Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Orangtua Billy terkejut


__ADS_3

Aska tak ingin istrinya jatuh sakit karna memikirkan masalah Billy ayah kandung Evelin berlarut-larut, dia menghubungi Billy untuk mengikuti kemauan Evelin atau dia gak bisa bertemu dengan Evelin. Billy sangat sedih karna buah cintanya dengan Nisa gak bisa dia miliki karna kesalahanya dulu.


"Siapa ini.. halo.. halo..? "Tanya Nisa menerima teflon Billy


"Aq Billy..? "Billy menjawabnya


"Ada apa Bill,darimana kamu tau no Hp ku?"Billu menghubungi Nisa setelah tiga bulan berlalu


"Dari sodaramu saat aq disitu"Billy meminta no Hp Nisa pada sodaranya


"Apa kamu baik Nis,? "Tanya Billy yang juga memikirkan ibu Evelin yang ditinggal suaminya


"Baik..langsung saja ada apa?apa soal Evelin maaf aq gak bisa bantu"Rara hendak mematikan HP


"Tunggi Nis aq mohon jangan tutup telfonya"Billy ingin bicara dan memohon


"Nis tolong pikirkan lagi dan bantu aq, aq tau aq salah tapi aq ayah kandung Evelin.."Billy sedih


"Aq sayang sejak bertemu dengan anak kita, aq selalu memikirkan anak kita Evelin, aq ingin bersama anak kita,aq gak bisa jauh dari dia.. tolong Nis kamu jabut dan bicara pada Aska untuk memberikan Evelin padaku aq ayah kandungnya.. aq akan menebus semua kesalahanku.. "Billy terisak selalu memikirkan Evelin


"Evelin akan lebih baik bersama mas Aska dan mba Aqilla, aq gak bisa memisahkan ibu dan anak mereka saling tergantung dan tolong kamu jangn ganggu mereka demi kebaikan Evelin, anggaplah kamu tak punya anak dariku.."Nisa mengenang masalalu


"itu gak mungkin Nis, dia satu-satunya bukti cinta kita, buah cinta kita..aq sayang sama dia, aq ayahnya.. aq mungkin rela anakku dirawat orang lain yang bahkan mereka bukan sodara kita..kamu bisa membuang dan tidak memikirkan dia tapi aq gak bisa"Billy yang mengangap Evelin sangat berharga baginya satu-satunya kenangannya bersama Nisa cinta pertamanya


"Aq akan tetap berusaha mengambil hak asuh Evelin, dia anakku akan aq lakukan apapun untuk anakku"Billy buat Nisa khawatir akan Putri dan Aqill


"Jangan gila!, dulu kamu yang minta aq bunuh Evelin kan?jadi jangan macam2 karna akan mengganggu kesehatan dab sikologis Evelin, dia masih sangat kecil untuk semua masalah kita, biarkan mba Aqilla dan mas Aska yang merawat mereka,toh mereka orang baik dan aq atau kamu masih bisa bertemu dengan Evelin"Nisa makin kesal


"Karna dia masih kecil kita masih bisa bujuk dia untuk bersamaku atau kamu.. "Billy kekeh


"Aq gak mau dengar dan aq minta kamu jangan ganggu mereka..!"Nisa mematikan Hpnya.


Percakapan Billu dan Bisa diketahui oleh Rara yang berada dibalik pintu ruang kerja Billy yang hatinya makin terluka karna suaminya menghubungi mantan pacarnya.


"Kreeekk"Rara membuka pintu dengan wajah emosi dan cemburu sakit hati


"Kamu diam-diam menghubungi Nisa mantan pacarmu meski aq udah berulang kali mengingatkanmu untuk tidak lagi berniat bungan dia.. "Rara memarahi Billy dengan nada keras


"Aq hanya membicarakan Evelin dengan Nisa karna aq ayah dan Nisa ibunya.. "Billy benar

__ADS_1


"Cukup aq gak mau dengar lagi namanya yang buat rumah tangga kita hancur.. "Rara muak


"Kamu salah,Nisa tidak melakukan apapun pada rumahtangga kita, kamu yang tidak mau mengakui anakku Evelin"Billy kecewa pada istrinya


"Kamu masih memikirkan Evelin.?"tanya Rara makin kesal dan marah


"Gak mungkin aq gak mikirin anakku yang jauh dariku"Billy sedih dan selalu murung


"Tapi kamu juga punya Bian apa dia gak berarti bagimu? "Rara kesal


"Mereka sama2 berarti bagiku, tapi Evelin tak pernah dapat seperti Bian dariku"Billy bersandar disofa


"Kalo kamu kayak gini terus aq yang gak tahan sama kamu.."Rara makin kesal dan marah


"Aq istrimu dan ada Bian, tapi kamu gak peduli pada kami, kamu hanya memikirkan anakmu Evelin, bahkan kamu gak lagi mau menyentuhku dan membiarkan Bian sendiri"


"Maafkan aq Ra.."Billy mendekati Rara


"Cukup berhenti kamu gak perlu lagi mendekatiku karna kewajiban,aq udah muak dengan semua ini."Rara mundurkan langkahnya


"Aq juga punya perasaan ingin dicintai, disayangi ,dan diperhatikan suami tapi kamu tidak pernah padaku. "Rara menangis sedih..


"Tentu saja dia anak kandungku dan kamu jangan lupakan saat aq menikahimu bahkan kamu sedang hamil entak anak siapa dan aq yang bertanggung jawab atas Bian dan menyayanginya tapii kamu egois tak ingin anaku dan tak mau anakku"Kenyataan Rara.


Teriakan dan tangisan Rara membuat kedua orang tau Billy tau karna mereka tinggal satu rumah dan medekati mereka yang bertengkar diruang kerja.


"Siapa Evelin?dan maksud perkataanmu Bian bukan cucuku.?"Mamahnya yang masuk dalam pertengkaran mereka


"Bukan itu maksud Billy mah tapi Evelin?"Rara masih menutup rapat tetang Bian


"Kenapa kalian bertengkar karna Evelin.. apa pacar suami Ra? "tanya papahnya yang mengikuti istrinya masuk


"Kamu selingkuh Bill? "bentak papahnya


"Evelin anakku pah bukan selingkuhanku"Billy mengakuinya keras


"Apa maksudnya anak? "Papah dan mamahnya tak mengerti


"Mamah sama papah jangan pura2 lupa, karna dulu kalian yang memisah aq dengan Nisa yang sedang hamil anakku"Billy menyalahkan orangtua

__ADS_1


"Maksudmu Evelin anak Nisa dengan Nisa?"mamanya kaget


"Yah Evelin anakku dengan Nisa yang dulu mamah minta aq bicara dengan Nisa untuk menggugurkan anakku.."Billy meneteskan air matanya


"Anak yang akan digugurkan kini tumbuh sehat pintar dan sangat cantik dan aq sayang sama anakku Evelin,aq ingin bersama putriku yang malang karna mamah dia jadi anak dan milik orang lain"Billy menyesal dan menangis


"Apa maksudnya ini..? "papahnya masih bingung


"Karna mamah mengirimku keluar negeri jauh dari Nisa, membuat orang tua Nisa malu dan mengusir Nisa, Nisa seorang diri dikota lain dengan anakku yang ada dalam perutnya dan melahirkan tanpa dampingan siapapun karna itu anak kami dirawat sama teman kakanya Rara mah pah Mas Aska dan Mba Aqilla"Bily menceritakan


"Mereka melarangku untuk mengambil dan memangilnya anakku atau papah padaku"Billy sangat sedih


"Apa kamu yakin Evelin anakmu..? "Tanya mamahnya


"Sangat yakin mah pah, dia sangat mirip dengan Belina bahkan lebih cantik, dan aq udah tes DNA dia dan hasilnya dia anak kandungku"Belina adik kandung Billy


"Apa mamah boleh tau buktinya? "mamahnya minta Bukti


"Ini mah foto cucu mamah yang mamah dan papah mendambakan Cucu perempuan kan.?"Billy memberika Foto dan Vidio Evelin


"Ini cucuku.. sangat cantik dan mirip denganmu dan anak kita Belina.. "Papahnya merebut Hp billy ditangan istrinya yang terkejut melihat wajah cucunya yang sangat cantik.


"Papah ingin bertemu dengan cucu papah Bill, bawa papah pada cucu perempuanku"papahnya meneteskan air mata memandangi cucu perempuannya


"Iya pah kita segera kesana tapi masalahnya Mas Aska melarangku dan mas Rendy sebelum aq menerima syarat mereka untuk tidak mengambil dan tidak mengakuinya anak dan mereka mengijinkan kami bertemu jika aq sebagai om mereka mah pah bukan papah Evelin karna mereka ingin Evelin hanya tau mamah papahnya AQilla dan Aska. "Billy menceritakan


"Tidak ada hukum yang melarang ayah kandung bertemu dan mengakui anaknya, kita bisa menuntut mereka karna mereka mengancam kamu ayah kandungnya dan membawa anakmu kerumah ini"papah Bily marah


"Aq gak mau Evelin ada disini dan jadi bagian dari keluarga kita pah mah.. "Rara gak setuju


"Ra aq gak peduli kamu setuju atau tidak.. Evelin tetap anak kandungku dan Di berhak tinggal disini"Billy tak peduli lagi


"Kalo kamu lebih memilih Evelin kamu harus menceraikanku,disini sudah ada Bian anak kita"Rara mengancam Billy


"Benar Pah Billy kita gak usah kesana kita disini udah ada cucu Bian dan anak2 Belina kita gak perlu Evelin anak haram Billy"Mamahnya juga gak setuju


"Mamah gak mengakui Evelin gak pa2 tapi jangn pernah bilang Evelin anak haram, dia anakku darah dagingku.. "Billy marah sama mamahnya yang masih sama seperti dulu


"Dan kamu Ra, aq gak peduli kamu mengancamku.. "Billy keluar dari ruang.

__ADS_1


__ADS_2