Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Rencana orangtua Aska


__ADS_3

Awal kerja yang baru ditempat prakter dokter Akbar ayah Aska yang bahkan Aska gak tau kalo Aqilla kerja dirumah praktek ayahnya.Dia datang lebih awal dan memasak untuk ibu dan ayah Aqilla dan menyajikannya dimeja makan dan pergi keruang praktek.


"Ka kamu cepat pulang,ayah sakit "ibunya membohongi Aska


"Mah kamu membohongi anakmu sendiri,dan bilang aq sakit apa itu gak keterlaluan.."Suaminya tak senang


"Papah nurut aja..ini jalan satu2nya..yang penting anak kita bahagia.."Mamahnya bantu mendekatkan anaknya.


"Mah masakan Aqilla benar2 enak yah mah..?"suaminya menghabiskan makananya


"Papah jangan kasih kerjaan yang berat,dia menantu kita pah..dia juga udah masakin buat kita.."mamahnya gak mau Aqilla cape.


Sebelum jam pulang Aqilla masuk dapur dan masak makan malam mereka dan seperti biasa menyajikan dimeja. Dan Aqilla menghampiri Evelin yang bermain bersama ibu Aska di ruang keluarga.


"Rumah segede ini gak ada penghuninya cuma ayah dan ibu trus pembantu..apa gak takut klo malam.."Aqilla merinding.


"Evelin udah sore sayang kita pulang dulu..besok kesini lagi main sama nenek,"Aqilla menghampiri Evelin dan ibu Aska


"La kamu pulang nanti aja yah..temani ibu dulu..gak enak badan..ini masih sore gak pa2 yah.."pinta ibu Aska yang menahan Aqila karna anaknya sebentar lagi sampai


"Boleh bu..ibu mau aq kerokin..atau mau aq bikinin teh anget..?"Aqilla cemas


"Gak perlu..kamu ambilin obat aja di ruang pratek bilang obat aq mereka tau.."Aqilla dEngan menggendong Evelin berjalan kesebelah rumah yang merupakan rumah praktek pak Akbar.


Mamah dan papahnya duduk dimeja makan menyantap makanan yang dimasak Aqilla tadi sore buat mereka.Dan tak lama mobil Aska terparkir dan dia masuk mencari kerdua orangtuanya.


"Pah..papah sakit..sakit apa pah..?"tanya Aska cemas dan duduk dihadapan papahnya


"Kamu makan dulu nanti mamah ceritakan.."mamahnya meyiap makan buat Aska dan dia menyuapi dirinya.


"Mah ini siapa yang masak..ini seperti masakannya Aqilla..?"Aska paham dengan rasa masakan Aqilla yang manis gurih dan pedas


"Bu apa obat ini..salah apa benar.."Aqilla menghampiri ibu Aska dan memunggungi Aska


"Uhuk..uhuk..uhuk"Aska tersedak karna terkejut Aqila ada dirumahnya dan Aqilla mengambil minum tanpa dia melihat wajah Aska


"Ini minum mas.."Aqilla memberikan minum


"Papah..Elin kangen.."Evelin langsung duduk dipangkuan Aska dan membuat Aqilla membalikkan badannya dan melihat Aska


"Kamu disini Ka..?"tanya Aqilla dan Aska menatap kedua orangtuanya tersenyum.


"Kalian saling kenal..?"tanya ibu Aska yang pura2 didepan Aqilla


"Ibu kenal dia..?"Aqila tanya balik


"Masa sama anak sendiri gak kenal..Aska anak ibu dan bapak.."Kata ibu Aska membuat Aqilla terkejut


"Jadi anak ibu..Aska..?"tanyanya terkejut


"Ya..yang mau kenalin, Aska kamu kenalin diri kamu.."Aska diam dan tetap memeluk Evelin

__ADS_1


"Kami udah kenal bu.."Aqilla menatap Aska yang enggan menatapnya


"Oh udah saling sini La duduk samping ibu sekalian kita makan.."Aqilla duduk disamping ibu Aska didepan Aska tapi Dia masih gak mau melihat Aqilla


"Ka Aqilla kerja loh ditempat praktek papah..dan dia yang masak.."ibunya pada putranya


"Aq udah paham masakannya tapi yang gak aq ngerti mamah sama papah kenal sejak kapan dan kenapa dia kerja ditempat kita."Aska sedikit marah karna orangtuanya gak jujur dan Aqilla salah paham


"Bu pak..Aqilla berhenti aja.."Aqilla yang melihat Aska marah


"Kenapa..kamu mau menerima kerja diKalimantan..Ibu sama bapak gak setuju..kamu disini aja.."ibunya


"Kalimantan?..ngapain kamu mau kesana..kamu ninggalin anak kamu yang masih kecil ini,kamu mau jadi ibu yang egois mikirin diri sendir..?"Aska makin marah dengar Aqilla mau kekalimantan


"Aq kerja kan buat anak aq..siapa yang egois..yang egois itu kamu..hanya karna aq kamu mengabaikan Evelin yang udah bergantung padamu.."aqilla membalasnya


"Aq gak pernah mengabaikan putriku..aq menghubungi dia dengan Hp Rendy,kamu yang ingin memisahkan aq dan putriku..kamu mengusirku.."Aska gak mau kalah


"Maksudku bukan itu..aq cuma.."Aqilla menunduk dan menangis


"Evelin sama kakek dulu.."Aska menurunkan Evelin dan menghampiri Aqilla mengangkat tangannya dan meraih badan Aqilla dan memeluknya dan mencium kening Aqilla membuat kedua orangtuanya dan Efelin tersenyum bahagia.


"Jangan selalu menolakku dan membuatku hancur aq udah sudah gak sanggup lagi La,aq sangat mencintai kamu.."Aska masih memeluk ciun Aqilla


"Jangan menciumku terus..mesum banget main nyosor terus "Aqilla meronta


"Kenapa..kamu kalo gak aq paksa dan sosor mana mau "jawab Aska mengeratkan pelukannya


"Gak akan aq lepas sebelum kamu menjawabku..kamu juga mencintaiku biar mamah papah dan putri kita jadi saksi cinta kita "Aska memaksa


"Ka..!"teriaknAqilla lirih


"Ya cinta.." Canda Aska dan kedua orangtua Aska tertawa apa lagi putri kecilnya mengira mereka bermain.


"Ya aq mencintaimu..udah lepas.."Aqilla membalas lirih


"Gak dengar..mamah papah sayang kamu dengar ga mamah ngomong apa..?"Aska jail


"Aq cinta sama kamu!"teriak Aqilla


"Romantis..cuit..cuit.."Rendi tiba2 masuk


"Ren kamu dengar gak Aqilla ngomong apa.."Aska memainkan matanya


"Gak dengar apa2,Aqilla diam aja.."Rendi mengikuti permainan Aska


"Aq udah bilang tadi udah dua kali..kamu sengaja kan..?"Aqilla kesal


"Gak dengar cintaku.."ledeknya lagi


"Aq cinta sama kamu Aska..!"Teriak Aqila lebih keras dan mengangkat dagu dan mengecup bibir Aqilla dan melepasnya

__ADS_1


"ha..ha..ha.."mereka tertawa


Mereka makan malam bersama dan sambil berbincang dan bercanda tawa tapi Aqilla masih malu karna ulah Aska yang tak tau malu.


"Kenapa diam aja,mau lagi...?"goda Aska


"Gak! mau pulang..sayang kita pulang yah..udah malam..?"Aqilla memalingkan wajahnya dan merayu anaknya Evelin


"Evelin tidur sama papah yah..kangen kan sama papah.."Aska sengaja buat Aqilla kesal


"Yah Elin tidur sama papah aja..Elin gak mau pulang.."kata Evelin dan Aska memainkan matanya pada Aqilla


"Menyebalkan.."Dengus Aqilla


"Om tante Rendy pulang dulu gak mau ganggu yang lagi kasmaran.."Sindir Rendy


"Tante juga mau bantu om gak mau ganggu.."Mamahnya pergi.


"Evelin sini ikut papah tidur,La ati2 disitu sendiri..biasa ada yang melayang layang.."Aska bohong dan Aqilla lari mengejar Aska dan Evelin


"Ka..kamu antar aq pulang yah..ini kan udah malam.."Aqilla memaksa


"Mamah udah bilang ibu kamu pake Hp ku kamu nginap sini.."kata Aska dan Aqilla bengong


"Gak usah bengong masuk.."Aska menarik tangan Aqilla


Aska menidurkan Evelin diranjang dan Aqilla duduk disofa sambil nonton TV,sesekali melirik Aska yang sedang mengusap lembut dahi Evelin yang lama2 tertidur.


"La kamu gak ngantuk..ini jam 11,sini tidur.."minta Aska yang minta dia tidur diranjangnya


"Gak aq disini aja..kamu tidur aja.."bantah Aqilla


"Kamu selalu bantah dan nolak gak ada nurut2nya La.."Aska mengangkat Aqilla dan memangku Aqilla disofa


"Ka jangan begini,kita masih belum resmi tolong jaga jarak.."pinta Aqilla tapi Aska memeluk dan mencium pipi dan leher Aqilla


"Aq dah lama banget nunggu kamu,dari SMP aq cinta sama kamu tapi kamu cuek galak dan sekarang kamu miliku gak akan aq lepasin.."Aska masih peluk cium Aqilka meski Aqilla menolak meronta


"Gak salah,bukanya kamu pacaran sama Bella..?"Aqilla geli menahan rintihannya


"Salah aq gak pernah berhubungan dengan dia,aq nulis surat sama kamu tapi dia yang ambil dan membalas atas namamu kamu menolakku aq kira iya ternyata sebelum aq nikah dia baru ngaku,tapi udah terlambat kamu udah nikah sama Edo tapi sekarang kamu hanya miliku."


"Oh jadi kamu dulu suka sama aq dan nembak aq,tapi Bella bilang kamu pacarnya dan aq gak boleh ganggu kamu.."Aqilla mengingat ancaman Bella


"Mungkin takdir perjalanan cinta kita penuh liku La,tidak untuk sekarang aq gak akan lepasin kamu..kita secepatnya menikah..aq gak mau nunggu lama..besok aq bilang orangtuamu..keluarga Edo udah meretui kita,kita minta restu dan doa mereka.."Aska gak sabar memjadikan Aqilla miliknya


"Secepat itu.."Aqilla kaget


"bertahun2 aq nunggu kita seperti,sekarang kita bisa bersama jadi gak usah makan waktu"Aska mendesak.


"Ka lepasin.."Aska meraih dagu Aqilla dan mecium dan **********,tadinya Aqilla diam tapi Aska gak nyerah dan kini mereka saling beradu dan menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2