Rasa Yang Tak Hilang

Rasa Yang Tak Hilang
Perhatian Edo


__ADS_3

Acara pesta pernikahan telah usai dan hari sudah sangat malam. Edo meminta Michell menginap dikamarnya karna dia juga udah miinta ijin ada orangtua Michell.


"yaang nginap sini,udah malam besok pagi aq antar pulang.."minta Edo dan Aqilla mengangguk


"aq pake baju apa..masa aq tidur pake baju batik burkat gini.."Aqilla menarik Edo yang sedang main HP diranjang


"pake kaosku ambil dilemari.."jawabnya masih sibuk dengan game nya


Aqilla membuka pintu lemari dan mengambil kaos dan bersembunyi dibalik pintu lemari dan ganti bajunya. Edo meliriknya dan tersenyum dan mematikan game nya memperhatikan Aqilla berjalan keranjang dengan kaos sampai setengah paha Aqilla.


"cantik sexy.."puji Edo


"apaan sih..udah tidur.."Aqilla memunggungi Edo


"mana mungkin aq bisa tidur kalo kamu menggodaku gitu.."Edo meraih badan Aqilla


"jangan macam2.."Aqilla mengingatkan


"macam2 giman coba jelaskan yaang..?"goda Edo


"kita belum menikah kamu gak boleh menyentuhku.."Aqilla menjelaskan


"berarti kita saling pandang gini dong.."Edo pura2 ngambek


"jangan padangi aq..aq jadi gerogi..aq mau tidur.."Aqilla memejamkan matanya


"sayaang kamu bikin gemes..aq jadi pengin makan kamu.."Edo memeluk Aqilla


"Mas Edo sumanto..makan orang.."ejek Aqilla bikin Edo tertawa


"berisik mas..lagi pada tidur.."Aqilla melotot dan Edo membalasnya dengan menindihnya dan mengunci kedua tangannya


"Mas jangan mulai.."Aqilla menolak ciuman Edo


"Sebentar saja.."Edo mencium pipi dan leher Aqilla sampe dia merasa geli


"Mas geli.."Aqilla menutup muluh Edo


"jangan mas.."minta Aqilla tapi Edo tetap mencium dan ******* bibir Aqilla dan gak mau lepas dan akhirnya dia menyerah dan membalas lumatannya


"ini udah banyak tato mas..nanti kebablasan.."Aqilla menahan kaosnya yang akan dilepas Edo


"gak aq janji masih bisa nahan.."Edo melepas kaos Aqilla dan mulai menghujani Dengan ciuman dibukanya penutup dua gunungnya dan memainkan dengan lidah.


"aaakh mas.."Aqilla menutup mulutnya dengan telapak tangannya,diotak dan hatinya ingin menolak tapi hasyratnya menerima dan menimbulkan rintihan2 kecil.

__ADS_1


"jangan ditutup lepas..aq suka mendengar desahanmu merdu.."Edo membuka tangan Aqilla dan menyalakan musik diHPnya untuk meredam rintihan desan Aqilla.


Mas Edo mencumbui Aqilla hingga dia menahan kegelisahaan panas sendiri sedangkan yang dicumbu tertidur pulas dan Edo mengenakan kaosnya kembali pada Aqilla.


"dasar gadia kecil,dicumbu bukanya bergairah,tidur..bikin gemes aja.."Edo tersenyum memeluknya dan tidur.


Mereka bangun keseiang karna tidur larut malam dan keluarganya pun gak ada yang berani membangun Edo dan Aqilla hingga pukul 12.00 siang.


"Mas..mas bangun..Aqilla mau kerja masuk sif siang jam 1 ini udah jam 12.."Aqilla menggoyang2 lengan Edo.


"yah..kamu mau pulang pake itu..mandi dulu sana..pake handukku.."abang duduk diranjang dengan mata masih ngantuk


"ya nanti diantar kerja kan mas..?"tanyanya


"ya"Edo singkat


Setelah mengantar Aqilla kerja,Edo kerumah om Rijal adik ayah Edo yang akan membawa Edo kerja di bagian las.


"Do kamu lengkapi surat..kamu dulu sekolah pernah om ajarin..kamu gak lupa kan..?"tanya om nya


"ya sedikit om..itu kan udah lama.."Edo mengingat


"ya nanti sambil belajar lagi.."om nya yang tau Edo cepat tanggap.


Setelah menumpuk surat dia seminggu kemudian kerja bersama om Rijal dan dia tak bisa lagi mengantar jemput Aqilla.


"Mas Edo nganter kalo libur kaya gini bisa tapi kalo kerja mas gak bisa yaang.."Edo memberitahu Aqilla


"ya mas Aqilla paham"dia mengerti


Mereka jadi jarang bertemu karna kesibukan kerja masing2 dan hanya berkomunikasi dengan Hp. Hari berlalu sangat cepat hingga lewat bulan dan bulan.


"yaang gak lama lagi kamu akan jadi sah jadi istriku.."Edo disela mengendarai motornya


"aq gak mau lagi nunggu lagi..ini udah jalan 8bulan kamu kerja..aq juga udah kerja lancar.."katanya lagi


"semua udah dicicil sama ibu dari mas kawin dan perlengkapan lainya....yaang kamu dengar ga..?"tanyanya yang masih belum dijawab sama Aqilla yang masih bingung


"jangan diam aja yaang,kamu kenapa..?"Edo menghentikan motornya dipinggir jalan


"jawab kamu kenapa..kamu ragu dengan mas Edo..gak mau nikah..apa kita akan gini2 terus yaang..?"Edo gelisah karna Aqilla masih diam


"kita bertemu udah lama,aq cinta sama kamu dan kita pacaran tunangan juga udah lama...?"Edo kecewa


"katakan kamu mau kan jadi istriku..?"Edo mendesak Aqilla

__ADS_1


"perut Aqilla sakit mas..tembus..ada darahnya.."Aqilla pucat dan lemas


"kamu dari tadi gak dengerin mas Edo karna kamu haid dan sakit perut..?"Edo merasa kesal dan cemas karna Aqilla pucat


"ya..sakit perutnya mas.."Aqilla nangis


"kita pulang..jangan pingsan,pegangan yang kenceng..darahnya cuma dikit gak pa2 nanti mas yang cuci.."Edo melajukan motornya dan aqilla memeluknya


Sesampai dirumah Aqilla diangkat Edo karna dia pucat dan lemas liat darahnya yang tembus ke rok kerjanya,karna dia lupa hari dapat dan gak pakai pembalut.


"kenapa Do..Aqilla..?"tanya ibunya panik


"Aqilla lagi dapat bu tapi tembus lupa kalo hari ini dapat gak pake pembalu.."jawab Aqilla


"lepas dan ganti pake pembalutnya..nanti rok dan celana dalam dicuci adikmu Alissa.."perintah ibunya dan Aqilla masuk kamarnya


"bu Edo aja yang nyuci kasian Alissa lagi belajar.."minta Edo


"tapi Do.."Ibu ragu dan merasa gak enak


"Aqilla tunangan dan calon istriku bu,nantinya juga jadi tanggung jawabku.."Edo menyakinkan ibu Ana


"mana yaang rok dan celananya mas cuci..?"Edo didepan kamar Aqilla dan dia menyodorkan rok dan celana dalamnya


"biasanya berapa hari yang dan tiap tanggal berapa kamu kena haid..?"Edo ingin tahu untuk membantu Aqilla nyuci kotorannya dan mengingatkan kalo dia lupa


"biasanya 5 hari atau satu minggu tanggal 22 atau 23 an..kenapa..?"Aqilla tanya balik


"besok celana kotornya taruh ember sebelum dan pulang kerja aq yang cuci lagi.."Edo membaca rok dan celana dalam Aqilla kekamar mandi dan mencucinya.


Aqilla masih melilit perutnya karna satu bulan dia sering minum es jadi menyebabkan haid kali ini sakit.


"kamu banyak minum es jadi gini..ibu udah bilang es dikuramgi..kamu kalo haid sakit..gak nurut.."kata ibunya keras karna Aqilla suka pedas dan minumnya es teh


"ibu bikin jamu dulu.."ibu ke dapur dan melihat Edo sedang mencuci celana dalam Aqilla dan tersenyum


"ibu kenapa senyum2 sendiri..?"tanya ayah Pram suaminya dari belakang


"liat yah calon mantumu lagi nyuci kotoran Aqilla.."jawab istrinya pada suaminya


"udah jadi tugas dia bu..dulu kalo ibu habis lairan ayah juga nyuci kotoran ibu kan..?"bagi ayah juga pernah apalagi dengan 3 anak


"ih ayah gitu..yang bikin aanak dan yang enak juga ayah kan..?"istrinya malu


"ha..ha..ha."suaminya tertawa

__ADS_1


__ADS_2