
Pak Akbar mengumpulkan keluarga besar dari keluarga Aqilla dan keluarga Edo untuk memberitahukan keadaan Aqilla saat ini yang tidak ingat lagi kehidupan sekarang karna yang dia ingat kehidupan dulu bersama Edo sampai setelah Edo meninggal.
"Anaku hilang ingatan..? "tanya ayah Aqilla Pak Pram
"Ya de.. kita harus sabar dan membantu Aqilla karna benturan dan tekanan membuat dia seperti saat ini.. "Pak Akbar memberitahu
"Kasian anak-anak, mereka sangat merindukan mamahnya dan kini saat bertemu mungkin akan melukai cucu-cucu kita pah.."mamah Aska
"Aq sudah memberitahukan tetang statusnya sekarang, dia istri anakku Aska dan mempunyai tiga anak dua kembar dan yang ketiga meninggal.. tadinya bingung dan kaget tapi harus tau dan Alhamdulillah dia nrima dan tidak berontak, tinggal perlahan-lahan mengingat kembali.. "kata Pak Akbar menjelaskan
"Apa ini akan lama mas..? "tanya ibu Aqilla bu Aana
"Tidak, kita doakan saja secepatnya pulih karna bukan permanen dan aq akan selalu mantau kemajuannya.. "pak Akbar yakin dengan pemeriksaannya
"Ya mas mudah2han secepatnya pulih.. "Pak Dodi ayah Edo
"Gimana dengan anak-anak mas..? "tanya ayah Aqilla pak Pram
"Anak-anak seperti biasa hanya saja ada sedikit menyesuaikan dan nantinya mereka akan saling tau, mereka ibu dan anak pastinya akan lebih mudah dekat.."Pak Akbar menjawab
"Kita makan,kita udah siapkan makanan.. "Ibu Aska
"Ya mba.. "jawaban ibu Aqilla diikuti anak2nya dan keluarga Edo.
Dirumah sakit Aska tidur disamping Aqilla dan memeluknya, bagi Aska wanita yang udah lama dirindukan dan terbiasa memeluk ketika tidur tapi Aqilla merasa canggung meski dia merasa ada kehangatan dan malu baginya Aska yang tiba-tiba mengaku suaminya sedangkan dia tidak ingat apapun tentang suaminya.
"Tidurmu nyenyak sekali sampe aq gak nyaman dipeluk gini, aq bahkan baru lihat kamu tadi dan sekarang jadi suami dan tidur meluk aq gini.. "Keluh Aqilla lirih berusaha melepaskan pelukan Aska yang semakin dilepas semakin erat.
"Ya Tuhan, kenapa makin erat gini.. dasar mesum..huh" Aqilla menghela nafas
"Mau sampe kapan kamu tidur gini..?"keluhnya lagi lirih
"Hemmm sayaaang.. "Aska menggeliat dan pipinya pada pipi Aqilla
"Oh jadi kamu manggil aq sayang...?romantis juga ni cowo.."Aqilla sedikit malu dan tersenyum
"Tapi ini lama-lama berat.."Kelunya sambil menyingkirkan lengan Aska.
Aqilla selalu bergerak untuk menyingkirkan pelukan suaminya namun semakin berusaha melepas semakin erat. Aska sengaja melakukannya karna kerinduan pada sang istri, meski dia udah bangun sebelumnya dan pura-pura tertidur nyenyak agar lebih dekat dengan sang istri.
"Astaga mau tidur sampe kapan kamu, ini berat tau gak sih..? "Aqilla sedikit kesal
"Awww..sakit yaang.. "Teriak Aska dicubit lengan tangannya
"Rasain, kamu sengaja kan..? "tanya Aqilla mengibaskan tangan suaminya
"Klo iya kenapa sayaang, sama istri sendiri sah saja.. mau lebih juga boleh.. "Aska menggoda
"Istri.? "tanya Aqilla menekan suaranya
"Yah..istri, apa perlu aq buktiin tujukin kamu buka nikah kita dan tes dna anak-anak agar kamu lebih yakin..? "Aska menunjukan statusnya
"Yaaa gak perlu, aq hanya belum bisa ingat saja.. dan tolong selama aq belum ingat menjauh sedikit dari aq, aq merasa aneh.."Aqilla sedikit menunduk takut membuat Aska marah
"Gak bisa, kamu istriku apapun keadaanmu sekarang aq trima tapi tidak menjauh darimu karna aq gak bisa jauh apalagi hidup tanpa mu.. "Aska kecewa
"Tapi aq... "Aqilla ditutup mulutnya dengan kecupan Aska yang lembut
"Cup.. biasakan dari sekarang, mau tidak mau aq adalah suamimu untuk selamanya baik kehidupan ini ataupu. dikehidupan yang akan datang.. "Aska membuat Aqilla malu dan diam
"Aq ambil makanan dulu yaang, kamu pasti laper kan..? "Aska menyetuh dagu istrinya dan Aqilla hanya menatap suaminya tanpa kata.
Aska pulang kerumah dan mengambil makanan yang udah disiapkan mamahnya dan menemui anak-anaknya yang merindukan Aqilla.
__ADS_1
" Sayaang anak-anak papah yang cantik dan tampan lagi ngapain..? "tanya Aska menghibur anak-anak
"Lagi belajar pah.. "kata Alina yang paling kecil
"Pah kok mamah ditinggal..? "tanya kaka Evelin
"Mamah udah sadar ka dan baik-baik saja, hanya saja masa pemulihan jadi kalian harus sabar dan ngertiin mamah kalian.. "Aska menutupi dari anak-anak kalau Aqilla lupa akan anak kembarnya paska hilang ingatan
"Yah pah, kami ngerti dan gak akan repotin mamah.. "Kaka Evelin
"Kapan mamah pulang pah.? "Tanya Aksa
"Besok yah...papah bawa mamah kalian pulang dan kita rawat mamah sama-sama dirumah..."Aska memahami anak-anaknya kangen mamahnya
"Yah pah, asyik mamah pulang Alina kangen sama mamah.. "Alina tersenyum bahagia dan memeluk papahnya Aska
"Iya sayang yang sabar yah.. kalian lanjutin belajar sama kaka yah, papah mau anter makanan dan jagain mamah kalian.. "Aska berpamitan
"Iya pah.. jagain mamah baik-baik yah pah" Aksa mengangguk
"Jangan buat kaka kalian marah karna kenakalan kalian.. "Peringatan Aska pada si kembar
"Iya pah.. "Sikembar.
Setelah berpamitan pada anak-anaknya, Aska berjalan menemui orangtuanya yang duduk di ruang keluarga sedang menonton Tv.
"Ka makanan untuk istrimu udah dimeja.."mamahnya mendengar langkah kaki Aska mendekat
"Iya mah.. "kata Aska singkat dan duduk didepan orangtuanya
"Pah rencananya besok aq mau bawa Aqilla pulang dan kita rawat dirumah saja, kasian anak-anak merindukan mamahnya nanya terus.. "rencana Aska
"Ya boleh, secara keseluruhan udah baik, tinggal pemuliha dan mengingat saja.."kata papahnya
"Ka apa istrimu menerima kamu dan anak-anak dan tidak mempermasalahkan atau menolak..? "tanya mamahnya ragu
"Kamu yang sabar Ka menghadapi Aqilla, jangan memaksakan kehendakmu..kamu ingat istrimu saat ini hilang ingatan takut akan buat dia takut dan jauh dari kita.."Mamahnya khawatir
"Iya mah aq paham.."Aska beranjak dari duduknya
"Kamu gak makan dulu..? "tanya mamahnya. lagi
"Nanti sama istriku.. "Aska menghampiri dapur mengambil kotak makanan.
Aska kembali kerumah sakit dengan jalan kaki karna berdekatan dan berdiri disebelah rumahnya. Aska membawa kotak makanan dan masuk kekamar inap istrinya dan Aqilla sedang duduk diranjang sambil nonton Tv.
"Sayaang makan dulu yah nanti baru minum obatnya..? "Aska duduk disebelah istrinya dan membuka kota nasi
"Sayaang buka mulutnya..? "minta Aska namun Aqilla bengong dan menatap Aska
"Sayaang..buka..? "Kata Aska lagi
"A.. aq bisa makan sendiri.. "jawaban Aqilla
"Tapi ini kebiasanku dan tugasku nyuapi kamu.."Aska sambil menyodorkan sedok kemulut Aqilla
"Kamu diam aja dan buka mulut.. "katanya lagi
"Apa seperti ini sebelunya aq..? "Aqilla sedikit malu
"Lebih dari ini, dan hari-hari kita sangat bahagia untuk selamanya.."Kata Aska sambil terus menyuapi
"Lebih..? "tanya Aqilla ingin tau
__ADS_1
"Yah.. aq yang nyuapi kamu, mandiin dan pakaiin kamu baju yaang.. "Aska sambil tetap menyuapi istrinya
"Hukk..huk.. huk.. "Aqilla tersedak
"Pelan-pelan yaang.. "Aska memberikan minum
"Kamu yang buat aq kaya gini.."Kata Aqilla sambil minum
"Tanya anak-anak kalo ragu denganku.."Aska nunduk sedih buat Aqilla merasa bersalah
"Aq hanya merasa aneh saja.. maaf.. "kata Aqilla
"Jangan minta maaf yaang, kamu gak pernah salah dimataku dan aq akan sabar...dan kamu juga harus membiasakan diri karna gak bisa mengabil tugasku.. "Aska tersenyu
"Maksudnya aq dimandiin dan kamu pakein aq baju..? "Aqilla merasa malu
"Iya.. yang biasa aq lakukan..akan aq lakukan jadi kamu tinggal ngikut saja.. "katanya lagi
"Buka yaang satu lagi..?"minta Aska
"Kamu udah makan..? "tanya Aqilla yang melihat Aska menyuapinya
"Habis kamu makan seperti biasanya.."jawaban Aska menunduk mengaduk makanan
"Sini sendoknya biar aq suapin kamu.. "Aqilla mengambil sendok dari tangan Aska
"Buka mulutnya.. ?"minta Aska dan Aska tersenyum dan membuka mulutnya
"Biasakan kamu makan dulu, kamu kan suami.."Kata Aqilla sambil menyuapin suaminya
"Bagiku istriku jauh lebih penting dari diriku sendiri.. "Aska sambil membelai rambut istrinya yang merasa malu
"Kamu sangat mencintai aq..? "Aqila menatap suaminya
"Sangat dan tak ada ukuran dan batasnya, sejak kecil aq melihatmu pertama kali udah jatuh cinta.. "Aska mengingat masa kecil
"Tapi dulu aq istrinya Edo..?"kata Aqilla mengingat suaminya yang telah lama meninggal
"Tapi kini dan dimasa depan kamu istriku.."Aska menjawabnya
"Kamu pintar sekali menjawab.. "Aqilla meletakan sedoknya setelah menyuapi Aska hingga makanan habis
"Kamu yang mengajari aq sayang, dan panggil aq seperti biasa.. "minta Aska
"Seperti biasa...? "tanya Aqilla lupa
"Sayaang, dan suamiku tercinta.. "goda Aska
"Gak.. itu menjijikan"Aqilla menolak
"Apanya yang menjijikan, itu panggilamu padaku.. "Aska mendekat wajahnya makin dekat
"Aaah mesum.. "Teriak Aqilla dan mengundurkan wajah badannya
"Itu yang selalu kamu bilang jika aq menggodaku.. "kata Aska makin dekat
"Jangan dekat-dekat..! "bentak Aqilla menahan malu
"Panggil aq sayang atau aq akan.. "Aska mengancam
"Iya.. iya.. "Aqilla menyerah
"Sayang"Aqilla singkat dan cepat
__ADS_1
"Ulaangi yang mesra.. "minta Aska makin mendekat
"Saaayang jangan gini donk.. "Aqilla kesal dan buat Aska tertawa.