meski kita dekat.."Lia sangat peka dengan suaminya
"Bawaan hamil mungkin..karna dulu kamu gak gitu.."jawab Aska mencium kening istrinya untuk mengurangi rasa ragu istriny dan rasa bersalahnya
"Iya mungkin..apa aq sekarang nyebelin mas..?"tanyanya lagi
__ADS_1
"bawel crewet.."jawab Aska membuat Lia tertawa
"Benarkah..kok.aq gak sadar yah..?"Lia juga heran dengan perubahan dirinya
"Mana kamu sadar..aq yang tersiksa dihujani pertanyaan dan pertanyaan bikin pusing.."jawab Aska
"Haa..haa..ms jahat sama istri sendiri gitu.."Lia meraih wajah suaminya dan mencium bibir suaminya meminta haknya yang jarang diberikan Aska
"hemmm kamu menggodaku.."Kata Aska membuat Lia malu
"Habisnya suamiku cuek"Lia malu dan dibuka bajunya sama Aska dan diciumnya bibir istrinya karna dia berubah jadi bergairah karna godaan istrinya dan mereka bersatu meski disiang bolong.
"Pelan2 mas ada anak kita.."Minta Lia karna Aska gak sadar dengan goyangannya yang kenceng
"iyaaa aaakh"jawab Aska mengangguk mengoyang menghentakan juniornya didalam.V istrinya hingga mandi keringat.
"aakh"keluar cairan putih dan Aska berjalan kekamar mandi membersihkan dirinya
Lia yang merasa lelah melayani suami tertidur pulas dengan badan masih telanjang dan hanya ditutupi selimut. Setelah keluar dari kamar mandi Aska menatap istrinya dan berbisik dikening istrinya dan memciumnya.
"Maafkan aq yang gak bisa jadi suami yang baik untukmu,yang belum bisa memberikan hati ini..maaf"Bisik Aska dan kembali duduk disofa memejamkan matanya mengingat kejadian ditaman.
"Bagaimana bisa aq memanggilnya saat q bersama istriku.."bisiknya
AQIILA
Dalam rumah tangga Aqilla yang bebahagia dengan adanya malaikat kecil yang kini tumbuh besar dan lucu karna Evelin masuk 6bulan,semua yang melihatnya ingin mencium menyentuh pipinya dan ingin menggendongnya dan membuat Aqilla gak senang karna dia gak mau anaknya disentuh orang lain.
"Yaang aq gak suka anak kita dicium peluk gedong sama orang.."Aqilla mengadu pada Edo yang sedang merasakan sakit dikepalanya
"Ya dirumah aja yaang.gak usah kemana2.."Edo memegangi kepalanya
"Sakit lagi yaang..obat dokter udah diminum..?"tanya Aqilla sambil menggedong Evelin
"Udah tapi masih sakit..bingung ini kenapa sakit terus aq sampe gak kuat yaang.."Edo meringis kesakitan
"Kita kerumah sakit yaang..dipriksa kepalanya ada apa..kalo gak dipriksa mana kita tau yaang.."minta Aqilla dan menghubungi ayah Edo untuk mengantar
"Yaang kenapa kamu hubungi ayah..?"Edo dengan wajah pucat
"Aq gak mau kamu pingsan lagi..untung dirumah..kalo dikerjaan giman..?"Aqilla khawatir karna belum lama Edo pingsan menahan sakitnya
Tak lama ayah Edo datang dengan mobilnya dan Edo dibawa kerumah sakit untuk rongsen kepala dan Aqilla mengikutinya dengan menitipkan Evelin sama ibunya.
"Gimana dok suami saya sering ngeluh sakit dikepalanya dan belum lama pingsan..?"tanya Aqilla khawatir
__ADS_1
"Apa mas pernah jatuh dan kepalanya terbentur..coba diingat?"tanya dokter
"Dulu waktu setelah lulus sekolah SMA dok kepalaku terbentur aspal dan helmnya pecah tapi gak ada luka dikepala dok.."Edo mengingatnya
"Memang tidak ada luka diluar tapi luka didalam,meski sudah lama tapi disini ada keretakan dan didalamnya ada gumpalan nanah kecil itu yang buat mas sakit.."kata dokter
"Harus bagiaman dok..?"tanya ayah Edo juga cemas
"Bisa dengan oprasi dan obat jalan ditempatku nanti sore buka praktek karna perlu suntikan untuk mengeringkan nanahnya mengurangi sakitnya..tapi untuk kembali seperti semula gak bisa karna dia ibaratnya cacat..ada retakan yang gak bisa kembali utuh..paling rutin cek dokter.."
"Apa gak bisa sekarang dok..?"Edo gak kuat rasa sakitnya
"Aq masih disini mas..disini gak sedia suntikanya..aq kasih obat pereda rasa sakitnya dan nanti sore datang..langsung aja masuk biar gak antri aq akan bilang petugas atas nama Edo bisa langsung masuk.."jawab dokter
"Apa aq gak akan apa2 dok..?"tanya Edo khawtir
"Gak pa2 yang penting rajin cek dan terapi.."jawab dokter
Sore hari Edo dan Aqilla datang lebih awal dan langsung menemui dokter dan Edo diperiksa dan disuntik dibagian belakang kepala Edo.
"Gimana..apa udah mendingan..?"tanya dokter pada Edo
"Ya dok udah mending gak senut2 lagi.."jawab Edo senang
"Tapi kalo bisa jangan angkat berat karna akan menarik saraf anda..kalo terasa sakit kembali kesini..karna mas ini perlu cek terus rutin..dan terapi.."saran dokter
"Tapi saya kerja dok.."Edo bingung
"ini sampe malam jam 10 mas udah pulang kan?"tanya dokter
"Iya dok udah..berapa hari sekalia..?"tanya Edo
"Satu minggu dua kali.."jawab dokter.
Keadaan Edo berangsur membaik dan rasa sakitnya juga hilanh dan dia didampingi Aqilla dengan setia menemani suaminya terapi dan ditemani anak mereka hingga umurnya kini satu tahun.
"Yaang maaf yah uang kita habis buat berobat mas..mas nyusahin kamu yaang.."Edo merasa sedih
"Mas yang penting kamu sehat dan kita bisa hidup bahagia selamanya bersama anak kita"Aqilla menyadarkan kepalanya didadanya
"Aq gak bisa kasih kamu keturunan gak bisa memuaskan batin kamu..sakit2tan dan uang kita habis yaang..aq gak bisa membahagiakan kamu.."Edo marah pada dirinya sendiri
"Yaang uang kita habis gak pa2..kita kan bisa cari uang lagi..yang penting kamu sehat dan untuk kepuasan mas kan biasanya minta lagi dan lagi yang bisa muasin Aqilla..sekarang jangan nyalahin diri sendiri..fokus untuk Evelin..mas kan Udah sembuh.."
"Ya mas semangat buat kamu dan anak kita Evelin..mas bisa kerja lagi.."
__ADS_1